Sangatlah tidak mudah untuk merintis sebuah usaha, selain lebih kompleks dengan berbagai kompetitor, juga memiliki risiko yang besar meskipun peluangnya itu sendiri masih besar. Diluar itu pun biasanya modal menjadi kendala utama.
Nah, belajar mengenal kemungkinan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha tentunya tidak melulu harus dari yang sukses saja. Saya yakin, karena saya sendiri telah mengalami kegagalan di waktu lalu, ada sedikit pengalaman yang mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan jika ingin belajar mendirikan sebuah usaha. Tentunya disini saya tidak bermaksud menggurui, karena saya sendiri pun tidak termasuk kedalam orang yang berhasil, paling tidak sebagai gambaran mengenai yang pernah dialami saja.
Bagi rekan-rekan yang tertarik membuka usaha sendiri, sebaiknya perlu memperhatikan beberapa langkah awal untuk membuka usaha tersebut, diantaranya:
Kegagalan usaha tentunya bukan suatu hal yang memalukan, tetapi justru merupakan tonggak untuk memperhatikan usaha apa yang sekiranya cocok dan akan berjalan lancar. Oleh karena itu saya tak segan-segan mengungkapkan kergagalan yang pernah dialami. Setidaknya jadi bahan pertimbangan bagi langkah yang mau diambil berikutnya, mudah-mudahan tidak menjadikan munculnya rasa takut dengan istilah kegagalan dalam memulai usaha, dan menjadikan cambuk untuk memulai usaha yang akan dijalankan.
Langkah demi langkah di awal tahun ini telah kita lalui, semoga kita semua mempunyai semangat baru, sehingga dapat memperbaiki ketinggalan-ketinggalan kita sebelumnya. Hal-hal yang belum tercapai di tahun sebelumnya selayaknyalah kita perjuangan di tahun yang mulai berjalan ini.
Sungguh tak terasa hidup ini telah ditempuh bertahun-tahun, hal ini berarti menandakan kita masih dapat menikmatinya. Meskipun terjalnya jalan yang harus dilalui, pastinya tidak dijadikan penyebab hidup ini harus berhenti. Misalnya saja dalam dunia pekerjaan atau usaha, pernah merasakan puasnya hasil yang diinginkan dan tentunya pernah pula menemukan batu-batu sandungan.
Khusus berkaitan pada dunia usaha, mengingat semakin banyaknya berbagai hal yang dapat mempengaruhinya, lantas perlukah arti pentingnya enterprenership itu ada pada diri kita?
Pernahkah merasa terjebak oleh rutinitas pekerjaan sehari-hari? Tetunya tidak semua orang mengalaminya. Mungkin saya pernah merasakan terjebak pada kondisi seperti itu, pada kondisi tersebut saya sangat jarang sekali melakukan aktivitas tambahan misalnya saja jalan-jalan disekitar pusat kota, sampai-sampai tempat yang biasa dikunjungi hampir tiap hari begitu terasa asing ketika saya mengunjuginya kembali.
Mungkin selain saya, terdapat tidak sedikit orang yang terjebak dengan rutinitas pekerjaan setiap harinya dan yang pada akhimya merasakan kebosanan. Hal ini umumnya terjadi karena melakukan hal yang sama dengan cara yang sama setiap harinya. Tidak ada motivasi untuk melakukan sesuatu yang baru yang lebih besar. Kita masuk ke dalam zona kenyamanan ataupun faktor lainnya.
Setiap detik kita berpikir terhadap suatu keinginan yang harus dicapai. Satu tergapai, muncul asa yang lainnya. Begitu pun asa kedua terpuaskan, hadirlah hasrat berikutnya. Begitu dan terus begitu selanjutnya dalam kenyataan hidup yang ada. Lalu, dimanakah akhir batasannya? Setelah nafas berhenti berhembus, jantung berhenti berdetak mungkin sebuah jawabannya.
Misalkan saja dalam sebuah pekerjaan atau karir, mencapai posisi puncak di usia tertentu (dalam usia muda), tentunya menjadi suatu prestasi yang gemilang. Namun ada kalanya merasa kehilangan excitement, pada situasi tertentu, merasa kehilangan gairah karena suatu keadaan, misalnya tingkat kejenuhan. Beruntunglah bagi semua yang dapat mengatasi untuk tidak merasakan kehilangan excitemnt -nya yang diakibatkan berbagai hal.