<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Psychology</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/kategori/psychology/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 01:20:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Dare to be Different</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/dare-to-be-different.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/dare-to-be-different.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 02:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Manner]]></category>
		<category><![CDATA[Penampilan]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[Prilaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3905</guid>
		<description><![CDATA[Live it&#8217;s all about leverage, hidup adalah tentang pengendalian. Dalam kehidupan yang sangat komplek ini, mutlak adanya untuk dapat mengendalikan diri kalau tidak mau dikendalikan. Hal tersebut memiliki pengaruh yang sangat penting dalam memaknai beragam perbedaan, apakah layak untuk berprilaku serupa atau sebaliknya. Terkait hal tersebut, akhir-akhir ini penulis sering banget membuat keputusan dengan bertindak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2012/04/Dare-to-be-Different.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-3913" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Dare-to-be-Different" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2012/04/Dare-to-be-Different.gif" alt="" width="150" height="125" /></a><em>Live it&#8217;s all about leverage</em>, hidup adalah tentang pengendalian. Dalam kehidupan yang sangat komplek ini, mutlak adanya untuk dapat mengendalikan diri kalau tidak mau dikendalikan. Hal tersebut memiliki pengaruh yang sangat penting dalam memaknai beragam perbedaan, apakah layak untuk berprilaku serupa atau sebaliknya.</p>
<p>Terkait hal tersebut, akhir-akhir ini penulis sering banget membuat keputusan dengan bertindak jauh dari kesamaan pada umumnya.  Meski dengan terlebih dahulu diimbangi berbagai pertimbangan tapi nyatanya efek yang tidak diharapkan selalu saja berdatangan. Sebagai contoh sekelumit cerita kecil saja, ketika menghadapi suatu masalah yang dirasa belum mampu atau dipandang tidak dapat dipecahkan dengan baik, biasanya melarikan diri kepada tantangan lain yang dirasakan tidak kalah penting manfaatnya. Seandainya saja membuat <em>vote</em> pada orang banyak sudah dipastikan mereka mengiyakan atau setuju dengan keputusan dan tindakan yang diambil. Namun, satu hal yang menjadi suatu kelemahannya yaitu kerap kali fokus 100% pada hal yang menjadi pelarian tersebut, alhasil banyak hal-hal lain yang tidak dilirik alias terlewati begitu saja.<span id="more-3905"></span></p>
<p>Satu contoh yang dapat digambarkan misalnya dalam bentuk komunikasi dengan sebagian pihak tertentu dan lokasi yang berbeda pula. Dimana sebelumnya terbiasa komunikatif dengan semestinya, berbalik menjadi kurang terjaga akibat seriusnya menghadapi tantangan baru yang dihadapi. Pada kenyataannya dengan tindakan yang diambil tidak sedikit pun bermaksud untuk memutuskan tali silaturahmi melainkan bentuk kendali hingga tidak mengarah pada sesuatu yang sifatnya negatif. Prilaku yang diambil hanyalah diasumsikan sebagai tindakan <em>passive-positive</em>, mohon maaf bila kurang tepat dalam menempatkan makna kata tersebut. Melihat respon dari yang terkait sangat beragam cap nya; anulah, itulah dan lain sebagainya <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> Menyedihkan sekali, Insya Allah dikemudian hari terbenahi dengan baik, amin! <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dalam kaitannya dengan tema coretan kali ini, penulis sendiri masih bingung dengan tindakan tersebut apakah dapat diartikan berani tampil beda atau tampil aneh bahkan nyeleneh. Karena beda dari yang lain memiliki efek atau resiko tersendiri tentunya. Kalau saja cermat menempatkan pada situasi dan kondisi dalam bagian yang tepat mungkin akan lebih baik. Hal tersebut menegaskan bahwasannya berbeda itu harus terjauh dari pemahaman dari makna aneh. Hingga berlaku inovatif dan kreatif yang dikembangkan bukan semata-mata hanya sekedar mengikuti arus belaka, <em>going where the wind blows</em>.</p>
<p>Dalam upaya pencarian maknanya, terdapat dua hal yang berbeda yang patut dipahami maknanya antara beda versus aneh. Hal tersebut menunjukkan bahwa berani tampil beda bukanlah berarti tampil dengan dandanan yang aneh atau tingkah laku yang nyeleneh karena tampil beda juga tidak berarti menyimpang dari aturan. Yang seperti itu jelas tidak konstruktif dan bisa merugikan. Akhirnya, bukan kesuksesan yang didapat melainkan sebaliknya. Jika melihat contoh kecil diatas, kehadiran efek kurang baiknya yakni banyak hal yang terlewati begitu saja sudah sangat jelas mendekatkan terhadap suatu hal yang merugi. Namun, jika ingat dapat melampaui tantangan baru dengan baik sungguh rasanya bangga sekali. Karena itu, otak masih dituntut berpikir dengan kerasnya <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pada dasarnya berani tampil beda yang konstruktif adalah jika menampilkan siapa diri kita dalam arti positif. Tidak sekadar menyangkut penampilan secara fisik, tetapi juga berkaitan dengan kepribadian, pengetahuan, prinsip hidup dan pola pikir. Bisa saja, secara fisik penampilan standar dengan yang lain, namun tetap punya <em>value added</em> yang lainnya. Nilai tambah itulah yang akan membedakan dengan yang lain. Karena itu, dituntut mengeksplorasi diri secara terus-menerus, mengasah ketajaman daya pikir, mengembangkan kreativitas dan meningkatkan produktivitas dalam kaitannya dengan pekerjaan. Dan, bertepatan dengan &#8220;Hari Buruh Internasional&#8221; kali ini, selayaknya yang dilakukan tanpa terpengaruh kondisi eksternal, hanyalah wujud <em>spirit of excellent</em> dalam diri, spirit yang selalu mendukung melakukan hal terbaik dalam situasi apa pun.</p>
<p>Hidup memang harus diberi warna dan diwujudkan dalam perbuatan nyata. Nilai-nilai hidup yang sudah terinternalisasi dalam diri senantiasa dapat teraplikasikan dalam sikap hidup dan tindakan. Fondasi iman yang kuatlah yang mampu memilah dan memilih mana tindakan yang benar dan mana yang salah. Disitulah mungkin bisa tampil beda dengan tidak sekedar menggunakan setelan serasi dan berdasi, justru terletak pada kemampuan mewujudkan iman dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu’alam bishawab.<em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/dare-to-be-different.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kritis ditengah Krisis</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/kritis-ditengah-krisis.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/kritis-ditengah-krisis.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 10:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Economic]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kesetia-kawanan]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3867</guid>
		<description><![CDATA[Berupaya tetap tampil cerah lahir-batin menandakan bahwa diri tidak mengalami krisis identitas. Hal tersebut menjadi bagian yang sangatlah penting karena krisis identitas jauh lebih berbahaya daripada krisis-krisis lainnya. Dari penampilan memang bisa saja menipu. Secara lahir tampak dari luar terlihat cerah dan bergairah, tetapi mungkin saja dalamnya (batinnya) sedang &#8220;pabaliut&#8221; alias kusut. Memang bukan hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2012/04/Doa.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-3878" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Doa" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2012/04/Doa.gif" alt="" width="150" height="96" /></a>Berupaya tetap tampil cerah lahir-batin menandakan bahwa diri tidak mengalami krisis identitas. Hal tersebut menjadi bagian yang sangatlah penting karena krisis identitas jauh lebih berbahaya daripada krisis-krisis lainnya. Dari penampilan memang bisa saja menipu. Secara lahir tampak dari luar terlihat cerah dan bergairah, tetapi mungkin saja dalamnya (batinnya) sedang &#8220;pabaliut&#8221; alias kusut. Memang bukan hal yang dianjurkan untuk berlaku demikian, walaupun sekali-kali boleh saja digunakan sebagai siasat untuk keperluan tertentu. Karena kalau terus-menerus berpura-pura akan mengalami yang namanya pribadi ganda (<em>split of personality</em>). Yang utama hanyalah bagaimana agar tetap <a href="http://kipsaint.com/isi/menumbuhkan-semangat-hidup.html">menumbuhkan semangat</a> ditengah situasi kehidupan yang makin berat alias kondisi krisis. Tak ada cara lain kecuali pandanglah krisis dengan kaca-mata positif &#8220;<em><a href="http://kipsaint.com/isi/think-and-act-positively.html">think and act positively!</a></em>&#8220;.</p>
<p>Peka dikala krisis! Krisis ibarat <a href="http://kipsaint.com/isi/berkelit-dalam-badai.html">berkelit dalam badai</a>, tetapi krisis juga bisa  membuat kita memiliki peluang untuk mengasah kepekaan. Situasi sulit menuntut diri semakin cerdik, semakin jeli melihat peluang-peluang sekecil apa pun. Disitulah kepekaan diasah. Disisi lain, krisis itu memberi banyak waktu untuk merenung dan melakukan introspeksi. Saat yang tepat untuk memasang keker guna melihat peluang-peluang mana saja yang bisa dijelajahi. Selebihnya, krisis memberi kesempatan untuk dapat melihat kembali tujuan-tujuan semula (<em>reorientasi</em>) dan menata diri agar menjadi semakin kuat (<em>revitalisasi</em>). Dengan demikian, tidak perlu hanyut dalam hukum &#8220;<em>to kill or to be killed</em>&#8220;. Senantiasa berupaya untuk bisa <em>survive</em> dalam situasi sesulit apa pun dengan berpegang teguh pada etiket moral.<span id="more-3867"></span></p>
<p>Situasi sulit bisa menimpa siapa saja! Dalam dunia kerja, krisis juga bisa berengaruh karena bisa jadi merupakan ujian bagi <em>leadership</em> dan <em>followership</em>. Bagi seorang atasan, menjadi ujian pada kepemimpinannya. Dituntut berpikir dan berupaya untuk bisa memberi semangat dan motivasi kepada anak buah supaya kinerjanya tetap maksimal dan tidak <em>drop</em> sekalipun menghadapi situasi yang berat. Bagi seorang bawahan, menjadi ujian kepesertaannya (<em>followership</em>) karena diperlukan pemahaman dan mau mengerti kondisi atasan. Sementara dalam pertemanan atau persahabatan, krisis juga menguji <a href="http://kipsaint.com/isi/a-friend-in-need-is-a-friend-indeed.html">kesetia-kawanan</a> agar tidak menjadi individualis. Kalau sudah terjebak sifat individualis terasa sangat sulit untuk menghilangkannya <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/bingung.gif' alt='(bingung)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Begitu pun dalam dunia pendidikan krisis masih terlihat jelas. Meski disisi lain telah berkembangnya ilmu pengetahuan yang patut diacungi jempol, namun masih ada saja kondisi yang memprihatinkan dengan masih banyaknya kondisi sarana pendidikan yang masih dibawah standar. Hal tersebut menjadi bukti adanya krisis ekonomi yang memungkinkan menjadi penyebab adanya krisis moral. Jika benar adanya, berita penyalah-gunaan tugas atau wewenang pihak terkait dengan membocorkan jawaban ujian yang ditukar dengan rupiah bisa menjadi gambaran adanya krisis moral yang mungkin disebabkan dari adanya krisis ekonomi. Satu contoh nyata pula terdengar berita disalah-satu daerah yang hanya memiliki 2 orang pendidik dan satu orang kepala sekolah, selebihnya satu diantara dua orang pengajar tersebut dimutasi hingga tersisa satu orang pengajar saja. Dan, alhasil siswa yang ada dituntut mengajar adik kelasnya alias menjadi guru. Sungguh menyedihkan! <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sampai sejauh ini diakui secara pribadi tak berdaya dan tidak bisa berbuat banyak, tapi dengan sangat yakin bahwa musim tidak selamanya kemarau, suatu hari akan tiba saatnya musim hujan. Oleh karena itu senantiasa <a href="http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html">sadar dalam kesabaran</a> dan begitu pun sebaliknya, sambil berdo&#8217;a biar krisis semakin menipis juga mendo&#8217;akan berfungsinya <a href="http://kipsaint.com/isi/mata-hati.html">mata hati</a> para penguasa &#8220;jika kebetulan masih ada atau bahkan memang belum sepenuhnya berfungsi dengan semestinya&#8221;. Sudah menjadi suatu keharusan menyiapkan diri guna menyambut sesuatu yang akan datang. Senantiasa bersyukur bahwasannya ditengah krisis tetap terbuka kesempatan untuk berbagi seperti halnya siswa yang mengajar adik kelasnya diatas, &#8220;<em><a href="http://kipsaint.com/isi/do-the-right-things.html">do the right things!</a>&#8220;</em> Wallahu’alam bishawab.<em><a href="http://kipsaint.com/isi/do-the-right-things.html"><br />
</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/kritis-ditengah-krisis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Be Yourself</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/be-yourself.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/be-yourself.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 16:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Bekerja]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3800</guid>
		<description><![CDATA[Terdapat sebuah alkisah sederhana, ceritanya ada sebuah perusahaan kecil sedang merekrut SDM baru guna menunjang lancarnya serta kemajuan usaha yang sedang dijalankan. Lalu, sebut saja A mengajukan diri karena tertarik dengan pekerjaan tersebut. Dengan kemampuan yang mumpuni serta semangatnya, ia menyanggupi semua syarat dan aturan yang dijelaskan HRD perusahaan itu. Bahkan saking semangatnya dengan lantang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2012/01/Be-Yourself.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-3827" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Be Yourself" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2012/01/Be-Yourself.jpeg" alt="" width="150" height="177" /></a>Terdapat sebuah alkisah sederhana, ceritanya ada sebuah perusahaan kecil sedang merekrut SDM baru guna menunjang lancarnya serta kemajuan usaha yang sedang dijalankan. Lalu, sebut saja A mengajukan diri karena tertarik dengan pekerjaan tersebut. Dengan kemampuan yang mumpuni serta semangatnya, ia menyanggupi semua syarat dan aturan yang dijelaskan HRD perusahaan itu. Bahkan saking semangatnya dengan lantang A menyatakan bisa melakukan lebih dari apa yang diharapkan perusahaan. Dengan mengevaluasi pengalaman kerja dan semangatnya A, pihak perusahaan menganggap sebagai pertanda baik, maka A diterima sebagai pegawai baru.</p>
<p>Singkat cerita, sebulan sudah A bekerja diperusahaan tersebut. Dan apa yang dikerjakan A, dengan semangatnya yang tinggi hasilnya cukup memuaskan meski baru bisa dikatakan mampu memenuhi 75% dari yang ditargetkan perusahaan. Dari kondisi dan waktu yang cukup singkat tersebut perusahaan tidak mempermasalahkannya, dan dengan bijaknya dianggap A masih perlu adaptasi. Disisi lain, pihak perusahaan menilai bahwa kekurangan yang ada pada A bukan terletak dari kemampuan dirinya dalam bekerja melainkan prilaku yang kerap meremehkan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Selebihnya, dikemudian hari A mendapat bimbingan dan pengarahan dalam bekerja.</p>
<p><span id="more-3800"></span>Tiga bulan berlalu sudah, A dengan prilaku yang tentu saja mempengaruhi terhadap kinerjanya masih menunjujukkan tidak ada perubahan yang <em>significant</em>. Oleh karena itu, pihak perusahaan memanggilnya untuk membahas kondisi tersebut. Lalu apa hasilnya? Ternyata yang menjadi kendala pada prilaku A dalam bekerja adalah keegoisan prinsip dan tidak perduli orang lain atau lingkungan. Mau orang lain susah, perusahaan bangkrut, kalau menurut istilah bahasa sundanya itu &#8220;sabodo teuing&#8221; yang terpenting sudah memenuhi kewajian pokok yang sudah dianggapnya cukup. Hal tersebut disimpulkan dari pernyataan A bahwasannya; perusahaan mau memberi pengarahan X atau Y juga tidak akan ada gunanya karena pada tempat bekerja sebelumnya dia terbiasa dengan kebiasaan Z. Dan dengan pernyataan singkatnya A berkata &#8220;saya adalah saya&#8221;. Akhir cerita, pihak perusahaan bilang kepada A; elo, gw, <em>end</em> alias dipecat <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dari cerita dan kasus sederhana diatas terdapat gambaran bahwasannya, <em>be yourself</em>  itu tidak cukup hanya menjadi diri sendiri, karena menjadi diri sendiri bisa positif dan juga bisa negatif. Seperti halnya A yang berprinsip &#8220;saya adalah saya, mau diterima ya begini, nggak mau ya sudah&#8221;. Akhirnya sisi negatiflah yang menonjol karena sudah tentu tidak akan mendukung terhadap kemajuan perusahaan jika hanya menganggap cukup kewajiban pokoknya saja yang ia sendiri tanpa menyadari bahwa kewajiban utamanya pun belum terpenuhi 100%. Bahkan A tidak sadar pula bahwasannya disetiap perusahaan manapun loyalitas dalam bekerja sangat diperlukan. Disisi lain menjadi diri sendiri memang penting karena tentu saja dari setiap individu tidak ingin pribadinya terpecah-pecah. Semua orang mengharapkan memiliki pribadi yang utuh yakni pribadi yang telah dikembangkan. Artinya, karakter bawaan yang positif ditonjolkan sementara yang negatif dapat terkontrol. Lalu, bagaimana seseorang dapat menjadi diri sendiri?<strong></strong></p>
<p><strong>Mengenali diri! </strong>Seseorang harus mengenal dirinya dengan jujur. Sisi negatif kepribadian kita memang tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat dikendalikan. Jika kita terus mengembangkan sisi positif, sisi negatif itu lama-lama akan terkikis. Namun jika kita stag, sisi negatif itu akan muncul kembali. Karena pada dasarnya itu sudah ada dan terekam dalam diri seseorang. Sebaliknya, sikap positif jika tidak dikembangkan akan mengempis.</p>
<p><strong>Mengontrol karakter! </strong>Karakter tidak bisa dirubah tetapi dapat dikontrol. Seseorang yang pembawaannya <em>introvert</em> tidak bisa berubah menjadi <em>ekstrovert</em>. Namun, sikap diam itu dapat dikelola menjadi diam yang tetap aktif. Artinya, jika memang perlu bicara, ya harus berbicara. Karakter positif bisa dimasukkan pada saat yang tepat dan tidak perlu dipaksakan. Sebenarnya kita dapat memilih saat yang paling tepat untuk mengambil sikap, membuka diri secara bertahap, memilih lebih selektif siapa yang dapat kita ajak bicara. Tidak perlu memberi masukkan pada orang yang tidak membutuhkan dan tidak perlu selalu membenahi orang lain bila tidak diminta. Kalau pun ada orang memberi masukkan tidak harus diserap 100 persen, akan lebih baik jika pertimbangkan dan disesuaikan dengan sifat yang dimiliki.</p>
<p><strong>Memberi argumen yang jelas! </strong>Jika kita bertamu lalu disuguhi sesuatu yang tidak disukai, bagaimana menolak dengan halus. Sebelum mengahdiri suatu acara, ada baiknya memiliki wawasan tentang siapa dan acara apa yang akan kita datangi. Secara etika kita juga harus memberi argumen yang memperjelas alasan menolak suguhan tersebut.</p>
<p>Dari kasus diatas, seharusnya A dapat menempatkan diri, sadar bahwasannya pemimpin berhak mengatur bahkan mneyuruh pegawai. Kalau sudah terjebak berada dilingkungan tersebut sudah menjadi kewajiban untuk mengikuti aturan yang berlaku, termasuk memenuhi kewajiban sebagai pegawai dalam beretika. Jika A sadar dengan kebiasaan lamanya, seharusnya diungkapkan diawal termasuk mengenai kemampuan dan kesanggupan yang sesuai dengan dirinya. Saat bekerja bukan lagi ajang untuk tawar-menawar melainkan waktunya mengambil sikap, berhenti atau melanjutkan bekerja. Bagaimanapun tidak akan ada perusahaan yang mengikuti aturan masing-masing pekerjanya, kecuali yang mungkin dalam beberapa hal saja misalnya ketika diminta pendapat, dan itu pun pastinya melalui tahap pertimbangan tertentu. Seharusnya A jangan mengambil resiko dalam menekankan pendiriannya, terlebih pada atasan kalau masih membutuhkan pekerjaan tersebut. Disitulah pentingnya mengontrol diri.</p>
<p>Disisi lain, tindakan yang diambil pihak perusahaan dirasa sudah tepat, sadar bahwa tidak selalu bisa mengharapkan seseorang untuk berubah, terlebih sudah diberikan waktu yang cukup untuk beradaptasi. Andai saja A dengan komitnya dalam bekerja dapat memenuhi kewajiban utama yang diharapkan perusahaan, pasti tidak menutup kemungkinan pihak perusahaan mempertahankannya. Pengarahan dapat disampaikan dengan cara lain yang mungkin lebih tepat hingga mengenai sasaran.</p>
<p>Jadilah diri sendiri yang positif, dengan demikian akan termotivasi untuk terus positif. Wallahu’alam bishawab. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/be-yourself.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>58</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibalik Gemercik Hujan</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/dibalik-gemercik-hujan.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/dibalik-gemercik-hujan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 14:41:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepatuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejukan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/dibalik-gemercik-hujan.html</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menghampiri, Kau titahkan sang angin untuk memberi kabar, Kau geraikan tirai penghadang cahaya hingga tidak terlalu terang jika bertandang dikala siang, dan sesekali terkirimkan iringan riuhnya gemuruh yang kadang menakutkan, dan sesekali pula menghantarkan bentangan-bentangan guratan pelangi yang sungguh mengagumkan. Gemercik hujan kerap menjadi teman sejati dalam keheningan. Dengan setianya tetesan-tetesan beningnya terkadang mampu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/11/intherain.jpg" alt="In The Rain" width="150" height="194" align="left" hspace="10" />Sebelum menghampiri, Kau titahkan sang angin untuk memberi kabar, Kau geraikan tirai penghadang cahaya hingga tidak terlalu terang jika bertandang dikala siang, dan sesekali terkirimkan iringan riuhnya gemuruh yang kadang menakutkan, dan sesekali pula menghantarkan bentangan-bentangan guratan pelangi yang sungguh mengagumkan.</p>
<p>Gemercik hujan kerap menjadi teman sejati dalam keheningan. Dengan setianya tetesan-tetesan beningnya terkadang mampu menghantarkan kedalam resapan kenangan. Dan, dalam derasnya hujan terselip pesan cinta yang merona. Saat terdiam sendirian, suara indahnya mampu melupakan rasa gundah dan mampu menumbuhkan kerinduan, memikirkan dan mengenang apa saja yang terlintas dibenak terdalam. Keluarga tercinta atau sahabat yang disuka! Yap, itu terserah saja maunya hati, tentang apa, siapa dan bagaimana, yang pasti tidak akan pernah lupa pada hujan yang mampu menghidupkan nuansa dan mampu membentangkan ketenangannya. Seperti halnya pernyataan Christine Panjaitan dalam sebait liriknya &#8220;<em>Kalau tak mungkin lagi hujan, menyejukkan hati kita, untuk apa aku disini</em> &#8220;.</p>
<p>Hujan! Hujan adalah inspirasi tak bertepi yang bisa digali dengan jernihnya pikiran dan tenangnya suasana hati. Hujan mengajarkan kita tentang kepatuhan. Meski tidak semua orang senang, hujan tetap curahkan setiap tetesan karena mengikuti hukum alam dan mematuhi kehendak Tuhan.</p>
<p><span id="more-3724"></span></p>
<p>Dari hujan bisa belajar arti perjuangan. Bahwa keberhasilan tidak didapat secara instan, namun harus diusahakan dengan penuh perjuangan dan kesediaan untuk berkorban. Persiapan menuju hujan menyimpan pesan keindahan siklus alam. Sengatan mentari lelah memaksa titik-titik air berevaporasi. Dalam luasnya angkasa titik-titik tersebut berpadu dengan penuh kesabaran membentuk gumpalan awan yang siap mencurahkan energi kehidupan.</p>
<p>Melalui hujan, Tuhan ajarkan kita agar melapangkan hati untuk maaf. Siapa sangka hujan yang saat ini kita kagumi berasal dari uap air limbah atau air sungai yang tercemar. Lalu, saat air tersebut turun sebagai hujan, rasanya tidak ada seorang pun yang masih merasa jijik. Sungguh, usaha yang gigih untuk memperbaiki citra diri telah mengubah sesuatu yang dipandang hina menjadi mempesona.</p>
<p>Hujan adalah dilema, antara dinanti dan dibenci. Saat alam kering kerontang, tak ada lagi yang dibutuhkan kecuali tetesan kesegaran. Saat tanah tandus nan gersang, apalagi yang dinantikan kalau bukan gerimis mengundang, begitu pula saat daun berguguran, hanya hujanlah yang diharapkan. Bila hujan dibenci, dengan adanya bencana yang terjadi, sepatutnyalah kita introspeksi diri siapa yang sebenarnya mendikte kerusakan yang terjadi. Hujan itu sendirikah atau keegoisan pribadi?</p>
<p>Sungguh merupakan keluhuran Tuhan yang telah melengkapi alam dengan hiasan, kehidupan dengan keindahan, dan insan dengan pikiran. Fasilitas akal yang disediakan sudah seyogianya dimanfaatkan untuk mengungkap rahasia alam sehingga kita bisa refleksikan dalam setiap detik kehidupan. Intinya, secara universal dimulai dari belajar. Tidak terlewatkan, dari rintik-rintik hujan yang turun pun kita dapat belajar. Belajar apa itu kesetiaan dan apa itu pengorbanan, belajar makna perjuangan dan arti kepatuhan, belajar memberi tanpa diminta serta belajar menerima meski dibenci.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/dibalik-gemercik-hujan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>64</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedih dalam Perih</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/pedih-dalam-perih.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/pedih-dalam-perih.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2011 18:16:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Derita]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[Sadar]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3370</guid>
		<description><![CDATA[Masih mengukir mimpi meski tak seindah angan-angan yang hadir dipelupuk mata. Seringkali bertemu resah dan penyesalan atau bahkan keputus-asaan jika menghadapi sebuah realitas yang bersebrangan dengan harapan. Dan sebaliknya, suka-cita tercipta manakala keinginan hati terjumpai, riang dan senang ketika menang dari pengharapan. Itulah hidup, cerminan semua segi tercakup. &#8220;Life is suffering!&#8221; Seorang filsuf pernah berkata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/04/kips.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3382" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="kips" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/04/kips.jpg" alt="" width="150" height="177" /></a>Masih <a href="http://kipsaint.com/isi/berpikir-mewujudkan-mimpi.html">mengukir mimpi</a> meski tak seindah angan-angan yang hadir dipelupuk mata. Seringkali bertemu resah dan penyesalan atau bahkan keputus-asaan jika menghadapi sebuah realitas yang bersebrangan dengan harapan. Dan sebaliknya, suka-cita tercipta manakala keinginan hati terjumpai, riang dan senang ketika menang dari pengharapan. Itulah hidup, cerminan semua segi tercakup.</p>
<p>&#8220;<em>Life is suffering!</em>&#8221; Seorang filsuf pernah berkata demikian, hal tersebut maksudnya tentu saja bukanlah penderitaan itu selalu hadir dalam setiap detiknya melainkan pada kenyataan dikehidupan ini memang tidak pernah semulus seperti yang diangankan. Selalu ada saja tantangan dan ujian yang membuahkan penderitaan, kemudian membuat diri terbebani. Terlebih jika ujian datang bertubi-tubi yang memungkinkan hadirnya keterpurukan seperti tak punya kesempatan untuk bernafas lebih panjang dengan menghadapi berbagai terpaan. Lalu, terwujudlah seberapa besar tingkat kesabaran yang dimiliki diri dari berbagai kondisi tersebut.</p>
<p>Memang diakui, tak selamanya diri terkungkung kesabaran hati, terlebih sesekali hadirnya perih dalam pedih atau pun pedih dalam perih. Sadar dan sabar! Lagi-lagi kesabaran diwajibkan, diri dituntut hidup <a href="http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html">sadar dalam kesabaran</a>. Sadar tentang hadirnya ujian menuntut diri menyadari betul bahwasannya ujian itu sesungguhnya adalah tempaan agar menjadi lebih tangguh. Sadar dari hal tersebutlah lahirnya sebuah pembelajaran melatih kesadaran dan juga kesabaran yang kerap kali dirasakan terlalu mudah dilisankan.</p>
<p><span id="more-3370"></span>Andai saja ujian-ujian itu dapat dipandang sebagai suatu bentuk <em>in process control</em>, yang Insya Allah akan memberikan <em>quality assurance</em> atau jaminan kualitas diri yang lebih baik maka beruntunglah diri. Karena dibalik muatan itu semua, sadar akan kadar penderitaan setiap orang itu berbeda-beda dan juga cara menyikapinya. Terlintas bukan dalam sepintas, dibalik sebuah masalah adalah &#8220;berkah&#8221;. Seperti <a href="http://kipsaint.com/isi/rindu-nara-ditepi-telaga.html">kisah Nara</a> pada coretan sebelumnya, terangan bak &#8220;danau&#8221; nan luas yang mampu mewujud dalam hati lapang, pikiran bersih, dan jiwa yang tenang hingga dapat menunjukan sebenar-benarnya bahwa berat ringannya masalah, mudah sulitnya dipecahkan sangat tergantung pada cara pandang dan keikhlasan dalam menyikapinya.</p>
<p>Maha teliti Allah dalam meletakkan beban ujian pada setiap hamba-Nya, senantiasa berdasarkan tolak ukur atau kadar kemampuan setiap insan dalam memikulnya. Dan, beruntunglah diri jika menghadapi ujian yang cukup berat, karena menjadi indikasi diri memiliki kualitas tinggi, sebuah pertanda bahwasannya Allah telah meluluskan pada uji kelayakan untuk memikulnya.  Dan, hanya dengan terus belajar dan memperluas wawasan kebijaksanaanlah upaya menjauhkan masalah yang menguasai diri, hingga menunjukan dirilah yang mengendalikan masalah. Selebihnya, masalah yang datang bukan lagi dipandang sebagai penderitaan, tetapi bagian dari kehidupan dan batu pijakan menuju kesuksesan. Wallahu&#8217;alam bissawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/pedih-dalam-perih.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpikir Bijak Upaya Bertindak Tepat</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/berpikir-bijak-upaya-bertindak-tepat.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/berpikir-bijak-upaya-bertindak-tepat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 19:45:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[Bertindak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3175</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu sempat berbincang-bincang dengan seorang teman, dia mempertanyakan (maksudnya sharing) keberadaan orang yang berpikir pendek tanpa memperhitungkan untung-ruginya dikemudian hari. Orang yang berpikiran pendek tidak jauh berbeda dengan yang berpikiran sempit, senantiasa mengambil jalan pintas dengan mendekatkan penglihatan pada keuntungan dipelupuk mata sendiri tanpa memperhitungkan hakikatnya sebagai manusia itu lahir, tumbuh lalu tua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/02/kips.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3282" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="kips" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/02/kips.jpg" alt="" width="150" height="126" /></a>Beberapa waktu lalu sempat berbincang-bincang dengan seorang teman, dia mempertanyakan (maksudnya <em>sharing</em>) keberadaan orang yang berpikir pendek tanpa memperhitungkan untung-ruginya dikemudian hari. Orang yang berpikiran pendek tidak jauh berbeda dengan yang berpikiran sempit, senantiasa mengambil jalan pintas dengan mendekatkan penglihatan pada keuntungan dipelupuk mata sendiri tanpa memperhitungkan hakikatnya sebagai manusia itu lahir, tumbuh lalu tua dan mati. Setelah tumbuh semuanya hanya berujung pada kematian. Sadar akan hal tersebut, tentu saja respek terhadap apa yang diperbincangkan. Meskipun tidak sepenuhnya menampik perihal tersebut kadang-kadang terjadi meskipun kasus dan skalanya berbeda.</p>
<p>Berpikir bijak upaya bertindak tepat, berpikir besar dan bertindak kecil cerminan prilaku diri orang-orang sukses. Harus diakui, bahwasannya sangat wajar jika orang-orang sukses itu sebenarnya orang-orang yang dikenal selalu berpikir besar dan berjiwa besar. Dari sebuah pemikiran tentunya akan berujung pada persoalan tindakan. Maka, berpikir besar itu bak kewajiban meniupkan seluruh energi yang dimiliki untuk membesarkan sebuah bejana, sambil menyadari batas-batasnya. Meskipun batas itu sendiri tidak pernah jelas adanya dimana, begitu pula batas energi kita, tetap meniupkannya tanpa pernah merisaukan soal batasnya, toh batas itu akan membatas dengan sendirinya. Yang harus disadari, hanyalah keyakinan bahwa batas ini tetap ada. Soal lokasinya dimana, terserah sang batas itu saja.<span id="more-3175"></span></p>
<p>Berpikir besar dan bertindak kecil! Hampir selalu orang-orang yang sukses dan besar itu juga adalah orang-orang yang sekaligus gemar mengerjakan soal-soal kecil. Semakin besar mereka, kadang semakin kecil tindakan mereka. Karenanya, makin besar kedudukan seseorang, makin punya waktu baginya untuk menghirup udara segar dan mendengar kicauan burung serta melihat kupu-kupu beterbangan. Jika dikaitkan dengan kesuksesan sebuah usaha, hal tersebut dicontohkan dalam sebuah bisnis keluarga yang konon katanya sanggup bertahan hingga tujuh turunan, &#8220;bisnis media John Wiley and Sons&#8221;. Pertahanan yang ada salah satunya dari tradisi perusahaan itu dalam merawat soal-soal sederhana, terus mempertahankan mental bisa dipercaya. Hal tersebut bukanlah tindakan besar karena yang dibutuhkan cukup dengan menegakkan moral yang sudah baku saja. Mengindahkan kejujuran, disiplin memisahkan mana duit perusahaan dan mana duit keluarga. Dengan menyadari bahwa yang disebut keluarga itu secara kultural cuma lingkaran inti pemilik, tetapi secara struktural ia harus mengikat siapa saja. Berat, tetapi karena kesanggupan mengatasi soal berat itulah sebuah usaha akan panjang umurnya.</p>
<p>Wajib disadari, apa pun kehebatan disuatu lingkungan, belum tentu kehebatan tersebut mengagumkan ditempat lain. Kehebatan disatu tempat ternyata juga diukur dengan sesuatu yang ada ditempat lainnya. Oleh karenanya, kemampuan membesar yang tidak sekaligus diiringi kemampuan mengecil cuma akan menghasilkan kebesaran dengan ancaman ruang hampa belaka. Maka, jika ada orang yang merasa besar tapi belum sanggup mengecil,  curiga ada yang keliru dari pertumbuhannya. Jangan-jangan ada sesat  permanen yang layak diwaspadai. Masalah tindakan inilah yang menjadi  dasar perbincangan sebenarnya, sang teman tanpa sengaja kurang tepat bertindak akibat tak berpikir bijak hingga terkena tipu  daya orang yang tidak bertanggung-jawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/berpikir-bijak-upaya-bertindak-tepat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedekah Termudah</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/sedekah-termudah.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/sedekah-termudah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 08:50:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[Senyum]]></category>
		<category><![CDATA[Tersenyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3195</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi baru sempat menyapa kerabat dimari, ini pun hanya sebatas ingin saja. Mudah-mudahan terwakili upaya menggali makna sedekah termudah &#8220;senyuman&#8221; dalam rangka investasi pada diri sendiri senada dengan yang tersebut dalam Hadits Shahih &#8220;senyummu didepan saudaramu adalah sedekah.&#8221; Lagi dan lagi senyumnya! Celoteh terbersit dari kejadian tadi siang akibat malamnya kurang tidur. Hampir saja kendaraan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/02/Smile-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3209" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Smile 2" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/02/Smile-2.jpg" alt="" width="127" height="150" /></a>Lagi-lagi baru sempat menyapa kerabat dimari, ini pun hanya sebatas ingin <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> saja. Mudah-mudahan terwakili upaya menggali makna sedekah termudah &#8220;senyuman&#8221; dalam rangka <a href="http://kipsaint.com/isi/investasi-pada-diri-sendiri.html">investasi pada diri sendiri</a> senada dengan yang tersebut dalam Hadits Shahih &#8220;<em>senyummu didepan saudaramu adalah sedekah</em>.&#8221; Lagi dan lagi senyumnya! <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Celoteh terbersit dari kejadian tadi siang akibat malamnya <a href="http://kipsaint.com/isi/kurang-tidur.html">kurang tidur</a>. Hampir saja kendaraan yang ditumpangi terperosok ke dalam got, begitu sadar dan selamat saya malah tertawa padahal yang sebenarnya kaget banget dan jangan tanya soal kendaraan karena bukan rahasia lagi bahwasannya entahlah &#8220;tak terucapkan&#8221; <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/blush.gif' alt='(blush)' class='wp-smiley' /> Yang bawa kendaraan begitu juga saya kebetulan habis ngalong, tetapi keperluan menuntut untuk pergi dengan berbekal rasa kantuk ditambah sehabis makan siang secara otomatis itu si kantuk dengan senang hati menyerang. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/haha.gif' alt='(haha)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang dituliskan disini bukan tersenyum (tertawa) seperti diatas tentunya, melainkan senyuman <a title="Edit “Senyumku, Hanya dan Karena Cinta”" href="post.php?post=1179&amp;action=edit">karena cinta</a> yang senantiasa hadir <a title="Edit “Tersenyum Meski Dunia Begini Adanya”" href="post.php?post=3132&amp;action=edit">meski dunia begini adanya.</a> Betapa agungnya senyuman itu, senyuman yang berasal dari sinar hati, senyuman yang nampak dalam wajah berseri-seri sebagai pasangan cinta dan kebaikan. Sesuatu hal yang sangat mudah dilakukan, terlebih wajah yang berseri-seri itu disertai perkataan yang lembut pastinya akan lebih menawan.<span id="more-3195"></span></p>
<p>Senyum itu ternyata befungsi juga menghibur persendian jadi secara tidak langsung sering tersenyum itu merupakan bagian dari <a href="http://kipsaint.com/isi/tips-singkat-pola-hidup-sehat.html">pola hidup sehat</a>, menyenangkan jiwa dan tentunya bisa membuat orang lain senang karena ruang lingkup cinta dan kasih pun dapat melegakan. Dengan demikian para pelakunya dapat berbahagia yang senantiasa mendapatkan pula pahala dari Allah<em> azza wa jalla</em>.</p>
<p>Apakah kita semua telah berupaya untuk memiliki sifat tersebut (senantiasa tersenyum), menempelkannya dimulut dan wajah kita? Lantas kita bertemu dengan yang lain disertai sifat tersebut? Walhasil, hati yagng disertai niat jernih dan bersih akan semakin akrab dengan hati yang lain, berupa ujung dari pemutusan keraguan diri bertemu dengan yang lain yang secara otomatis awal dari bahagia.</p>
<p>Mungkinkah menjadi awal bahagia? Dale Carnegie, psikolog terkemuka berkata dalam sebuah bukunya, &#8220;<em>Ada yang mengatakan bahwa kunci kesuksesan ialah kerja keras dan perjuangan tak kenal lelah. Anda tidak mempunyai jaminan sukses jika Anda tidak punya kemanusiaan lembut, dalam bentuk senyuman lembut</em>.&#8221;</p>
<p>Meski senyum itu terjadinya sesaat tetapi pengaruhnya tak lekang oleh zaman. Senyum itu kunci yang mampu membuka hati paling keras sekalipun yang senantiasa dapat meredam <a href="http://kipsaint.com/isi/emosi.html">emosi</a> ketika hadir dihati. Patut diingat senyum itu bagian dari ibadah kita, sebagai sedekah termudah yang tidak patut diremehkan keberadaanya. Jika mungkin, masih ada beberapa gelintir orang sangat memperhitungkan melakukan sedekah dengan materinya atau mungkin kesusahan bersedekah karena keterbatasan materinya, bersedekahlah dengan tersenyum. Jangan ragu untuk tersenyum serta lanjutkan dengan jabat tangan hangat yang tergerakan perasaan cinta kasih kepada sesama.</p>
<p>Salam hangat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/sedekah-termudah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rindu Nara Ditepi Telaga</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/rindu-nara-ditepi-telaga.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/rindu-nara-ditepi-telaga.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2010 19:09:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Lapang Dada]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>
		<category><![CDATA[Tawakal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3121</guid>
		<description><![CDATA[Pagi menjelang terbangun sudah dari peraduan. Meski belum waktunya membuka jendela yang terselip dalam ruang kamar, begitu pula belum saatnya menyingkap gorden yang menghalangi pemandangan, Nara terbangun lalu menuju pintu dan pergi ke arah dapur. Secangkir kopi hangat sengaja diseduhnya sekedar teman menghadang kesenyapan. Sungguh nikmatnya pagi yang cerah manakala didengarnya burung-burung bernyanyi. Berjalan satu-dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/12/Telaga.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3185" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Telaga" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/12/Telaga.jpg" alt="" width="150" height="137" /></a>Pagi menjelang terbangun sudah dari peraduan. Meski belum waktunya membuka jendela yang terselip dalam ruang kamar, begitu pula belum saatnya menyingkap gorden yang menghalangi pemandangan, Nara terbangun lalu menuju pintu dan pergi ke arah dapur. Secangkir kopi hangat sengaja diseduhnya sekedar teman menghadang kesenyapan.</p>
<p>Sungguh nikmatnya pagi yang cerah manakala didengarnya burung-burung bernyanyi. Berjalan satu-dua langkah kakinya menuju halaman dan disentuh sejuknya embun pagi seraya berkata “Ya Allah,  terima kasih atas nikmat ini yang tiada terkira.” Ceria akan cerahnya pagi, gembira dengan rencananya yang dihadapi, membuat Nara memiliki semangat untuk melintasi sebuah telaga bersama teman-teman dihari itu. Begitu sang raja siang menampakan sorot matanya, bergegaslah menuju tempat berkumpulnya teman-teman yang sudah berjanji untuk pergi bersama. Lantas, beberapa roda berputar mengantarkan mereka ke sebuah telaga dengan melewati perbukitan kecil yang masih hijau nan sejuk menuju sebuah situ yang terletak diantara bukit-bukit yang berdampingan.<span id="more-3121"></span></p>
<p>Selama diperjalanan tak kurang akan canda tawa, begitu pula sesampainya ditujuan. Setelah memarkirkan roda-roda yang mengantarkan mereka, istirahat sejenak lalu melintasi sebuah perkebunan teh yang berada tepat disekeliling danau yang dituju. Dengan alur jalan setapak memicu harsrat mendaki ke puncak bukit tersebut. Satu candaan hangat tercipta, manakala ada satu orang diantara mereka yang merasa tidak kuat melangkahkan kakinya ketika belum sampai diatas, sebut saja namanya Abah. Nafasnya terlihat “ngas nges ngos alias hah heh hoh a.k.a. ngos-ngosan” dan memohon kepada yang lain untuk berhenti sejenak. Nara dan kawan-kawan pun spontan menuruti permintaan si Abah itu seraya mengejeknya dengan celoteh “masa dikasih tanjakan segini aja gak kuat.” Tak berselang lama, melintas dua orang gadis dengan semangatnya menyusul Nara dan rombongan. “Nah kalau begini sih semangat, ayo dilanjut” teriakan spontan dari mulut si Abah yang melihat pinggul dengan lenggak-lengkoknya bergoyang penuh semangat menuju puncak. Spontan Nara dan kawan-kawan tertawa berlanjut menjawab ucapan Abah “dasar aki-aki ontohod, keong racun”.</p>
<p>Singkat cerita, pendakian pun sampai juga dipuncak bukit. Setelah jepret sana-sini dan menghabiskan sebagian waktu diatas bukit lalu kembali turun menuju telaga. Segenap rombongan pun hendak melanjutkan langkahnya untuk menikmati keindahan sekitar telaga itu terkecuali Nara yang bilang tidak akan turut hendak menunggu saja ditepi telaga. Setelah hampir setengah jam akhirnya rombongan pun kembali dan menghampiri tempat dimana Nara tadi menunggu. Tapi begitu heranya teman-teman Nara ketika tidak ditemuinya Nara ditempat tersebut. Reflek seketika, semua teman-teman mencarinya dengan segera, dan nampak terlihat Nara duduk termangu dibawah sebuah pohon rindang masih ditepian telaga. Lantas bergegaslah menuju Nara yang begitu terlihat aneh, duduk termenung dengan sorotan mata yang kosong serta terlihat berkaca-kaca seolah beban berat telah menghimpitnya. Abah dan rekan-rekan lainya lalu menghampirinya.</p>
<p>&#8220;Akhir-akhir ini kenapa kamu selalu tampak murung kawan? Bukankah banyak hal indah disekitar kita? Kemana perginya wajah ceria dan bersemangat seperti dulu?&#8221; tegur Abah.</p>
<p>&#8220;Bah, belakangan ini hidup saya sedang penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum, kalau pun bisa itu terasa hambar dan sangat dipaksakan. Masalah datang seolah-olah tidak ada habisnya. Belum satu masalah kelar, sudah muncul baru yang menghadang. Serasa, tak ada lagi sisa untuk kegembiraan dalam hidup saya, terlebih tempat ini mengingatkan saya ke masa lalu yang kerap kali dijadikan pelarian untuk sekedar membuang rasa penat selagi ada masalah“ jawab Nara sambil tertunduk lesu.</p>
<p>“Oh begitu, kalau boleh jujur sebenarnya saya dan kawan-kawan pun mengajak kamu kesini karena melihat kamu yang belakangan ini terlihat kurang semangat dan sering terlihat murung. Tetapi masalah keterkaitan tempat ini sebenarnya saya gak tahu juga,” ucap Abah.</p>
<p>“Iya Bah, saya malah senang sebenarnya. Cuma ya itu tadi, tempat ini meninggalkan kenangan bagi saya dimana setiap ada masalah selalu menyempatkan datang kemari. Dulu, seseorang yang sangat berarti sering banget diajak kesini, nasihat-nasihatnya seakan memberikan solusi dan menambah semangat lagi. Tapi kini, dia pun sudah pergi dan disadari betul tidak akan pernah kembali. Teringat hal itu manjadi tambah tak karuan rasanya,” ucap Nara sambil nambah berkaca-kaca.</p>
<p>Setelah sejenak berpikir, Abah dan kawan-kawan mencoba untuk mengerti kegundahan sahabatnya. Dan, dengan senyum bijaknya Abah memerintahkan sesuatu pada pada seorang teman &#8220;coba, minta segelas air dan satu genggam garam dikantin, kalau malu meminta beli saja, atau sekalian teman-teman yang lain makan duluan disana. Tar garamnya bawa kesini ya, akan saya coba memperbaiki suasana hati Nara ini,” ucap Abah.</p>
<p>Meski pergi dengan ketidak-mengertian, seorang teman Nara segera bergegas melakukan permintaan Abah sambil berharap dalam hati, mudah-mudahan Abah dapat memberi jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi Nara.</p>
<p>Setibanya teman yang disuruh tadi, Abah memerintahkanya untuk memberikan segenggan garam dan segelas air putih itu kepada Nara. Lalu menyuruhnya Nara mengambil setengah genggam garam dan memasukkan kedalam segelas air itu, disuruhnya Nara untuk mengaduknya kemudian harus diminumnya air tersebut. Meski kurang paham dengan permintaan aneh tersebut, Nara pun segera melaksanakan perintah Abah. Selesai minum, wajahnya langsung meringis. &#8220;Bagaimana rasanya?&#8221; tanya Abah sambil tersenyum lebar.</p>
<p>&#8220;Asin Bah, tidak enak dimulut dan perut juga rasanya jadi mual,” jawab Nara dengan wajah yang penuh rasa kasihan.</p>
<p>Sambil memperhatikan Nara yang diliputi tanda tanya dan sedang merasakan tidak enak diperutnya, Abah kemudian menceritakan akan keindahan telaga. Telaga yang begitu indah, airnya bening karena sumber airnya dari alam yang senantiasa mengairinya dengan ikhlas.</p>
<p>&#8220;Sekarang, coba ambil air garam tadi dan garam yang tersisa lalu tebarkan ke telaga ini,” perintah Abah pada Nara. Nara pun dengan patuh memenuhi permintaan Abah itu.</p>
<p>&#8220;Nah, coba kamu minum sedikit air telaga ini,” ucap Abah kembali. Dengan kedua tangannya Nara segera mengambil air di telaga itu lalu meminumnya.</p>
<p>&#8220;Bagaimana rasanya?&#8221; Tanya Abah.</p>
<p>&#8220;Segar! Pastilah segar atuh Bah, telaga ini airnya kan berasal dari aliran sumber mata air murni pegunungan diatas sana,” kata Nara.</p>
<p>&#8220;Terasakah rasa garam yang kamu tebarkan tadi?&#8221; Tanya Abah.</p>
<p>&#8220;Rasanya tidak terasa sama sekali Bah. Malahan ini sangat segar dan bisa jadi obat dari air asin yang saya minum tadi,” kata Nara sambil mengambil air dan meminumnya lagi.</p>
<p>&#8220;Tapi, maksud Abah apa dengan menyuruh saya melakukan beberapa hal tadi?&#8221; ucap Nara bertanya. Nara mencoba menebak-nebak apa yang dimaksud dari perintahny si Abah.</p>
<p>&#8220;Kawan, segala masalah dalam hidup ini sama seperti segenggam garam. Tidak kurang tidak lebih. Rasa “asin” ibarat sebuah masalah, kesulitan, penderitaan yang dialami setiap manusia, dan tidak ada manusia yang bebas dari permasalahan dan penderitaan. Benar kan? Tapi, seberapa rasa “asin” dari penderitaan yang dialami setiap manusia sesungguhnya tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Maka, jangan memiliki kesempitan hati seperti gelas tadi, tetapi jadikan hati menjadi sebesar telaga sehingga semua kesulitan tidak akan mengganggu rasa di jiwa dan kamu tetap bisa bergembira walaupun sedang dilanda masalah. Nah, mudah-mudahan penjelasan saya ini bisa sedikit memperbaiki suasana hati kamu,” jawab si Abah.</p>
<p>Setelah dipikir-pikir akhirnya Nara pun mengerti apa yang dimaksud dari perintahnya Abah tadi hingga kata terima kasih pun terucap dari bibir Nara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/rindu-nara-ditepi-telaga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suara Indonesia dalam Nyanyian</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/suara-indonesia-dalam-nyanyian.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/suara-indonesia-dalam-nyanyian.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 01:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Music - Lyrics]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Bernyanyi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Suara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3095</guid>
		<description><![CDATA[Suara hati tertuliskan dalam sunyi, kala gemerciknya hujan yang tak kunjung henti tanpa disadari nyanyian hati teralunkan meski dengan lirih. Jadi “ngahariring euy” padahal tidak sedang meraih kebahagiaan yang terasa istimewa dan tidak juga menghadapi kesedihan yang menjelma, intinya sedang biasa-biasa saja Saat bernyanyi kecil itulah teringat jaman baheula ketika muda dulu pernah diajak teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/09/Bernyanyi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3098" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Bernyanyi" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/09/Bernyanyi.jpg" alt="" width="85" height="150" /></a>Suara hati tertuliskan dalam sunyi, kala gemerciknya hujan yang tak kunjung henti tanpa disadari nyanyian hati teralunkan meski dengan lirih. Jadi “ngahariring euy” padahal tidak sedang meraih kebahagiaan yang terasa istimewa dan tidak juga menghadapi kesedihan yang menjelma, intinya sedang biasa-biasa saja <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saat bernyanyi kecil itulah teringat jaman baheula ketika muda dulu pernah diajak teman pergi ke karaoke, dan sepulangnya teman itu menyarankan jika suatu saat menghadapi kejenuhan, ada baiknya pergi ke karaoke sekedar untuk menghilangkan sedikit penat dengan bernyanyi. Lalu, teringat pula ceritra seorang teman lainya, jika menghadapi suntuknya suasana karena hadirnya permasalahan dia sering mencari ruangan kedap suara, lantas berteriak dan bernyanyi sekencang-kencangnya. Tak cukup hanya itu, aliran musik yang dibawakanya pun aliran keras sehingga “brang breng brong” gaduhnya instrument pun menjelma. Dan, setelah itu konon katanya dapat sedikit menenangkan hatinya. Pernahkah merasakan hal yang sama? Meski tanpa disadari, rasanya semua orang pernah menjadikan nyanyian sebagai kiasan kondisi hidup yang sedang dihadapi. Betul kan? <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-3095"></span></p>
<p>Secara real memang harus diakui semua orang suka lagu, namun tak semua orang bisa menyanyi. Lalu, apakah orang yang tak bisa menyanyi tak pernah menyanyi? Bisa ya bisa pula tidak. Kalau melihat kenyataan banyak orang yang lagi berbahagia lantas membuat dirinya bernyanyi-nyanyi kecil dan tak sedikit pula yang lagi bersedih menghibur dirinya dengan pergi ketempat karaoke. Selidik punya selidik, ternyata menyanyi tak hanya menjadi ungkapan perasaan, menyanyi juga bisa menyehatkan. Ketika seseorang menyanyi, otak akan mengeluarkan zat kimia yang dinamakan <em>endorphins</em>. Zat ini yang membuat seseorang merasakan enak atau nyaman. Selain dapat  melancarkan pernafasan dan mengurangi stres, ada juga yang menyatakan bahwa dengan menyanyi juga bisa meningkatkan daya ingat. Dari penelitian sejumlah penderita penyakit <em>Alzheimer</em> ditemukan bahwa menyanyi bisa membangkitkan memori penderita penyakit ini. Karena ternyata bagian otak yang bekerja untuk berbicara berbeda dengan bagian otak untuk bernyanyi. Ini yang menyebabkan orang yang terganggu memorinya masih bisa menyanyi ketimbang diajak bicara.</p>
<p>Konon, hasil penelitian di Inggris menyebutkan mereka yang mengikuti program menyanyi akan tumbuh kesehatan psikologisnya. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa yang membuat menyanyi menghasilkan efek itu adalah cara menyanyinya, yaitu teknik menyanyi dengan teknik pernapasan yang memadai. Dengan teknik nyanyi yang benar otak akan mengeluarkan <em>endorphins </em>yang sering juga disebut sebagai zat yang bisa mengurangi stres. Hasil dari menyanyi ini kira-kira sama dengan latihan olahraga, dimana saat aktivitas olah-raga berlangsung tubuh akan menyerap oksigen lebih banyak sehingga pasokan oksigen ke dalam darah pun meningkat, sebagai akibatnya sirkulasi darah akan lebih baik. Pendapat lain mengatakan bahwa dengan menyanyi yang benar sese­orang akan dituntut untuk mengambil napas dalam-dalam, cara ini mirip dengan metode meditasi atau rileksasi yang bermanfaat untuk mengurangi kegelisahaan atau depresi seseorang.</p>
<p>Para peneliti di Wales mencari tahu efek menyanyi terhadap timbulnya rasa bahagia. Menurut mereka menyanyi di paduan suara membutuhkan konsentrasi yang tinggi karena harus menjaga harmoni suara peserta lain. Dengan demikian saat latihan/pertunjukan mereka dituntut untuk melupakan segala permasalahannya apakah itu soal uang, pekerjaan, atau masalah keluarga. Dengan konsentrasi kepada menyanyi membuat peserta paduan suara punya ruang untuk membebaskan tekanan hidupnya (stres). Peserta paduan suara merasa harus saling mendukung dan saling membutuhkan karena jika satu suara hilang paduan suara itu akan terasa hambar.</p>
<p>Nah, dari penelitian itu terlihat bahwa menyanyi tak sekedar bisa membebaskan stres, menyanyi juga bisa membuat tubuh lebih sehat. Jika kebetulan tidak bisa menyanyi, seburuk apa pun suara yang dimiliki berusahalah untuk mencoba tetap melakukanya. Tak perlu pergi ke tempat karaoke, menyanyi bisa dilakukan di kamar mandi atau ditempat tersembunyi kalau memang tak mau didengar orang lain. Jadi, kenapa tidak mencoba memyanyi untuk membuat tubuh lebih baik?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/suara-indonesia-dalam-nyanyian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Motivasi Diri dengan Afirmasi</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/motivasi-diri-dengan-afirmasi.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/motivasi-diri-dengan-afirmasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 17:55:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Afirmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3012</guid>
		<description><![CDATA[Setiap hari pikiran kita dipenuhi dengan beragam hal, mungkin itu merupakan pikiran positif dan mendorong kita pada sesuatu yang sifatnya konstruktif  tapi bisa juga sebaliknya. Karena itu jika yang muncul kemudian hal-hal yang negatif, segeralah hapus dengan pikiran-pikiran positif lalu fokuskan pada apa yang kita inginkan saja. Tegaskan hanya apa yang diinginkan! Bagaimana pun, seseorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/08/Affirm.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3027" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Affirm" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/08/Affirm.jpg" alt="" width="150" height="190" /></a>Setiap hari pikiran kita dipenuhi dengan beragam hal, mungkin itu merupakan pikiran positif dan mendorong kita pada sesuatu yang sifatnya konstruktif  tapi bisa juga sebaliknya. Karena itu jika yang muncul kemudian hal-hal yang negatif, segeralah hapus dengan pikiran-pikiran positif lalu fokuskan pada apa yang kita inginkan saja. Tegaskan hanya apa yang diinginkan! Bagaimana pun, seseorang termotivasi untuk melakukan kerja terbaiknya dapat terdorong oleh berbagai hal. Diantaranya, karena memiliki ambisi untuk mencapai target tertentu demi masa depan yang lebih baik sehingga memunculkan motivasi dengan sendirinya secara langsung, selain itu ada juga yang terdorong oleh rasa takut karena terancam sehingga secara tidak langsung memacu diri melakukan kinerja terbaiknya demi mengatasi rasa takut atas ancaman yang ada.</p>
<p>Motivasi-motivasi tersebut, selain dalam ruang lingkup personal juga banyak dijumpai dalam dunia kerja maupun atau dunia bisnis. Motivasi yang datang dari diri sendiri itu sangat penting, dimana dapat muncul karena ambisi atas keinginanya yang lebih baik. Sebagai contoh, seorang staf mengetahui bahwa jika ia melebihi target yang dibebankan padanya, gajinya atau posisinya akan segera naik. Atau jika seorang <em>supplier </em>merasa bahwa seandainya ia bisa memenuhi targetnya dengan tepat waktu dan kualitasnya terjaga maka mitranya akan menambah pesanan. Bahkan bukan mustahil akan mendapatkan proyek baru. Lalu ia terpacu bekerja sebaik-baiknya. Motivasi ini menurut motivator Steve Brunkhorst, merupakan motivasi yang lebih baik dan lebih kuat. Motivasi karena terdorong oleh ambisi diri sendiri cenderung memiliki energi lebih besar dan jauh lebih mendorong kreativitas dibanding motivasi karena terdorong rasa takut. Kehadiran motivasi karena ambisi biasanya terjadi  karena ingin mengejar penghargaan, imbalan besar, atau sukses tertentu. Motivasi tersebut dapat ditandakan dengan perasaan “Saya bisa …” atau “Saya mau …”.<br />
<span id="more-3012"></span></p>
<p>Sementara motivasi yang hadir karena rasa takut, misalnya seorang staf ditakut-takuti akan dipindahkan atau dipecat jika target yang dibebankan kepadanya tak tercapai, akhirnya karena takut tersebut ia bisa mencapai target itu. Atau juga seorang pebisnis kerap mengancam <em>supplier</em>-nya, jika gagal memenuhi target kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu maka ia akan diganti (akan mencari <em>supplier </em>baru). Ketakutan itu membuat <em>supplier </em>tersebut berusaha mati-matian memenuhi targetnya. Kehadiran motivasi karena rasa takut biasanya terjadi karena ingin menghindari denda, hukuman, atau kegagalan. Motivasi tersebut biasanya ditandakan dengan perasaan “Saya harus …”.</p>
<p>Menurut Brunkhorst, sebaiknya kita fokuskan diri pada ambisi kita setiap hari agar kesuksesan bisa diraih. Ia mengambil contoh Seorang kliennya mengeluhkan kalau ia mulai tak menyukai pekerjaannya setelah kurang mendapat apresiasi. Namun klien itu tak bisa berontak karena takut tak bisa mendapatkan pekerjaan baru. Akhirnya hidup berkecamuk anatara tak suka dengan pekerjaan itu dan desakan rasa takut yang mencoba meyakinkan bahwa sebenarnya dia bisa tahan dengan pekerjaan itu. Lalu si klien diminta menegaskan (afirmasi) apa sebenarnya yang menjadi keinginannya. Setelah itu ia diminta fokus pada keinginannya tersebut serta menelaah apa saja kemampuannya. Dalam jangka waktu beberapa bulan setelah itu, klien tersebut sudah pindah pada satu pekerjaan yang lebih baik di perusahaan lain yang lebih mengapresiasinya. Karena itu, kata Brunkhorst, jangan khawatir pada hasil yang akan didapat. Sepanjang kita fokus pada keinginan kita dan berpikiran positif terhadap bakat dan potensi yang dimiliki, maka keinginan itu akan tercapai. Akan selalu ada jalan menuju sukses bagi orang yang berpikiran positif. Nah, menurut dia, afirmasi itulah kuncinya.</p>
<p>Afirmasi atau “<em>affirmation</em>” berasal dari kata  “<em>affirm</em>” yang menurut kamus Merriam-Webster berarti “<em>to make firm</em>”, atau  membuat sesuatu menjadi kokoh atau kuat. Afirmasi adalah pernyataan yang diulang-ulang baik secara verbal atau  dalam hati, merupakan pernyataan emosional yang akan membawa seseorang  untuk berpikir dan beraksi. Afirmasi merupakan suatu teknik yang bisa memperkuat pikiran bawah sadar  kita. Jika kita terus melakukan afirmasi positif (menyampaikan  hal-hal positif) pada diri kita, maka pikiran bawah sadar kita akan  terbiasa oleh afirmasi positif tersebut. Setelah kita benar-benar  percaya dan yakin akan hal-hal positif tersebut, maka kemudian pikiran  sadar kita akan mengubahnya menjadi tindakan positif yang nyata. Dengan  melakukan afirmasi positif, maka kita dapat menjadi seseorang yang  percaya diri, dan kita juga akan dapat melakukan sesuatu dengan lebih  baik. Jadi afirmasi itu sangat efektif untuk mengembangkan dan memperkuat cara pikir dan bertindak efektif untuk mencapai tujuan atau kebutuhan.</p>
<p>Afirmasi akan efektif ketika dikombinasikan dengan emosi yang kuat dan bayangan yang menyenangkan mengenai penglihatan, suara, bau, rasa, atau sentuhan. Afirmasi yang efektif adalah yang menyebutkan apa yang kita inginkan. Lalu pada saat yang sama kita membayangkan bagaimana rasanya dan bagaimana puasnya jika itu didapat. Keyakinan akan sesuatu yang bisa dicapai, bayangan sesuatu yang menyenangkan, dan emosi yang menyertainya merupakan elemen penting afirmasi yang efektif. Dengan banyak latihan kita akan mudah menghadirkan ketiga elemen itu dengan cepat. Contoh latihannya, misalnya, bayangkan bagaimana rasanya saat kita berhasil melakukan sesuatu. Perasaan ini bisa terus dihidupkan dengan mengingat kesuksesan-kesuksesan lainnya. Bayangkan bagaimana rasanya saat kita merasa bebas, penuh percaya diri, dan kreatif dan sebagainya.</p>
<p>Wallahu a’lam bissawaab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/motivasi-diri-dengan-afirmasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengaktifkan Potensi dan Kekuatan dalam Diri</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/mengaktifkan-potensi-dan-kekuatan-dalam-diri.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/mengaktifkan-potensi-dan-kekuatan-dalam-diri.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 03:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Action]]></category>
		<category><![CDATA[Decision]]></category>
		<category><![CDATA[Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Emotional]]></category>
		<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Intellectual]]></category>
		<category><![CDATA[Kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Power]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=2884</guid>
		<description><![CDATA[Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar kemandirian hidup tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya. Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/05/Potensi-Pikiran.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-2902" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Potensi Pikiran" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/05/Potensi-Pikiran.jpeg" alt="" width="150" height="150" /></a>Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar kemandirian hidup tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya. Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan diantaranya keputusan beraksi dan kadar tanggung-jawab atas sikap ingin &#8220;menjadi&#8221; (<em>to be</em>), &#8220;mengetahui&#8221; (<em>to know</em>), dan &#8220;melakukan&#8221; (<em>to do</em>). Dalam hal tersebut nampak jelas korelasi antara tinggi-rendahnya keinginan  kita untuk menjadi (<em>to be</em>) dan tinggi-rendahnya daya juang  kita mengalahkan tantangan, antara tingggi-rendahnya keinginan untuk mengetahui (<em>to know</em>) dan keputusan untuk  bertindak (<em>decision to do</em>), juga antara keinginan untuk melakukan (to do) dan kemampuan kita menjawab  (tanggung jawab). Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran semata, tetapi  lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya.</p>
<p>Terdapat point yang bisa dicermati dan digali berkaitan dengan potensi dan kekuatan dalam diri yang dapat dimaksimalkan hingga mendekatkan diri untuk dapat menjadi generasi yang memiliki prestasi dan senantiasa turut berperan dalam proses menuju sebuah perubahan/kemajuan, diantaranya:</p>
<p><em>Spiritual power</em> (kekuatan spiritual). Sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kekuatan ini berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta. Merupakan kemampuan potensial insan manusia yang menjadikan dirinya menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan cinta kepada sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.<span id="more-2884"></span></p>
<p><em>Emotional power</em> (kekuatan emosional). Kekuatan emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap  manusia. Kata “Emosi” menunjukan bahwa kita harus menyadari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang diinginkan. Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi  sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi tersebut. Sebuah fakta dalam transaksi jual-beli, perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok. Hal ini mudah dipahami karena seorang penjual yang tidak cerdas emosinya akan memikul gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Sementara konsumen ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, tentunya akan membeli dari penjual tersebut. Bagaimanapun, seorang konsumen ketika akan membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka ramah-tamah atau tidak memaksa).</p>
<p><em>True financial power</em> (kekuatan keuangan). Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Hal tersebut menuntut kita cerdas memahami fungsi dan peran uang agar uang itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri dalam setiap proses perjalanan hidup. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup, tetapi tidak sedikit orang gelap mata ketika melihat uang sehingga menjadikan sebuah lubang ancaman bagi keselamatan dirinya. Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.</p>
<p><em>Intellectual power</em> (kekuatan intelektual). Kedewasaan intelektual menjadi satu kekuatan pikiran yang menggambarkan potensi dan bakat manusia yang dapat digerakkan oleh kemampuan berpikir baik yang disadari maupun tidak disadari. Terkait dengan kekuatan intelektual seseorang dapat dilihat dari segi kemampuan berpikir yang logis, analisis, kreatif, dan inovatif sebagai perwujudan aktivitas otak manusia yang secara sadar melakukan proses berpikir dengan mengacu pada struktur pengkajian ilmiah.</p>
<p><em>Action power</em> (kekuatan bertindak ). Unsur mendasar dalam melakukan sesuatu adalah kecocokan. Perbuatan asal melakukan (beraktivitas sehari-hari) sudah dijalani oleh semua orang, jadi perlunya sebuah kecocokan dari apa yang diperbuat/dijalankan dengan faktor pengetahuan dan keinginan yang disesuaikan terhadap tujuannya untuk &#8216;menjadi&#8217;. Untuk tindakan tersebut jelas membutuhkan rumusan tujuan (<em>goal</em>), sasaran (<em>target</em>) dan perencanaan beraksi (<em>action plan</em>) sehingga tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.</p>
<p>Berharap menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu mensinergikan segala potensi yang telah Tuhan titipkan dengan tidak semata-mata mengejar target materi belaka, namun mampu menjadikan hidup dalam keterkaitanya dengan sesama lebih bermakna. Wallahu a’lam bissawaab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/mengaktifkan-potensi-dan-kekuatan-dalam-diri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Man’s Life is What His Thought Make of It</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/a-man%e2%80%99s-life-is-what-his-thought-make-of-it.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/a-man%e2%80%99s-life-is-what-his-thought-make-of-it.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 23:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[Mind]]></category>
		<category><![CDATA[Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=2761</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan manusia adalah bagaimana mereka memikirkannya, sebaris famous quote by Marcus Aurelius Antonius , seorang kaisar Romawi jaman dulu. Tergambar jelas bahwasanya pikiran turut andil dalam menentukan hidup kita sukses atau tidaknya, bahagia atau sebaliknya  dan lain-lain. Memang gak salah pikiran mempunyai kekuatan tersembunyi yang sangat luar biasa, saking kuatnya tak jarang seorang pemikir berat rambutnya &#8220;murudul&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/02/Mind.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-2762" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Mind" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/02/Mind.jpeg" alt="" width="125" height="113" /></a>Kehidupan manusia adalah bagaimana mereka memikirkannya,  sebaris <em>famous quote by <strong>Marcus Aurelius Antonius</strong></em> , seorang kaisar  Romawi jaman dulu. Tergambar jelas bahwasanya pikiran turut andil dalam  menentukan hidup kita sukses atau tidaknya, bahagia atau sebaliknya  dan  lain-lain. Memang gak salah pikiran mempunyai kekuatan tersembunyi yang sangat  luar biasa, saking kuatnya tak jarang seorang pemikir berat rambutnya &#8220;murudul&#8221;  alias rontok dan berujung pada kebotakan terutama bagian jidat. Ada juga yang  sampai kurus kering loh akibat kekuatan pikiran semakin merajalela <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sangat  luar biasa kepada manusia. Bagaimanapun keberadaan pikiran itu sangat penting  karena potensi terbesar dalam diri manusia adalah terletak pada pikiran.  Sayangnya tidak semua orang menyempatkan waktu untuk mengoptimalkannya. Pada  umumnya manusia lebih menikmati berada atau bahkan terjebak pada zona rutinitas  terlebih berada dalam zona yang dianggap <em>comfort</em>. Bukan tanpa alasan, mungkin satu atau dua  orang saja disekeliling kehidupan nyata telah mewakili pernyataan ini, termasuk  didalamnya saya pribadi. Padahal tidak ada ruginya membayangkan betapa  berpotensinya diri kita untuk mencapai berbagai impian. Dengan menyadari bahwa  suatu keinginan yang terekam kuat dalam pikiran akan menjadi daya dorong  terhadap gerak-gerik seluruh unsur diri untuk berbuat sesuatu.<span id="more-2761"></span></p>
<p>Banyak nama-nama besar dibalik kisah kesuksesan hidupnya  ternyata mereka adalah orang-orang yang telah memprogram otak mereka sedemikian  rupa untuk mencapai kesuksesannya. Sebut saja salah-satunya Robert Kiyosaki,  penulis buku <em>Rich Dad Poor Dad, Cashflow Quadrant</em>, dan lain-lain. Nah,  bagaimana dengan kita? Mungkin kita bisa belajar paling tidak memahami karakter  dan cara berpikirnya dari orang-orang sukses yang ada. Jika saja saat ini kita  menggunakan potensi dari kekuatan pikiran hanya sebesar prosentase tertentu  untuk melakukan berbagai hal yang biasa kita gunakan, sudah barang tentu sisanya  berupa <em>unconscious mind</em> yang masih dapat  dimaksimalkan untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik. Apa iya? Rasanya patut  kita coba. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lalu, dapatkah mengubah isi pikiran kita? Bagi  orang-orang yang memiliki sifat idealis yang kuat mungkin sedikit rumit, namun  tidak sepenuhnya demikian. Seperti halnya mengganti padang ilalang menjadi kebun  jagung, atau mengubah rawa-rawa menjadi empang, tentunya memerlukan suatu  proses. Dengan keyakinan yang kuat, apapun yang ditangkap pikiran, itu dapat  terjadi. Disinilah pentingnya <em>total-mind learning</em>,  sebagai upaya pendayagunaan dan peningkatan seluruh potensi pikiran guna  meningkatkan kualitas hidup.</p>
<p>Jadi, betapa dahsyatnya potensi pikiran manusia bila  dibangkitkan dan dieksplorasi dengan baik dan benar. Dengan memaksimalkan dan  mengontrol kekuatan pikiran, kita dapat memilih jalan kehidupan sesuai dengan  yang dipikirkan, intinya berusaha menempatkan pikiran pada tempat yang layak  dalam porsinya. Semoga kita dapat membuka kunci kekuatan pikiran kita yang  tersembunyi sehingga segala yang dilakukan akan semakin efektif dan berujung  pada realita yang sesuai dengan yang diharapkan, &#8220;bahagia&#8221;.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bissawaab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/a-man%e2%80%99s-life-is-what-his-thought-make-of-it.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

