KIP's Bandung

Economic's Articles

17
Mar

Tertulis dalam “Sang Nabi” karya Kahlil Gibran, “Manusia-manusia yang tidak pernah miskin, sedikit kaitannya degan tingkatan material atau spiritual seseorang, melainkan lebih pada seberapa baik dan seberapa bisa ia menikmati dan mensyukuri hidupnya. Begitu kemampuan menikmati dan mensyukuri terakhir melekat dalam kehidupan seseorang, maka masuklah ia dalam kelompok manusia yang tidak akan pernah miskin.”

Kalau menyimak paragraf diatas mungkin sedikit menghibur, dimana kekayaan tidak melulu dipandang dari segi materi melainkan dari kemampuan menikmati dan mensyukurinya. Tetapi sangat mendasar sekali, bukan karena tidak dapat mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan, pada kenyataannya sangatlah terdapat kesenjangan sosial yang cukup tinggi, yang mana “si miskin materi” kerap kali kesulitan untuk menyeimbangkan diri dengan “si kaya harta.”

Demi asa tersisa, mengacuhkan segala situasi yang ada, mencoba menunjukan bahwa betapa besar hasrat untuk dapat meraih kebebasan finansial. Dari gambar yang ada, kasihan banget ya, cuma serebu perak lebih dikit tuh, kalaupun ada yang sudi menambahkan, gak malu kok, dengan senang hati silahkan he….

Mencoba mengupas masalah finansial rasanya cukup perlu, ini hanya sekedar mengingatkan pada diri sendiri saja, dengan harapan menjadi motivasi untuk dapat memahami dan me-managemasalah finacial dengan baik. Syukur-syukur dapat bermakna bagi yang sudi membacanya he…

Saya rasa dalam hidup ini bukanlah hal yang ganjil jika semua dari kita ingin kaya, apalagi jika di pandang dari sudut umum realitas kehidupan yang berjalan. Dengan cakupan global yang tidak memandang segi kelas pada masyarakat, baik yang memahami detail mengenai makna kaya yang sebenarnya ataupun bagi yang belum memahaminya dimana mengidentikan makna kaya itu hanya pada harta benda belaka. Bagi yang berwawasan luas pemahamannya mungkin sudah diluar kepala. Disini hanya mencoba menuangkan sedikit gambaran yang tersirat dalam benak (persepsi atau asumsi yang tidak pasti) mengenai apa bedanya kaya (rich) dan makmur (wealthy )?

22
Oct

Money Illusion

Related entries: Economic   Tags:,

Jika saat ini menyimpan uang pada deposito perbankan, perlukah peduli tentang topik ini? he…

Money Illusion, Ilusi uang.

Cerita kurang lebihnya mungkin seperti ini. Uang Rp 300 juta didepositokan di bank dengan bunga 10% pertahun. Berarti bunga bersihnya 8% karena ada pajak 20% atas bunga.

Setelah lima tahun uang sudah beranak pinak menjadi sekitar Rp 440,8 juta. Jika nominal uang dipakai sebagai ukuran, maka uang bertambah banyak hampir satu setengah kali lipat. Permasalahannya: apakah berarti pula telah beruntung satu setengah kali lipat dari lima tahun sebelumnya?


Free Translation Widget

Cigarettespay day loan

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Money Illusion
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Money Illusion
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us