<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Poetry</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/kategori/poetry/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 01:20:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Terpurukku Disini</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/terpurukku-disini.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/terpurukku-disini.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 18:20:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3688</guid>
		<description><![CDATA[Tak kuat menahan lelah Terpejamkan mata tanpa terasa Namun lipatan ingatan senantiasa mengerayangi Yang sesekali bak cahaya Melesat dari busur waktu Dengan menyisakan sesak didada Hingga tak mampu Merapatkan kelopak mata dengan semestinya Terperanjat dan terjaga Lalu bergegas sebelum tumbang Seakan tak ingin didahului sang waktu Bersandar diteras depan Memandang samarnya suasana Ditemani ingatan kala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/10/Terpuruk.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3698" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Terpuruk" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/10/Terpuruk.jpg" alt="" width="150" height="116" /></a>Tak kuat menahan lelah<br />
Terpejamkan mata tanpa terasa<br />
Namun lipatan ingatan senantiasa mengerayangi<br />
Yang sesekali bak cahaya<br />
Melesat dari busur waktu<br />
Dengan menyisakan sesak didada<br />
Hingga tak mampu<br />
Merapatkan kelopak mata dengan semestinya</p>
<p>Terperanjat dan terjaga<br />
Lalu bergegas sebelum tumbang<br />
Seakan tak ingin didahului sang waktu<br />
Bersandar diteras depan<br />
Memandang samarnya suasana<br />
Ditemani ingatan kala memungut kenangan<br />
Yang telah lama tertimbun suasana<br />
Lagi dan lagi terbongkar<span id="more-3688"></span></p>
<p>Tersadar<br />
Masih belum beranjak<br />
Terjerembab dalam kelesuan<br />
Meniti waktu tanpa kepastian<br />
Aku masih disini!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/terpurukku-disini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Batas</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/sang-batas.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/sang-batas.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2011 00:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Batas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3304</guid>
		<description><![CDATA[Rasa yang tak biasa Ketika datang dan pergi, hati terlalu peduli Kadang begitu saja berlari Dan entah kapan ia kembali Bagai menghadap ujung cabutan benang Yang tanpa sengaja dari apa yang dikenakan Terlintaskan rona penuh tanda tanya Aku ingat pada sebuah malam Entah kapan persisnya terjadi Pertamakalinya hanyut dalam pelukan Dibawah remang cahaya sang bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/03/Batas.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3325" title="Batas" style="MARGIN-LEFT: 0px; MARGIN-RIGHT: 10px" height="170" alt="" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/03/Batas.jpg" width="150" /></a>Rasa yang tak biasa<br />
Ketika datang dan pergi, hati terlalu peduli<br />
Kadang begitu saja berlari<br />
Dan entah kapan ia kembali<br />
Bagai menghadap ujung cabutan benang<br />
Yang tanpa sengaja dari apa yang dikenakan<br />
Terlintaskan rona penuh tanda tanya</p>
<p>Aku ingat pada sebuah malam<br />
Entah kapan persisnya terjadi<br />
Pertamakalinya hanyut dalam pelukan<br />
Dibawah remang cahaya sang bulan</p>
<p>Aku kikuk<br />
Tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan<br />
Sang alam yang membimbingnya<br />
Dan diri mulai terhanyut<br />
Menjelajahi lekuk lisanmu<br />
Yang bening dan nyaris menjadi penyejuk luka langkahku</p>
<p><span id="more-3304"></span>
<p>Masih mengangankannya<br />
Hadirnya sang bintang mengintip disela bilik jendela<br />
Kala itu, sekarang dan atau waktu mendatang<br />
Ingin berbaring lagi dilubuk hatinya<br />
Dan ketika matahari tak menggantikan sang bulan<br />
Kuharap tetap berbaring bersamanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/sang-batas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diantara Malam dan Pagi</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/diantara-malam-dan-pagi.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/diantara-malam-dan-pagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 22:19:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Dini hari]]></category>
		<category><![CDATA[Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Pagi]]></category>
		<category><![CDATA[Sahur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=1497</guid>
		<description><![CDATA[Memang bukan kali ini saja aku disini. Kemarin, sekarang atau mungkin esok hari nanti. Bersaksi atas asa dan asap tengah malam yang lebur teraduk dalam pekat kerumunan gelapnya corak warna suasana. Dimana, diantara malam dan pagi diamlah hati karena ruang tak lagi dapat mendengar, dan penglihatan pun terasa samar. Berkuasalah sunyi, seakan seruan hantu-hantu malam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memang bukan kali ini saja aku disini. Kemarin, sekarang atau mungkin esok hari nanti. Bersaksi atas <a href="http://kipsaint.com/isi/asa-dan-asap-tengah-malam.html" target="_blank">asa dan asap tengah malam</a> yang lebur teraduk dalam pekat kerumunan gelapnya corak warna suasana. Dimana, diantara malam dan pagi diamlah hati karena ruang tak lagi dapat mendengar, dan penglihatan pun terasa samar. Berkuasalah sunyi, seakan seruan hantu-hantu malam tak lagi memberi perhatian dengan bisikan rahasianya yang memang tak dapat menghentikan kegelapan dihadapan semua mimpi-mimpi. Tapi lain untuk kali ini, diamlah hati sampai fajar tiba dengan sopan menunggu pagi berharap pasti akan datang menemui, dan terus tak henti mencoba membaca diri seraya menunggu asa mencintai cahaya dan berharap kan dicintai oleh cahaya.</p>
<p>Sebuah asa bertangkupkan kesunyian, lengang dari hiruk-pikuk kekuasaan, kemilau harta ataupun pikatan kehormatan. Suasana itulah yang mungkin serentak dirayakan. Dan dengan gelisah yang kian mencekam, hati ini terus bertanya dan selalu berpengharapan atas gerangan kebanggaan itu. Dimana hati telah berjanji mendatangi kesucian jiwa yang diberkahi dengan keagungan. Hendak melangkahkan kembali dengan pikiran yang diselubungi berjuta tanda-tanya akan bayangan yang kan dijumpai.</p>
<p>Harus diakui dengan pasti, berjuta hati menggantungkan harapan disaat yang sama, menunjukan dimana tidak sedikit diantara suasana hati adalah penunjukan atas pilihan sendiri. Mencoba menguak diri yang silau dan masih menggenggam sebuah hati yang sendiri serta rindu akan berkah-Nya dengan segala rahasia-Nya. Merujuk hati bicara, semakin dalam rebahan diri semakin mampulah rasa jelmaan bahagia. Dan diluar jiwa yang meleleh lantaran cinta, nampaklah jiwa yang lain. Laksana kabut yang rindu untuk beralih rupa menjadi tetes-tetes air mata.</p>
<p><span id="more-1497"></span></p>
<p>Memang bukan untuk kali ini saja saatnya berserah diri, harus menoleh kedalam hati niscaya ditemukan satu-satunya yang pernah memberikan kesedihan dan juga kesenangan, tiada lain adalah hati itu sendiri. Bersama-sama, kedua hal terberikan itu datang, apabila yang satu duduk sendirian dimeja makan, mungkin yang lainnya sedang terlelap diatas ranjang.</p>
<p>Tanpa terasa lembaran-lembaran hitam pun menghilang lenyap dari keberadaanya. Saatnya pergi seakan meninggalkan janji, janji untuk kembali. Semuanya kubiarkan tanpa berkaca-kaca walaupun sesekali yang terjadi sesungguhnya terbalik. Tapi semua itu takkan berarti bila memang harus terjadi, karena hidup bukan sampai disini, waktu terus berjalan. Yakinlah hati ada bahagia yang akan dirasa selepas dini hari. Tersenyumlah, mengingat cinta masih ada dan memang selalu ada. Dan tersenyumlah, sarapan pasti menjalani asa kali ini yang datang hanya setahun sekali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/diantara-malam-dan-pagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Naratas, Bicara pada Pena</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/naratas-bicara-pada-pena.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/naratas-bicara-pada-pena.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 21:21:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Naratas]]></category>
		<category><![CDATA[Pena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/naratas-bicara-pada-pena.html</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah jejak kecil menapaki alur sempit yang seringkali terasa menghimpit. Sebelum jiwa ini mengajariku, menuntun dan menunjuk kearah rasa penasaran dan keingin-tahuan yang seakan memaksa menelusuri petunjuk hidup yang berliku. Berkata tentang ketulusan cinta, harus bangga pada dirinya, begitu pula kepada orang yang mencintainya. Meski cinta ini laksana benang tipis yang terikat pada dua pasak, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/07/kips.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1944" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="kips" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/07/kips.jpg" alt="" width="125" height="125" /></a>Sebuah jejak kecil menapaki alur sempit yang seringkali terasa menghimpit. Sebelum jiwa ini mengajariku, menuntun dan menunjuk kearah rasa penasaran dan keingin-tahuan yang seakan memaksa menelusuri petunjuk hidup yang berliku. Berkata tentang <a href="http://kipsaint.com/isi/ketulusan-cinta.html" target="_blank">ketulusan cinta</a>, harus bangga pada dirinya, begitu pula kepada orang yang mencintainya. Meski cinta ini laksana benang tipis yang terikat pada dua pasak, tetapi kini telah menjadi sebuah lingkaran keramat yang awalnya adalah akhir dan akhirnya adalah awal, senantiasa mengellilingi setiap makhluk hidup dan perlahan berkelana kemana saja ia berkehendak lantas memeluk siapa saja yang dapat direngkuhnya.</p>
<p>Satu dari sekian saja, ketika diri mengadu kepada tetangga hati, akibat sulit karena duri lalu merintih, saat itulah terberikan sebagian isi hati. Sebelah jiwa besar darinya menuai pujian dan keibaan hati, tetapi sebelahnya teraih sebaliknya, sikap acuh dan semu yang seakan terpaksa terengkuh. Tapi itu bukanlah perihal yang harus dijegal karena cinta ini tak bisa ku jual.</p>
<p>Ketahuilah sang berjiwa besar, janganlah semata-mata kau lihat diri ini dari menjumlah materi dibalik jati diri, karena itu hanyalah sebatas posisi duniawi, dan diri ini pun tak ada arti. Jangan pula berpenglihatan tajam seperti melihat dibalik sela-sela jaring ayakan, aku sangat kepedihan sehingga senantiasa orang-orang memuji aib-aibku yang jelas terbentang lalu menikamnya kebaikan-kebaikan yang membisu itu. Meski begitu, tenang dan senanglah diri ini masih bisa makan nasi meskipun hanya sehari sekali. Jadi tak usah menghindari karena malu untuk berinteraksi. Harapku, tidaklah miskin dan terdakwa, miskin sebagai cadar yang menutupi muka orang-orang sombong dan terdakwa adalah sikap pasrah yang menutupi wajah kesalahan.</p>
<p><span id="more-1432"></span></p>
<p>Memang lipatan hati tidaklah akan ada yang dapat mengetahuinya, juga mata manusia bak lensa pembesar sehingga dunia tampak menjadi jauh lebih besar dan lebih jelas dari yang sebenarnya, tetapi aku ingin bebas. Bebas dari kaum yang menganggap keganasan sebagai keberanian, menganggap kelembutan sebagai kelemahan, menganggap kegaguan sebagai pengetahuan atau diam sebagai kebodohan, atau pula kepura-puraan sebagai ilmu. Karena itu aku tidak pernah makan dengan kakiku dan berjalan diatas kedua telapak tanganku.</p>
<p>Andai keraguan itu, sebagian mendorongku untuk jadi orang yang dapat dipercaya agar mereka dapat menikmati kelezatan sikap lapang dadaku walau tanpa disadari. Aku tidak akan marah kecuali kemarahan itu adalah sebuah perisai yang mampu membela diriku, akan tetapi aku enggan menjadi orang yang lemah, maka aku pasti tidak akan menjadikan kelemahan ini sebagai senjata. Ketauilah, aku ingin terus melaju, merangkaikan untaian kata-kata yang pernah ku duga. Semoga masih terjaga, mengingat bumi bernafas lahirlah kita, kemudian bumi berhenti berputar dan matilah kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/naratas-bicara-pada-pena.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wishing</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/wishing.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/wishing.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 15:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Wishing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/wishing.html</guid>
		<description><![CDATA[Do you wish the world were better? Let me tell you what to do. Set a watch upon your actions. Keep them always straight and true. Rid your mind of selfish motives. Let your thoughts be clean and high. You can make a little Eden of the sphere you occupy. Do you wish the world [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Do you wish the world were better?<br />
Let me tell you what to do.<br />
Set a watch upon your actions.<br />
Keep them always straight and true.<br />
Rid your mind of selfish motives.<br />
Let your thoughts be clean and high.<br />
You can make a little Eden of the sphere you occupy.</em></p>
<p><em>Do you wish the world were wiser?<br />
Well, suppose you make a start,<br />
By accumulating wisdom in the scrapbook of your heart;<br />
Do not waste one page on folly;<br />
Live to learn, and learn to live.<br />
if you want to give men knowledge,<br />
You must get it, ere you give.</em></p>
<p><em>Do you wish the world were happy?<br />
Then remember day by day<br />
Just to scatter seeds of kindness, As you pass along the way,<br />
For the pleasures of the many may be ofttimes traced to one.<br />
As the hand that plants an acorn shelters armies from the sun.</em></p>
<p><span id="more-274"></span></p>
<p><strong>Berharap</strong></p>
<p>Kau berharap dunia yang lebih baik?<br />
Kuberitahu caranya<br />
Atur lakumu agar tetap di jalur benar dan lurus<br />
Buang perasaan egois,<br />
jadikan pikiranmu bersih dan tinggi<br />
Maka kau bisa ciptakan surga kecil di tempat yang kau singgahi</p>
<p>Kau berharap dunia lebih bijak?<br />
Baiklah. Mari kita mulai<br />
Kumpulkan kebijaksanaan dalam lembaran hatimu<br />
Jangan sedikit pun habiskan halaman demi kebodohan<br />
Hiduplah untuk belajardan belajarlah untuk kehidupan<br />
Jika kau ingin berbagi pengetahuan, bersegeralah lakukan</p>
<p>Kau berharap dunia lebih menyenangkan?<br />
Ingat-ingatlah setiap hari<br />
Tebarkan benih kebaikan saat lewati melangkah<br />
Dan pasti satu di antaranya ada kebaikan untuk seseorang<br />
Bagai tangan yang menanam benih pohon Ek<br />
tempat balatentara beriindung dari sengatan mentari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/wishing.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life is a gift</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/life-is-a-gift.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/life-is-a-gift.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 14:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[gift]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/life-is-a-gift.html</guid>
		<description><![CDATA[Today before you think of saying an unkind word, think of someone who can&#8217;t speak before you complain about the taste of your food, think of someone who has nothing to eat Before you complain about your husband or wife, think of someone who&#8217;s crying out to God for a companion Today before you complain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: black;">Today before you think of saying an unkind word, think of someone who can&#8217;t speak<br />
before you complain about the taste of your food, think of someone who has nothing to eat</span></p>
<p><span style="color: black;">Before you complain about your husband or wife, think of someone who&#8217;s crying out to God for a companion</span></p>
<p><span style="color: black;">Today before you complain about life, think of someone who went too early to heaven<br />
Before you complain about your children, think of someone who desires children but they&#8217;re barren.</span></p>
<p><span id="more-4"></span></p>
<p>Before you argue about your dirty house, Someone didn&#8217;t clean or sweep, <span style="color: black;">t</span>hink of the people who are living in the streets</p>
<p><span style="color: black;">Before whining about the distance you drive, think of someone who walks the same distance with their feet</span></p>
<p><span style="color: black;">And when you are tired and complain about your job. Think of the unemployed, the disabled and those who wished they had your job</span></p>
<p><span style="color: black;">But before you think of pointing the finger or condemning another, remember that not one of us are without wrong doings</span></p>
<p><span style="color: black;">And when depressing thoughts seem to get you down, put a smile on your face and be thankful you&#8217;re alive and still around<br />
</span><br />
<em><strong>Kehidupan adalah anugrah</strong></em></p>
<p><em>Hari ini, sebelum lisan berkata buruk, bayangkan mereka yang tak mampu berbicara.</em></p>
<p><em>Sebelum menghujat citarasa makanan, pikirkan mereka yang kesulitan mendapatkannya.</em></p>
<p><em>Sebelum mencela pasangan hidupmu, bayangkan mereka yang masih mengiba untuk dikaruniai jodoh.</em></p>
<p><em>Sebelum bersungut pada kehidupan, pikirkan mereka yang telah meninggal.</em></p>
<p><em>Sebelum memarahi ank-anakmu, bayangkan mereka yang sulit mendapatkan keturunan.</em></p>
<p><em>Sebelum menggerutu malasnyamembersihkan rumah, bayangkan mereka yang hidup sehari-hari dilorong jalan.</em></p>
<p><em>Sebelum mengomel tentang jauhnya perjalanan saat berkendaraan, bayangkan mereka yang berjalan kaki.</em></p>
<p><em>Sebelum mengoceh tentang pekerjaanmu, empatilah pada mereka yang menganggur dan berharap bisa memiliki posisi sepertimu.</em></p>
<p><em>Sebelum menyalahkan orang lain, ingat-ingatlah bahwa tak satu pun manusia yang hidup tanpa cela.</em></p>
<p><em>Dan, janganlah menyerah karena masalah, tapi tersenyum dan berterimakasihlah karena kita masih diizinkan untuk hidup.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/life-is-a-gift.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

