Archive for the 'Cultural' Category



Ngamumule basa, Seratan Bakat Ku….

Sunday 6 January 2008 @ 12:11 am

Basa SundaSaleresna mah sim abdi teh masih ngatog dina masalah ngadamel seratan. Ieu masih keneh lebeng, teu kaemutan upami bade ngawitan nyerat nu sae teh, ngawitanana kumaha sareng kedah kumaha oge supados hasilna sae. Tapi sigana upami teu ngawantunkeun diri mah salamina oge pasti moal tiasa-tiasa, janten ayeuna abdi ngawantun-wantun wae ngadamel seratan nu teu pararuguh panginten, sakedik ngacapruk oge ah teu sawios panginten da abdi mah nuju diajar keneh he….

Ieu oge bakat ku… ; (kesel kumargi sadidinten mung bengong teu pararuguh, bakatning ku teu aya damelaneun), (butuh atanapi peryogi pisan hiburan kan tiasa sareng surfing diinternet he..), (teu aya kaisin alias teu aya ka era kumawantun ieu abdi nya, padahal mah panginten teu aya nu malire hm..), (hoyong pisan tiasa ngadamel seratan nganggo basa Sunda, etang-etang diajar sareng ngamumule basa daerah nu tos tangtos janten akar budaya nasional hmm…).

Continue Reading »
Ngamumule basa, Seratan Bakat Ku….




Seks Dan Karya Sastra

Saturday 27 October 2007 @ 9:56 pm

sexMemperhatikan eksplorasi seks dalam dunia sastra. Apakah ini merupakan suatu bentuk kemunduran moral bangsa atau kemajuan moral bangsa? Jika diantara kita sudah berani terbuka mengungkapkan masalah yang selama ini dinggap tabu kepada khalayak ramai. Satu hal dari situasi ini dengan adanya memegang prinsip bahwa ini atau itu adalah sebuah bentuk karya seni (sastra). Jawabannya kita kembalikan lagi kepada setiap individu, tentunya akan berbeda-beda.

Meski dibatasi dengan adanya pembatasan atau peringatan seperti halnya tulisan “khusus bacaan diatas 18 th”, tetapi kenyataannya sangatlah sulit membendung atau memilah apakah orang yang berkeinginan untuk mengkonsumsi itu usianya dibawah atau diatas 18 tahun. Realistis aja budaya dikehidupan sehari-hari bangsa ini seperti apa, kita bisa melihat sanksi atau apalah yang berkaitan dengan hal ini sebagai efek dari orang yang belum berhak mengkonsumsi karya tersebut. Pastinya bisa kita sadari seperti apa.

Seorang penulis dengan keberaniannya untuk mengeksplorasi tema-tema seksualitas dalam karya novel maupun cerpennya mengundang kontroversi. Toh, ia tetap tak panik menanggapinya. Baginya, menyikapi masalah seksualitas haruslah disikapi secara dewasa.

Jenar Mahesa Ayu adalah salah seorang pengarang wanita Indonesia yang dianggap sebagai pendobrak tabu, lantaran keberaniannya mengeksplorasi tema-tema seksual dalam karya-karya novel maupun cerpennya. la juga berada dalam barisan pengarang wanita yang getol memperjuangkan persamaan gender dan feminisme.

Continue Reading »
Seks Dan Karya Sastra




Kuda Lumping Dari Gunung Manglayang

Sunday 11 March 2007 @ 7:14 pm

Kuda LumpingSelain beberapa kesenian tradisonal sunda seperti Degung, Longser, benjang, kuda ronggeng atau tayuban lainnya, ada satu kesenian yang tidak kalah tersohor dikalangan masyarakat sunda yaitu “Kuda Lumping”.

Dari pamor yang ada ini menembus ke berbagai kalangan tentunya seperti halnya di ceritakan dalam bait-bait lagu yang tidak melewatkan kesempatan dengan mengambil tema masalah kuda lumping ini sebagai syair atau lirik lagu.

Sebagai contoh, Desa Ciwaru yang terletak di kaki Gunung Manglayang, Kabupaten Bandung, Jabar, masih terkenal dengan adanya kesenian kuda lumping yang memeriahkan berbagai hajatan/khitanan.

Continue Reading »
Kuda Lumping Dari Gunung Manglayang




Seni Beladiri Benjoungs

Tuesday 13 February 2007 @ 12:45 pm

BenjangBenjang merupakan suatu bentuk permainan tradisional yang tergolong jenis pertunjukan rakyat. Permainan tersebut berkembang (hidup) di sekitar Kecamatan Ujungberung, Cibolerang, dan Cinunuk yang mulanya kesenian ini berasal dari pondok pesantren, yaitu sejenis kesenian tradisional yang bernapaskan keagamaan (Islam), dihubungkan dengan religi, benjang dapat dipakai sebagai media atau alat untuk mendekatkan diri dengan Kholiqnya sebab sebelum pertunjukan, pemain benjang selalu melaksanakan tatacara dengan membaca do’a-do’a agar dalam pertunjukan benjang tersebut selamat tidak ada gangguan.

Adapun alat yang digunakan dalam benjang terdiri dari Terbang, Gendang (kendang), Pingprung, Kempring, Kempul, Kecrek, Terompet (Tarompet), dan dilengkapi pula dengan bedug dan lagu sunda.

Continue Reading »
Seni Beladiri Benjoungs





Advertisement

Visitors

Links


Google