KIP's Bandung

Articles's Articles

“Puasa Seks, Tingkatkan Kualitas Sperma?”

“Beberapa pria beranggapan puasa seks atau tak melakukan hubungan seksual sama sekali selama berminggu-minggu adalah hal terbaik untuk kesehatan sperma. Sebuah anggapan keliru, karena tak melakukan seks selama dua hari akan lebih baik ketimbang berpantang seks selama berminggu-minggu, ” jelas Dr Eliyaho Levitas, ilmuwan yang mengepalai penelitian dan mempresentasikan hasil penelitiannya dalam sebuah konferensi kesuburan di Denmark.

Berpantang seks selama berminggu-minggu bisa menengkatkan kualitas sperma? Sebuah anggapan yang selama ini telah diyakini sebagian pria.

Sebenarnya anggapan ‘puasa seks’ atau tak melakukan aktivitas seks sama sekali bisa meningkatkan kualitas sperma dan membantu meningkatkan kehamilan adalah anggapan keliru. Sebuah studi yang dilakukan ilmuwan Israel menyebutkan tidak melakukan aktivitas seks dalam jangka waktu lama justru akan mengurangi kualitas sperma, terutama jika mereka termasuk pria dengan jumlah sperma rendah. Penelitian yang dilakukan di Soroka University Hospital ini meneliti sekitar 1800 sample sperma yang diambil dari 900 pria. Studi ini menyebutkan bahwa tidak melakukan hubungan seksual selama satu hari dinilai paling baik untuk kesehatan kualitas sperma pria.

22
Aug

Berkawan Buku

Related entries: Articles   Tags:,

“Buku adalah teman bicara yang tidak mendahuluimu. Teman bicara yang tidak memanggilmu ketika kamu bekerja. Teman bicara yang tidak memaksamu berdandan ketika menghadapinya. Teman kencan yang tidak menyanjungmu. Penasihat yang tidak mencari-cari kesalahan.”

Seorang trainer terkenal ditanya, “Apa kunci kesuksesan Anda?” Ia menjawab, “Saya selalu belajar pada yang terbaik.” Dilihat secara materi dan popularitasnya, trainer ini memang sangat luar biasa, bisnisnya berkembang pesat, penghasilannya wah, popularitasnya sedang naik, ilmunya luas, semangatnya pun se1alu mengge1ora, tak heran jika ia se1alu tampil enerjik.

Ternyata, salah satu kunci suksesnya adalah memiliki semangat belajar yang tinggi. Tidak tanggung-tanggung, ia selalu belajar pada yang terbaik di bidangnya. Tentu tidak mudah. Untuk mempraktikkannya, ia harus mengorbankan banyak hal : waktu, tenaga, biaya, pikiran, dan sebagainya. Ingin terampil bisnis, ia terbang ke luar negeri untuk belajar pada praktisi bisnis kaliber dunia. Konsekuensinya, ia harus merogoh ratusan hingga ribuan dolar Amerika. Demikian pula ketika ingin menjadi pembicara top dan menjadi pakar dalam bidang pengembangan diri, ia akan berusaha belajar pada yang terbaik dengan segala konsekuensinya. Katanya, “Kalau kita belajar pada yang terbaik di dunia, minimal kita bisa jadi yang terbaik di lingkungan sendiri.

23
Mar

Karier mentok? Sudahkah Berinvestasi pada Diri Sendiri?

Seorang salesman sukses datang pada saya: “Perusahaan ini maunya apa, sih? Saya sudah bekerja selama 5 tahun, selalu mencapai target, tidak pernah dinaikkan pangkat. Malahan, target saya setiap semester dinaikkan. Apa perusahaan mau menyaksikan kegagalan saya? Karier saya mentok di perusahaan ini….”

Secara logis tidak ada perusahaan yang ingin ‘menggencet’ karier seseorang, namun ada beberapa hal yang menyebabkan individu merasakan keterhambatan karier. Bisa saja kompetensinya bagus di bidang penjualan, tetapi di bidang penyeliaan dan manajerial dia lupa mengembangkan diri. Terkadang kita terlena pada rutinitas dan penghasilan tetap, sehingga merasa bahwa tidak ada jalan untuk membuat nilai tambah pada diri sendiri secara sadar dan terencana. Tepat pada saat kita merasa ‘helpless’ itulah karier kita memang betul mentok. Padahal sebagal profesional, kita harus berkembang bagaikan mesin yang selalu ter-’tune up’ dan siap menanggung beban tantangan terkini.

Semua upaya sudah dikerahkan, namun tak kunjung membawa hasil, alias karir jalan di tempat? Barangkali ada faktor penghambat promosi tanpa kita sadari. Diantaranya :

1. Defensif
kita merasa tersinggung dan sakit hati setiap ada kritikan dialamatkan pada kita. Menganggap pendapat kita adalah yang paling benar, orang lain salah. Solusi: Ketimbang selalu membela diri dan cari-cari kesalahan orang lain, bersikaplah ksatria dengan meminta maaf jika bersalah. Kalau atasan atau rekan menegur karena kita keliru, terima dengan dada lapang.

2. Kekanakan
Kantor bukanlah rumah atau sarang yang nyaman bagi kita untuk bersikap kekanakan. Begitu menerima tugas yang agak berat, atau sedikit meleset dari job desc, muka langsung masam. Solusi: Berpikirlah positif, anggaplah tugas itu sebagai pembelajaran untuk memperkaya pengalaman kita.

Page 6 of 6« First...Back23456

Free Translation Widget

Cigarettespay day loan

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Kenali Faktor Penghambat Karier
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Kenali Faktor Penghambat Karier
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us