KIP's Bandung

Religion's Articles

06
Nov

Masih hangat terasa seruan takbir berkumandang, “Allahu Akbar” Allah Maha Besar. Hari ini bertepatan dengan salah satu hari besar ummat muslim, tiada lain Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1432 Hijriah (Hari Raya Qurban) yang bertepatan pula dengan hari Minggu, 6 November 2011.

Hari Raya Idul Adha memang tidak seperti hiruk-pikuknya saat merayakan hari raya Idul Fitri, namun makna yang terkadung didalamnya sudah barang tentu tidak kalah berharganya. Berbagi kasih dengan sesama diharapkan dapat terwujud meski hanya dalam bentuk makanan (daging qurban), begitu juga penerapan sifat ikhlas semakin ditumbuh-kembangkan. Dengan demikian, diharapkan menciptakan banyak senyuman.

Semoga kita tidak kalah oleh makhluk yang dalam gambar postingan ini, meski sudah mendekati ajalnya senyuman manis masih tersampaikan. :-D

Dan kali ini, saya turut menyampaikan selamat Idul Adha 1432 Hijriah. Semoga apa yang diupayakan selama ini senantiasa mendapat berkah-Nya, amin!

Yuk, nyate yukk… (LOL)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Sebulan sudah waktu tidak terasa telah berlalu, dimana waktu tersebut dijejali dengan upaya mendisiplinkan dan berserah diri kepada-Nya, termasuk didalamnya menyelami semua prilaku diri yang telah diperbuat sebelumnya hingga melekatkan harapan dapat membenahinya lagi dalam mengisi sisa waktu yang masih diberikan-Nya.

Masih dalam suasana takbir berkumandang, bunyi bedug bertalu-talu dan juga hingar-bingar suara petasan disana-sini, atau mungkin ada yang sedang berpawai obor serta lainnya, seluruh kaum muslimin yang ada di dunia kembali menyambut hari yang dinanti-nanti dengan harapan dapat kembali ke fitrah dan meraih kemenangan. Tak terkecuali diri ini pun hendak mengucapkan “taqobalallahu minna wa minkum wa ja’alanallahu minal aidin wal faizin”. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Amin!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Sebuah pengharapan! Dari penglihatan terbersit asa, dari pendengaran terwujud keinginan dan dari pembicaraan tersampaikan kehendak, tiada lain sebuah pengharapan. Berharap ma’af atas segala khilaf yang telah diperbuat.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Lebaran! Live is go on, Everything reborn But All of the sin & Regret still inside me, And I don’t wanna say Nothing but “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum”. Minal ‘Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

04
Sep

Disela-sela kesenggangan waktu yang ada, ternyata mengasyikan juga mendengarkan lantunan-lantunan syair religi. Setiap menjelang ramadhan tiba, biasanya beberapa penembang tanah air mengeluarkan single atau album yang bertemakan religi, sebut saja Novia Kolopaking, Rita Effendi, GIGI, dan banyak lagi yang lainya. Selain itu, rasanya tidak bisa dipungkiri keberadaan melegendanya syair-syair yang pernah dilantunkan Bimbo dan juga begitu kuatnya pesan yang terkandung dalam syair Tombo Ati dari Opick. Nah, kali ini hadir “Dhuha”  dalam syair yang tertata apik dan merdu dari lantunan Alul.

Kata do’a, tunduk, sujud dan bersila serta rizki dan rahmat, menjadi sumber inspiratif terhadap hadirnya beberapa bait postingan ini. Dalam suasana berlomba-lomba memperbanyak amalan yang sebenarnya tidak hanya berlaku saat ini belaka “bulan ramadhan” melainkan berlaku di setiap waktu dimana kita masih diizinkan bernafas, salah satu amalan tersebut adalah shalat (termasuk didalamnya ibadah shalat sunnah dhuha). Dengan melakukan shalat tersebut senantiasa dari kita semua berharap ridho-Nya dan juga berharap tidak terlepas dari makna yang tersirat dalam postingan sebelumnya. Selain itu dapat menjadi salah satu upaya dalam membuka pintu rizki.

14
Aug

Banyak cara menuju sehat, selain berolah-raga dan menjaga pola makan yang baik ternyata salah satu dari ibadah kita dapat membuat bagian dari tubuh kita sehat pula, Allahu Akbar. Shalat itu membuat otak kita sehat! Sebagai seorang muslim tentu tidak asing lagi dengan kata shalat meskipun pada kenyataanya masih terselip kata bolong pada praktiknya karena sesuatu hal. Khusus di bulan ramadhan ini tentunya menjadi kesempatan kita memperbanyak ibadah termasuk didalamnya ibadah shalat, baik itu yang bersifat wajib atau pun sunnah. Sebagai muslim pula, selayaknya mengingat akan hal tersebut. “Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia), sedangkan ia biasa melalaikan shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)” Hadist Riwayat Tabrani.

Sejenak terlintas dalam benak ini, dalam suasana hening menjelang sahur kali ini teringat sedikit suasana sebelumnya setelah menjalankan ibadah shalat shubuh, betapa nikmatnya merasakan suasana tersebut. Menikmati secangkir kopi hangat meski hanya ditemani goreng pisang atau comro, mempersiapkan segala hal/urusan yang akan dihadapi disiang hari dengan hati yang nyaman, walhasil semangat pun ditunjang dengan pola pikir secara sadar. Namun, ketika sebaliknya yang terjadi, ketika tertidur pulas akibat “ngalong” yang telah menjadi tabiat melewatkan kesempatan tersebut, jangankan dapat menikmati secangkir kopi tersebut dengan tenang, segala perencanaan untuk siang hari pun terkadang amburadul akibat terburu-buru.

Harapan dari Peringatan Isra Mi’raj tahun 2010 tepatnya hari sabtu, 10-07-2010, semoga tidak hanya dijadikan momentum tunduknya akal pikiran kepada keimanan saja, tetapi juga kepada kesadaran akan pentingnya akal pikiran yang jernih dalam menerima pesan-pesan Ilahi sehingga terbangun sikap keberagamaan yang bijak, yakni mengendalikan akal pikiran dengan keimanan agar tidak kering dari nilai-nilai spiritualitas dan mendasari keimanan dengan pijakan rasionalitas logika agar tidak terkotori oleh mitos-mitos tahayul.

Pentingnya pemahaman makna secara utuh dikarenakan masih adanya kalangan yang menilai peristiwa Isra Mi’raj sebagai peristiwa tunduknya akal kepada keimanan belaka. Maka obyektivitas peristiwa itu hanya bisa diterima melalui keyakinan akan kebenaran wahyu. Hal tersebut menunjukan bahwasanya kekuatan akal tidak diberi kebebasan untuk berintervensi didalamnya.

Bagi kalangan tertentu, hal tersebut bukan persoalan rumit mengingat peristiwa ini adalah berita yang datang dari wahyu (al-Isra, 17:1). Namun, terdapat sebagian kalangan lain peristiwa tersebut merupakan sebuah dilema antara doktrin agama dan rasionalitas logika. Melihat kenyataan tersebut, peringatan Isra Mi’raj yang secara rutin dilakukan oleh banyak kalangan muslimin secara langsung mengingatkan pada “konflik” antara sains dan wahyu. Pasalnya, peristiwa bercorak supranatural semacam Isra Mi’raj merupakan persoalan yang sulit untuk dijelaskan secara rasional-empiris.

Page 1 of 612345Next...End

Free Translation Widget

Cigarettespay day loan

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Membangun Pemahaman Isra Mi’raj diantara Sains dan Wahyu
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Membangun Pemahaman Isra Mi’raj diantara Sains dan Wahyu
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us