KIP's Bandung

Articles's Articles

27
Feb

Andai saja ada dua pilihan dan mencoba mebayangkannya, pilihan tersebut misalnya:

Pertama. Kita sudah menggeluti olahraga sepeda ini sejak usia anak-anak. Olahraga ini sudah khatam dijalani. Dan saat ini karir olahraga kita melejit. Beberapa perusahaan rebutan kontrak sponsorship dengan kita. Dana mengucur deras kekantong tetapi mendadak kita harus terpaksa dirawat.

Kedua. Usai menjalani diagnosis, kita divonis kena kanker ganas dan sudah menjalar ke paru-paru dan otak kita. Kata dokter, harapan hidup tinggal 40%. Padahal, baru berusia 25 tahun, usia produktif. Lalu apa yang bakal kita lakukan? Menyerah, mundur dari olahraga, dan mengutuki Tuhan? Atau justru memacu kita semakin bersemangat untuk menciptakan momen spektakuler dalam sisa waktu ini?

01
Feb

Pagi ini saya menuangkan sedikit kekhawatiran mengenai peradaban (etika) yang berkembang di kota besar selama ini. Teringat sorang teman yang mengalami perlakuan yang tidak sepatutnya terjadi.

Ceritanya dia berkunjung ketempat temannya dengan tujuan memberikan sesuatu (barang). Berhubung yang dituju tidak ada dan dia pun terburu-buru dengan keperluan yang lain, maka berinisiatif menitipkan barang tersebut kepada tetangga temannya yang dituju itu. Namun apa sambutan yang didapat? Hanyalah sebuah makian semata.

Walaupun tak dapat digolongkan sebagai ancaman dan bahaya, keterlibatan kita dalam kehidupan di kota besar membawa beberapa konsekuensi yang layak diwaspadai. Apa yang yang kita lakukan terus menerus selalu membawa dampak yang meskipun pada awalnya kurang berarti, tetapi secara akumulatif pada akhirnya kadang-kadang bisa termasuk merugikan, jika tak dapat dikatakan berbahaya.

Angkatan kerja yang besar dan menumpuk di kota jelas menjadi masalah sosial tersendiri yang mesti ditangani dengan baik dan bijaksana. Urbanisasi lebih sering disebut-sebut sebagai dampak negatif daripada dipahami sebagai akibat wajar dari besarnya permintaan tenaga kerja kasar di kota besar. Emangnya kalau tak ada Udin dari Cilacap atau Ngatini dari Gunung Kidul, siapa yang bisa diminta ikut membangun gedung beringkat? Siapa yang mau mengangkut sampah-sampah yang beserakan?

03
Jan

Bicara tahun baru, semua pastinya mempunyai keinginan-keinginan untuk mencapai sesuatu yang tertunda atau pun keinginan-keinginan yang baru. Berbagai resolusi pun biasanya diingat bahkan mungkin ada yang mencatatnya. Hal ini wajar-wajar saja sih, yang mungkin bisa merupakan motivasi atau dorongan untuk mencapai keinginan-keinginan tersebut.

Satu hal yang patut kita ingat, yakni waktu. Karena waktu merupakan komponen yang sangat vital dalam kehidupan ini. Pentingnya peranan waktu sering Allah ingatkan dalam AlQuran. Waktu pun tidak akan pernah luput menyertai kita, oleh karena itu kita harus benar-benar menempatkan waktu pada komponen penting prioritas hidup.

25
Dec

Sebelum memulai blogging lagi saya sempet bertanya kepada beberapa temen dekat mengenai warna dalam website yang akan dipakai.

Meskipun saya tahu bahwa hal ini tidaklah mutlak harus sesuai dengan kondisi tertentu karena pengunjung web biasanya menggunakan monitor berbeda, browsers berbeda, dan sistem operasi berbeda. Itu hampir mustahil untuk memastikan bahwa warna yang dibuat akan sama pada tiap-tiap komputer seperti halnya sedang dicetak.

12
Nov

Masih tentang aliran-aliran baru yang merupakan aliran-aliran aneh khususnya bagi orang awam seperti saya, tetapi menurut para cendekiawan pun merupakan aliran-aliran sesat.

Sejak 2001 hingga 2007, sedikitnya ada 250 aliran sesat yang berkembang di Indonesia. 50 aliran di antaranya tumbuh subar di Jawa Barat. Sungguh menyedihkan rasanya, dan selaku orang Jawa Barat merasa prihatin tentang hal ini.

Maraknya aliran sesat di Indonesia, karena hukuman terhadap pimpinan aliran sesat terlalu ringan. Umumnya mereka dijerat dengan pasal 156 dan 156 a KUHP tentang penodaan agama, dengan hukuman maksimal 3 tahun. Akibat hukuman yang terlalu ringan inilah yang mungkin menyebabkan aliran-aliran yang meresahkan masyarakat selalu muncul kembali. Ringannya hukuman tersebut merupakan bentuk lain dari pengakuan secara tidak langsung, terhadap aliran-aliran sesat yang selalu muncul.

Page 4 of 6« First...Back23456Next

Free Translation Widget

Cigarettespay day loan

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Tidak Jera dengan Hukum Yang Ada
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Tidak Jera dengan Hukum Yang Ada
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us