<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; History</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/kategori/history/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 16:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mengenang Permainan Anak Tempo Doeloe</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/mengenang-permainan-anak-tempo-doeloe.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/mengenang-permainan-anak-tempo-doeloe.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 13:58:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Gatrik]]></category>
		<category><![CDATA[Jajangkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Oray-orayan]]></category>
		<category><![CDATA[Paciwit-ciwit Lutung]]></category>
		<category><![CDATA[Perepet Jengkol]]></category>
		<category><![CDATA[Permainan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Sondah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/mengenang-permainan-anak-tempo-doeloe-3.html</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika temen saya berkunjung kerumah, dia datang bersama anak dan istrinya. Setelah lama berbincang-bincang dia pamitan akan pulang. Tetapi seketika saja hujan turun, dan akhirnya melanjutkan percakapan kembali. Waktu itu anaknya minta ijin untuk hujam-hujanan, tentu dilarangnya karena kondisi tidak mendukung. Dari hal tersebut beralihlah tema obrolan yang ada, yakni masalah permainan disaat kecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Perepet-Jengkol.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1879" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Perepet Jengkol" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Perepet-Jengkol.jpg" alt="" width="228" height="207" /></a>Suatu ketika temen saya berkunjung kerumah, dia datang bersama anak dan istrinya. Setelah lama berbincang-bincang dia pamitan akan pulang. Tetapi seketika saja hujan turun, dan akhirnya melanjutkan percakapan kembali. Waktu itu anaknya minta ijin untuk hujam-hujanan, tentu dilarangnya karena kondisi tidak mendukung. Dari hal tersebut beralihlah tema obrolan yang ada, yakni masalah permainan disaat kecil tempo dulu.</p>
<p>&#8220;Dulu, saya waktu kecil kalau hujan-hujanan itu seneng banget ya, perasaan ada kepuasan tersendiri, mana gak pakai baju lagi&#8221; ujarnya.  Lantas, saya sendiri pun meng-iyakan pernyataannya, karena hal tersebut dialami persis sewaktu saya kecil. Dengan sedikit imbuhan dari saya, &#8220;makanya kalau dia pengen hujan-hujanan ijinin aja kalau sesekali mah, biar punya cerita sewaktu besar nanti, asal awasi saja dan jangan keseringan&#8221; sambil menunjuk ke arah anaknya.</p>
<p>&#8220;Iya perasaan bangga banget kayaknya&#8221; imbuhnya lagi.  Lalu saya menceritakan permainan-permainan yang ada waktu dulu khususnya yang ada di tatar pasundan karena teman saya itu berasal dari daerah yang berbeda, yang saya rasa sudah tidak ada lagi sekarang, kalau pun ada mungkin hanya dipelosok-pelosok desa saja.  Permainan anak-anak tempo doeloe, yang sering juga disebut &#8220;kaulinan barudak urang lembur&#8221; (permainan anak orang desa), boleh dikata tidak dikenal lagi oleh anak-anak Bandung zaman sekarang.</p>
<p><span id="more-1821"></span>Anak-anak sekarang hampir semuanya sudah terbius oleh permainan elektronik, yang pada umumnya dimainkan di dalam ruangan/rumah. Karena adanya kemajuan teknologi permainan anak-anak dan komputer serta berkurangnya lahan terbuka telah mengubah pola bermain anak-anak sekarang.  Padahal permainan anak-anak tempo doeloe kaya akan unsur imajinasi, kerja sama, dan pertemanan berpotensi untuk membentuk kepedulian sosial, interaksi sosial, kepekaan sosial, dan kecerdasan bagi sang anakmenjelang usia dewasa.  Di sisi lain, mainan atau permainan elektronik, termasuk yang dimainkan dengan komputer, cenderung hanya meningkatkan kemampuan motorik sang anak. Permainan semacam itu berpotensi untuk menumbuhkan sifat-sifat eksklusif, tertutup, dan individualistis ia anak-anak.  Adapun yang termasuk permainan tempo dulu itu diantaranya :</p>
<p><strong>Jajangkungan</strong></p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Jajangkungan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1881" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Jajangkungan" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Jajangkungan.jpg" alt="" width="215" height="212" /></a>Permainan Jajangkungan dimainkan dengan sepasang tongkat atau galah, yang terbuat dari kayu atau bambu. Tumpuan untuk pijakan kaki dibuat pada ketinggian 30 – 60 cm dari ujung bawah tongkat. Beberapa orang pemain dapat serentak memainkannya bersama-sama. Permainan ini biasa digabungkan dengan jenis permainan lain, seperti adu lari atau sepak bola. Ada kalanya, penilaian hanya pada adu ketahanan berjalan di atas jajangkungan sambil saling menendang kaki jajangkungan lawan bermain. Pemain yang terjatuh dinyatakan kalah.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Paciwit-ciwit Lutung</strong></p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Paciwit-ciwit-Lutung.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1882" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Paciwit-ciwit Lutung" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Paciwit-ciwit-Lutung.jpg" alt="" width="220" height="205" /></a>Permainan ini dilakukan oleh 3-4 orang anak, baik anak perempuan maupun lelaki. Setiap pemain berusaha saling mendahului mencubit (nyiwit) punggung tangan di urutan teratas sambil melantunkan kawih (nyanyian): <em>Paciwit-ciwit lutung, Si Lutung pindah ka tungtung, Paciwit-ciwit lutung, Si Lutung pindah ka tungtung</em>. Pada umumnya, tidak ada pihak yang dinyatakan menang atau kalah. Jadi, jenis permainan ini semata-mata dilakukan hanya untuk bersenang-senang dan mengisi waktu pada malam terang bulan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Gatrik</strong></p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Gatrik.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1883" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Gatrik" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Gatrik.jpg" alt="" width="213" height="205" /></a>Permainan dimainkan oleh dua orang atau dua regu yang beranggotakan beberapa orang. Alat yang dimainkan adalah tongkat pemukul terbuat dari kayu dan potongan kayu sepanjang seperempat tongkat pemukul, yang biasa disebut “anak gatrik”. Anak gatrik diletakkan di lubang miring dan sempit dengan setengah panjangnya menyembul di permukaan tanah. Ujung anak gatrik dipukul dengan tongkat pemukul. Anak gatrik kembali dipukul sejauh-jauhnya ketika terlontar ke udara. Bila anak gatrik tertangkap lawan, pemain dinyatakan kalah. Bila tidak tertangkap, jarak antara lubang dan tempat jatuhnya dihitung untukmenentukan pemenangnya.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Perepet Jengkol</strong> (gambar paling atas)</p>
<p>Permainan ini dilakukan oleh 3-4 anak perempuan atau lelaki. Pemain berdiri saling membelakangi, berpegangan tangan, dan salah satu kaki saling berkaitan di arah belakang. Dengan berdiri dengan sebelah kaki, pemain harus menjaga keseimbangannya agar tidak terjatuh, sambil bergerak berputar ke arah kiri atau kanan menuruti aba-aba si “dalang”, yang bertepuk tangan sambil melantunkan kawih.</p>
<p><em>Perepet jengkol jajahean.., Kadempet kohkol jejeretean…</em></p>
<p>Tidak ada pihak yang dinyatakan menang atau kalah dalam permainan ini. Jadi, jenis permainan ini hanya dimainkan untuk bersenang-senang pada saat terang bulan.</p>
<p><strong>Oray-orayan</strong></p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Oray-orayan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1884" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Oray-orayan" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Oray-orayan.jpg" alt="" width="238" height="212" /></a>Permainan ini dimainkan beberapa anak perempuan maupun lelaki di lapangan terbuka. Para pemain saling memegang ujung baju bagian belakang teman didepannya untuk membentuk barisan panjang. Pemain terdepan berusaha menangkap pemain yang paling belakang yang akan menghindar, sehingga barisan bergerak-meliuk-liuk seperti ular, tetapi barisan itu tidak boleh terputus. Sambil bermain, pemain melantunkan kawih. <em>Oray-orayan luar leor ka sawah …, Tong ka sawah parena keur sedeng beukah Oray-orayan luar leor ka kebon …, Tong ka kebon aya barudak keur ngangon</em>.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Sondah</strong></p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Sondah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1885" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Sondah" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Sondah.jpg" alt="" width="225" height="204" /></a>Permainan ini pada umumnya dimainkan oleh anak perempuan. Pola gambar berbentuk kotak-kotak berpalang dibuat di tanah. Setiap pemain memegang sepotong pecahan genteng atau batu pipih, yang kemudian dilemparkan ke dalam kotak permainan. Pemain melompat-Iompat dari kotak ke kotak berikutnya. Kotak yang berisi pecahan genting tidak boleh diinjak. Pemain dinyatakan kalah jika menginjak garis kotak atau bagian luar kotak. Pemain pertama disebut mi-hiji, kedua mi-dua, ketiga mi-tilu, dan seterusnya. Itulah yang merupakan sebagian permainan dari sekian banyak permainan yang ada tempo dulu, yang sekarang tidak kelihatan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/mengenang-permainan-anak-tempo-doeloe.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melacak Makna Sebuah Kemerdekaan</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/melacak-makna-sebuah-kemerdekaan.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/melacak-makna-sebuah-kemerdekaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 21:21:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Dirgahayu]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Makna]]></category>
		<category><![CDATA[Melacak]]></category>
		<category><![CDATA[Republik Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/melacak-makna-sebuah-kemerdekaan.html</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kesekian kalinya saya berujar bahwa bulan Agustus adalah bulan yang sangat bersejarah bagi saya pribadi. Diluar semua itu, hal tersebut pun terkait dengan peradaban sejarah bangsa kita, bangsa Indonesia. Dimana, setiap tanggal 17 Agustus, berbagai acara untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa tercipta. Banyak cara untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan bangsa kita tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/08/bendera_merah_putih.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-1932" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="bendera_merah_putih" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/08/bendera_merah_putih.gif" alt="" width="77" height="56" /></a>Untuk kesekian kalinya saya berujar bahwa bulan Agustus adalah bulan yang sangat bersejarah bagi saya pribadi. Diluar semua itu, hal tersebut pun terkait dengan peradaban sejarah bangsa kita, bangsa Indonesia. Dimana, setiap tanggal 17 Agustus, berbagai acara untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa tercipta. Banyak cara untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan bangsa kita tersebut. Diantaranya terdapat kesibukan-kesibukan berbagai kalangan yang merayakannya dengan mengadakan berbagai perlombaan dan hiburan.</p>
<p>Seandainya saja terdapat diantara sebagian kalangan yang bisa dikatakan salah kaprah atau kurang tepat dalam mencari atau menafsirkan <a href="http://kipsaint.com/isi/memaknai-sebuah-kemerdekaan.html" target="_blank">makna kemerdekaan</a>, tentu hal tersebut tidak bisa disalahkan begitu saja. Karena hal yang lebih penting adalah memanfaatkan semaksimal mungkin perayaan kemerdekaan itu sendiri. Dan memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk lebih mendukung perayaan kemerdekaan. Selebihnya, yang terpenting hanyalah bagaimana meneruskan perjuangan kemerdekaan itu sendiri secara general, termasuk didalamnya menuju <a href="http://kipsaint.com/isi/financial-freedom-makna-kaya-dan-makmur.html" target="_blank">kebebasan finansial</a>, memperkecil jumlah pengangguran dengan memperluas lapangan dan <a href="http://kipsaint.com/isi/kesempatan-kerja-perlukah-enterprenership.html" target="_blank">kesempatan kerja</a>, dan lain-sebagainya. Lantas, apakah hal tersebut sudah mencerminkan kesadaran orang-orang Indonesia untuk dapat mempertahankan kemerdekaan ini? Atau mungkin masih tersirat pertanyaan, sudahkah kita merdeka?</p>
<p>Sedikit teringat untaian kata-kata seorang musisi ditengah-tengah konsernya tadi malam (Iwan Fals), kurang-lebihnya; &#8220;Bangsa kita memang telah merdeka, sementara yang belum merdeka hanyalah diri kita dari godaan atau pengaruh syaiton&#8221;. Jika dicermati dengan seksama, hal tersebut merupakan sebuah tantangan bagi kita semua untuk dapat membenahi diri. Lalu, yang justru menjadi pertanyaan berikutnya, bagaimana kita menyikapi semua tantangan itu, ataukah kita justru terbuai dengan berbagai kamuflase saat ini? Jawaban semua itu kembali pada masing-masing hati nurani, tiada lain instrospeksi diri dalam <a href="http://kipsaint.com/isi/hidup-secara-sadar.html" target="_blank">hidup secara sadar</a>.</p>
<p><span id="more-1485"></span></p>
<p>Waktu bergulir tanpa terasa, kemerdekaan Indonesia sudah menapaki tahun ke-64. Jika kita mengibaratkannya sebagai makhluk hidup, berarti secara psikologis usia tersebut adalah usia yang bisa dikatakan sudah mendekati tahap lanjut. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kemudian kita dituntut untuk selalu menjaga kondisi yang ada. Sebab, jika tidak maka kita akan mudah diserang berbagai macam gangguan dan ancaman. Salah-satunya adanya fenomena berkeliarannya teroris akhir-akhir ini, yang dengan mudahnya mempengaruhi segelintir orang untuk melakukan perbuatan yang sangat keliru jika dicermati dari sudut pandang apapun. Sudah seharusnya menjadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati, yang senantiasa berujung pada pencegahan sebelum terjadi hal-hal yang lebih merugikan lagi. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika perayaan ke-64 tahun ini kita dituntut untuk lebih merenungkan kembali makna nyata sebuah kemerdekaan, lebih mawas diri dan senantiasa selalu <a href="http://kipsaint.com/isi/berpikir-positif-dan-membangun-optimisme.html" target="_blank">berpikir positif</a> serta <a href="http://kipsaint.com/isi/beberapa-hal-seputar-optimisme.html" target="_blank">optimis</a> guna mendukung suatu <a href="http://kipsaint.com/isi/wishing.html" target="_blank">harapan</a> menuju suatu <a href="http://kipsaint.com/isi/jelang-esok-yang-lebih-baik.html" target="_blank">perubahan yang lebih baik</a>. Disisi lain, tidak ketinggalan pejabat publik atau kaum elite politik pun diharapkan mampu untuk introspeksi dengan semestinya. Wallahu’alam bishowab.</p>
<p>Asa diri <a href="http://kipsaint.com/isi/menjemput-impian-better-world.html" target="_blank">menjemput impian, kehidupan yang lebih baik</a>. Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/melacak-makna-sebuah-kemerdekaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahukah Anda Tahu</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/tahukah-anda-tahu.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/tahukah-anda-tahu.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 22:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Cilembu]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumedang]]></category>
		<category><![CDATA[Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/tahukah-anda-tahu.html</guid>
		<description><![CDATA[Pasti tahu dong hehe&#8230; Melihat seorang penjual tahu Sumedang keliling jadi teringat pada bulan yang lalu menuntut saya untuk mengunjungi daerah Sumedang. Sedikit terlintas dipikiran kalau pergi ke suatu daerah adalah makanan khasnya, untuk daerah Sumedang adalah &#8220;Tahu Sumedang&#8221; dan &#8220;Ubi Cilembu&#8221;. Dalam perjalanan itu, saya mencoba untuk membelinya sebagai oleh-oleh buat teman, sayangnya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/01/Tahu-Sumedang.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2005" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Tahu Sumedang" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/01/Tahu-Sumedang.jpg" alt="" width="130" height="98" /></a>Pasti tahu dong hehe&#8230; Melihat seorang penjual tahu Sumedang keliling jadi teringat pada bulan yang lalu menuntut saya untuk mengunjungi daerah Sumedang. Sedikit terlintas dipikiran kalau pergi ke suatu daerah adalah makanan khasnya, untuk daerah Sumedang adalah &#8220;Tahu Sumedang&#8221; dan &#8220;Ubi Cilembu&#8221;. Dalam perjalanan itu, saya mencoba untuk membelinya sebagai oleh-oleh buat teman, sayangnya tidak dapat membawa banyak karena perjalanan ditempuh dengan kendaraan umum (kebiasaan lama tidak dapat membawa sesuatu dalam perjalanan masih melekat) menjadikan hal tersebut tidak bisa memberikan kepada teman2 yang lainnya, ingat bukan karena pelit tapi malu bawanya <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sedikit cerita tentang asal-muasal adanya tahu Sumedang, Konon cerita tentang tahu tersebut bermula dari kreativitas yang dimiliki oleh istri Ongkino, sebagai orang yang pertama kali memiliki ide untuk memproduksi Tou Fu (bahasa Tionghoa) yang lambat laun berubah nama menjadi “Tahu”. Beserta istrinya, tahun demi tahun terus menggeluti usaha mereka. Sekitar tahun 1917 anak tunggal mereka (Ong Bung Keng) menyusul kedua orang tuanya ke tanah Sumedang dan meneruskan usaha kedua orang tuanya tersebut, dimana kedua orang tuanya sendiri memilih kembali ke tanah kelahiran mereka di Hokkian, Republik Rakyat Cina.</p>
<p><span id="more-1127"></span></p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/01/Ubi-Cilembu.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2006" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Ubi Cilembu" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/01/Ubi-Cilembu.jpg" alt="" width="130" height="91" /></a> Ong Bung Keng (anak tunggal Ongkino) melanjutkan usaha yang diwariskan dari kedua orang tuanya hingga akhir hayatnya di usia 92 tahun. Dari situlah cerita tentang perintis pembuat tahu sumedang tersebut dan sampai sekarang sebutan tersebut melekat di masyarakat sekitarnya bahwa Bung Keng adalah perintis tahu Sumedang.</p>
<p>Selain tahu Sumedang, ternyata masih ada satu lagi yang makanan terkenal yakni Ubi Cilembu, rasa dan ciri fisiknya mempunyai perbedaan tersendiri dari ubi-ubi biasa. Ubi Cilembu yang berasal dari daerah Cilembu Sumedang jika sudah di masak (khusunya diopen) akan mengandung cairan serupa madu yang rasanya manis sekali. Konon kabarnya, jika benih ubi tersebut ditanam didaerah lain akan menghasilkan ubi yang biasa saja. Hal itulah yang mungkin membuat banyak orang menyukainya.</p>
<p>Penasaran dengan tahu dan Ubi Cilembu! Silahkan datang ke daerah tersebut supaya tidak penasaran <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/tahukah-anda-tahu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memaknai Sebuah Kemerdekaan</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/memaknai-sebuah-kemerdekaan.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/memaknai-sebuah-kemerdekaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 18:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Makna]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenang]]></category>
		<category><![CDATA[Republik Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/memaknai-sebuah-kemerdekaan.html</guid>
		<description><![CDATA[Kebanggan dari setiap penduduk suatu bangsa akan terasa dikala dapat mempersembahkan sesuatu untuk bangsanya. Berkenaan dengan kemerdekaan, kita beruntung tidak perlu berjuang untuk merebut kemerdekaan tersebut, kita hanya bertugas mempertahankannya. Karena perjuangan saat ini hanyalah terfokus pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran secara berkeadilan. Fakta tujuan tersebut nyata dan relevan terhadap kesejahteraan yang ada, yakni [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/08/bendera_merah_putih.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-2538" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="bendera_merah_putih" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/08/bendera_merah_putih.gif" alt="" width="77" height="56" /></a>Kebanggan dari setiap penduduk suatu bangsa akan terasa dikala dapat mempersembahkan sesuatu untuk bangsanya. Berkenaan dengan kemerdekaan, kita beruntung tidak perlu berjuang untuk merebut kemerdekaan tersebut, kita hanya bertugas mempertahankannya. Karena perjuangan saat ini hanyalah terfokus pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran secara berkeadilan. Fakta tujuan tersebut nyata dan relevan terhadap kesejahteraan yang ada, yakni untuk bisa dilakukan memerangi kemiskinan dan pengangguran. Bagaimanapun, alasan karena kemiskinan, pengangguran dan proses pencapaian kesejahteraan atau kemakmuran yang berkeadilan adalah mata rantai yang tidak bisa dipisahkan.</p>
<p>Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi untuk mengabaikan perjuangan ini. Sebab esensinya adalah untuk meningkatkan derajat hidup dan kehidupan rakyatnya, yang juga harus didukung oleh perjuangan untuk bisa menciptakan kondisi stabilitas dalam semua aspek. Fakta menunjukan bahwa jaminan stabilitas akan memberikan kepastian untuk terus berkarya. Oleh karena itu perlu diakui bahwa identifikasi tentang kemerdekaan selalu terkait dengan proses pembangunan.</p>
<p>Lepas dari itu semua, yang jelas sebuah kemerdekaan telah kita raih. Meski kedua proklamator telah meninggalkan kita namun cita-citanya tetap menjadi tantangan untuk dicapai. Oleh karena itu sangatlah beralasan jika kemudian publik mengartikan kemerdekaan sebagai suatu proses pembangunan. Makna kemerdekaan pun tidaklah hanya bersifat individual tetapi merupakan cerminan kondisi bangsa yang terdiri dari berbagai komponen serta merupakan awal terwujudnya mimpi membangun bersama NKRI untuk kesejahteraan rakyat. Menjaga keamanan seluruh warga dalam lindungan sistem hukum yang adil dan kokoh. Hal ini sangat memerlukan keinsyafan massal tentang pentingnya kesadaran bersama dalam mengelola seluruh potensi bangsa.</p>
<p><span id="more-1480"></span></p>
<p>Orang bijak berkata; &#8220;perayaan kemerdekaan selalu identik dengan proses introspeksi untuk merenung tentang semua proses panjang perjuangan&#8221;. Alasannya karena kemerdekaan itu bukanlah tujuan akhir, tapi justru tujuan awal untuk menapaki perjuangan yang komplek dan berkelanjutan.</p>
<p>Merdeka!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/memaknai-sebuah-kemerdekaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mother’s Day, Hari Ibu dan Sejarahnya</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/mother%e2%80%99s-day-hari-ibu-dan-sejarahnya.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/mother%e2%80%99s-day-hari-ibu-dan-sejarahnya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 09:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Mother’s Day]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/mother%e2%80%99s-day-hari-ibu-dan-sejarahnya.html</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#60;</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2007/12/Hari-Ibu.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2271" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Hari Ibu" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2007/12/Hari-Ibu.jpg" alt="" width="85" height="113" /></a>Peringatan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mother%27s_Day">Mother’s Day</a> di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, yang mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. Maka, di negara-negara tersebut, peringatan Mother’s Day jatuh pada bulan Maret.</p>
<p>Berbeda dengan di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong yang merayakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mother%27s_Day">Mother’s Day</a> pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Sedangkan di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah diperingati setiap bulan Maret. Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.</p>
<p><span id="more-215"></span></p>
<p>Hari Ibu merupakan hari dimana kaum perempuan dimanja dan mempunyai kebebasan dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.</p>
<p>Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (<a href="http://www.kowani.or.id/">Kowani</a>). Kongres berikutnya diadakan di Jakarta dan Bandung.</p>
<p>Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.</p>
<p>Peristiwa itu merupakan salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan.</p>
<p>Para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, perlibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, masalah perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan lain-lain.</p>
<p>Adapun penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Dan Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.</p>
<p>Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama.</p>
<p>Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.</p>
<p>Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh <a href="http://www.icw-cif.org/">International Council of Women</a> (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/United_Nation">Perserikatan Bangsa-bangsa</a>.</p>
<p>Pada kongres di Bandung tahun 1952 diusulkan untuk dibuatnya sebuah monumen, setahun berikutnya diletakkan batu pertama oleh Ibu Sukanto (ketua kongres pertama) untuk pembangunan Balai Srikandi dan diresmikan oleh menteri Maria Ulfah tahun 1956. Akhirnya pada tahun 1983 Presiden Soeharto meresmikan keseluruhan kompleks monumen menjadi Mandala Bhakti Wanitatama di Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta.</p>
<p>Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/mother%e2%80%99s-day-hari-ibu-dan-sejarahnya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Pahlawan dan Beda Kacamata Untuk Satu Pancasila</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/hari-pahlawan-dan-beda-kacamata-untuk-satu-pancasila.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/hari-pahlawan-dan-beda-kacamata-untuk-satu-pancasila.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 12:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Politics]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/hari-pahlawan-dan-beda-kacamata-untuk-satu-pancasila.html</guid>
		<description><![CDATA[10 november adalah tanggal yang biasa kita peringati sebagai hari pahlawan. Sejauh ini kita mengingat dan mengenang perjuangan beberapa pahlawan kita yang dengan gigihnya  mereka memperjuangkan kebebasan atau kemerdekaan dari berbagai bentuk penjajahan. Di jaman sekarang ini, masihkah banyakkah dari kita semua yang sanggup memperjuangkan kepentingan umum (kepentingan bersama) dibanding dengan hanya memperjuangkan kepentingan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>10 november adalah tanggal yang biasa kita peringati sebagai hari pahlawan. Sejauh ini kita mengingat dan mengenang perjuangan beberapa pahlawan kita yang dengan gigihnya  mereka memperjuangkan kebebasan atau kemerdekaan dari berbagai bentuk penjajahan. Di jaman sekarang ini, masihkah banyakkah dari kita semua yang sanggup memperjuangkan kepentingan umum (kepentingan bersama) dibanding dengan hanya memperjuangkan kepentingan pribadi masing-masing mengingat cara pandang terhadap pancasila saja sudah berbeda-beda? Wallahualam, mudah-mudahan saja masih banyak diantara kita yang menyadari betapa mulianya perjuangan pahlawan-pahlawan kita terdahulu.</p>
<p>Patung Pahlawan atau yang biasa kita kenal dengan Tugu Tani, letaknya di segitiga Menteng, Jakarta Pusat. Patung ini dibuat oleh dua orang bangsa Rusia, yaitu Matvei Manizer dan Otto Manizer, yang diberikan sebagai hadiah kepada Pemerintah Republik Indonesia.  Baik Matvei maupun Otto belum pernah ke Indonesia sebelumnya dan mereka mengadakan survey ke beberapa daerah di Indonesia sekedar untuk mencari inspirasi tentang bentuk patung yang memiliki sentuhan Indonesia. Pada sebuah desa di Jawa Barat, keduanya menemukan sebuah dongeng rakyat mengenai seorang ibu yang mengantarkan anak laki-lakinya berangkat ke medan perang. Untuk mendorong keberanian sang anak serta tekad memenangkan perjuangan, maka sang ibu memberikan bekal nasi kepada anaknya. Ide inilah yang kemudian diambil oleh Manizer bersaudara.</p>
<p><span id="more-131"></span>Dari salah satu gambaran diatas, masih bisakah kita semua menghargai perjuangan para pahlawan kita, sementara orang asing pun masih memperlihatkan kepeduliannya? Siapkah meneruskan perjuangan-perjuangan demi hari esok yang lebih baik?</p>
<p>Menyadari kenyataannya sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 banyak terjadi rongrongan terhadap NKRI baik dari dalam mau-pun luar negeri yang akan menumbangkan Pancasila.</p>
<p>Alenia pertama ikrar kesetiaan Pancasila itu dibaca dengan mantap oleh Ketua DPR RI Agung Laksono, sebagai bagian dari upara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2007. Jika dicermati, ada perbedaan yang mencolok antara ikrar kesetiaan Pancasila yang dibacakan Ketua DPR RI itu dengan ikrar peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2004. Yakni, pada alenia pertama ikrar berbunyi :&#8221;Menyadari kenyataannya sejak tanggal 30 September 1965&#8230;&#8221;.</p>
<p>Memang, sejak peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2005, telah diperkenalkan format baru. Selain perubahan naskah ikrar kesetiaan, Presiden RI dan Wapres untuk pertama kalinya tidak lagi berkeliling Monumen Kesaktian Pancasila untuk melihat museum dan diorama tragedi G30S/PKI. Upacara di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya itu sekaligus menghidupkan kembali tradisi yang sempat dihilangkan pada era sebelumnya, yakni Presiden Megawati Soekarnoputri.</p>
<p>Perubahan itu dirancang melalui rapat terbatas di Kantor Presiden pada 23 September 2005. Dalam rapat ditegaskan bahwa dengan dihidupkan kembali upacara itu tidak berarti pemerintah telah mengakui bahwa ada upaya penggulingan pemerintahan oleh PKI pada 30 September 1965.</p>
<p>Sejak berdirinya Orde Baru yang dipimpin Soeharto, dan dilanjutkan BJ Habibie, serta Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, tradisi upacara di Lubang Buaya selalu dipimpin presiden. Namun di era Megawati Soekarnoputri, tradisi itu tidak dilaksanakan tanpa penjelasan resmi. Pada 2001, sempat muncul sinyalemen Megawati Soekarnoputri meminta agar &#8220;1 Oktober&#8221; dijadikan hari peringatan &#8220;Mengenang Tragedi Nasional Akibat Pemberontakan Terhadap Pancasila&#8221;.</p>
<p>Di Era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Menteri Pendidikan Nasional, Yahya Muhaimin pernah mengusulkan agar Hari Kesaktian Pancasila diubah menjadi Hari Pengkhianatan Bangsa dan Negara (HPBN). Alasannya, karena yang dikhianati G30S/PKI pada 30 September 1965 bukan hanya Pancasila, tapi juga bangsa dan negara Indonesia secara keseluruhan. Perubahan nama diperlukan sebagai upaya pelurusan sejarah.</p>
<p>Disadari ataupun tidak, perbedaan sikap terhadap peringatan Hari Kesaktian Pancasila oleh penguasa berbanding lurus dengan penafsiran penguasa terhadap Pancasila itu sendiri. Penguasa menggunakan kacamata yang berbeda untuk melihat Pancasila. Walhasil, Pancasila menjadi terkesan multitafsir dan penuh dengan mterpretasi.</p>
<p>Di era Orde Lama, terjadi dinamika perdebatan ideologis antara penguasa dengan kelompok Islam. Perdebatan itu dilatar-belakangi kekecewaan kalangan Islam atas penghapusan Piagam Jakarta dari Pembukaan UUD 1945.</p>
<p>Hingga era Orde Baru, perdebatan berujung pada penekanan terhadap kelompok Islam. Penguasa menggunakan Pancasila sebagai alat untuk menekan kalangan Islam. Pancasila sudah tidak lagi merupakan kompromi atau titik pertemuan bagi semua ideologi sebagaimana yang dimaksud Soekarno.</p>
<p>Pancasila telah dimanfaatkan sebagai senjata ideologis untuk mendelegitimasi tuntutan Islam bagi pengakuan negara atas Islam. Peristiwa 30 September 1965 (PKI) telah membawa perubahan besar dalam sejarah politik Indonesia.</p>
<p>Di bawah komando Letjen Soeharto, peristiwa &#8220;penumpasan terhadap G 30 S/PKI&#8221; memberikan legitimasi politik atas &#8220;kesaktian Pancasila&#8221; tanggal 1 Oktober 1965, sebagai momentum peralihan kekuasaan dari Soekarno (Orde Lama) ke Suharto (Orde Baru).</p>
<p>Pada awal kekuasaannya, Soeharto berusaha meyakinkan bahwa rezim baru ini adalah pewaris sah dan konstitusional dari presiden pertama. Kekuasaan awal Orde Baru sanggup memberikan doktrin baru kepada masyarakat bahwa setiap bentuk kudeta atas pemerintahan yang sah dengan mencoba mengganti ideologi Pancasila adalah salah dan harus ditumpas sampai ke akar-akamya.</p>
<p>Otoritarian politik Orde Baru berakhir setelah Soeharto turun pada Mei 1997. Pada era Reformasi itulah kemudian berkembang pesat keinginan untuk &#8220;mengkhayalkan&#8221; terbentuknya masyarakat sipil yang demokratis dan berkeadilan sosial.</p>
<p>Dari situlah Pancasila mulai diwacanakan secara lebih terbuka. Hasilnya pun cukup mendasar, terjadi berkali-kali amandemen UUD 45. Di sisi lain partai politik juga mendapat kelonggaran untuk memilih asas partainya. Sekali lagi, karena demokrasi jualah, kini wacana yang mempersoalkan Pancasila kembali digelontorkan, yakni upaya untuk menggunakan asas tunggal bagi partai-partai politik.</p>
<p>Lalu bagaimana sebenarnya, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memandang Pancasila? Menarik untuk disimak pendapat Guruh Soekarno Putra ketika mendeklarasikan Gerakan Spirit Pancasila (GSP) pada peringatan lahirnya Pancasila 1 Juni 2006.</p>
<p>&#8220;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang mengamalkan nilai Pancasila, namun dengan versinya sendiri,&#8221; kata putra Proklamator itu. Senada dengan Guruh, mantan Wakil Presiden Try Soetrisno sempat menyatakan, &#8220;Elit politik dan pemimpin bangsa sudah melupakan Pancasila. Hal tersebut tercermin dalam tingkah laku mereka selama ini!&#8221;. Intelejen17-07.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/hari-pahlawan-dan-beda-kacamata-untuk-satu-pancasila.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenang Sumpah Pemuda</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/mengenang-sumpah-pemuda.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/mengenang-sumpah-pemuda.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 13:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/mengenang-sumpah-pemuda.html</guid>
		<description><![CDATA[Dengan semangat dan jiwa asli Sumpah Pemuda yang dicetuskan dalam tahun 1928, kita perlu berusaha bersama-sama untuk menjadikan Indonesia ini sebagai milik kita bersama. Indonesia adalah untuk semua golongan, yang merupakan berbagai komponen bangsa.
Sudah sepantasnya, selalu kita ingat bersama-sama bahwa Sumpah Pemuda, yang dilahirkan sebagai hasil Kongres Pemuda II yang diselenggarakan tanggal 27-28 Oktober 1928 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan semangat dan jiwa asli Sumpah Pemuda yang dicetuskan dalam tahun 1928, kita perlu berusaha bersama-sama untuk menjadikan Indonesia ini sebagai milik kita bersama. Indonesia adalah untuk semua golongan, yang merupakan berbagai komponen bangsa.</p>
<p>Sudah sepantasnya, selalu kita ingat bersama-sama bahwa Sumpah Pemuda, yang dilahirkan sebagai hasil Kongres Pemuda II yang diselenggarakan tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta adalah manifestasi yang gemilang dari hasrat kuat kalangan muda Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku dan agama, untuk menggalang persatuan bangsa dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda.</p>
<p><span id="more-165"></span>Mereka itu adalah wakil-wakil angkatan muda yang tergabung dalam Jong Java, Jong Islamieten Bond, Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, Minahasa Bond, Madura Bond, Pemuda Betawi dan lain-lain. Atas prakarsa Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) inilah kongres pemuda itu telah melahirkan Sumpahnya.</p>
<ul>
<li>PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.</li>
<li>KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.</li>
<li>KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.</li>
</ul>
<p>Begitulah kira-kira bunyinya isi dari &#8220;Sumpah Pemuda&#8221;. Nah apakah kita semua masih mengingat arti pentingnya dari sumpah pemuda itu sendiri. Dalam merenungkan kembali arti penting Sumpah Pemuda, mungkin perlu kita pertanyakan apakah Sumpah Pemuda benar-benar telah dihayati oleh kita semua? Memang, selama ini upacara-upacara peringatan sumpah pemuda masih ada. Namun, kebanyakan hanyalah bersifat ritual dan rutine yang mungkin tidak ada “api”-nya lagi. Dan tidak bisa dipungkiri lagi bahwa disaat ini jangankan mengerti dan memahami arti pentingnya dari sumpah pemuda, untuk sekedar isi dari sumpah pemuda itu sendiri terkadang diantara kita banyak yang tidak tahu (tidak hapal). Hal serupa yang saya alami pun terkadang menjadi lupa karena akibat dari kesenjangan berbagai kondisi yang ada.</p>
<p>Ketika beraneka-ragam kecenderungan permusuhan atau perpecahan mulai nampak membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa kita, maka mengisi Hari Sumpah Pemuda dengan jiwa aslinya adalah amat penting. Suara-suara negatif sebagai akibat interpretasi yang salah tentunya akan mengkhianati jiwa Sumpah Pemuda. Seperti halnya pernyataan dan kegiatan-kegiatan sebagian dari golongan tertentu yang dipertontonkan media televisi ataupun surat kabar.</p>
<p>Padahal dengan semangat dan jiwa asli Sumpah Pemuda yang dicetuskan dalam tahun 1928 itu, kita seharusnya berusaha bersama-sama untuk menjadikan Indonesia ini sebagai milik kita bersama. Sumpah Pemuda telah meng-ikrarkan bahwa kita adalah satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa. Tetapi, Sumpah Pemuda hanya bisa betul-betul dihayati atau dipatuhi, kalau semua merasa mendapat perlakuan yang adil. Sumpah Pemuda hanya bisa betul-betul diakui atau ditaati secara bersama dengan sepenuh hati, kalau semua merasa dihargai setara. Merupakan pengkhianatan terhadap Sumpah Pemuda jikalau ada golongan yang mau memaksakan secara sewenang-wenang faham keagamaannya atau aliran politiknya.</p>
<p>Sekarang ini, Sumpah Pemuda masih perlu kita kibarkan terus, dalam menghadapi berbagai persoalan nasional maupun ingernasional. Negara dan bangsa yang sudah dirusak secara besar-besaran harus kita bangun kembali lewat reformasi di segala bidang. Kita semua sedang menghadapi berbagai akibat globalisasi ekonomi dan globalisasi komunikasi. Kita juga sedang menghadapi berbagai dampak dari aksi-aksi terorisme, baik yang dilakukan di tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p>Kita semua perlu berusaha bersama-sama meghidupkan kembali “api” Sumpah Pemuda. Semangat perjuangan HOS Tjokroaminoto, H. Agus Salim yang disalurkan lewat Sarekat Islam dan Muhammadiyah, patut dikenang terus. Demikian juga semangat Amir Syarifuddin, yang sebagai orang Kristen dan komunis telah menggunakan GAPI (Gabungan Politik Indonesia) untuk meneruskan perjuangan melawan Belanda (dan kemudian melawan Jepang lewat gerakan di bawah-tanah).</p>
<p>Aspek-aspek penting inilah yang harus kita camkan bersama-sama dalam hati kita masing-masing, ketika dewasa ini negara dan bangsa kita sedang menghadapi berbagai krisis. Sebab, kecenderungan-kecenderungan negatif sudah makin terdengar di sana-sini, yang bisa membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa kita. Misalnya saja sebagian dari golongan reaksioner Islam telah memunculkan isyu-isyu keagamaan yang berbahaya. Wallahualam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/mengenang-sumpah-pemuda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

