<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Life</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/kategori/life/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 01:20:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Dare to be Different</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/dare-to-be-different.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/dare-to-be-different.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 02:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Manner]]></category>
		<category><![CDATA[Penampilan]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[Prilaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3905</guid>
		<description><![CDATA[Live it&#8217;s all about leverage, hidup adalah tentang pengendalian. Dalam kehidupan yang sangat komplek ini, mutlak adanya untuk dapat mengendalikan diri kalau tidak mau dikendalikan. Hal tersebut memiliki pengaruh yang sangat penting dalam memaknai beragam perbedaan, apakah layak untuk berprilaku serupa atau sebaliknya. Terkait hal tersebut, akhir-akhir ini penulis sering banget membuat keputusan dengan bertindak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2012/04/Dare-to-be-Different.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-3913" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Dare-to-be-Different" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2012/04/Dare-to-be-Different.gif" alt="" width="150" height="125" /></a><em>Live it&#8217;s all about leverage</em>, hidup adalah tentang pengendalian. Dalam kehidupan yang sangat komplek ini, mutlak adanya untuk dapat mengendalikan diri kalau tidak mau dikendalikan. Hal tersebut memiliki pengaruh yang sangat penting dalam memaknai beragam perbedaan, apakah layak untuk berprilaku serupa atau sebaliknya.</p>
<p>Terkait hal tersebut, akhir-akhir ini penulis sering banget membuat keputusan dengan bertindak jauh dari kesamaan pada umumnya.  Meski dengan terlebih dahulu diimbangi berbagai pertimbangan tapi nyatanya efek yang tidak diharapkan selalu saja berdatangan. Sebagai contoh sekelumit cerita kecil saja, ketika menghadapi suatu masalah yang dirasa belum mampu atau dipandang tidak dapat dipecahkan dengan baik, biasanya melarikan diri kepada tantangan lain yang dirasakan tidak kalah penting manfaatnya. Seandainya saja membuat <em>vote</em> pada orang banyak sudah dipastikan mereka mengiyakan atau setuju dengan keputusan dan tindakan yang diambil. Namun, satu hal yang menjadi suatu kelemahannya yaitu kerap kali fokus 100% pada hal yang menjadi pelarian tersebut, alhasil banyak hal-hal lain yang tidak dilirik alias terlewati begitu saja.<span id="more-3905"></span></p>
<p>Satu contoh yang dapat digambarkan misalnya dalam bentuk komunikasi dengan sebagian pihak tertentu dan lokasi yang berbeda pula. Dimana sebelumnya terbiasa komunikatif dengan semestinya, berbalik menjadi kurang terjaga akibat seriusnya menghadapi tantangan baru yang dihadapi. Pada kenyataannya dengan tindakan yang diambil tidak sedikit pun bermaksud untuk memutuskan tali silaturahmi melainkan bentuk kendali hingga tidak mengarah pada sesuatu yang sifatnya negatif. Prilaku yang diambil hanyalah diasumsikan sebagai tindakan <em>passive-positive</em>, mohon maaf bila kurang tepat dalam menempatkan makna kata tersebut. Melihat respon dari yang terkait sangat beragam cap nya; anulah, itulah dan lain sebagainya <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> Menyedihkan sekali, Insya Allah dikemudian hari terbenahi dengan baik, amin! <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dalam kaitannya dengan tema coretan kali ini, penulis sendiri masih bingung dengan tindakan tersebut apakah dapat diartikan berani tampil beda atau tampil aneh bahkan nyeleneh. Karena beda dari yang lain memiliki efek atau resiko tersendiri tentunya. Kalau saja cermat menempatkan pada situasi dan kondisi dalam bagian yang tepat mungkin akan lebih baik. Hal tersebut menegaskan bahwasannya berbeda itu harus terjauh dari pemahaman dari makna aneh. Hingga berlaku inovatif dan kreatif yang dikembangkan bukan semata-mata hanya sekedar mengikuti arus belaka, <em>going where the wind blows</em>.</p>
<p>Dalam upaya pencarian maknanya, terdapat dua hal yang berbeda yang patut dipahami maknanya antara beda versus aneh. Hal tersebut menunjukkan bahwa berani tampil beda bukanlah berarti tampil dengan dandanan yang aneh atau tingkah laku yang nyeleneh karena tampil beda juga tidak berarti menyimpang dari aturan. Yang seperti itu jelas tidak konstruktif dan bisa merugikan. Akhirnya, bukan kesuksesan yang didapat melainkan sebaliknya. Jika melihat contoh kecil diatas, kehadiran efek kurang baiknya yakni banyak hal yang terlewati begitu saja sudah sangat jelas mendekatkan terhadap suatu hal yang merugi. Namun, jika ingat dapat melampaui tantangan baru dengan baik sungguh rasanya bangga sekali. Karena itu, otak masih dituntut berpikir dengan kerasnya <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pada dasarnya berani tampil beda yang konstruktif adalah jika menampilkan siapa diri kita dalam arti positif. Tidak sekadar menyangkut penampilan secara fisik, tetapi juga berkaitan dengan kepribadian, pengetahuan, prinsip hidup dan pola pikir. Bisa saja, secara fisik penampilan standar dengan yang lain, namun tetap punya <em>value added</em> yang lainnya. Nilai tambah itulah yang akan membedakan dengan yang lain. Karena itu, dituntut mengeksplorasi diri secara terus-menerus, mengasah ketajaman daya pikir, mengembangkan kreativitas dan meningkatkan produktivitas dalam kaitannya dengan pekerjaan. Dan, bertepatan dengan &#8220;Hari Buruh Internasional&#8221; kali ini, selayaknya yang dilakukan tanpa terpengaruh kondisi eksternal, hanyalah wujud <em>spirit of excellent</em> dalam diri, spirit yang selalu mendukung melakukan hal terbaik dalam situasi apa pun.</p>
<p>Hidup memang harus diberi warna dan diwujudkan dalam perbuatan nyata. Nilai-nilai hidup yang sudah terinternalisasi dalam diri senantiasa dapat teraplikasikan dalam sikap hidup dan tindakan. Fondasi iman yang kuatlah yang mampu memilah dan memilih mana tindakan yang benar dan mana yang salah. Disitulah mungkin bisa tampil beda dengan tidak sekedar menggunakan setelan serasi dan berdasi, justru terletak pada kemampuan mewujudkan iman dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu’alam bishawab.<em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/dare-to-be-different.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kritis ditengah Krisis</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/kritis-ditengah-krisis.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/kritis-ditengah-krisis.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 10:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Economic]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kesetia-kawanan]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3867</guid>
		<description><![CDATA[Berupaya tetap tampil cerah lahir-batin menandakan bahwa diri tidak mengalami krisis identitas. Hal tersebut menjadi bagian yang sangatlah penting karena krisis identitas jauh lebih berbahaya daripada krisis-krisis lainnya. Dari penampilan memang bisa saja menipu. Secara lahir tampak dari luar terlihat cerah dan bergairah, tetapi mungkin saja dalamnya (batinnya) sedang &#8220;pabaliut&#8221; alias kusut. Memang bukan hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2012/04/Doa.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-3878" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Doa" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2012/04/Doa.gif" alt="" width="150" height="96" /></a>Berupaya tetap tampil cerah lahir-batin menandakan bahwa diri tidak mengalami krisis identitas. Hal tersebut menjadi bagian yang sangatlah penting karena krisis identitas jauh lebih berbahaya daripada krisis-krisis lainnya. Dari penampilan memang bisa saja menipu. Secara lahir tampak dari luar terlihat cerah dan bergairah, tetapi mungkin saja dalamnya (batinnya) sedang &#8220;pabaliut&#8221; alias kusut. Memang bukan hal yang dianjurkan untuk berlaku demikian, walaupun sekali-kali boleh saja digunakan sebagai siasat untuk keperluan tertentu. Karena kalau terus-menerus berpura-pura akan mengalami yang namanya pribadi ganda (<em>split of personality</em>). Yang utama hanyalah bagaimana agar tetap <a href="http://kipsaint.com/isi/menumbuhkan-semangat-hidup.html">menumbuhkan semangat</a> ditengah situasi kehidupan yang makin berat alias kondisi krisis. Tak ada cara lain kecuali pandanglah krisis dengan kaca-mata positif &#8220;<em><a href="http://kipsaint.com/isi/think-and-act-positively.html">think and act positively!</a></em>&#8220;.</p>
<p>Peka dikala krisis! Krisis ibarat <a href="http://kipsaint.com/isi/berkelit-dalam-badai.html">berkelit dalam badai</a>, tetapi krisis juga bisa  membuat kita memiliki peluang untuk mengasah kepekaan. Situasi sulit menuntut diri semakin cerdik, semakin jeli melihat peluang-peluang sekecil apa pun. Disitulah kepekaan diasah. Disisi lain, krisis itu memberi banyak waktu untuk merenung dan melakukan introspeksi. Saat yang tepat untuk memasang keker guna melihat peluang-peluang mana saja yang bisa dijelajahi. Selebihnya, krisis memberi kesempatan untuk dapat melihat kembali tujuan-tujuan semula (<em>reorientasi</em>) dan menata diri agar menjadi semakin kuat (<em>revitalisasi</em>). Dengan demikian, tidak perlu hanyut dalam hukum &#8220;<em>to kill or to be killed</em>&#8220;. Senantiasa berupaya untuk bisa <em>survive</em> dalam situasi sesulit apa pun dengan berpegang teguh pada etiket moral.<span id="more-3867"></span></p>
<p>Situasi sulit bisa menimpa siapa saja! Dalam dunia kerja, krisis juga bisa berengaruh karena bisa jadi merupakan ujian bagi <em>leadership</em> dan <em>followership</em>. Bagi seorang atasan, menjadi ujian pada kepemimpinannya. Dituntut berpikir dan berupaya untuk bisa memberi semangat dan motivasi kepada anak buah supaya kinerjanya tetap maksimal dan tidak <em>drop</em> sekalipun menghadapi situasi yang berat. Bagi seorang bawahan, menjadi ujian kepesertaannya (<em>followership</em>) karena diperlukan pemahaman dan mau mengerti kondisi atasan. Sementara dalam pertemanan atau persahabatan, krisis juga menguji <a href="http://kipsaint.com/isi/a-friend-in-need-is-a-friend-indeed.html">kesetia-kawanan</a> agar tidak menjadi individualis. Kalau sudah terjebak sifat individualis terasa sangat sulit untuk menghilangkannya <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/bingung.gif' alt='(bingung)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Begitu pun dalam dunia pendidikan krisis masih terlihat jelas. Meski disisi lain telah berkembangnya ilmu pengetahuan yang patut diacungi jempol, namun masih ada saja kondisi yang memprihatinkan dengan masih banyaknya kondisi sarana pendidikan yang masih dibawah standar. Hal tersebut menjadi bukti adanya krisis ekonomi yang memungkinkan menjadi penyebab adanya krisis moral. Jika benar adanya, berita penyalah-gunaan tugas atau wewenang pihak terkait dengan membocorkan jawaban ujian yang ditukar dengan rupiah bisa menjadi gambaran adanya krisis moral yang mungkin disebabkan dari adanya krisis ekonomi. Satu contoh nyata pula terdengar berita disalah-satu daerah yang hanya memiliki 2 orang pendidik dan satu orang kepala sekolah, selebihnya satu diantara dua orang pengajar tersebut dimutasi hingga tersisa satu orang pengajar saja. Dan, alhasil siswa yang ada dituntut mengajar adik kelasnya alias menjadi guru. Sungguh menyedihkan! <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sampai sejauh ini diakui secara pribadi tak berdaya dan tidak bisa berbuat banyak, tapi dengan sangat yakin bahwa musim tidak selamanya kemarau, suatu hari akan tiba saatnya musim hujan. Oleh karena itu senantiasa <a href="http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html">sadar dalam kesabaran</a> dan begitu pun sebaliknya, sambil berdo&#8217;a biar krisis semakin menipis juga mendo&#8217;akan berfungsinya <a href="http://kipsaint.com/isi/mata-hati.html">mata hati</a> para penguasa &#8220;jika kebetulan masih ada atau bahkan memang belum sepenuhnya berfungsi dengan semestinya&#8221;. Sudah menjadi suatu keharusan menyiapkan diri guna menyambut sesuatu yang akan datang. Senantiasa bersyukur bahwasannya ditengah krisis tetap terbuka kesempatan untuk berbagi seperti halnya siswa yang mengajar adik kelasnya diatas, &#8220;<em><a href="http://kipsaint.com/isi/do-the-right-things.html">do the right things!</a>&#8220;</em> Wallahu’alam bishawab.<em><a href="http://kipsaint.com/isi/do-the-right-things.html"><br />
</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/kritis-ditengah-krisis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy New Year 2012</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/happy-new-year-2012.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/happy-new-year-2012.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 16:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3806</guid>
		<description><![CDATA[Detik demi detik waktu bergulir, dan ditemani angin malam yang dingin masih setia mengisi waktu beberapa menit bahkan detik sisa-sisa waktu diakhir tahun ini. Dengan riuhnya suara petasan pula seakan membantu menguatkan keyakinan untuk menantang masa yang segera datang. Bicara soal perubahan atau pergeseran waktu, kita semua biasanya mempunyai harapan-harapan baru terkait pergantian waktu tersebut. Secara pribadi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/12/Kips-2012.jpg"><img class="size-full wp-image-3807 alignleft" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Kips-2012" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/12/Kips-2012.jpg" alt="" width="150" height="207" /></a>Detik demi detik waktu bergulir, dan ditemani angin malam yang dingin masih setia mengisi waktu beberapa menit bahkan detik sisa-sisa waktu diakhir tahun ini. Dengan riuhnya suara petasan pula seakan membantu menguatkan keyakinan untuk menantang masa yang segera datang.</p>
<p>Bicara soal perubahan atau pergeseran waktu, kita semua biasanya mempunyai harapan-harapan baru terkait pergantian waktu tersebut. Secara pribadi dan dalam ruang lingkup khusus disini harapannya tidak muluk-muluk tiada lain berharap masih adanya kerabat yang sudi silaturahmi ke gubug butut ini. Selebihnya, kata maaf tersampaikan jikalau sampai malam ini saja masih terselip kata dan prilaku yang kurang bijak. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga bahagia dan tanpa semakin gelisah saat membaca lagi apa yang tersaji dalam postingan-postingan blog ini. Bagaimanapun, semua tulisan yang tergoreskan hanyalah bentuk cerminan dari pembelajaran pribadi semata. Hal tersebut dapat terlihat dari isi postingan yang kurang mengikuti trend atau kurang <em>uptodate</em> dengan tema yang sedang banyak diperbincangkan, serta masih banyaknya hal-hal yang mungkin kurang penting termuat selain hal-hal klasik yang baru dipelajari dan tidak dimuat disini tentunya. Sudah jelas banyak muatan gak penting, tapi tetep ngarep ada yang mampir <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-3806"></span>Salam hangat selalu dan tetap penuh semangat. Membiarkan waktu hingga terisi berbeda, yang senantiasa terjejali rasa cinta yang nyata hingga membuat kita semakin mengerti dalam menyelami berbagai sisi kehidupan. Selamat merayakan pergantian tahun, &#8220;Happy new year 2012!&#8221;</p>
<p> <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/kembang_api.gif' alt='(kembang_api)' class='wp-smiley' /> (kembang_api) <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/kembang_api.gif' alt='(kembang_api)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/happy-new-year-2012.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedia Payung Sebelum Hujan</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/sedia-payung-sebelum-hujan.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/sedia-payung-sebelum-hujan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 16:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3789</guid>
		<description><![CDATA[Tepatnya hari ini, tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Untuk itu selaku anak yang terlahir dari seorang ibu turut mengucapkan &#8220;Selamat Hari Ibu&#8221; kepada semua ibu-ibu dimanapun berada. Terima kasih atas jasanya yang tak terhingga. Terbersit salah-satu perjuangan terkecilnya yang tetap bernilai besar, ketika kecil senantiasa ibu memayungi diri biar terhindar dari sengatan teriknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/12/In-The-Rain.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-3791" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="In The Rain" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/12/In-The-Rain.jpeg" alt="" width="150" height="170" /></a>Tepatnya hari ini, tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Untuk itu selaku anak yang terlahir dari seorang ibu turut mengucapkan &#8220;<a href="http://kipsaint.com/isi/mother%e2%80%99s-day-hari-ibu-dan-sejarahnya.html">Selamat Hari Ibu</a>&#8221; kepada semua ibu-ibu dimanapun berada. Terima kasih atas jasanya yang tak terhingga. Terbersit salah-satu perjuangan terkecilnya yang tetap bernilai besar, ketika kecil senantiasa ibu memayungi diri biar terhindar dari sengatan teriknya mentari ataupun siraman air hujan. Dari kejelian itulah yang mungkin menjadikan mayoritas perempuan atau ibu-ibu selalu dekat dengan keberadaan payung. Nah, bicara soal payung berlanjut pada postingan yang masih berkaitan dengan <a href="http://kipsaint.com/isi/dibalik-gemercik-hujan.html">sang hujan!</a> <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Intensitas hujan yang turun tiap harinya memang tidak bisa diprediksi. Namun, sekalinya hujan turun dengan deras, bisa dipastikan dibeberapa kawasan akan mengalami banjir cileuncang (genangan/aliran air hujan yang tidak terserap tanah). Banjir cileuncang adalah istilah bahasa Sunda untuk menggambarkan terjadinya genangan air disuatu tempat akibat tidak lancarnya pembuangan atau aliran air tersebut. Disisi lain, bisa kita bayangkan betapa saluran air di perkotaan masih banyak yang kurang berfungsi mengatasi air dari curah hujan. Terbukti dengan masih banyaknya kawasan yang selalu mengalami keadaan banjir.</p>
<p><span id="more-3789"></span><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/12/Banjir-Cileuncang.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3797" title="Banjir Cileuncang" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/12/Banjir-Cileuncang.jpg" alt="" width="600" height="408" /></a></p>
<p>Meski yang seharusnya adalah tugas pemerintah untuk menyelesaikan masalah banjir tersebut, namun ada baiknya semua pihak termasuk kita didalamnya mempunyai kepedulian untuk turut mencegah atau paling tidak meminimalisir agar banjir tersebut tidak terjadi. Melalui cara yang masih klise dan gampang banget yakni tidak membuang sampah sembarangan itu yang utama. Lalu, teringat inti dari <em>comment</em>-nya <a href="http://blog.ichanx.net/" target="_blank">Ichanx</a> tentang kondisi jalanan ketika turun hujan, jika telanjur terjebak dikawasan jalan raya yang terkena banjir, sudah sepatutnya jangan mau menang sendiri, karena kalau kondisi jalanan kena banjir itu akan membuat kendaraan mengurangi kecepatan, dan jalanan jadi macet. Karena itulah harus tetap mengikuti peraturan lalu lintas yang berlaku dan tentunya tetap waspada. Bener juga yak <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kembali pada subjek postingan ini. Secara real telah menjadi bukti nyata bahwa dimusim hujan keberadaan payung sangat berperan penting, terutama bagi yang sedang bepergian dan menggunakan transportasi umum. Payung menjadi alat pelindung diri dari air hujan. Sedangkan secara kiasan, title diatas mengandung arti waspada atau tetap siaga serta bersiap-siap mencari solusi terhadap apa saja yang mungkin atau akan terjadi. Nah, daripada mengeluh terus ke pemerintah dan belum atau mungkin tidak didengar, mendingan sedia payung sebelum hujan. Betul apa tidak? <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/sedia-payung-sebelum-hujan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibalik Gemercik Hujan</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/dibalik-gemercik-hujan.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/dibalik-gemercik-hujan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 14:41:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepatuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejukan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/dibalik-gemercik-hujan.html</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menghampiri, Kau titahkan sang angin untuk memberi kabar, Kau geraikan tirai penghadang cahaya hingga tidak terlalu terang jika bertandang dikala siang, dan sesekali terkirimkan iringan riuhnya gemuruh yang kadang menakutkan, dan sesekali pula menghantarkan bentangan-bentangan guratan pelangi yang sungguh mengagumkan. Gemercik hujan kerap menjadi teman sejati dalam keheningan. Dengan setianya tetesan-tetesan beningnya terkadang mampu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/11/intherain.jpg" alt="In The Rain" width="150" height="194" align="left" hspace="10" />Sebelum menghampiri, Kau titahkan sang angin untuk memberi kabar, Kau geraikan tirai penghadang cahaya hingga tidak terlalu terang jika bertandang dikala siang, dan sesekali terkirimkan iringan riuhnya gemuruh yang kadang menakutkan, dan sesekali pula menghantarkan bentangan-bentangan guratan pelangi yang sungguh mengagumkan.</p>
<p>Gemercik hujan kerap menjadi teman sejati dalam keheningan. Dengan setianya tetesan-tetesan beningnya terkadang mampu menghantarkan kedalam resapan kenangan. Dan, dalam derasnya hujan terselip pesan cinta yang merona. Saat terdiam sendirian, suara indahnya mampu melupakan rasa gundah dan mampu menumbuhkan kerinduan, memikirkan dan mengenang apa saja yang terlintas dibenak terdalam. Keluarga tercinta atau sahabat yang disuka! Yap, itu terserah saja maunya hati, tentang apa, siapa dan bagaimana, yang pasti tidak akan pernah lupa pada hujan yang mampu menghidupkan nuansa dan mampu membentangkan ketenangannya. Seperti halnya pernyataan Christine Panjaitan dalam sebait liriknya &#8220;<em>Kalau tak mungkin lagi hujan, menyejukkan hati kita, untuk apa aku disini</em> &#8220;.</p>
<p>Hujan! Hujan adalah inspirasi tak bertepi yang bisa digali dengan jernihnya pikiran dan tenangnya suasana hati. Hujan mengajarkan kita tentang kepatuhan. Meski tidak semua orang senang, hujan tetap curahkan setiap tetesan karena mengikuti hukum alam dan mematuhi kehendak Tuhan.</p>
<p><span id="more-3724"></span></p>
<p>Dari hujan bisa belajar arti perjuangan. Bahwa keberhasilan tidak didapat secara instan, namun harus diusahakan dengan penuh perjuangan dan kesediaan untuk berkorban. Persiapan menuju hujan menyimpan pesan keindahan siklus alam. Sengatan mentari lelah memaksa titik-titik air berevaporasi. Dalam luasnya angkasa titik-titik tersebut berpadu dengan penuh kesabaran membentuk gumpalan awan yang siap mencurahkan energi kehidupan.</p>
<p>Melalui hujan, Tuhan ajarkan kita agar melapangkan hati untuk maaf. Siapa sangka hujan yang saat ini kita kagumi berasal dari uap air limbah atau air sungai yang tercemar. Lalu, saat air tersebut turun sebagai hujan, rasanya tidak ada seorang pun yang masih merasa jijik. Sungguh, usaha yang gigih untuk memperbaiki citra diri telah mengubah sesuatu yang dipandang hina menjadi mempesona.</p>
<p>Hujan adalah dilema, antara dinanti dan dibenci. Saat alam kering kerontang, tak ada lagi yang dibutuhkan kecuali tetesan kesegaran. Saat tanah tandus nan gersang, apalagi yang dinantikan kalau bukan gerimis mengundang, begitu pula saat daun berguguran, hanya hujanlah yang diharapkan. Bila hujan dibenci, dengan adanya bencana yang terjadi, sepatutnyalah kita introspeksi diri siapa yang sebenarnya mendikte kerusakan yang terjadi. Hujan itu sendirikah atau keegoisan pribadi?</p>
<p>Sungguh merupakan keluhuran Tuhan yang telah melengkapi alam dengan hiasan, kehidupan dengan keindahan, dan insan dengan pikiran. Fasilitas akal yang disediakan sudah seyogianya dimanfaatkan untuk mengungkap rahasia alam sehingga kita bisa refleksikan dalam setiap detik kehidupan. Intinya, secara universal dimulai dari belajar. Tidak terlewatkan, dari rintik-rintik hujan yang turun pun kita dapat belajar. Belajar apa itu kesetiaan dan apa itu pengorbanan, belajar makna perjuangan dan arti kepatuhan, belajar memberi tanpa diminta serta belajar menerima meski dibenci.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/dibalik-gemercik-hujan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>64</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meski Biasa Tapi Berjasa, Muntinga Calabura</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/meski-biasa-tapi-berjasa-muntinga-calabura.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/meski-biasa-tapi-berjasa-muntinga-calabura.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 09:38:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Kersen]]></category>
		<category><![CDATA[Muntinga Calabura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/meski-biasa-tapi-berjasa-muntinga-calabura.html</guid>
		<description><![CDATA[Sesaat duduk disebuah kursi warung pinggir jalan, sambil menunggu isi gelas berpindah kemulut yang terasa haus akan siraman air. Lalu, tepat dihadapan mata lewatlah dua orang wanita paruh baya. Lantas satu orang diantara mereka meloncat dengan maksud hendak memetik buah kecil mungil berwarna merah yang berada tepat diatas jalan yang dilewatinya, tiada lain buah kersen. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/09/kersen-1.jpg" alt="Kersen" width="150" height="184" align="left" hspace="10" />Sesaat duduk disebuah kursi warung pinggir jalan, sambil menunggu isi gelas berpindah kemulut yang terasa haus akan siraman air. Lalu, tepat dihadapan mata lewatlah dua orang wanita paruh baya. Lantas satu orang diantara mereka meloncat dengan maksud hendak memetik buah kecil mungil berwarna merah yang berada tepat diatas jalan yang dilewatinya, tiada lain buah kersen.</p>
<p>Melihat aksi mereka jadi teringat masa kecil dulu. Buah kersen biasanya memang disukai anak-anak termasuk saya disaat itu. Jika melihat buahnya yang matang meski hanya satu biji dan terletak jauh diujung dahan, selalu saja berupaya untuk meraihnya. &#8220;Mun can beunang rasa panasaran teu weleh nempel tur roronjatan bari ngahontal eta buah, sanggeus beunang mah asa kacida pisan bagjana hate&#8221;. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/09/kersen2.jpg" alt="Kersen 2" width="150" height="121" align="left" hspace="10" /> Bagi yang pernah tinggal dipedesaan pasti mengenal yang namanya Pohon Kersen. Tapi itu dulu, sekarang tidak saja adanya didaerah pedesaan melainkan disekitar pinggir-pinggir jalan beberapa komplek atau perumahan yang berada ditengah kota masih bisa dijumpai, biasanya dijadikan sebagai tanaman peneduh atau penghijauan. Tapi masih tetap saja berbeda dengan jaman dulu, anak-anak sekarang mungkin sudah banyak yang tidak mengenal secara fisik buah tersebut. Selain dari rasanya yang tidak terlalu istimewa (meskipun manis), buah tersebut memang hampir tidak pernah diperjual-belikan dipasar tradisional atau swalayan yang ada disekitar tempat tinggal. Entahlah kalau didaerah lainnya. Sebagai fakta, sempat memberikan buah tersebut kepada anak kecil untuk dimakan dan si anak menolaknya dengan alasan belum mengenal buah tersebut. Dilain waktu, dengan objek yang sama &#8220;anak kecil&#8221;, meskipun si anak sebelumnya tidak mengenal buah tersebut, ia sempat mencicipinya tapi langsung dibuang begitu saja dengan dalih rasanya tidak enak.</p>
<p><span id="more-3677"></span></p>
<p><img src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/09/kersen1.jpg" alt="Kersen 1" width="150" height="184" align="left" hspace="10" /></p>
<p>Di beberapa daerah ada yang menyebutnya cery ada juga yang menyebutnya baleci, sementara nama ilmiahnya &#8220;Muntinga Calabura&#8221;. Kersen atau gersen atau juga dikenal dengan sebutan talok merupakan jenis tanaman perdu yang rata-rata tingginya 1-4 meter, dengan cabang-cabang dahannya yang khas mendatar, membentuk naungan rindang. Daun dan rantingnya berambut halus. Bentuk buahnya bulat kecil berwarna hijau pada saat muda dan berwarna merah jika buahnya sudah masak. Buah yang matang manis rasanya, dimana buah bagian dalamnya terdiri dari biji-biji kecil yang banyak seperti pasir.</p>
<p>Buah kersen ternyata bermanfaat untuk kesehatan atau dijadikan sebagai obat. Secara tradisional buah kersen telah digunakan untuk mengobati asam urat, berkhasiat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan asam urat. Buah Kersen yang sudah matang dan telah dicuci dipisahkan daging buahnya dari kulitnya dengan cara ditumbuk lalu direbus dengan perbandingan 1 bagian air dengan 3 bagian kersen. Selebihnya bisa ditambah gula, vanilla, garam, dan kayu manis secukupnya sampai mendidih dan terus diaduk. Setelah mendidih lalu disaring untuk menghilangkan ampasnya. Dari produk olahan tersebutlah dimanfaatkan sebagai obat asam urat. Dan konon, dari kandungan buahnya (vitamin c, flavonoid) juga berkhasiat sebagai antidiabetes.</p>
<p>Untuk daunnya banyak dimanfaatkan sebagai obat sakit kepala dan anti radang. Dengan pengolahannya, 50–100 gr daun kersen yang telah dicuci bersih direbus dalam 1 liter air hingga mendidih sampai tersisa separuhnya. Hasil rebusan itu diminum 2 kali sehari. Jika menggunakan ekstrak daun kering, 2–5 gr diseduh dalam 200 ml air. Rebusan daun kersen tersebut berkhasiat dapat membunuh mikroba (sebagai antiseptik), dapat membunuh bakteri (diduga aktivitas anti bakteri dari daun kersen ini disebabkan oleh adanya kandungan senyawa seperti tanin, flavonoids dan saponin yang dimilikinya), berkhasiat untuk mengurangi radang (antiinflamasi) dan juga menurunkan panas.</p>
<p>Selain dari buah dan daunnya, pohon kersen sangat bermanfaat sebagai peneduh jalan karena daunnya yang lebat dan dahannya yang rindang. Kayu dari tanaman ini juga cukup kuat sehingga banyak yang dipakai untuk membuat perabotan dan manfaat lainya tentu saja sebagai kayu bakar.</p>
<p>Itulah keberadaan dan manfaat kersen, meski dipandang biasa tapi ternyata punya jasa. Bercermin dari tulisan diatas, saya yang notabene hanyalah seorang biasa memiliki segudang harapan dapat berbuat sesuatu yang sekiranya bermanfaat. Meski sampai detik ini mungkin masih sangat terbatas yang bisa diperbuat, tapi Insya Allah tidaklah putus asa dan tetap berupaya untuk mewujudkannya. Wallahu&#8217;alam bishawab. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/meski-biasa-tapi-berjasa-muntinga-calabura.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahagia Hati Menjelang Esok Hari</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/bahagia-hati-menjelang-esok-hari.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/bahagia-hati-menjelang-esok-hari.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 10:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3579</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak bahagia jika akan menghadapi hari yang ditunggu, hari esok yang menyenangkan. Dalam menyambutnya selalu dengan penuh semangat, disertai hati senang, riang dan gembira. Bahagia dalam hidup dihiasi hangatnya cinta dan damai yang didambakan esok hari. Cinta yang dapat membuat terbang dengan penuh semangat meninggalkan banyak sekali beban, sakit, stress dan frustasi. Jika esok hari tiba, bahagia itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/07/Jelang-Esok.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3581" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Jelang Esok" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/07/Jelang-Esok.jpg" alt="" width="150" height="124" /></a>Siapa yang tidak bahagia jika akan menghadapi hari yang ditunggu, hari esok yang menyenangkan. Dalam menyambutnya selalu dengan penuh semangat, disertai hati senang, riang dan gembira. Bahagia dalam hidup dihiasi hangatnya cinta dan damai yang didambakan esok hari. Cinta yang dapat membuat terbang dengan penuh semangat meninggalkan banyak sekali beban, sakit, stress dan frustasi.</p>
<p>Jika esok hari tiba, bahagia itu tetaplah nyata. Bersyukur memiliki waktu untuk dapat mengaji dan mengkaji diri sejauh mana prilaku yang diperbuat hingga dapat membenahinya dikemudian hari. Dengan itikad meraih berkah-Nya, rasanya tepat untuk menuangkan harapan nyata dan mencoba mengungkap hingga dapat mempelajari rahasia-rahasia yang masih tersembunyi. Untuk itu semua, berharap dilekatkan pada upaya membebaskan diri dari kebencian dan kecemasan, menjalani hidup sederhana hingga mampu memberi lebih banyak dan berharap lebih sedikit, mensyukuri nikmat serta senantiasa tersenyum. Senyum hangat menanti esok hari &#8220;ramadhan&#8221; tiba <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<ul>
<li>Membebaskan diri dari kebencian. Meyakini tidak ada kesalahan-kesalahan dan juga tidak ada kebetulan-kebetulan dalam hidup karena seluruh peristiwa adalah rahmat yang diberikan Tuhan agar belajar darinya. Dapat meyakini pula ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan, niscaya Tuhan telah menyiapkan hal lainnya.<span id="more-3579"></span></li>
<li>Melepaskan kecemasan. Membuat pikiran dapat bekerja laksana air, terjaga jernihnya dan terus mengalir. Tidak takut menghadapi kesulitan karena yakin dari kesulitan itu akan melahirkan potensi-potensi baru pada diri.</li>
<li>Menjalani hidup sederhana. Jika raga membutuhkan asupan gizi baik, jiwa pun tidaklah berbeda. Makanan bergizi untuk jiwa adalah tindakan-tindakan untuk membantu orang lain. Terkait sebuah pepatah sunda, &#8220;<em>teu kudu ngarangkul ku siku mun boga kahayang</em>&#8221; tidak harus meraih dengan sikut kalau punya keinginan. Dapat menjalani apa adanya, ibarat pepatah pula, &#8220;<em>jika ingin melihat lembah, naiklah kepuncak gunung. Dan, jika ingin melihat puncak gunung, terbanglah ke awan. Tapi jika ingin mengerti awan, pejamkan mata dan berpikirlah</em>&#8220;.</li>
<li>Mampu memberi lebih banyak dan berharap lebih sedikit. Meyakini bahwa orang-orang yang ditemani dalam hidup, siapapun dia, entah menyenangkan atau menyakitkan akan membantu menemukan siapa diri kita dan akan menjadi apa kelak.</li>
<li>Senantiasa syukur nikmat. salah-satunya bersyukur karena Tuhan memberikan dua tangan hingga dapat menggunakan tangan yang satu untuk menolong orang lain dan yang satu lagi untuk menolong diri sendiri. Jika dalam satu sisi &#8220;ketika sakit&#8221; sempat hati bertanya &#8220;Tuhan, aku tidak tahu, mana yang harus aku syukuri, rasa sakitku atau kesehatanku?&#8221; Senantiasa dapat mensyukuri keduanya, karena ketika sakit sekali pun tentu dapat dengan mudah menjauhi perbuatan maksiat, memiliki banyak waktu untuk berdzikir kepada-Nya, dan juga punya waktu untuk bertafakur merenungkan kehidupan yang dijalani.</li>
<li>Menebar senyuman. Dapat menjelmakan senyuman yang manis dan hangat semata. Meyakini dibelakang ada kekuatan yang tak terbatas dan didepan ada kemungkinan tak berakhir, sementara disekeliling ada kesempatan tak terhitung. Jadi tidak ada alasan untuk cemberut.</li>
</ul>
<p>Semoga bisa meraih serta dapat menjalani dengan semestinya sesuai dengan harapan-harapan yang tertuang diatas. Layaknya mengingat kegembiraan ketika kecil yang biasanya ditandai dengan berkumpul bersama teman-teman, tetangga dan kerabat. Menikmati hiasan lampu terbuat dari bambu dihalaman rumah, gaduhnya suara petasan dan tabuhan bedug bertalu-talu. Satu idaman pun melekat, suatu hari kelak baju baru pun akan diraihnya. Sungguh menyenangkan!</p>
<p>Atas segala khilaf yang diperbuat baik disengaja atau pun tidak, mohon dimaafkan. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya! <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/bahagia-hati-menjelang-esok-hari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tai Gergaji, Solusi disaat Sulit</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/tai-gergaji-solusi-disaat-sulit.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/tai-gergaji-solusi-disaat-sulit.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2011 09:35:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Tai Gergaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3473</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tak kenal sampah? Sampah selalu ada dimana saja, terlebih di metropolitan yang lebih beragam antara sampah organik dan yang bukan. Tidak jarang ditemukan berserakan akibat prilaku orang yang tidak sadar kebersihan lingkungan.  Lain di kota lain pula di desa, sampah yang ada mungkin tidak melulu berbahaya. Sebut saja tai gergaji, ampas atau serpihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/06/Tai-Gergaji.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3474" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Tai Gergaji" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/06/Tai-Gergaji.jpg" alt="" width="150" height="187" /></a>Siapa yang tak kenal sampah? Sampah selalu ada dimana saja, terlebih di metropolitan yang lebih beragam antara sampah organik dan yang bukan. Tidak jarang ditemukan berserakan akibat prilaku orang yang tidak sadar kebersihan lingkungan.  Lain di kota lain pula di desa, sampah yang ada mungkin  tidak melulu berbahaya. Sebut saja tai gergaji, ampas atau serpihan halus sisa  dari kayu yang digergaji. Meskipun demikian, sampah ya tetaplah sampah. Jika  tidak mengenal cara memanfaatkannya ya tidak akan berarti apa-apa. Tai gergaji  pun keberadaanya tidak melulu di desa, saat ini banyak usaha mikro yang  mengelola dan menjual kayu sebagai bahan bangunan meskipun letaknya agak  dipinggir kota. Lalu, apakah benar ada manfaatnya?</p>
<p>Sedikit cerita dimasa kecil, namun tempat kejadian dan  kapan persisnya sudah lupa, maklum sudah pikun. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/malu.gif' alt='(malu)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Waktu itu diajak  keluarga pergi kesebuah undangan hajatan disebuah desa. Ketika ditempat hajatan  tersebut saya (selaku anak-anak) sempat berkeliling melihat sekitar area  hajatan. Dan dibelakang rumah si mpunya hajat melihat sebuah tenda biru, eh  entahlah warna tendanya apa? Lupa juga <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Didalam tenda tersebut melihat  seseorang yang sedang mengusap-usap &#8220;mengelap&#8221; piring-piring kotor &#8220;bekas makan  para undangan&#8221;. Namanya juga anak-anak, kalau melihat sesuatu yang baru  dilihatnya pasti pengen tahu, lalu saya pun bertanya tentang apa yang  dikerjakan. Akhirnya diketahuilah dari sang pekertja bawasannya hal tersebut  lagi membersihkan piring dengan tai gergaji. Lantas saya pun lanjut bertanya  lagi, apakah bisa bersih? Sekalipun kotoran yang berlemak, itu akan terangkat  &#8220;bersih&#8221; kilahnya. Dan memang pada kenyataanya yang terlihat itu bersih. Kalau  sekarang berpikir lagi, apakah benar-benar bersih dengan mencuci tersebut?  Entahlah, saya sendiri tidak pernah mencobanya.</p>
<p><span id="more-3473"></span>Satu cerita haru dari seorang teman, saat iseng kemping  disebuah daerah pegunungan dimana pada saat itu tidaklah menemukan sumber mata  air untuk berbagai keperluan. Hingga tiba saatnya salah seorang teman ingin  membuang hajat kebingungan untuk membersihkannya, sementara bekal air bersih yang  dibawanya sudah habis. Lalu, apa yang dilakukannya? Ia membersihkan sehabis  buang air besarnya dengan rerumputan. Dan, karena masih tidak nyaman dengan yang  sudah dilakukannya, ia terus berpikir hingga akhirnya menemukan setumpukan tai  gergaji lalu membersihkannya kembali bekas buang air besarnya. Hiii&#8230; serem yak  <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/muntah.gif' alt='(muntah)' class='wp-smiley' /> Haru apa jorok? <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lain cerita kecil ataupun teman, konon menurut sebuah  media yang sempat saya baca beberapa waktu lalu, disebuah pedesaan pra sejahtera  dengan mayoritas penduduk memiliki mata percaharian sebagai buruh kuli. Akibat  dari ketidak-mampuannya membeli minyak tanah yang harganya melonjak tinggi  dan elpiji yang tak terbeli, mereka memanfaatkan tai gergaji dijadikan andalan  untuk bertahan hidup sebagai bahan bakar untuk memasak. Sekalipun mereka beli  harganya jauh lebih minim dibandingkan bahan bakar lainnya.</p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/06/Jamur-Tiram.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3475" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Jamur Tiram" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/06/Jamur-Tiram.jpg" alt="" width="150" height="143" /></a>Keterkaitan lainnya yaitu dari hasil pemikiran orang-orang  terpelajar mempraktikannya bahwa tai gergaji sangat dibutuhkan untuk dijadikan  sarana pendukung dalam menanam Jamur Tiram. Dimana, Jamur Tiram merupakan jamur  perombak kayu. Dan, beberapa spesies dari Jamur Tiram tersebut yaitu; Pleurotus  ostreatus (Putih), Pleurotus flabellatus (Merah), Pleurotus cystidiosus (Hitam).  Nah, dengan budidaya jamur tersebut tidak menutup kemungkinan dapat dijadikan  lahan usaha yang berpenghasilan besar jika dikelola dengan serius, karena jamur  tersebut memiliki konsumen yang luas.</p>
<p>Ternyata dari sebuah limbah yang sering dianggap tidak  berguna memiliki potensi untuk dijadikan sebuah solusi dikala sulit. Saya yakin  kalau saja mereka yang didalam cerita cuci bekas buang air besar dan alat bahan  bakar diberi pilihan, tentu saja mereka akan lebih memilih pilihan lainnya.  Sementara jika ingin mencoba mempraktekannya, ada baiknya mengenai budidaya  Jamur Tiram, mengenai cuci piring dan menjadikan alat bahan bakar silahkan saja,  tetapi kalau dijadikan pembersih bekas buang air besar jangan sampailah.  <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kotretan ini hanya sedikit hati tergelitik ingin nimbrung terhadap apa yang ditawarkan oleh <a href="http://alamendah.wordpress.com/" target="_blank">Alamendah</a>. Mengenai ada keterkaitan atau tidaknya, diserahkan pada yang punya hajat.  <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/tai-gergaji-solusi-disaat-sulit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedih dalam Perih</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/pedih-dalam-perih.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/pedih-dalam-perih.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2011 18:16:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Derita]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[Sadar]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3370</guid>
		<description><![CDATA[Masih mengukir mimpi meski tak seindah angan-angan yang hadir dipelupuk mata. Seringkali bertemu resah dan penyesalan atau bahkan keputus-asaan jika menghadapi sebuah realitas yang bersebrangan dengan harapan. Dan sebaliknya, suka-cita tercipta manakala keinginan hati terjumpai, riang dan senang ketika menang dari pengharapan. Itulah hidup, cerminan semua segi tercakup. &#8220;Life is suffering!&#8221; Seorang filsuf pernah berkata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/04/kips.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3382" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="kips" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/04/kips.jpg" alt="" width="150" height="177" /></a>Masih <a href="http://kipsaint.com/isi/berpikir-mewujudkan-mimpi.html">mengukir mimpi</a> meski tak seindah angan-angan yang hadir dipelupuk mata. Seringkali bertemu resah dan penyesalan atau bahkan keputus-asaan jika menghadapi sebuah realitas yang bersebrangan dengan harapan. Dan sebaliknya, suka-cita tercipta manakala keinginan hati terjumpai, riang dan senang ketika menang dari pengharapan. Itulah hidup, cerminan semua segi tercakup.</p>
<p>&#8220;<em>Life is suffering!</em>&#8221; Seorang filsuf pernah berkata demikian, hal tersebut maksudnya tentu saja bukanlah penderitaan itu selalu hadir dalam setiap detiknya melainkan pada kenyataan dikehidupan ini memang tidak pernah semulus seperti yang diangankan. Selalu ada saja tantangan dan ujian yang membuahkan penderitaan, kemudian membuat diri terbebani. Terlebih jika ujian datang bertubi-tubi yang memungkinkan hadirnya keterpurukan seperti tak punya kesempatan untuk bernafas lebih panjang dengan menghadapi berbagai terpaan. Lalu, terwujudlah seberapa besar tingkat kesabaran yang dimiliki diri dari berbagai kondisi tersebut.</p>
<p>Memang diakui, tak selamanya diri terkungkung kesabaran hati, terlebih sesekali hadirnya perih dalam pedih atau pun pedih dalam perih. Sadar dan sabar! Lagi-lagi kesabaran diwajibkan, diri dituntut hidup <a href="http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html">sadar dalam kesabaran</a>. Sadar tentang hadirnya ujian menuntut diri menyadari betul bahwasannya ujian itu sesungguhnya adalah tempaan agar menjadi lebih tangguh. Sadar dari hal tersebutlah lahirnya sebuah pembelajaran melatih kesadaran dan juga kesabaran yang kerap kali dirasakan terlalu mudah dilisankan.</p>
<p><span id="more-3370"></span>Andai saja ujian-ujian itu dapat dipandang sebagai suatu bentuk <em>in process control</em>, yang Insya Allah akan memberikan <em>quality assurance</em> atau jaminan kualitas diri yang lebih baik maka beruntunglah diri. Karena dibalik muatan itu semua, sadar akan kadar penderitaan setiap orang itu berbeda-beda dan juga cara menyikapinya. Terlintas bukan dalam sepintas, dibalik sebuah masalah adalah &#8220;berkah&#8221;. Seperti <a href="http://kipsaint.com/isi/rindu-nara-ditepi-telaga.html">kisah Nara</a> pada coretan sebelumnya, terangan bak &#8220;danau&#8221; nan luas yang mampu mewujud dalam hati lapang, pikiran bersih, dan jiwa yang tenang hingga dapat menunjukan sebenar-benarnya bahwa berat ringannya masalah, mudah sulitnya dipecahkan sangat tergantung pada cara pandang dan keikhlasan dalam menyikapinya.</p>
<p>Maha teliti Allah dalam meletakkan beban ujian pada setiap hamba-Nya, senantiasa berdasarkan tolak ukur atau kadar kemampuan setiap insan dalam memikulnya. Dan, beruntunglah diri jika menghadapi ujian yang cukup berat, karena menjadi indikasi diri memiliki kualitas tinggi, sebuah pertanda bahwasannya Allah telah meluluskan pada uji kelayakan untuk memikulnya.  Dan, hanya dengan terus belajar dan memperluas wawasan kebijaksanaanlah upaya menjauhkan masalah yang menguasai diri, hingga menunjukan dirilah yang mengendalikan masalah. Selebihnya, masalah yang datang bukan lagi dipandang sebagai penderitaan, tetapi bagian dari kehidupan dan batu pijakan menuju kesuksesan. Wallahu&#8217;alam bissawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/pedih-dalam-perih.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpikir Bijak Upaya Bertindak Tepat</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/berpikir-bijak-upaya-bertindak-tepat.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/berpikir-bijak-upaya-bertindak-tepat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 19:45:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[Bertindak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3175</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu sempat berbincang-bincang dengan seorang teman, dia mempertanyakan (maksudnya sharing) keberadaan orang yang berpikir pendek tanpa memperhitungkan untung-ruginya dikemudian hari. Orang yang berpikiran pendek tidak jauh berbeda dengan yang berpikiran sempit, senantiasa mengambil jalan pintas dengan mendekatkan penglihatan pada keuntungan dipelupuk mata sendiri tanpa memperhitungkan hakikatnya sebagai manusia itu lahir, tumbuh lalu tua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/02/kips.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3282" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="kips" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/02/kips.jpg" alt="" width="150" height="126" /></a>Beberapa waktu lalu sempat berbincang-bincang dengan seorang teman, dia mempertanyakan (maksudnya <em>sharing</em>) keberadaan orang yang berpikir pendek tanpa memperhitungkan untung-ruginya dikemudian hari. Orang yang berpikiran pendek tidak jauh berbeda dengan yang berpikiran sempit, senantiasa mengambil jalan pintas dengan mendekatkan penglihatan pada keuntungan dipelupuk mata sendiri tanpa memperhitungkan hakikatnya sebagai manusia itu lahir, tumbuh lalu tua dan mati. Setelah tumbuh semuanya hanya berujung pada kematian. Sadar akan hal tersebut, tentu saja respek terhadap apa yang diperbincangkan. Meskipun tidak sepenuhnya menampik perihal tersebut kadang-kadang terjadi meskipun kasus dan skalanya berbeda.</p>
<p>Berpikir bijak upaya bertindak tepat, berpikir besar dan bertindak kecil cerminan prilaku diri orang-orang sukses. Harus diakui, bahwasannya sangat wajar jika orang-orang sukses itu sebenarnya orang-orang yang dikenal selalu berpikir besar dan berjiwa besar. Dari sebuah pemikiran tentunya akan berujung pada persoalan tindakan. Maka, berpikir besar itu bak kewajiban meniupkan seluruh energi yang dimiliki untuk membesarkan sebuah bejana, sambil menyadari batas-batasnya. Meskipun batas itu sendiri tidak pernah jelas adanya dimana, begitu pula batas energi kita, tetap meniupkannya tanpa pernah merisaukan soal batasnya, toh batas itu akan membatas dengan sendirinya. Yang harus disadari, hanyalah keyakinan bahwa batas ini tetap ada. Soal lokasinya dimana, terserah sang batas itu saja.<span id="more-3175"></span></p>
<p>Berpikir besar dan bertindak kecil! Hampir selalu orang-orang yang sukses dan besar itu juga adalah orang-orang yang sekaligus gemar mengerjakan soal-soal kecil. Semakin besar mereka, kadang semakin kecil tindakan mereka. Karenanya, makin besar kedudukan seseorang, makin punya waktu baginya untuk menghirup udara segar dan mendengar kicauan burung serta melihat kupu-kupu beterbangan. Jika dikaitkan dengan kesuksesan sebuah usaha, hal tersebut dicontohkan dalam sebuah bisnis keluarga yang konon katanya sanggup bertahan hingga tujuh turunan, &#8220;bisnis media John Wiley and Sons&#8221;. Pertahanan yang ada salah satunya dari tradisi perusahaan itu dalam merawat soal-soal sederhana, terus mempertahankan mental bisa dipercaya. Hal tersebut bukanlah tindakan besar karena yang dibutuhkan cukup dengan menegakkan moral yang sudah baku saja. Mengindahkan kejujuran, disiplin memisahkan mana duit perusahaan dan mana duit keluarga. Dengan menyadari bahwa yang disebut keluarga itu secara kultural cuma lingkaran inti pemilik, tetapi secara struktural ia harus mengikat siapa saja. Berat, tetapi karena kesanggupan mengatasi soal berat itulah sebuah usaha akan panjang umurnya.</p>
<p>Wajib disadari, apa pun kehebatan disuatu lingkungan, belum tentu kehebatan tersebut mengagumkan ditempat lain. Kehebatan disatu tempat ternyata juga diukur dengan sesuatu yang ada ditempat lainnya. Oleh karenanya, kemampuan membesar yang tidak sekaligus diiringi kemampuan mengecil cuma akan menghasilkan kebesaran dengan ancaman ruang hampa belaka. Maka, jika ada orang yang merasa besar tapi belum sanggup mengecil,  curiga ada yang keliru dari pertumbuhannya. Jangan-jangan ada sesat  permanen yang layak diwaspadai. Masalah tindakan inilah yang menjadi  dasar perbincangan sebenarnya, sang teman tanpa sengaja kurang tepat bertindak akibat tak berpikir bijak hingga terkena tipu  daya orang yang tidak bertanggung-jawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/berpikir-bijak-upaya-bertindak-tepat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedekah Termudah</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/sedekah-termudah.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/sedekah-termudah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 08:50:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[Senyum]]></category>
		<category><![CDATA[Tersenyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3195</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi baru sempat menyapa kerabat dimari, ini pun hanya sebatas ingin saja. Mudah-mudahan terwakili upaya menggali makna sedekah termudah &#8220;senyuman&#8221; dalam rangka investasi pada diri sendiri senada dengan yang tersebut dalam Hadits Shahih &#8220;senyummu didepan saudaramu adalah sedekah.&#8221; Lagi dan lagi senyumnya! Celoteh terbersit dari kejadian tadi siang akibat malamnya kurang tidur. Hampir saja kendaraan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/02/Smile-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3209" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Smile 2" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/02/Smile-2.jpg" alt="" width="127" height="150" /></a>Lagi-lagi baru sempat menyapa kerabat dimari, ini pun hanya sebatas ingin <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> saja. Mudah-mudahan terwakili upaya menggali makna sedekah termudah &#8220;senyuman&#8221; dalam rangka <a href="http://kipsaint.com/isi/investasi-pada-diri-sendiri.html">investasi pada diri sendiri</a> senada dengan yang tersebut dalam Hadits Shahih &#8220;<em>senyummu didepan saudaramu adalah sedekah</em>.&#8221; Lagi dan lagi senyumnya! <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Celoteh terbersit dari kejadian tadi siang akibat malamnya <a href="http://kipsaint.com/isi/kurang-tidur.html">kurang tidur</a>. Hampir saja kendaraan yang ditumpangi terperosok ke dalam got, begitu sadar dan selamat saya malah tertawa padahal yang sebenarnya kaget banget dan jangan tanya soal kendaraan karena bukan rahasia lagi bahwasannya entahlah &#8220;tak terucapkan&#8221; <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/blush.gif' alt='(blush)' class='wp-smiley' /> Yang bawa kendaraan begitu juga saya kebetulan habis ngalong, tetapi keperluan menuntut untuk pergi dengan berbekal rasa kantuk ditambah sehabis makan siang secara otomatis itu si kantuk dengan senang hati menyerang. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/haha.gif' alt='(haha)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang dituliskan disini bukan tersenyum (tertawa) seperti diatas tentunya, melainkan senyuman <a title="Edit “Senyumku, Hanya dan Karena Cinta”" href="post.php?post=1179&amp;action=edit">karena cinta</a> yang senantiasa hadir <a title="Edit “Tersenyum Meski Dunia Begini Adanya”" href="post.php?post=3132&amp;action=edit">meski dunia begini adanya.</a> Betapa agungnya senyuman itu, senyuman yang berasal dari sinar hati, senyuman yang nampak dalam wajah berseri-seri sebagai pasangan cinta dan kebaikan. Sesuatu hal yang sangat mudah dilakukan, terlebih wajah yang berseri-seri itu disertai perkataan yang lembut pastinya akan lebih menawan.<span id="more-3195"></span></p>
<p>Senyum itu ternyata befungsi juga menghibur persendian jadi secara tidak langsung sering tersenyum itu merupakan bagian dari <a href="http://kipsaint.com/isi/tips-singkat-pola-hidup-sehat.html">pola hidup sehat</a>, menyenangkan jiwa dan tentunya bisa membuat orang lain senang karena ruang lingkup cinta dan kasih pun dapat melegakan. Dengan demikian para pelakunya dapat berbahagia yang senantiasa mendapatkan pula pahala dari Allah<em> azza wa jalla</em>.</p>
<p>Apakah kita semua telah berupaya untuk memiliki sifat tersebut (senantiasa tersenyum), menempelkannya dimulut dan wajah kita? Lantas kita bertemu dengan yang lain disertai sifat tersebut? Walhasil, hati yagng disertai niat jernih dan bersih akan semakin akrab dengan hati yang lain, berupa ujung dari pemutusan keraguan diri bertemu dengan yang lain yang secara otomatis awal dari bahagia.</p>
<p>Mungkinkah menjadi awal bahagia? Dale Carnegie, psikolog terkemuka berkata dalam sebuah bukunya, &#8220;<em>Ada yang mengatakan bahwa kunci kesuksesan ialah kerja keras dan perjuangan tak kenal lelah. Anda tidak mempunyai jaminan sukses jika Anda tidak punya kemanusiaan lembut, dalam bentuk senyuman lembut</em>.&#8221;</p>
<p>Meski senyum itu terjadinya sesaat tetapi pengaruhnya tak lekang oleh zaman. Senyum itu kunci yang mampu membuka hati paling keras sekalipun yang senantiasa dapat meredam <a href="http://kipsaint.com/isi/emosi.html">emosi</a> ketika hadir dihati. Patut diingat senyum itu bagian dari ibadah kita, sebagai sedekah termudah yang tidak patut diremehkan keberadaanya. Jika mungkin, masih ada beberapa gelintir orang sangat memperhitungkan melakukan sedekah dengan materinya atau mungkin kesusahan bersedekah karena keterbatasan materinya, bersedekahlah dengan tersenyum. Jangan ragu untuk tersenyum serta lanjutkan dengan jabat tangan hangat yang tergerakan perasaan cinta kasih kepada sesama.</p>
<p>Salam hangat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/sedekah-termudah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rindu Nara Ditepi Telaga</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/rindu-nara-ditepi-telaga.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/rindu-nara-ditepi-telaga.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2010 19:09:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Lapang Dada]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>
		<category><![CDATA[Tawakal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3121</guid>
		<description><![CDATA[Pagi menjelang terbangun sudah dari peraduan. Meski belum waktunya membuka jendela yang terselip dalam ruang kamar, begitu pula belum saatnya menyingkap gorden yang menghalangi pemandangan, Nara terbangun lalu menuju pintu dan pergi ke arah dapur. Secangkir kopi hangat sengaja diseduhnya sekedar teman menghadang kesenyapan. Sungguh nikmatnya pagi yang cerah manakala didengarnya burung-burung bernyanyi. Berjalan satu-dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/12/Telaga.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3185" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Telaga" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/12/Telaga.jpg" alt="" width="150" height="137" /></a>Pagi menjelang terbangun sudah dari peraduan. Meski belum waktunya membuka jendela yang terselip dalam ruang kamar, begitu pula belum saatnya menyingkap gorden yang menghalangi pemandangan, Nara terbangun lalu menuju pintu dan pergi ke arah dapur. Secangkir kopi hangat sengaja diseduhnya sekedar teman menghadang kesenyapan.</p>
<p>Sungguh nikmatnya pagi yang cerah manakala didengarnya burung-burung bernyanyi. Berjalan satu-dua langkah kakinya menuju halaman dan disentuh sejuknya embun pagi seraya berkata “Ya Allah,  terima kasih atas nikmat ini yang tiada terkira.” Ceria akan cerahnya pagi, gembira dengan rencananya yang dihadapi, membuat Nara memiliki semangat untuk melintasi sebuah telaga bersama teman-teman dihari itu. Begitu sang raja siang menampakan sorot matanya, bergegaslah menuju tempat berkumpulnya teman-teman yang sudah berjanji untuk pergi bersama. Lantas, beberapa roda berputar mengantarkan mereka ke sebuah telaga dengan melewati perbukitan kecil yang masih hijau nan sejuk menuju sebuah situ yang terletak diantara bukit-bukit yang berdampingan.<span id="more-3121"></span></p>
<p>Selama diperjalanan tak kurang akan canda tawa, begitu pula sesampainya ditujuan. Setelah memarkirkan roda-roda yang mengantarkan mereka, istirahat sejenak lalu melintasi sebuah perkebunan teh yang berada tepat disekeliling danau yang dituju. Dengan alur jalan setapak memicu harsrat mendaki ke puncak bukit tersebut. Satu candaan hangat tercipta, manakala ada satu orang diantara mereka yang merasa tidak kuat melangkahkan kakinya ketika belum sampai diatas, sebut saja namanya Abah. Nafasnya terlihat “ngas nges ngos alias hah heh hoh a.k.a. ngos-ngosan” dan memohon kepada yang lain untuk berhenti sejenak. Nara dan kawan-kawan pun spontan menuruti permintaan si Abah itu seraya mengejeknya dengan celoteh “masa dikasih tanjakan segini aja gak kuat.” Tak berselang lama, melintas dua orang gadis dengan semangatnya menyusul Nara dan rombongan. “Nah kalau begini sih semangat, ayo dilanjut” teriakan spontan dari mulut si Abah yang melihat pinggul dengan lenggak-lengkoknya bergoyang penuh semangat menuju puncak. Spontan Nara dan kawan-kawan tertawa berlanjut menjawab ucapan Abah “dasar aki-aki ontohod, keong racun”.</p>
<p>Singkat cerita, pendakian pun sampai juga dipuncak bukit. Setelah jepret sana-sini dan menghabiskan sebagian waktu diatas bukit lalu kembali turun menuju telaga. Segenap rombongan pun hendak melanjutkan langkahnya untuk menikmati keindahan sekitar telaga itu terkecuali Nara yang bilang tidak akan turut hendak menunggu saja ditepi telaga. Setelah hampir setengah jam akhirnya rombongan pun kembali dan menghampiri tempat dimana Nara tadi menunggu. Tapi begitu heranya teman-teman Nara ketika tidak ditemuinya Nara ditempat tersebut. Reflek seketika, semua teman-teman mencarinya dengan segera, dan nampak terlihat Nara duduk termangu dibawah sebuah pohon rindang masih ditepian telaga. Lantas bergegaslah menuju Nara yang begitu terlihat aneh, duduk termenung dengan sorotan mata yang kosong serta terlihat berkaca-kaca seolah beban berat telah menghimpitnya. Abah dan rekan-rekan lainya lalu menghampirinya.</p>
<p>&#8220;Akhir-akhir ini kenapa kamu selalu tampak murung kawan? Bukankah banyak hal indah disekitar kita? Kemana perginya wajah ceria dan bersemangat seperti dulu?&#8221; tegur Abah.</p>
<p>&#8220;Bah, belakangan ini hidup saya sedang penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum, kalau pun bisa itu terasa hambar dan sangat dipaksakan. Masalah datang seolah-olah tidak ada habisnya. Belum satu masalah kelar, sudah muncul baru yang menghadang. Serasa, tak ada lagi sisa untuk kegembiraan dalam hidup saya, terlebih tempat ini mengingatkan saya ke masa lalu yang kerap kali dijadikan pelarian untuk sekedar membuang rasa penat selagi ada masalah“ jawab Nara sambil tertunduk lesu.</p>
<p>“Oh begitu, kalau boleh jujur sebenarnya saya dan kawan-kawan pun mengajak kamu kesini karena melihat kamu yang belakangan ini terlihat kurang semangat dan sering terlihat murung. Tetapi masalah keterkaitan tempat ini sebenarnya saya gak tahu juga,” ucap Abah.</p>
<p>“Iya Bah, saya malah senang sebenarnya. Cuma ya itu tadi, tempat ini meninggalkan kenangan bagi saya dimana setiap ada masalah selalu menyempatkan datang kemari. Dulu, seseorang yang sangat berarti sering banget diajak kesini, nasihat-nasihatnya seakan memberikan solusi dan menambah semangat lagi. Tapi kini, dia pun sudah pergi dan disadari betul tidak akan pernah kembali. Teringat hal itu manjadi tambah tak karuan rasanya,” ucap Nara sambil nambah berkaca-kaca.</p>
<p>Setelah sejenak berpikir, Abah dan kawan-kawan mencoba untuk mengerti kegundahan sahabatnya. Dan, dengan senyum bijaknya Abah memerintahkan sesuatu pada pada seorang teman &#8220;coba, minta segelas air dan satu genggam garam dikantin, kalau malu meminta beli saja, atau sekalian teman-teman yang lain makan duluan disana. Tar garamnya bawa kesini ya, akan saya coba memperbaiki suasana hati Nara ini,” ucap Abah.</p>
<p>Meski pergi dengan ketidak-mengertian, seorang teman Nara segera bergegas melakukan permintaan Abah sambil berharap dalam hati, mudah-mudahan Abah dapat memberi jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi Nara.</p>
<p>Setibanya teman yang disuruh tadi, Abah memerintahkanya untuk memberikan segenggan garam dan segelas air putih itu kepada Nara. Lalu menyuruhnya Nara mengambil setengah genggam garam dan memasukkan kedalam segelas air itu, disuruhnya Nara untuk mengaduknya kemudian harus diminumnya air tersebut. Meski kurang paham dengan permintaan aneh tersebut, Nara pun segera melaksanakan perintah Abah. Selesai minum, wajahnya langsung meringis. &#8220;Bagaimana rasanya?&#8221; tanya Abah sambil tersenyum lebar.</p>
<p>&#8220;Asin Bah, tidak enak dimulut dan perut juga rasanya jadi mual,” jawab Nara dengan wajah yang penuh rasa kasihan.</p>
<p>Sambil memperhatikan Nara yang diliputi tanda tanya dan sedang merasakan tidak enak diperutnya, Abah kemudian menceritakan akan keindahan telaga. Telaga yang begitu indah, airnya bening karena sumber airnya dari alam yang senantiasa mengairinya dengan ikhlas.</p>
<p>&#8220;Sekarang, coba ambil air garam tadi dan garam yang tersisa lalu tebarkan ke telaga ini,” perintah Abah pada Nara. Nara pun dengan patuh memenuhi permintaan Abah itu.</p>
<p>&#8220;Nah, coba kamu minum sedikit air telaga ini,” ucap Abah kembali. Dengan kedua tangannya Nara segera mengambil air di telaga itu lalu meminumnya.</p>
<p>&#8220;Bagaimana rasanya?&#8221; Tanya Abah.</p>
<p>&#8220;Segar! Pastilah segar atuh Bah, telaga ini airnya kan berasal dari aliran sumber mata air murni pegunungan diatas sana,” kata Nara.</p>
<p>&#8220;Terasakah rasa garam yang kamu tebarkan tadi?&#8221; Tanya Abah.</p>
<p>&#8220;Rasanya tidak terasa sama sekali Bah. Malahan ini sangat segar dan bisa jadi obat dari air asin yang saya minum tadi,” kata Nara sambil mengambil air dan meminumnya lagi.</p>
<p>&#8220;Tapi, maksud Abah apa dengan menyuruh saya melakukan beberapa hal tadi?&#8221; ucap Nara bertanya. Nara mencoba menebak-nebak apa yang dimaksud dari perintahny si Abah.</p>
<p>&#8220;Kawan, segala masalah dalam hidup ini sama seperti segenggam garam. Tidak kurang tidak lebih. Rasa “asin” ibarat sebuah masalah, kesulitan, penderitaan yang dialami setiap manusia, dan tidak ada manusia yang bebas dari permasalahan dan penderitaan. Benar kan? Tapi, seberapa rasa “asin” dari penderitaan yang dialami setiap manusia sesungguhnya tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Maka, jangan memiliki kesempitan hati seperti gelas tadi, tetapi jadikan hati menjadi sebesar telaga sehingga semua kesulitan tidak akan mengganggu rasa di jiwa dan kamu tetap bisa bergembira walaupun sedang dilanda masalah. Nah, mudah-mudahan penjelasan saya ini bisa sedikit memperbaiki suasana hati kamu,” jawab si Abah.</p>
<p>Setelah dipikir-pikir akhirnya Nara pun mengerti apa yang dimaksud dari perintahnya Abah tadi hingga kata terima kasih pun terucap dari bibir Nara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/rindu-nara-ditepi-telaga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

