KIP's Bandung

Life's Articles

01
May

Live it’s all about leverage, hidup adalah tentang pengendalian. Dalam kehidupan yang sangat komplek ini, mutlak adanya untuk dapat mengendalikan diri kalau tidak mau dikendalikan. Hal tersebut memiliki pengaruh yang sangat penting dalam memaknai beragam perbedaan, apakah layak untuk berprilaku serupa atau sebaliknya.

Terkait hal tersebut, akhir-akhir ini penulis sering banget membuat keputusan dengan bertindak jauh dari kesamaan pada umumnya.  Meski dengan terlebih dahulu diimbangi berbagai pertimbangan tapi nyatanya efek yang tidak diharapkan selalu saja berdatangan. Sebagai contoh sekelumit cerita kecil saja, ketika menghadapi suatu masalah yang dirasa belum mampu atau dipandang tidak dapat dipecahkan dengan baik, biasanya melarikan diri kepada tantangan lain yang dirasakan tidak kalah penting manfaatnya. Seandainya saja membuat vote pada orang banyak sudah dipastikan mereka mengiyakan atau setuju dengan keputusan dan tindakan yang diambil. Namun, satu hal yang menjadi suatu kelemahannya yaitu kerap kali fokus 100% pada hal yang menjadi pelarian tersebut, alhasil banyak hal-hal lain yang tidak dilirik alias terlewati begitu saja.

Berupaya tetap tampil cerah lahir-batin menandakan bahwa diri tidak mengalami krisis identitas. Hal tersebut menjadi bagian yang sangatlah penting karena krisis identitas jauh lebih berbahaya daripada krisis-krisis lainnya. Dari penampilan memang bisa saja menipu. Secara lahir tampak dari luar terlihat cerah dan bergairah, tetapi mungkin saja dalamnya (batinnya) sedang “pabaliut” alias kusut. Memang bukan hal yang dianjurkan untuk berlaku demikian, walaupun sekali-kali boleh saja digunakan sebagai siasat untuk keperluan tertentu. Karena kalau terus-menerus berpura-pura akan mengalami yang namanya pribadi ganda (split of personality). Yang utama hanyalah bagaimana agar tetap menumbuhkan semangat ditengah situasi kehidupan yang makin berat alias kondisi krisis. Tak ada cara lain kecuali pandanglah krisis dengan kaca-mata positif “think and act positively!“.

Peka dikala krisis! Krisis ibarat berkelit dalam badai, tetapi krisis juga bisa  membuat kita memiliki peluang untuk mengasah kepekaan. Situasi sulit menuntut diri semakin cerdik, semakin jeli melihat peluang-peluang sekecil apa pun. Disitulah kepekaan diasah. Disisi lain, krisis itu memberi banyak waktu untuk merenung dan melakukan introspeksi. Saat yang tepat untuk memasang keker guna melihat peluang-peluang mana saja yang bisa dijelajahi. Selebihnya, krisis memberi kesempatan untuk dapat melihat kembali tujuan-tujuan semula (reorientasi) dan menata diri agar menjadi semakin kuat (revitalisasi). Dengan demikian, tidak perlu hanyut dalam hukum “to kill or to be killed“. Senantiasa berupaya untuk bisa survive dalam situasi sesulit apa pun dengan berpegang teguh pada etiket moral.

31
Dec

Happy New Year 2012

Related entries: Life   Tags:,

Detik demi detik waktu bergulir, dan ditemani angin malam yang dingin masih setia mengisi waktu beberapa menit bahkan detik sisa-sisa waktu diakhir tahun ini. Dengan riuhnya suara petasan pula seakan membantu menguatkan keyakinan untuk menantang masa yang segera datang.

Bicara soal perubahan atau pergeseran waktu, kita semua biasanya mempunyai harapan-harapan baru terkait pergantian waktu tersebut. Secara pribadi dan dalam ruang lingkup khusus disini harapannya tidak muluk-muluk tiada lain berharap masih adanya kerabat yang sudi silaturahmi ke gubug butut ini. Selebihnya, kata maaf tersampaikan jikalau sampai malam ini saja masih terselip kata dan prilaku yang kurang bijak. (worship)

Semoga bahagia dan tanpa semakin gelisah saat membaca lagi apa yang tersaji dalam postingan-postingan blog ini. Bagaimanapun, semua tulisan yang tergoreskan hanyalah bentuk cerminan dari pembelajaran pribadi semata. Hal tersebut dapat terlihat dari isi postingan yang kurang mengikuti trend atau kurang uptodate dengan tema yang sedang banyak diperbincangkan, serta masih banyaknya hal-hal yang mungkin kurang penting termuat selain hal-hal klasik yang baru dipelajari dan tidak dimuat disini tentunya. Sudah jelas banyak muatan gak penting, tapi tetep ngarep ada yang mampir (LOL)

22
Dec

Sedia Payung Sebelum Hujan

Related entries: Life   Tags:,

Tepatnya hari ini, tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Untuk itu selaku anak yang terlahir dari seorang ibu turut mengucapkan “Selamat Hari Ibu” kepada semua ibu-ibu dimanapun berada. Terima kasih atas jasanya yang tak terhingga. Terbersit salah-satu perjuangan terkecilnya yang tetap bernilai besar, ketika kecil senantiasa ibu memayungi diri biar terhindar dari sengatan teriknya mentari ataupun siraman air hujan. Dari kejelian itulah yang mungkin menjadikan mayoritas perempuan atau ibu-ibu selalu dekat dengan keberadaan payung. Nah, bicara soal payung berlanjut pada postingan yang masih berkaitan dengan sang hujan! (LOL)

Intensitas hujan yang turun tiap harinya memang tidak bisa diprediksi. Namun, sekalinya hujan turun dengan deras, bisa dipastikan dibeberapa kawasan akan mengalami banjir cileuncang (genangan/aliran air hujan yang tidak terserap tanah). Banjir cileuncang adalah istilah bahasa Sunda untuk menggambarkan terjadinya genangan air disuatu tempat akibat tidak lancarnya pembuangan atau aliran air tersebut. Disisi lain, bisa kita bayangkan betapa saluran air di perkotaan masih banyak yang kurang berfungsi mengatasi air dari curah hujan. Terbukti dengan masih banyaknya kawasan yang selalu mengalami keadaan banjir.

16
Nov

In The RainSebelum menghampiri, Kau titahkan sang angin untuk memberi kabar, Kau geraikan tirai penghadang cahaya hingga tidak terlalu terang jika bertandang dikala siang, dan sesekali terkirimkan iringan riuhnya gemuruh yang kadang menakutkan, dan sesekali pula menghantarkan bentangan-bentangan guratan pelangi yang sungguh mengagumkan.

Gemercik hujan kerap menjadi teman sejati dalam keheningan. Dengan setianya tetesan-tetesan beningnya terkadang mampu menghantarkan kedalam resapan kenangan. Dan, dalam derasnya hujan terselip pesan cinta yang merona. Saat terdiam sendirian, suara indahnya mampu melupakan rasa gundah dan mampu menumbuhkan kerinduan, memikirkan dan mengenang apa saja yang terlintas dibenak terdalam. Keluarga tercinta atau sahabat yang disuka! Yap, itu terserah saja maunya hati, tentang apa, siapa dan bagaimana, yang pasti tidak akan pernah lupa pada hujan yang mampu menghidupkan nuansa dan mampu membentangkan ketenangannya. Seperti halnya pernyataan Christine Panjaitan dalam sebait liriknya “Kalau tak mungkin lagi hujan, menyejukkan hati kita, untuk apa aku disini “.

Hujan! Hujan adalah inspirasi tak bertepi yang bisa digali dengan jernihnya pikiran dan tenangnya suasana hati. Hujan mengajarkan kita tentang kepatuhan. Meski tidak semua orang senang, hujan tetap curahkan setiap tetesan karena mengikuti hukum alam dan mematuhi kehendak Tuhan.

KersenSesaat duduk disebuah kursi warung pinggir jalan, sambil menunggu isi gelas berpindah kemulut yang terasa haus akan siraman air. Lalu, tepat dihadapan mata lewatlah dua orang wanita paruh baya. Lantas satu orang diantara mereka meloncat dengan maksud hendak memetik buah kecil mungil berwarna merah yang berada tepat diatas jalan yang dilewatinya, tiada lain buah kersen.

Melihat aksi mereka jadi teringat masa kecil dulu. Buah kersen biasanya memang disukai anak-anak termasuk saya disaat itu. Jika melihat buahnya yang matang meski hanya satu biji dan terletak jauh diujung dahan, selalu saja berupaya untuk meraihnya. “Mun can beunang rasa panasaran teu weleh nempel tur roronjatan bari ngahontal eta buah, sanggeus beunang mah asa kacida pisan bagjana hate”. (LOL)

Kersen 2 Bagi yang pernah tinggal dipedesaan pasti mengenal yang namanya Pohon Kersen. Tapi itu dulu, sekarang tidak saja adanya didaerah pedesaan melainkan disekitar pinggir-pinggir jalan beberapa komplek atau perumahan yang berada ditengah kota masih bisa dijumpai, biasanya dijadikan sebagai tanaman peneduh atau penghijauan. Tapi masih tetap saja berbeda dengan jaman dulu, anak-anak sekarang mungkin sudah banyak yang tidak mengenal secara fisik buah tersebut. Selain dari rasanya yang tidak terlalu istimewa (meskipun manis), buah tersebut memang hampir tidak pernah diperjual-belikan dipasar tradisional atau swalayan yang ada disekitar tempat tinggal. Entahlah kalau didaerah lainnya. Sebagai fakta, sempat memberikan buah tersebut kepada anak kecil untuk dimakan dan si anak menolaknya dengan alasan belum mengenal buah tersebut. Dilain waktu, dengan objek yang sama “anak kecil”, meskipun si anak sebelumnya tidak mengenal buah tersebut, ia sempat mencicipinya tapi langsung dibuang begitu saja dengan dalih rasanya tidak enak.

Page 1 of 1012345Next...End

Free Translation Widget
Personalcashadvance.com | get cash loans

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Meski Biasa Tapi Berjasa, Muntinga Calabura
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Meski Biasa Tapi Berjasa, Muntinga Calabura
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us