Archive for the 'Humour' Category



Mustahil yang Serba Mungkin

Tuesday 22 July 2008 @ 10:17 am

Ada sebuah kisah, dimana seorang kakek yang telah ditinggal istrinya mempunyai 3 orang anak laki-laki. Ketiga anak laki-lakinya itu semua belum berkeluarga. Saat itu anak yang pertama memiliki seorang kekasih dan tidak lama kemudian membawa seorang wanita lagi kerumahnya. Ketika ditanya sang bapak (kakek itu), siapa perempuan itu? sang anak memberitahukan bahwa ia pacarnya. Sang kakek tak merasa heran karena kebiasaan itu dialaminya saat ia masih muda. Yang sedikit menjadi heran, beberapa bulan kemudian wanita (pacar pertama sang anak) itu dinikahi sang bapak (kakek) yang jelas2 usianya telah berada diujung senja.

Setelah menikahi perempuan muda yang cantik, seorang kakek berusia 90 tahun itu mendatangi seorang dokter. Dengan bersemangat, bangga dan sedikit menyombongkan diri ia bercerita kepada dokternya bahwa istrinya itu kini sedang hamil.

Sambil menahan perasaan, sang dokter berkata, “Kakek, saya punya cerita. Begini ceritanya:

Seorang lelaki dungu pergi berburu. Tetapi karena dungunya ia malah membawa payung bukan senapan. Nah, di tengah hutan ia dihadang oleh seekor beruang besar. Ia kemudian menodongkan payungnya, menembak si beruang, dan beruang itu mati seketika.”

Continue Reading »
Mustahil yang Serba Mungkin




Kisah 3 Sahabat Membeli Rujak

Friday 20 June 2008 @ 10:48 am

Memang benar rasanya tuntutan zaman saat ini seringkali memaksa kita terfokus terlalu serius memikirkan kehidupan. Mungkin tanpa disadari bahwasannya ada bagian dalam hidup ini yang dapat membuat kita tersenyum, bisa seuseurian cakakak-cikikik alias tertawa ngakak yang memungkinkan kita bisa lebih santai menjalani keseharian hidup. Cerita sederhana sekalipun, seperti tentang obat yang diberikan dokkter kepada pasiennya yang pelupa dan stupid , mungkin dapat membuat kita tersenyum.

Nah, ada sebuah cerita tentang tiga sahabat: kura-kura, kodok dan kaki seribu. Suatu hari kura-kura mengundang dua sahabatnya untuk pesta kecil-kecilan. Setelah mereka makan dan minum, sambil ngobrol, si kodok berkata, “Eh .. lu berasa nggak kalau ada yang kurang … itu tuh hidangan pencuci mulut alias buah?”

Kura-kura: “Iya ya, sorry kelupaan, enaknya beli buah apa ya?” Karena selera mereka berbeda, tidak ada kata sepakat. Akhirnya si kura-kura memutuskan untuk beli rujak.

Continue Reading »
Kisah 3 Sahabat Membeli Rujak




Jamu dan Obat Tidur

Friday 13 June 2008 @ 6:43 am

Tidak biasanya malam tadi saya bisa tidur lebih cepat, jam satu mata sudah mulai merapat padahal biasanya susah banget diajak kompromi kalau belum menginjak dini hari. Kebiasaan itu pula yang terkadang menuntun bagian raga bertindak, mulut salah-satunya beraksi ketika tadi malam saya menyempatkan meminum jamu tradisional disebuah kios, berani menanyakan apakah ada obat tidur atau tidak? Sebenarnya jamu yang diminum bukan obat tidur, hanya sebatas untuk kesehatan biasa, tapi mungkin karena jamu itu pula lah saya bisa lebih cepat beristirahat. Akhirnya bangun lebih pagi lagi dan bisa langsung menulis he….

Teringat obat tidur, jadi teringat pula sebuah candaan yang pernah terkangkap telinga dan mata ini, sumbernya itu entah darimana asal-muasalnya, dari mulut seorang teman keluarlah cerita seperti ini:

Seorang lelaki yang terlihat begitu pucat dan lesu memeriksakan diri ke dokter. “Dokter, semua tetanggaku mempunyai anjing. Anjing-anjing itu menyalak siang malam, membuatku tidak bisa tidur” kata lelaki itu. Continue Reading »
Jamu dan Obat Tidur




Anjuran Sang Ahli

Tuesday 10 June 2008 @ 11:54 am

Tyo sering mengeluh sakit kepala dan nyeri di dada. Lalu ia pergi ke Dokter untuk memeriksakan penyakit yang dideritanya itu. Setelah menceritakan segala penyakitnya, Dokter menganjurkan agar ia berhenti merokok dan minum-minuman keras. Selain itu juga berhenti makan daging kambing (makanan kesukaannya). Tyo pun mengiyakan anjuran Sang Dokter.

BerenangSebelum Tyo beranjak pulang, Sang Dokter mengingatkan kembali. “Jangan lupa Anda hanya boleh makan sayuran dan daging hewan yang bisa berenang dan terbang,” nasihat Dokter kepada Tyo.

Setelah tiga hari sang Dokter menelepon Tyo, sekedar mengingatkan kalau mau makan daging hanya boleh makan daging hewan yang bisa berenang dan terbang saja.

Satu bulan kemudian Dokter berkunjung ke rumah Tyo untuk melihat perkembangannya. Setelah sampai dirumah Tyo, Dokter diberi tahu pembantunya, kalau Tyo sedng berada di kolam renang. Mendengar itu, sang Dokter merasa tenang, menyangka Tyo bukan hanya mengikuti anjurannya, tetapi juga mau berolah-raga untuk meningkatkan kebugaran tubuhnya. Sang Dokter langsung bergegas menuju kolam renang.

Continue Reading »
Anjuran Sang Ahli




«« Previous Posts

Recommended Sites

Visitors

Links


Google