<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Afgan Syah Reza</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/afgan-syah-reza/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 01:20:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Afgan Syah Reza dan Hobinya</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/afgan-syah-reza-dan-hobinya.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/afgan-syah-reza-dan-hobinya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 14:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Tips - Trik]]></category>
		<category><![CDATA[Afgan Syah Reza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/afgan-syah-reza-dan-hobinya.html</guid>
		<description><![CDATA[Ketenarannya yang bisa dirasakan suatu gebrakan mendadak yang sangat heboh, seorang Afgan banyak dinilai berpenampilan &#8220;Cupu&#8221; banget, kata orang2 sih begitu. Apa iya? Saya sendiri gak ngerti bahasa2 prokem atau bahasa gaul atau bahasa apalah kategorinya, jadi kategori akan Afgan seorang yang cupu sama sekali tidak tahu. Nah, kalau memang mau menggolongkan seorang Afgan cupu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Afgan-Syah-Reza.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2648" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Afgan Syah Reza" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Afgan-Syah-Reza.jpg" alt="" width="300" height="567" /></a> Ketenarannya yang bisa dirasakan suatu gebrakan mendadak yang sangat heboh, seorang Afgan banyak dinilai berpenampilan &#8220;Cupu&#8221; banget, kata orang2 sih begitu. Apa iya? Saya sendiri gak ngerti bahasa2 prokem atau bahasa gaul atau bahasa apalah kategorinya, jadi kategori akan Afgan seorang yang cupu sama sekali tidak tahu. Nah, kalau memang mau menggolongkan seorang Afgan cupu atau tidaknya, mungkin bisa diketahui sifat dan prilaku kesehariannya. Disini ada sekelumit cerita tentangnya, khususnya mengenai hobinya. Dibalik pendapat cupu tidaknya, jujur saja saya sendiri termasuk pengagumnya, Tetapi khusus pada masalah kualitas vokalnya saja. Lagu &#8220;<a href="http://www.ziddu.com/downloadlink.php?uid=a66clZiraq6b4palYrKWlJiiYrCalZk%3D2" target="_blank">Terima Kasih Cinta</a> &#8221; yang dinyanyikan Afgan itu benar-benar menjadi hits di mana-mana.</p>
<p>Karakter suara Afgan memang luar biasa sehingga bisa menjerat orang banyak. Penampilannya pun cukup enak dilihat kalau sedang bernyanyi. Itu karena ia belajar dari konser-konser musik yang ia tonton lewat DVD. Itulah hobinya. Kalau bukan konser musik, pasti film.</p>
<p>Afgan, demikian sapaan akrab lelaki berkacamata ini, termasuk orang yang ramah senyum. Ia bercerita tentang hobinya. Konon ada cerita menarik seputar namanya.</p>
<p><span id="more-582"></span>la dinamai Afgan oleh ayahnya, Loyd, karena pada saat ia lahir, Afganistan sedang dilanda peperangan. Afgan adalah kependekan dari Afganistan. Tadinya nama aslinya &#8220;Afganistan&#8221; beneran, sudah masuk di akte juga. Tapi tiba-tiba diganti lagi menjadi Afgansyah Reza karena Bokapnya takut kalo anaknya dicekal dan susah ke luar negeri.</p>
<p>Selain tentang rahasia namanya, ada bercerita tentang hobinya. Berbicara soal hobi, ternyata lelaki yang lahir pada 27 Mei 1989 di Jakarta ini amat menggandrungi film-film berkualitas yang selalu ditontonnya melalui DVD. Hobinya yang lain adalah menonton live musik. Karena itulah, Afgan kerap merogoh kocek untuk menonton konser dari musisi dan penyanyi yang disukainya. Hobinya nonton film dan live musik. Karena itu juga, sebisa mungkin artis-artis yang dia suka dan nggak bisa di jangkau karena faktor jarak dan mahalnya tiket konser, dia berusaha membeli DVD-nya. Menariknya, konon Afgan selalu membeli film bajakan. la mengaku hampir tidak pernah membeli DVD asli, kecuali film Indonesia. Semua film yang beli bajakan? &#8230;. Memang sih, dilihat dari segi kualitas bajakan atau asli sekarang udah nggak ada bedanya. Alasan untuk membeli film-film Indonesia yang asli, katanya sih bentuk apresiasinya dan karena ia juga sekarang ngerasain berada di industri entertainment. Jadi, ngerasain gimana capeknya. Bisa aja alesannya ya he&#8230;</p>
<p>Jika bicara mana yang paling disukai, film drama atau konser musik, bagi Afgan katanya tidak ada yang lebih unggul. Keduanya sama pentingnya, namun memiliki arti yang berbeda. Jika sedang menonton konser musik melalui DVD, Afgan merasa seperti berada di tengah-tengah penonton konser tersebut. Selain itu, Afgan juga mengaku banyak memetik pelajaran bermusik seperti cara berpenampilan dan menampilkan lagu-lagunya di atas panggung. Selain konser musik, kegemarannya menonton film juga membawa banyak manfaat.</p>
<p>Banyak hal tentang tentang hidup yang ia pelajari dari film. Salah satu manfaat yang Afgan ambil adalah bahasa asing. Dengan menonton film, ia bisa belajar bahasa asing, antara lain, bahasa Inggris. Karena itulah, ia harus mondar-mandir bioskop. Tapi kemudian ia berhenti karena ternyata bioskop yang ia datangi tak mengganti film-filmnya. Ia juga terkadang merasa lebih nikmat menonton DVD film di rumah ketimbang harus pergi ke Bioskop. Kalau nonton di bioskop, harus pergi sama teman, garing banget katanya kalau nonton sendirian. Lagian apa kata dunia? bisa aja. Nah, bedanya sama nonton DVD itu, kalau nonton DVD gak pernah keiket sama waktu. Mau nonton kapan aja bisa. Dan kalau nonton DVD itu lebih suka sendirian karena bisa lebih ekspresif (DVD apa ya, yang ditonton sampai pengen sendiri biar lebih ekpresip tuh).</p>
<p>Saat ini koleksi DVD film dan konser musiknya berjumlah seribu lebih. Genre-nya pun bermacam-macam. Ada film komedi, drama percintaan, drama musikal dan film dokumenter. Bahkan, kata anak ke-2 dari 4 bersaudara ini, ia memiliki hampir semua genre film, kecuali film ber-genre action. Ada apa dengan film action sampai tidak suka? Film action, katanya, adalah film yang membosankan. Adegannya itu-itu saja dan melahirkan kesan mengajarkan dan membudayakan kekerasan. Dalam film action, semua persoalan selalu diselesaikan dengan kekerasan. Karena itu pula, merasa tidak banyak manfaat yang dapat dipetik dari jenis film seperti itu.</p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Afgan-Syah-Reza...jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2649" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Afgan Syah Reza.." src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Afgan-Syah-Reza..-235x300.jpg" alt="" width="141" height="180" /></a>Menurut dia pula, film action bikin boring. Adegannya juga gitu-gitu doang. Meskipun film action ini menurut orang banyak jenisnya, film ini buat dia kurang berbobot. Cuma ada satu film action yang dia suka yaitu Kungfu Hustle. Film itu sarat dengan unsur komedi katanya. Dia lebih suka sama film drama karena bisa membawa emosi dan banyak pelajaran yang dapat diambil,&#8221; jelas lelaki penyuka indomie ini. Selain film bergenre action, film-film yang menggunakan banyak unsur teknologi seperti special effect dan 3 dimensi juga tidak disukainya. Alasannya, film-film seperti itu sangat tidak realistis, terlalu mengawang-awang dan membuai penonton dalam kehidupan yang penuh khayalan. Menurutnya, film-film tersebut tidak pernah terjadi dalam realitas. Karena film-film seperti itu juga membuat penontonnya tidak lagi menjejakkan kaki pada kenyataan. Dia juga kurang suka sama film-film luar angkasa, film-film yang terlalu banyak menggunakan unsur teknologi, special effect karena menurutnya hal seperti itu tidak akan terjadi dalam kehidupan nyata. Itulah sekelumit cerita tentang Afgan dan hobinya. Nah, cerita diatas mungkin jadi sedikit bahan masukan untuk mengkategorikan seorang Afgan itu seperti apa? Coba menurut teman2 sekarang bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/afgan-syah-reza-dan-hobinya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>130</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih Cinta, Afgan Syah Reza</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/terima-kasih-cinta-afgan-syah-reza.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/terima-kasih-cinta-afgan-syah-reza.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 02:42:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Music - Lyrics]]></category>
		<category><![CDATA[Afgan Syah Reza]]></category>
		<category><![CDATA[Download]]></category>
		<category><![CDATA[Lyrics]]></category>
		<category><![CDATA[mp3]]></category>
		<category><![CDATA[Terima Kasih Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/terima-kasih-cinta-afgan-syah-reza.html</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini saya jarang banget menghidupkan media player untuk menemani aktivitas sehari-hari. Berbagai alunan lagu biasanya selalu saja hadir disetiap waktu. Setelah beberapa waktu lalu teman memberikan beberapa mp3, baru pagi ini saya menyempatkan menjajalnya. Terdapatlah sebuah lagu &#8220;Terima Kasih Cinta&#8221; yang sungguh merupakan sebuah lagu dengan kualitas suara penyanyinya yang bagus. Ditengah maraknya bermunculan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Afgan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2496" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Afgan" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Afgan-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Akhir-akhir ini saya jarang banget menghidupkan media player untuk menemani aktivitas sehari-hari. Berbagai alunan lagu biasanya selalu saja hadir disetiap waktu. Setelah beberapa waktu lalu teman memberikan beberapa mp3, baru pagi ini saya menyempatkan menjajalnya. Terdapatlah sebuah lagu &#8220;<em>Terima Kasih Cinta&#8221;</em> yang sungguh merupakan sebuah lagu dengan kualitas suara penyanyinya yang bagus.</p>
<p>Ditengah maraknya bermunculan band-band yang mengusung lagu2 berkualitas sehingga menempatkan mereka pada popularitas yang mengembirakan, ternyata masih ada solois pria muda muncul kepermukaan. Kayak ikan saja ya, muncul kepermukaan he&#8230;.</p>
<p>Saat ini penyanyi solo pria seakan tenggelam dikancah musik tanah air, seperti halnya Yana Julio, Rio Febrian sebagai penerusnya pun belum mengeluarkan albumnya lagi, dll. Dan setelah lama ga terdengar Yana Julio pun muncul hanya featuring pada sebuah lagu seorang solois wanita saja. Sementara Marcell baru mengeluarkan albumnya (dengan singel hits &#8220;<em>Candu Asmara</em>&#8221; sebuah lagu dangdut karya Guruh Soekarno yang sempat dipopulerkan Cici Piramida). Mudah-mudahan tidak hanya band-band saja yang saat ini berkembang pesat, para solois pria pun bangkit dikancah musik Indonesia.</p>
<p><span id="more-498"></span>Tidak banyak penyanyi solo pria yang bisa mengukir nama di blantika musik Tanah Air, yang saya ingat dengan kualitas tertentu mungkin yang tadi saya sebutkan, diantaranya Yana Julio, Rio Febrian, Glenn Fredly, Syahrul Gunawan, dan Marcell.</p>
<p>Nah, kali ini Afgan mampu menyeret perhatian penikmat musik Indonesia. Karakternya sih sedikit ada perpaduan antara Yana Julio, Rio Febrian dan Marcell. Selain dari hal tersebut, Afgan bisa dikatakan memiliki kualitas suara yang bagus, mudah2an mampu mengikuti jejak para seniornya itu.</p>
<p>Afgan Syah Reza yang lahir 18 tahun yang lalu tepatnya 27 Mei 1989 di Jakarta, penyanyi muda Indonesia yang dibesarkan di tengah keluarga yang suka menikmati musik. Tentunya bukan hal yang aneh jika ia lihai dalam bernyanyi. Mahasiswa FE UI ini sejak SMU sudah sering didaulat untuk menyanyi, bahkan katanya tidak jarang pula ia diundang sebagai penyanyi tamu di kafe dan lounge ternama di Jakarta.</p>
<p>Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Lola Purnama dan Loyd Yahya ini merilis debut albumnya berjudul <em>Confession No.1</em> di bulan Januari 2008. Album yang diisi dengan 13 lagu ini kental terasa dipengaruhi berbagai aliran musik, diantaranya: pop, soul, R&amp;B, dan jazz dengan lagu andalannya &#8220;<em>Terima Kasih Cinta</em>&#8220;, &#8220;<em>Klise</em>&#8220;, dan &#8220;<em>Tanpa Batas Waktu</em>&#8220;.</p>
<p>Sementara penggarapan video klip untuk lagu &#8220;<em>Terima Kasih Cinta</em>&#8221; dengan bintang muda pula, Thalita Latief. Penggarapannya dikerjakan oleh sutradara Jose Purnomo yang tidak lain adalah suami dari Lusy Rahmawati. Album <em>Confession No.1</em> diproduksi oleh <em>Wanna B Production</em> dan didistribusikan di bawah label PT Sony-BMG. Musisi-musisi yang membantu penggarapan album<em> Confession No.1</em> antara lain Fajar LMN, Harry Budiman, Deddy Dhukun, Dian HP, dan Bebi Romeo sebagai komposer.</p>
<p><strong>&#8220;Terima Kasih Cinta&#8221;</strong><br />
<strong><a href="http://www.ziddu.com/downloadlink.php?uid=a66clZiraq6b4palYrKWlJiiYrCalZk%3D2" target="_blank">Download.mp3</a></strong></p>
<p>Intro: C C+ (Caug) Am F</p>
<p>C C+ Am<br />
Tersadar didalam sepiku</p>
<p>F<br />
Setelah jauh melangkah</p>
<p>Dm &#8211; Dm7 &#8211; Am<br />
Cahaya kasihmu menuntunku</p>
<p>F G<br />
Kembali dalam dekap tanganmu</p>
<p>C/F &#8211; Dm/F<br />
Reff I: Terima kasih cinta</p>
<p>Em7 &#8211; Am<br />
Untuk segalanya</p>
<p>G7/D &#8211; G7 &#8211; C<br />
Kau berikan lagi kesempatan itu</p>
<p>C/F &#8211; Dm/F<br />
Tak akan terulang lagi</p>
<p>Em7 &#8211; A F/C<br />
Semua a a a… kesalahanku</p>
<p>G7 C<br />
Yang pernah menyakitimu&#8230;</p>
<p>C C+ Am<br />
Tanpamu tiada berarti</p>
<p>F<br />
Tak mampu lagi berdiri</p>
<p>Dm &#8211; Dm7 &#8211; Am<br />
Cahaya kasihmu menuntunku</p>
<p>C/F &#8211; Dm/F<br />
Reff II: Terima kasih cinta</p>
<p>Em7 &#8211; Am<br />
Untuk segalanya</p>
<p>G7/D &#8211; G7 &#8211; C<br />
Kau berikan lagi kesempatan itu</p>
<p>C/F &#8211; Dm/F<br />
Tak akan terulang lagi</p>
<p>Em7 &#8211; A F/C<br />
Semua a a a… kesalahanku</p>
<p>G &#8211; C &#8211; Eb &#8211; Bb &#8211; Eb<br />
Oo ho oho ouuww&#8230; Wouuww&#8230;</p>
<p>Interlude: C &#8211; C6 &#8211; G/B &#8211; Em &#8211; Am F &#8211; G</p>
<p>C/F &#8211; Dm/F<br />
Reff III: Terima kasih cinta</p>
<p>Em7 &#8211; Am<br />
Untuk segalanya</p>
<p>G7/D &#8211; G7 &#8211; C<br />
Kau berikan lagi kesempatan itu</p>
<p>C/F &#8211; Dm/F<br />
Tak akan terulang lagi</p>
<p>Em7 &#8211; A F/C C/E &#8211; F &#8211; C/E<br />
Semua a a a… kesalahanku woo… uwoo…</p>
<p>Dm<br />
Kesalahanku…</p>
<p>G7 C C+ Am F C<br />
Yang pernah menyakitimu…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/terima-kasih-cinta-afgan-syah-reza.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>133</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

