<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Articles</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/kategori/articles/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Aug 2010 20:02:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Motivasi Diri dengan Afirmasi</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/motivasi-diri-dengan-afirmasi.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/motivasi-diri-dengan-afirmasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 17:55:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Afirmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3012</guid>
		<description><![CDATA[Setiap hari pikiran kita dipenuhi dengan beragam hal, mungkin itu merupakan pikiran positif dan mendorong kita pada sesuatu yang sifatnya konstruktif  tapi bisa juga sebaliknya. Karena itu jika yang muncul kemudian hal-hal yang negatif, segeralah hapus dengan pikiran-pikiran positif lalu fokuskan pada apa yang kita inginkan saja. Tegaskan hanya apa yang diinginkan! Bagaimana pun, seseorang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://kipsaint.com/isi/mengaktifkan-potensi-dan-kekuatan-dalam-diri.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengaktifkan Potensi dan Kekuatan dalam Diri'>Mengaktifkan Potensi dan Kekuatan dalam Diri</a> <small>Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/08/Affirm.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3027" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Affirm" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/08/Affirm.jpg" alt="" width="150" height="190" /></a>Setiap hari pikiran kita dipenuhi dengan beragam hal, mungkin itu merupakan pikiran positif dan mendorong kita pada sesuatu yang sifatnya konstruktif  tapi bisa juga sebaliknya. Karena itu jika yang muncul kemudian hal-hal yang negatif, segeralah hapus dengan pikiran-pikiran positif lalu fokuskan pada apa yang kita inginkan saja. Tegaskan hanya apa yang diinginkan! Bagaimana pun, seseorang termotivasi untuk melakukan kerja terbaiknya dapat terdorong oleh berbagai hal. Diantaranya, karena memiliki ambisi untuk mencapai target tertentu demi masa depan yang lebih baik sehingga memunculkan motivasi dengan sendirinya secara langsung, selain itu ada juga yang terdorong oleh rasa takut karena terancam sehingga secara tidak langsung memacu diri melakukan kinerja terbaiknya demi mengatasi rasa takut atas ancaman yang ada.</p>
<p>Motivasi-motivasi tersebut, selain dalam ruang lingkup personal juga banyak dijumpai dalam dunia kerja maupun atau dunia bisnis. Motivasi yang datang dari diri sendiri itu sangat penting, dimana dapat muncul karena ambisi atas keinginanya yang lebih baik. Sebagai contoh, seorang staf mengetahui bahwa jika ia melebihi target yang dibebankan padanya, gajinya atau posisinya akan segera naik. Atau jika seorang <em>supplier </em>merasa bahwa seandainya ia bisa memenuhi targetnya dengan tepat waktu dan kualitasnya terjaga maka mitranya akan menambah pesanan. Bahkan bukan mustahil akan mendapatkan proyek baru. Lalu ia terpacu bekerja sebaik-baiknya. Motivasi ini menurut motivator Steve Brunkhorst, merupakan motivasi yang lebih baik dan lebih kuat. Motivasi karena terdorong oleh ambisi diri sendiri cenderung memiliki energi lebih besar dan jauh lebih mendorong kreativitas dibanding motivasi karena terdorong rasa takut. Kehadiran motivasi karena ambisi biasanya terjadi  karena ingin mengejar penghargaan, imbalan besar, atau sukses tertentu. Motivasi tersebut dapat ditandakan dengan perasaan “Saya bisa …” atau “Saya mau …”.<br />
<span id="more-3012"></span></p>
<p>Sementara motivasi yang hadir karena rasa takut, misalnya seorang staf ditakut-takuti akan dipindahkan atau dipecat jika target yang dibebankan kepadanya tak tercapai, akhirnya karena takut tersebut ia bisa mencapai target itu. Atau juga seorang pebisnis kerap mengancam <em>supplier</em>-nya, jika gagal memenuhi target kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu maka ia akan diganti (akan mencari <em>supplier </em>baru). Ketakutan itu membuat <em>supplier </em>tersebut berusaha mati-matian memenuhi targetnya. Kehadiran motivasi karena rasa takut biasanya terjadi karena ingin menghindari denda, hukuman, atau kegagalan. Motivasi tersebut biasanya ditandakan dengan perasaan “Saya harus …”.</p>
<p>Menurut Brunkhorst, sebaiknya kita fokuskan diri pada ambisi kita setiap hari agar kesuksesan bisa diraih. Ia mengambil contoh Seorang kliennya mengeluhkan kalau ia mulai tak menyukai pekerjaannya setelah kurang mendapat apresiasi. Namun klien itu tak bisa berontak karena takut tak bisa mendapatkan pekerjaan baru. Akhirnya hidup berkecamuk anatara tak suka dengan pekerjaan itu dan desakan rasa takut yang mencoba meyakinkan bahwa sebenarnya dia bisa tahan dengan pekerjaan itu. Lalu si klien diminta menegaskan (afirmasi) apa sebenarnya yang menjadi keinginannya. Setelah itu ia diminta fokus pada keinginannya tersebut serta menelaah apa saja kemampuannya. Dalam jangka waktu beberapa bulan setelah itu, klien tersebut sudah pindah pada satu pekerjaan yang lebih baik di perusahaan lain yang lebih mengapresiasinya. Karena itu, kata Brunkhorst, jangan khawatir pada hasil yang akan didapat. Sepanjang kita fokus pada keinginan kita dan berpikiran positif terhadap bakat dan potensi yang dimiliki, maka keinginan itu akan tercapai. Akan selalu ada jalan menuju sukses bagi orang yang berpikiran positif. Nah, menurut dia, afirmasi itulah kuncinya.</p>
<p>Afirmasi atau “<em>affirmation</em>” berasal dari kata  “<em>affirm</em>” yang menurut kamus Merriam-Webster berarti “<em>to make firm</em>”, atau  membuat sesuatu menjadi kokoh atau kuat. Afirmasi adalah pernyataan yang diulang-ulang baik secara verbal atau  dalam hati, merupakan pernyataan emosional yang akan membawa seseorang  untuk berpikir dan beraksi. Afirmasi merupakan suatu teknik yang bisa memperkuat pikiran bawah sadar  kita. Jika kita terus melakukan afirmasi positif (menyampaikan  hal-hal positif) pada diri kita, maka pikiran bawah sadar kita akan  terbiasa oleh afirmasi positif tersebut. Setelah kita benar-benar  percaya dan yakin akan hal-hal positif tersebut, maka kemudian pikiran  sadar kita akan mengubahnya menjadi tindakan positif yang nyata. Dengan  melakukan afirmasi positif, maka kita dapat menjadi seseorang yang  percaya diri, dan kita juga akan dapat melakukan sesuatu dengan lebih  baik. Jadi afirmasi itu sangat efektif untuk mengembangkan dan memperkuat cara pikir dan bertindak efektif untuk mencapai tujuan atau kebutuhan.</p>
<p>Afirmasi akan efektif ketika dikombinasikan dengan emosi yang kuat dan bayangan yang menyenangkan mengenai penglihatan, suara, bau, rasa, atau sentuhan. Afirmasi yang efektif adalah yang menyebutkan apa yang kita inginkan. Lalu pada saat yang sama kita membayangkan bagaimana rasanya dan bagaimana puasnya jika itu didapat. Keyakinan akan sesuatu yang bisa dicapai, bayangan sesuatu yang menyenangkan, dan emosi yang menyertainya merupakan elemen penting afirmasi yang efektif. Dengan banyak latihan kita akan mudah menghadirkan ketiga elemen itu dengan cepat. Contoh latihannya, misalnya, bayangkan bagaimana rasanya saat kita berhasil melakukan sesuatu. Perasaan ini bisa terus dihidupkan dengan mengingat kesuksesan-kesuksesan lainnya. Bayangkan bagaimana rasanya saat kita merasa bebas, penuh percaya diri, dan kreatif dan sebagainya.</p>
<p>Wallahu a’lam bissawaab.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kipsaint.com/isi/mengaktifkan-potensi-dan-kekuatan-dalam-diri.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengaktifkan Potensi dan Kekuatan dalam Diri'>Mengaktifkan Potensi dan Kekuatan dalam Diri</a> <small>Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/motivasi-diri-dengan-afirmasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Pemahaman Isra Mi&#8217;raj diantara Sains dan Wahyu</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/membangun-pemahaman-isra-miraj-diantara-sains-dan-wahyu.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/membangun-pemahaman-isra-miraj-diantara-sains-dan-wahyu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 13:46:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Isra Miraj]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=2974</guid>
		<description><![CDATA[Harapan dari Peringatan Isra Mi&#8217;raj tahun 2010 tepatnya hari sabtu, 10-07-2010, semoga tidak hanya dijadikan momentum tunduknya akal pikiran kepada keimanan saja, tetapi juga kepada kesadaran akan pentingnya akal pikiran yang jernih dalam menerima pesan-pesan Ilahi sehingga terbangun sikap keberagamaan yang bijak, yakni mengendalikan akal pikiran dengan keimanan agar tidak kering dari nilai-nilai spiritualitas dan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harapan dari Peringatan Isra Mi&#8217;raj tahun 2010 tepatnya hari sabtu, 10-07-2010, semoga tidak hanya dijadikan momentum tunduknya akal pikiran kepada  keimanan saja, tetapi juga kepada kesadaran akan pentingnya akal pikiran yang  jernih dalam menerima pesan-pesan Ilahi sehingga terbangun sikap keberagamaan yang bijak, yakni  mengendalikan akal pikiran dengan keimanan agar tidak kering dari nilai-nilai  spiritualitas dan mendasari keimanan dengan pijakan rasionalitas logika agar  tidak terkotori oleh mitos-mitos tahayul.</p>
<p>Pentingnya pemahaman makna secara utuh dikarenakan masih  adanya kalangan yang menilai peristiwa Isra Mi&#8217;raj sebagai peristiwa tunduknya  akal kepada keimanan belaka. Maka obyektivitas peristiwa itu hanya bisa diterima  melalui keyakinan akan kebenaran wahyu. Hal tersebut menunjukan bahwasanya kekuatan akal tidak diberi  kebebasan untuk berintervensi didalamnya.</p>
<p>Bagi kalangan tertentu, hal tersebut bukan persoalan  rumit mengingat peristiwa ini adalah berita yang datang dari wahyu (al-Isra,  17:1). Namun, terdapat sebagian kalangan lain peristiwa tersebut merupakan sebuah dilema antara  doktrin agama dan rasionalitas logika. Melihat kenyataan tersebut, peringatan  Isra Mi&#8217;raj yang secara rutin dilakukan oleh banyak kalangan muslimin  secara langsung mengingatkan pada &#8220;konflik&#8221; antara sains dan wahyu.  Pasalnya, peristiwa bercorak supranatural semacam Isra Mi&#8217;raj merupakan persoalan  yang sulit untuk dijelaskan secara rasional-empiris.<span id="more-2974"></span></p>
<p>Jika diteropong dengan paradigma ala abad pertengahan  sampai akhir abad ke-13 yang cenderung mistisistis-spiritualis, peristiwa  ini tidaklah sulit untuk dipahami dan diterima secara obyektif. Karena  perjalanan suci ini melibatkan sosok manusia suci, Muhammad SAW. Namun, pada era  Renaisans awal abad ke-14, ketika peradaban umat manusia didominasi oleh  paradigma sekulalrisme yang memberikan label pemisah antara kehidupan dengan  urusan agama dan akhirat, obyektivitas peristiwa semacam Isra Mi&#8217;raj  mulai tergoyah oleh pemikiran yang rasionalis. Dimana, pemikiran rasional-positif hanya  menerima kebenaran ketika ia dapat dijelaskan secara logis dan dapat dibuktikan  secara empiris. Lantas, memasuki abad ke-20 terjadi revolusi paradigma sains  modern yang dipelopori oleh saintis ternama, Albert Einstein. Dalam  pandangannya, keyakinan akan peristiwa-peristiwa supranatural semacam itu  terletak pada ranah yang belum dapat dijustifikasi oleh sains.</p>
<p>Jadi, dalam konteks momentum Isra Mi&#8217;raj diharapkan adanya pemahaman yang dapat menjembatani dua paradigma yang bersebrangan,  sains modern dan wahyu yang berlanjut terhadap adanya pemahaman  tentang kedalaman makna transendensi Isra Mi&#8217;raj secara utuh. Sebab jika  meneropong Isra Miraj dengan rasionalitas logika tanpa melihat doktrin wahyu,  secara tidak langsung akan mereduksi nilai-nilai transenden yang terkandung  dibalik momentum supranatural tersebut. Sebaliknya meneropong Isra Mi&#8217;raj dengan  doktrin wahyu tanpa dasar-dasar rasionalitas logika, momentum supranatural  tersebut rawan dihinggapi mitos-mitos tahayul, sedangkan doktrin wahyu harus  tetap dijadikan sumber utama yang memberikan pasokan nilai-nilai transenden  dibalik peristiwa supranatural tersebut. Dengan demikian, paradigma sains akan  membawa umat beragama pada sikap keberagamaan yang cenderung rasional kritis,  tanpa harus menyingkirkan nilai-nilai transenden sakral yang menjadi salah-satu  fondasi agama (Islam).</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/membangun-pemahaman-isra-miraj-diantara-sains-dan-wahyu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengaktifkan Potensi dan Kekuatan dalam Diri</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/mengaktifkan-potensi-dan-kekuatan-dalam-diri.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/mengaktifkan-potensi-dan-kekuatan-dalam-diri.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 03:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Action]]></category>
		<category><![CDATA[Decision]]></category>
		<category><![CDATA[Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Emotional]]></category>
		<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Intellectual]]></category>
		<category><![CDATA[Kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Power]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=2884</guid>
		<description><![CDATA[Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar kemandirian hidup tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya. Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://kipsaint.com/isi/a-man%e2%80%99s-life-is-what-his-thought-make-of-it.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: A Man’s Life is What His Thought Make of It'>A Man’s Life is What His Thought Make of It</a> <small>Kehidupan manusia adalah bagaimana mereka memikirkannya, sebaris famous quote by...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/05/Potensi-Pikiran.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-2902" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Potensi Pikiran" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/05/Potensi-Pikiran.jpeg" alt="" width="150" height="150" /></a>Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar kemandirian hidup tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya. Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan diantaranya keputusan beraksi dan kadar tanggung-jawab atas sikap ingin &#8220;menjadi&#8221; (<em>to be</em>), &#8220;mengetahui&#8221; (<em>to know</em>), dan &#8220;melakukan&#8221; (<em>to do</em>). Dalam hal tersebut nampak jelas korelasi antara tinggi-rendahnya keinginan  kita untuk menjadi (<em>to be</em>) dan tinggi-rendahnya daya juang  kita mengalahkan tantangan, antara tingggi-rendahnya keinginan untuk mengetahui (<em>to know</em>) dan keputusan untuk  bertindak (<em>decision to do</em>), juga antara keinginan untuk melakukan (to do) dan kemampuan kita menjawab  (tanggung jawab). Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran semata, tetapi  lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya.</p>
<p>Terdapat point yang bisa dicermati dan digali berkaitan dengan potensi dan kekuatan dalam diri yang dapat dimaksimalkan hingga mendekatkan diri untuk dapat menjadi generasi yang memiliki prestasi dan senantiasa turut berperan dalam proses menuju sebuah perubahan/kemajuan, diantaranya:</p>
<p><em>Spiritual power</em> (kekuatan spiritual). Sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kekuatan ini berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta. Merupakan kemampuan potensial insan manusia yang menjadikan dirinya menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan cinta kepada sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.<span id="more-2884"></span></p>
<p><em>Emotional power</em> (kekuatan emosional). Kekuatan emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap  manusia. Kata “Emosi” menunjukan bahwa kita harus menyadari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang diinginkan. Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi  sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi tersebut. Sebuah fakta dalam transaksi jual-beli, perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok. Hal ini mudah dipahami karena seorang penjual yang tidak cerdas emosinya akan memikul gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Sementara konsumen ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, tentunya akan membeli dari penjual tersebut. Bagaimanapun, seorang konsumen ketika akan membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka ramah-tamah atau tidak memaksa).</p>
<p><em>True financial power</em> (kekuatan keuangan). Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Hal tersebut menuntut kita cerdas memahami fungsi dan peran uang agar uang itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri dalam setiap proses perjalanan hidup. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup, tetapi tidak sedikit orang gelap mata ketika melihat uang sehingga menjadikan sebuah lubang ancaman bagi keselamatan dirinya. Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.</p>
<p><em>Intellectual power</em> (kekuatan intelektual). Kedewasaan intelektual menjadi satu kekuatan pikiran yang menggambarkan potensi dan bakat manusia yang dapat digerakkan oleh kemampuan berpikir baik yang disadari maupun tidak disadari. Terkait dengan kekuatan intelektual seseorang dapat dilihat dari segi kemampuan berpikir yang logis, analisis, kreatif, dan inovatif sebagai perwujudan aktivitas otak manusia yang secara sadar melakukan proses berpikir dengan mengacu pada struktur pengkajian ilmiah.</p>
<p><em>Action power</em> (kekuatan bertindak ). Unsur mendasar dalam melakukan sesuatu adalah kecocokan. Perbuatan asal melakukan (beraktivitas sehari-hari) sudah dijalani oleh semua orang, jadi perlunya sebuah kecocokan dari apa yang diperbuat/dijalankan dengan faktor pengetahuan dan keinginan yang disesuaikan terhadap tujuannya untuk &#8216;menjadi&#8217;. Untuk tindakan tersebut jelas membutuhkan rumusan tujuan (<em>goal</em>), sasaran (<em>target</em>) dan perencanaan beraksi (<em>action plan</em>) sehingga tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.</p>
<p>Berharap menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu mensinergikan segala potensi yang telah Tuhan titipkan dengan tidak semata-mata mengejar target materi belaka, namun mampu menjadikan hidup dalam keterkaitanya dengan sesama lebih bermakna. Wallahu a’lam bissawaab.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kipsaint.com/isi/a-man%e2%80%99s-life-is-what-his-thought-make-of-it.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: A Man’s Life is What His Thought Make of It'>A Man’s Life is What His Thought Make of It</a> <small>Kehidupan manusia adalah bagaimana mereka memikirkannya, sebaris famous quote by...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/mengaktifkan-potensi-dan-kekuatan-dalam-diri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mobilitas Ummat Menjelang Lailatul Qadar</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/mobilitas-ummat-menjelang-lailatul-qadar.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/mobilitas-ummat-menjelang-lailatul-qadar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 04:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[i'tikaf]]></category>
		<category><![CDATA[Lailatul Qadar]]></category>
		<category><![CDATA[Mobilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[Tarawih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/mobilitas-ummat-menjelang-lailatul-qadar.html</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh tak terasa waktu bergulir begitu cepat, mungkin karena saking betahnya menjalani hidup dengan segala kuasa-Nya meskipun baru saja beberapa hari yang lalu kita diberi peringatan untuk besikap dan bertindak lebih bijak. Kita mesti bersyukur masih tetap diberi kenikmatan yang tiada tara, hal ini tentunya bukan mensyukuri atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita melainkan mensyukuri [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/09/Laylatul-Qadar.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1927" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Laylatul Qadar" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/09/Laylatul-Qadar.jpg" alt="" width="125" height="123" /></a>Sungguh tak terasa waktu bergulir begitu cepat, mungkin karena saking betahnya menjalani hidup dengan segala kuasa-Nya meskipun baru saja beberapa hari yang lalu kita diberi peringatan untuk besikap dan bertindak lebih bijak. Kita mesti bersyukur masih tetap diberi kenikmatan yang tiada tara, hal ini tentunya bukan mensyukuri atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita melainkan mensyukuri atas kita semua yang diberi keselamatan dan segala nikmat-Nya. Diluar itu semua, bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah semoga diberi ketabahan atas apa yang telah menimpanya. Mudah-mudahan kita semua masih diberikan kesehatan pikiran sehingga dapat menempatkan segala sikap <a href="http://kipsaint.com/isi/sabar-atau-mengeluh.html">sabar atau mengeluh</a> pada posisi yang semestinya.</p>
<p>Jika diperkenankan oleh-Nya, sebentar lagi kita akan <a href="http://kipsaint.com/isi/menyambut-lebaran.html">menyambut lebaran</a>. Dan sudah menjadi tradisi setiap tahun, bila lebaran datang menjelang, perubahan mobilitas ummat Islam terjadi. Dimana-mana sibuk dengan &#8220;urusan dunia&#8221;, yakni persiapan lebaran hingga masjid yang pada permulaan puasa penuh sesak jama&#8217;ah shalat tarawih, biasanya pada akhir Ramadhan itu mulai terasa mengendor kendatipun Allah telah menjanjikan pahala besar bagi yang memanfaatkan peluang <em>Laylatul Qadar</em>. Yaitu yang biasa ditandai pada sepertiga akhir puasa.</p>
<p>Biasanya tidak sedikit diantara kita (kaum muda) yang kurang memanfaatkannya, hal ini dapat terlihat dengan berkurangnya shaf-shaf shalat tarawih di babak sepuluh terakhir itu dengan berbagai dalih kesibukan; berbelanja atau mempersiapkan acara mudik ke kampung halaman, sehingga di rumah-rumah Allah tersisa kalangan sepuh yang tetap kelihatan aktif bermunajat. Dan tempat ibadah pun menyusut ibarat terjadi seleksi alamiah: hanya mereka yang tekun mendambakan rahmat Allah semata yang tetap kelihatan rajin di masjid untuk i&#8217;tikaf.</p>
<p><span id="more-1550"></span></p>
<p>Keutamaan <em>Laylatul Qadar</em> yang penuh berkah dan lebih baik dari seribu bulan ini merupakan peluang emas bagi setiap hamba Allah yang mengharapnya. Jelaslah malam yang penuh rahmat itu tak bisa dispekulasikan hari H-nya tanpa upaya dan keuletan untuk meraihnya. Kesungguhan dan kesucian pribadi yang ikut &#8220;berlaga&#8221; pun jadi bagian yang menentukan untuk mendapatkan <em>Laylatul Qadar</em> . Menurut riwayat, <em>Laylatul Qadar</em> akan jatuh pada salah-satu malam ganjil; 21, 23, 25 atau 27.</p>
<p>Sesuai dengan janji-Nya, bahwa nilai ibadah yang dilakukan oleh hamba-Nya pada malam <em>Laylatul Qadar</em> itu berlipat ganda pahalanya seperti ia melaksanakannya selama seribu tahun (QS 97:1-5). Dengan kata lain, orang tak perlu bermimpi untuk mecapai umur sampai 1000 tahun buat mengabdi kepada Allah dan beramal saleh. Tapi cukup mengikuti &#8220;perlombaan&#8221; dalam bulan suci Ramadhan dan mengisi malam-malamnya dengan shalat malam (tarawih, witr, dan lain-lain). Dan pada malam &#8220;final&#8221; yang menentukan, mereka kian meningkatkan semangat dan niat untuk bermunajat kepada Rabbul &#8216;Alamin untuk meraih Piala &#8220;Laylatul Qadar&#8221; tersebut. Bagaimanapun <em>Laylatul Qadar</em> tidaklah mudah dengan begitu saja diraih seseorang. Nabi sendiri menjadi contoh yang paling ideal untuk diteladani. Beliau, ketika waktu menjelang l/3 akhir Ramadhan dengan optimal melakukan i&#8217;tikaf sepanjang malam. Hal itu rutin dilaksanakan sampai beliau wafat, dan kemudian diteladani hal itu oleh para isterinya (HR. Bukhari).</p>
<p>Begitupun dengan sahabat Nabi. Sahabat Nabi yang juga menonjol dalam mengisi bulan Ramadhan adalah Sayidina Umar bin Khattab r.a. perlu diteladani dalam menghidupkan malam-malam Ramadhannya. Syi&#8217;ar shalat tarawih bergema di zaman Nabi sampai di masa ia menjabat sebagai khalifah. Malam-malam Ramadhan itu suasana Masjid Nabawy riuh-rendah suara dzikir, shalat dan bacaan al-Qur&#8217;an tak henti-hentinya. Sampai-sampai sahabat Umar, yaitu Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a. berdecak kagum seraya memujinya: &#8220;Semoga Tuhan menerangi kubur Umar!&#8221;, katanya.</p>
<p>Dalam hal ini bukan saja <a href="http://kipsaint.com/isi/saat-puasa-perlukah-kaum-adam-mengetahui.html" target="_blank">kaum adam yang perlu mengetahui</a>, siapapun dengan melihat gambaran diatas tentunya semua mempunyai kehendak yang sama, dapat meraih pahala tersebut. Jadi, sejauh mana <a href="http://kipsaint.com/isi/renungan-tentang-puasa.html" target="_blank">renungan tentang puasa</a> kita dapat mengimplementasikannya sehingga benar-benar menunjukan momentum bulan puasa itu ibarat <a href="http://kipsaint.com/isi/four-in-one-ramadhan.html" target="_blank"><em>four in one</em></a>.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/mobilitas-ummat-menjelang-lailatul-qadar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melacak Makna Sebuah Kemerdekaan</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/melacak-makna-sebuah-kemerdekaan.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/melacak-makna-sebuah-kemerdekaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 21:21:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Dirgahayu]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Makna]]></category>
		<category><![CDATA[Melacak]]></category>
		<category><![CDATA[Republik Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/melacak-makna-sebuah-kemerdekaan.html</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kesekian kalinya saya berujar bahwa bulan Agustus adalah bulan yang sangat bersejarah bagi saya pribadi. Diluar semua itu, hal tersebut pun terkait dengan peradaban sejarah bangsa kita, bangsa Indonesia. Dimana, setiap tanggal 17 Agustus, berbagai acara untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa tercipta. Banyak cara untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan bangsa kita tersebut. [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/08/bendera_merah_putih.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-1932" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="bendera_merah_putih" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/08/bendera_merah_putih.gif" alt="" width="77" height="56" /></a>Untuk kesekian kalinya saya berujar bahwa bulan Agustus adalah bulan yang sangat bersejarah bagi saya pribadi. Diluar semua itu, hal tersebut pun terkait dengan peradaban sejarah bangsa kita, bangsa Indonesia. Dimana, setiap tanggal 17 Agustus, berbagai acara untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa tercipta. Banyak cara untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan bangsa kita tersebut. Diantaranya terdapat kesibukan-kesibukan berbagai kalangan yang merayakannya dengan mengadakan berbagai perlombaan dan hiburan.</p>
<p>Seandainya saja terdapat diantara sebagian kalangan yang bisa dikatakan salah kaprah atau kurang tepat dalam mencari atau menafsirkan <a href="http://kipsaint.com/isi/memaknai-sebuah-kemerdekaan.html" target="_blank">makna kemerdekaan</a>, tentu hal tersebut tidak bisa disalahkan begitu saja. Karena hal yang lebih penting adalah memanfaatkan semaksimal mungkin perayaan kemerdekaan itu sendiri. Dan memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk lebih mendukung perayaan kemerdekaan. Selebihnya, yang terpenting hanyalah bagaimana meneruskan perjuangan kemerdekaan itu sendiri secara general, termasuk didalamnya menuju <a href="http://kipsaint.com/isi/financial-freedom-makna-kaya-dan-makmur.html" target="_blank">kebebasan finansial</a>, memperkecil jumlah pengangguran dengan memperluas lapangan dan <a href="http://kipsaint.com/isi/kesempatan-kerja-perlukah-enterprenership.html" target="_blank">kesempatan kerja</a>, dan lain-sebagainya. Lantas, apakah hal tersebut sudah mencerminkan kesadaran orang-orang Indonesia untuk dapat mempertahankan kemerdekaan ini? Atau mungkin masih tersirat pertanyaan, sudahkah kita merdeka?</p>
<p>Sedikit teringat untaian kata-kata seorang musisi ditengah-tengah konsernya tadi malam (Iwan Fals), kurang-lebihnya; &#8220;Bangsa kita memang telah merdeka, sementara yang belum merdeka hanyalah diri kita dari godaan atau pengaruh syaiton&#8221;. Jika dicermati dengan seksama, hal tersebut merupakan sebuah tantangan bagi kita semua untuk dapat membenahi diri. Lalu, yang justru menjadi pertanyaan berikutnya, bagaimana kita menyikapi semua tantangan itu, ataukah kita justru terbuai dengan berbagai kamuflase saat ini? Jawaban semua itu kembali pada masing-masing hati nurani, tiada lain instrospeksi diri dalam <a href="http://kipsaint.com/isi/hidup-secara-sadar.html" target="_blank">hidup secara sadar</a>.</p>
<p><span id="more-1485"></span></p>
<p>Waktu bergulir tanpa terasa, kemerdekaan Indonesia sudah menapaki tahun ke-64. Jika kita mengibaratkannya sebagai makhluk hidup, berarti secara psikologis usia tersebut adalah usia yang bisa dikatakan sudah mendekati tahap lanjut. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kemudian kita dituntut untuk selalu menjaga kondisi yang ada. Sebab, jika tidak maka kita akan mudah diserang berbagai macam gangguan dan ancaman. Salah-satunya adanya fenomena berkeliarannya teroris akhir-akhir ini, yang dengan mudahnya mempengaruhi segelintir orang untuk melakukan perbuatan yang sangat keliru jika dicermati dari sudut pandang apapun. Sudah seharusnya menjadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati, yang senantiasa berujung pada pencegahan sebelum terjadi hal-hal yang lebih merugikan lagi. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika perayaan ke-64 tahun ini kita dituntut untuk lebih merenungkan kembali makna nyata sebuah kemerdekaan, lebih mawas diri dan senantiasa selalu <a href="http://kipsaint.com/isi/berpikir-positif-dan-membangun-optimisme.html" target="_blank">berpikir positif</a> serta <a href="http://kipsaint.com/isi/beberapa-hal-seputar-optimisme.html" target="_blank">optimis</a> guna mendukung suatu <a href="http://kipsaint.com/isi/wishing.html" target="_blank">harapan</a> menuju suatu <a href="http://kipsaint.com/isi/jelang-esok-yang-lebih-baik.html" target="_blank">perubahan yang lebih baik</a>. Disisi lain, tidak ketinggalan pejabat publik atau kaum elite politik pun diharapkan mampu untuk introspeksi dengan semestinya. Wallahu’alam bishowab.</p>
<p>Asa diri <a href="http://kipsaint.com/isi/menjemput-impian-better-world.html" target="_blank">menjemput impian, kehidupan yang lebih baik</a>. Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka!!</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/melacak-makna-sebuah-kemerdekaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenang dan Memaknai Hari Pramuka</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/mengenang-dan-memaknai-hari-pramuka.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/mengenang-dan-memaknai-hari-pramuka.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 04:06:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Makna]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenang]]></category>
		<category><![CDATA[Pramuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/mengenang-dan-memaknai-hari-pramuka.html</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini tanggal 14 Agustus 2009, diperingati sebagai Hari Pramuka ke 48. Dalam keheningan suasana pagi, tiba-tiba tersenyum kecil mengingat beberapa tahun silam semasa sekolah mengikuti kegiatan pramuka. Hari pramuka biasanya diperingati di berbagai daerah dengan upacara bendera. Upacara tersebut biasanya didahului dengan berbagai acara yang menarik salah-satunya jambore (&#8220;kemah&#8221; istilah bahasa sundanya) dalam kurun [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/08/Pramuka.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1934" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Pramuka" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/08/Pramuka.jpg" alt="" width="125" height="150" /></a>Hari ini tanggal 14 Agustus 2009, diperingati sebagai Hari Pramuka ke 48. Dalam keheningan suasana pagi, tiba-tiba tersenyum kecil mengingat beberapa tahun silam semasa sekolah mengikuti kegiatan pramuka. Hari pramuka biasanya diperingati di berbagai daerah dengan upacara bendera. Upacara tersebut biasanya didahului dengan berbagai acara yang menarik salah-satunya jambore (&#8220;kemah&#8221; istilah bahasa sundanya) dalam kurun waktu beberapa hari. Kiara Payung atau Cibubur mungkin dua tempat berkemah di kawasan Jawa Barat itulah yang masih melekat dalam ingatan.</p>
<p>Mengacu pada pelajaran yang diberikan oleh Bapak Pandu se dunia Lord Baden Powell, kegiatan itu diarahkan pada kemah dengan segala acaranya di lapangan terbuka di pedesaan, atau tempat-tempat yang &#8220;anak kota&#8221; biasanya sehari-hari sudah tidak lagi mengalaminya. Bagi Lord Baden Powell, ajakan berkemah itu dilakukan karena pada jamannya terjadi revolusi industri maha dahsyat yang menarik anak muda untuk belajar giat sebagai bekal terjun dalam bidang industri dan manufacturing yang sangat marak. Tujuannya adalah menguasai tehnik-tehnik &#8220;survival&#8221; di alam terbuka yang tidak jauh dari kampung atau desa sekitarnya.</p>
<p>Keprihatinan Lord Baden Powell itu mempunyai alasan yang sangat kuat. Karena itu dengan tekad yang luar biasa diajaklah anak-anak muda Inggris, melalui sistem pendidikan kepanduan, dalam kelompok-kelompok kecil yang kompak, menjadi tenaga muda penuh percaya diri, solidaritas antar anggota yang kompak, agar sanggup menghadapi masa transisi sebagai tenaga muda yang berkepribadian tetapi juga lengkap dengan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan <em>survival</em> yang sangat tinggi. Dalam kelompok-kelompok kecil itu anak-anak muda dilatih dan diberi kesempatan mengembangkan kepemimpinan dengan memberi kesempatan setiap anggotanya menjadi pemimpin regu. Setiap anggota regu diberi kesempatan untuk belajar memimpin, mengembangkan prakarsa, dan gagasan-gagasan brilian serta mencobanya tanpa rasa malu atau kawatir dicemoohkan dalam regunya.</p>
<p><span id="more-1465"></span></p>
<p>Di Indonesia sendiri, sejarah memang telah mencatat peranan besar anggota pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada masa-masa awal kebangkitan nasional, para anggota pramuka (kepanduan) mempunyai peranan besar dalam membangkitkan semangat kebangsaan. Pada sekitar tahun 1920-an para anggota pramuka (kepanduan) berperan besar dalam menggalang semangat persatuan. Bersamaan dengan itu pelbagai kegiatan kepramukaan telah semakin banyak dilaksanakan. Untuk tercapainya visi dan misi Gerakan Pramuka, yakni mempersiapkan para pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian dan akhlak mulia pada masa depan. Seperti hakekat dasar pendidikan kepramukaan itu sendiri yakni meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan, Satya &amp; Darma Pramuka kepada seluruh peserta didik, sehingga mereka dapat dipersiapkan menjadi kader pimpinan bangsa yang tangguh pada masa depan.</p>
<p>Dihari Pramuka 2009 ini rasanya tidak ada salahnya merenungkan kembali keberadaan pendidikan kepanduan tersebut. Bagaimanapun penting adanya dalam menghadapi persaingan global yang mulai nampak dampaknya.. Anak muda Indonesia perlu dipersiapkan kemampuan survivalnya menghadapi persaingan global dengan pelatihan dan pendampingan, Rasanya sangatlah tepat jika anak muda sekarang aktif dalam kegiatan kepramukaan guna mendukung dalam pembentukan watak, kepribadian dan akhlak mulia, serta menambah dan meningkatkan wawasan dengan mengikuti pendidikan nilai-nilai luhur melalui Gerakan Pramuka. Dirgahayu Gerakan Pramuka Indonesia.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/mengenang-dan-memaknai-hari-pramuka.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memaknai Sebuah Kemerdekaan</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/memaknai-sebuah-kemerdekaan.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/memaknai-sebuah-kemerdekaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 18:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Makna]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenang]]></category>
		<category><![CDATA[Republik Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/memaknai-sebuah-kemerdekaan.html</guid>
		<description><![CDATA[Kebanggan dari setiap penduduk suatu bangsa akan terasa dikala dapat mempersembahkan sesuatu untuk bangsanya. Berkenaan dengan kemerdekaan, kita beruntung tidak perlu berjuang untuk merebut kemerdekaan tersebut, kita hanya bertugas mempertahankannya. Karena perjuangan saat ini hanyalah terfokus pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran secara berkeadilan. Fakta tujuan tersebut nyata dan relevan terhadap kesejahteraan yang ada, yakni [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/08/bendera_merah_putih.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-2538" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="bendera_merah_putih" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/08/bendera_merah_putih.gif" alt="" width="77" height="56" /></a>Kebanggan dari setiap penduduk suatu bangsa akan terasa dikala dapat mempersembahkan sesuatu untuk bangsanya. Berkenaan dengan kemerdekaan, kita beruntung tidak perlu berjuang untuk merebut kemerdekaan tersebut, kita hanya bertugas mempertahankannya. Karena perjuangan saat ini hanyalah terfokus pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran secara berkeadilan. Fakta tujuan tersebut nyata dan relevan terhadap kesejahteraan yang ada, yakni untuk bisa dilakukan memerangi kemiskinan dan pengangguran. Bagaimanapun, alasan karena kemiskinan, pengangguran dan proses pencapaian kesejahteraan atau kemakmuran yang berkeadilan adalah mata rantai yang tidak bisa dipisahkan.</p>
<p>Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi untuk mengabaikan perjuangan ini. Sebab esensinya adalah untuk meningkatkan derajat hidup dan kehidupan rakyatnya, yang juga harus didukung oleh perjuangan untuk bisa menciptakan kondisi stabilitas dalam semua aspek. Fakta menunjukan bahwa jaminan stabilitas akan memberikan kepastian untuk terus berkarya. Oleh karena itu perlu diakui bahwa identifikasi tentang kemerdekaan selalu terkait dengan proses pembangunan.</p>
<p>Lepas dari itu semua, yang jelas sebuah kemerdekaan telah kita raih. Meski kedua proklamator telah meninggalkan kita namun cita-citanya tetap menjadi tantangan untuk dicapai. Oleh karena itu sangatlah beralasan jika kemudian publik mengartikan kemerdekaan sebagai suatu proses pembangunan. Makna kemerdekaan pun tidaklah hanya bersifat individual tetapi merupakan cerminan kondisi bangsa yang terdiri dari berbagai komponen serta merupakan awal terwujudnya mimpi membangun bersama NKRI untuk kesejahteraan rakyat. Menjaga keamanan seluruh warga dalam lindungan sistem hukum yang adil dan kokoh. Hal ini sangat memerlukan keinsyafan massal tentang pentingnya kesadaran bersama dalam mengelola seluruh potensi bangsa.</p>
<p><span id="more-1480"></span></p>
<p>Orang bijak berkata; &#8220;perayaan kemerdekaan selalu identik dengan proses introspeksi untuk merenung tentang semua proses panjang perjuangan&#8221;. Alasannya karena kemerdekaan itu bukanlah tujuan akhir, tapi justru tujuan awal untuk menapaki perjuangan yang komplek dan berkelanjutan.</p>
<p>Merdeka!!!</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/memaknai-sebuah-kemerdekaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Comprehends the Concept of Search Engine Optimization</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/comprehends-the-concept-of-search-engine-optimization.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/comprehends-the-concept-of-search-engine-optimization.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 06:16:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Concept]]></category>
		<category><![CDATA[Optimization]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/comprehends-the-concept-of-search-engine-optimization.html</guid>
		<description><![CDATA[Learning to optimize a website or blog for search engines takes time and patience. Start by applying basic search engine optimization principles. cause I&#8217;m new to website optimization, I try to begin by prioritizing which pages are most important to me. I hope, find myself moving up the rankings soon. For the matter of that, [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Learning to optimize a website or blog for search engines takes time and patience. Start by applying basic search engine optimization principles. cause I&#8217;m new to website optimization, I try to begin by prioritizing which pages are most important to me. I hope, find myself moving up the rankings soon.</p>
<p>For the matter of that, I try looks for and studies some articles about that, one of them is like under this:</p>
<p>Although the concept of search engine optimization can be somewhat complex, there are a number of basic search engine optimization techniques you can use to improve your organic search results. Keep the following in mind when trying to achieve top rankings for your website.</p>
<ul>
<li><strong>Meta Tags</strong>. Meta tags are simple lines of code at the top of your web page programming that tell search engines about your page. Include the title tag, keyword stag, description tag, and robots tag on each page.</li>
</ul>
<p><span id="more-708"></span></p>
<ul>
<li><strong>Create and update your site map</strong>. Developing a site map is a simple way of giving search engines the information they need to crawl your entire website. There are plenty of free software packages on the web that can help you generate a sitemap. Once you create a site map, submit it to Google and Yahoo.</li>
<li><strong>Ensure that all navigation is in HTML</strong>. All too often, navigational items are in the form of java script. Even though navigation technically still works in this format, it&#8217;s not optimized. Create your navigation in HTML to enhance internal links throughout your website.</li>
<li><strong>Check that all images include ALT text</strong>. Your image&#8217;s alt text is spidered by search engines. If you&#8217;re not including your keywords in alt text, you&#8217;re missing out on a huge opportunity for improved search engine result placements. Label all of your images properly.</li>
<li><strong>Use Flash content sparingly</strong>. Content generated through java script or flash is a big no-no. Some webmasters like to use flash because of the presentation. If you must, use it sparingly, but only after your site has been properly optimized with basic search engine optimization in mind.</li>
<li><strong>Make sure that your website code is clean</strong>. Keep in mind when optimizing a web page crawlers are basically only looking at your source code. When programming your web pages, having W3C compliant code can make all the difference. Run your code through a W3C validator before promoting.</li>
<li><strong>Place keywords in your page content</strong>. Search engines scan your website and web pages for keywords. Shoot for a keyword density of between two and eight percent. Google likes your page to be at the lower end of this scale and Yahoo at the upper end.</li>
<li><strong>Submit your website to search engine directories</strong>. It&#8217;s always a good idea to let large search engine directories know that you&#8217;re out there. Submit your website URL to directories like <a href="http://www.google.com/" target="_blank">Google</a>, <a href="http://www.yahoo.com/" target="_blank">Yahoo</a>, and <a href="http://www.dmoz.org/" target="_blank">Dmoz</a>.</li>
<li><strong>Build links to your website</strong>. Consider building a link exchange program or create one-way links to your site using articles or forum posts. All major search engines value the importance of your website based on how many others websites are linking to it.</li>
<li><strong>Stay the course</strong>. Good optimization takes time. People expect to see results immediately. You may very well see improvements in a short period, but reaching the number one position takes time. Be patient.</li>
</ul>
<p>That is part contents of article which I had read. between some the point, possibly just some point which I do, therefore this blog has not good enough rangking. hopefully in the next time I can more comprehendingly again about this SEO so that rangking this blog can go up.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/comprehends-the-concept-of-search-engine-optimization.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ugly Effect of Handphone for Man</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/ugly-effect-of-handphone-for-man.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/ugly-effect-of-handphone-for-man.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 17:01:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Handphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/ugly-effect-of-handphone-for-man.html</guid>
		<description><![CDATA[Consequence or impact from handphone usage too old. Mans while passing the time for hours phones with handphone will have degradation risk about produce of sperm. Do not only that, usage of handphone simply also increases abnormal sperm rate. Conclusion result of the expert in health centers research, Cleveland Clinic, United States. Research entangling 361 [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Consequence or impact from handphone usage too old. Mans while passing the time for hours phones with handphone will have degradation risk about produce of sperm. Do not only that, usage of handphone simply also increases abnormal sperm rate. Conclusion result of the expert in health centers research, Cleveland Clinic, United States.</p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/05/Samsung-D-500.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2674" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Samsung D-500" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/05/Samsung-D-500.jpg" alt="" width="146" height="104" /></a>Research entangling 361 mans and done in range of time one years is indicates that produce of sperm to man affected by usage frequency handphone. Longer man uses ponsel, ever greater possibility that produce of sperm experiences trouble. &#8220;Man who is using ponsel within four hours or more every day, he will experience produce of a real low sperm,&#8221;Dr Ashok Agarwal said, leader of this research.</p>
<p>Benar gak ya, terdapat efek buruk dari penggunaan handphone berjam-jam untuk pria? Untung saja saya kurang begitu suka menelpon terlalu lama. Jelas saja ga suka, punya handhone atu doank juga sudah jadul banget dan kekurangan pulsa lagi he&#8230;</p>
<p><span id="more-658"></span></p>
<p>Degradation of number of this sperms anticipated because of waving elektromagnetis handphone. Degradation of produce of sperm automatically influential to level of fertility of man in yielding descendant. In consequence, better of habit phones for hours is lessened if not will experience impact like that.</p>
<p>Terinpirasi kejadian tadi siang, tanpa disengaja bertemu dengan seorang kenalan lama. Maksudnya ingin &#8220;say hello&#8221; doank tetapi dia ngajak ngobrol. Ketika sedang berbincang-binacng sejenak terhenti karena dia menerima telpon dari temannya. Setelah itu berlanjut lagi obrolannya. Baru saja mulai ngomong sudah kring lagi tuh handphone-nya dia. Sejenak saya melirik ke hp yang dia ambil, yang diambil bukan berasal dari tempat (saku tas) yang sama. Yang bikin kaget lagi setelah itu dia menerima telpon lagi dengan handphone yang berbeda juga, &#8221; <em>euleuh2 eta hp maneh loba pisan, hebat-lah</em> &#8221; itu kata yang terucap setelah melihat dia membawa handphone sampai 3 buah cek cek cek&#8230;.</p>
<p>Sayang, saya lupa menanyakan seberapa lama ia kalau telpon2an, jadinya gak ngomongin yang saya tulis ini, tapi gak berani jg sih, masalahnya efek dari semua itu, kebenarannya &#8220;wallahualam&#8221;.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/ugly-effect-of-handphone-for-man.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hargai Ilmu Meskipun Tak Datang Dari Sebuah Buku 3</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku-3.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 23:21:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku-3.html</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dalam lingkungan kerja&#8221; Ujung dari suatu kebiasaan bertanggung jawab di lingkungan hidup sehari-hari ataupun sekolah yaitu berdampak pada saat memasuki dunia kerja. Terdapat beberapa hal yang harus kita pelajari sendiri tanpa ada manual book-nya ataupun menyontek dari teman sebangku seperti halnya waktu ujian sekolah. Learning by doing -lah kira-kira. Memang sih, lebih enak langsung menjalaninya, [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Dalam lingkungan kerja&#8221;</p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Tanggung-jawab-dalam-bekerja.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2494" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Tanggung-jawab dalam bekerja" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Tanggung-jawab-dalam-bekerja.jpg" alt="" width="126" height="86" /></a>Ujung dari suatu kebiasaan bertanggung jawab di lingkungan hidup sehari-hari ataupun sekolah yaitu berdampak pada saat memasuki dunia kerja. Terdapat beberapa hal yang harus kita pelajari sendiri tanpa ada <em>manual book</em>-nya ataupun menyontek dari teman sebangku seperti halnya waktu ujian sekolah. <em>Learning by doing</em> -lah kira-kira. Memang sih, lebih enak langsung menjalaninya, tetapi sebenarnya persiapan dan pengetahuan dasar bisa kita dapatkan semenjak bersekolah. Bisa jadi, sekarang, saat kita sudah bekerja, kita sudah mempraktikkan banyak hal yang tidak dapat diperoleh dari mata pelajaran, melainkan dari kehidupan sosial atau pengalaman berorganisasi.</p>
<p>Ada keterampilan yang tidak diajarkan secara khusus di sekolah atau kuliah tapi diperlukan saat kita memasuki dunia kerja, seperti: keterampilan beradaptasi dan berinteraksi sosial, tata cara bersikap dan berperilaku, cara berkomunikasi dengan rekan kerja atau atasan, keterampilan bekerja sama, kedewasaan emosi diri dalam bersikap dan bertindak serta dalam menghadapi permasalahan di lingkungan kerja, perencanaan dan pengorganisasian pekerjaan, keterampilan memimpin, dan lain sebagainya.</p>
<p><span id="more-500"></span></p>
<p>Meskipun hal-hal tersebut tidak dipelajari secara formal di sekolah, tetapi perlu diasah untuk pengembangan diri ke arah yang lebih baik, khususnya di lingkungan kerja.</p>
<p>Lantas, apa saja yang diperlukan? Untuk menggali serta mengasah keterampilan yang berguna dalam dunia kerja, bisa dimulai dengan cara menerapkannya di lingkungan dan kehidupan kita sehari-hari.</p>
<p>Masih ingatkah kita saat melakukan tugas kelompok atau ketika berorganisasi di sekolah maupun kampus? Sedikit demi sedikit itu merupakan pelatihan awal untuk mengasah diri dalam menghadapi berbagai permasalahan di sebuah kelompok kerja maupun organisasi yang pastinya akan berguna bagi pengembangan karier. Kita dapat belajar mengetahui sistem kerja, struktur organisasi, serta mengetahui tugas dan tanggung jawab kita dalam mengemban tugas di organisasi tersebut.</p>
<p>Kemudian apa sajakah yang juga berperan penting dan sebenarnya bisa (atau telah) kita pelajari sejak sekolah dulu?</p>
<ul>
<li>
<div><strong>Kemampuan berkomunikasi.</strong> Komunikasi yang efektif, seperti cara mengemukakan pendapat dalam sebuah forum dengan baik dan tanpa bertele-tele, bagaimana membedakan berbicara dengan rekan kerja, atasan, serta klien. Mengasah kepercayaan diri dalam berkomunikasi untuk menyampaikan maksud dengan cara yang tepat, tidak menyinggung, bertutur halus dan baik serta kepandaian berkomunikasi lain yang menuju ke arah sebuah diskusi yang sehat. Melatih kepercayaan diri dalam berkomunikasi seperti mempertahankan argumennya yang benar dengan cara yang tepat pula, dan sebagainya.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Attitude</strong>. Perilaku dalam bekerja juga tidak kalah penting diajarkan sejak sekolah. Melatihnya sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja akan membantu membiasakan diri menjadi pribadi yang disenangi kolega kerja. Saling menghormati ditambah sikap kedewasaan diri dalam bertindak ataupun sikap bijaksana dalam menghadapi perbedaan dalam kelompok. Kematangan emosi yang meliputi sikap dan cara kita dalam berperilaku terpuji. Tidak menyepelekan tugas yang diberikan, pribadi yang cepat belajar dan cepat tanggap terhadap yang terjadi ataupun seputar hasil kerja kita. Terus mengoreksi diri terhadap segala kesalahan dalam bekerja dan dalam hasil kerja kita agar mendapatkan hasil keija yang lebih baik lagi.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Team work.</strong> Menerapkan sikap bekerja sama yang baik dengan rekan sekerja dalam sebuah kelompok. Menerapkan diskusi yang aktif dengan sebuah proses negosiasi yang matang.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Profesionalisme</strong>. Disiplin termasuk didalamnya. Baik tepat waktu dalam sebuah janji pertemuan, konsisten dalam pengambilan keputusan, menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sesuai target maupun tenggat waktu dan sebagainya.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Manajemen.</strong> Pengelolaan, pengaturan, serta perencanaan termasuk di dalamnya adalah pengaturan jadwal kerja, pengaturan waktu agar tidak terjadi kesalahan dalam sebuah perjanjian untuk bertemu dengan pihak luar. Melatih diri agar terorganisasi dalam bekerja. Baik secara profesional maupun dalam keseharian.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Berpikir analitis dan kritis.</strong> Melatih pola pikir analitis yang kritis untuk mendapatkan hasil kerja (kelompok) yang baik.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Mengasah kreativitas</strong> dalam berpikir dan menghasilkan ide-ide segar.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Kemampuan berinteraksi dengan orang lain.</strong>Sikap luwes dan ramah akan berguna dan tidak pernah rugi untuk bersikap ramah kepada orang lain.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Kepemimpinan.</strong> Mengasah kemampuan memimpin dalam sebuah kelompok atau organisasi. Serta mengasah kemampuan dalam mengorganisasi tugas dan pekerjaan dalam sebuah kelompok.</div>
</li>
</ul>
<p>Selain kemampuan dalam bekerja seperti daya tangkap yang baik, pemahaman, dan keterampilan di bidang kerja yang memadai, ataupun energi untuk bekerja yang cukup besar (dalam menghadapi tugas yang banyak, deadline ketat); perlu juga sikap profesional, kematangan emosi (yang meliputi sikap dan cara kita dalam berperilaku), dan kemampuan interaksi sosial. Hal-hal tersebut berkaitan satu sama lain.</p>
<p>Seorang pekerja yang terampil dalam bekerja memiliki daya tangkap dan pelaksanaan kerja yang prima, tapi tidak didukung oleh kematangan diri yang baik akan mengakibatkannya sulit bekerja sama dengan orang lain, sulit berkomunikasi dengan rekan di lingkungan kerja, mudah tersinggung saat menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan keinginannya. Tentunya, ini akan membuat tampilan kerjanya secara keseluruhan menjadi tidak optimal.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hargai Ilmu Meskipun Tak Datang Dari Sebuah Buku 2</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku-2.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 01:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku-2.html</guid>
		<description><![CDATA[Dalam lingkungan tempat belajar atau sekolah&#8221; Melanjutkan tulisan yang lalu, kalau tulisan yang lalu adanya dalam kehidupan sehari-hari, kali ini menghargai ilmu yang tak datang dari sebuah buku berkaitan dengan lingkungan dunia pendidikan alias tempat kita belajar atau lebih tepatnya lagi sekolah. Mengingat-ingat cerita lalu, misalnya saja, waktu di sekolah ada seseorang yang rajin banget [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam lingkungan tempat belajar atau sekolah&#8221;</p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Buku2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2500" title="Buku2" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Buku2.jpg" alt="" width="109" height="79" /></a> Melanjutkan tulisan yang lalu, kalau tulisan yang lalu adanya dalam kehidupan sehari-hari, kali ini menghargai ilmu yang tak datang dari sebuah buku berkaitan dengan lingkungan dunia pendidikan alias tempat kita belajar atau lebih tepatnya lagi sekolah.</p>
<p>Mengingat-ingat cerita lalu, misalnya saja, waktu di sekolah ada seseorang yang rajin banget melakukan aktivitas menyontek dikala ujian. Hmm.. siapa ya? dah pada lupa nama2nya maklum dah lama bgt. Alasan kenapa ia begitu dan begitu terus? kurang begitu tahu, namun menurut asumsi saya pribadi selain termotivasi untuk meraih nilai yang bagus adalah semata-mata karena malas untuk belajar he&#8230; Mungkin hanya sebatas menyontek dikala kepepet sah-sah saja sih, itu kan hanya sesekali saja dan itu pun mungkin terjadi karena ada alasan lainnya. Tetapi kalau sudah mendarah daging itu mah bukan karena suatu alasan tertentu, sifat malas dan kecurangan sajalah yang kuat menempel.</p>
<p><span id="more-495"></span></p>
<p>Cerita lain muncul ketika bertemu teman lama sewaktu duduk di bangku SMP. Dengan tidak bermaksud meremehkan kepandaiannya, suatu keheranan yang sangat besar ditemukan karena ia bercerita waktu itu sedang belajar pada sebuah SMA ternama. Setelah lama berbincang-bincang, dengan segala kejujuran dan rasa tanpa malunya, dia menjelaskan alasan kenapa ia bisa masuk kesekolah ternama itu, padahal pada dasarnya tidak memiliki kemampuan persyaratan nilai yang memadai.</p>
<p>Lalu, yang ditemui sewaktu kuliah dulu, ada sorang mahasiswa yang sebenarnya punya kemampuan yang cukup, tetapi karena terbiasa dengan cara yang mudah, setiap kali menghadapi ujian ia pun selalu ditemani catatan2 kecil, kayak daftar barang belanjaan yang mau dibeli saja ya, takut lupa tidak kebeli barangkali heu&#8230; bisa bertumpuk-tumpuk tuh.</p>
<p>Sementara cerita dari seorang mahasiswa lainnya yaitu aktivitas pendekatan kepada dosen yang bersangkutan setelah selesai ujian atau masa sebelum keluarnya nilai. Seharusnya kalau memang mau melakukan pendekatan kepada dosen tentunya dikala waktu2 pembelajaran sebagai suatu sarana berkonsultasi masalah2 yang belum dipahami, bukan setelah ujian. Secara kasat mata kedua type mahasiswa tersebut memang meraih nilai yang cukup tinggi bahkan bisa dikatakan diatas rata2, dan pada dasarnya beberapa rekannya serta semua dosen mengakuinya, bahwa mereka itu termasuk dalam daftar mahasiswa teladan, maklum mereka semua tidak ngeh kali termasuk para dosennya.</p>
<p>Melihat hasil pengakuan orang disekitarnya mungkin menjadi suatu kebanggaan tersendiri, tetapi kalau dikaji ulang mengenai pelajar dan mahasiswa tersebut sudah jelas sangat tidak menghargai ilmu yang didapatnya. Kenapa begitu? Maksudnya ia tidak belajar atas ilmu yang berkaitan dengan ilmu yang didapat secara tidak langsung yang bukan dari sebuah buku. Yang seharusnya terjadi yaitu melihat, berinteraksi dengan orang2 yang memiliki kecerdasan natural disekitarnya dengan kata lain meniru kegiatan apa yang dilakukan oleh orang2 pintar yang ada yaitu rajin belajar.</p>
<p>Nah, dalam belajar itu sudah sangat jelas, kita semestinya belajar dari mereka dalam berbagai hal untuk meraih prestasi yang diinginkan, tentunya termasuk dari mereka orang2 pandai yang ada disekitar kita, yang bisa kita ambil ilmunya, yang sebenarnya tidak ada dalam sebuah catatan tertulis atau buku. Percuma juga kan, lulus dengan &#8220;cum laude&#8221; atau menjadi sarjana di usia yang relatif muda kalau dengan cara yang kurang baik, toh bukan suatu jaminan dimasa mendatang akan cerah. Ada lho beberapa faktor di luar kepintaran otak yang belum tentu bisa diajarkan guru atau dosen kita, yang akan sangat berpengaruh di kehidupan sehari-hari atau dunia kerja. Nah, langkah2 bijak dan tepat berprilakukah yang harus dipahami dan dijalani, sehingga menimbulkan suatu efek positif pola kebiasaan hidup bertanggung-jawab dalam <a href="http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku.html" target="_blank">dunia sehari-hari</a> dan <a href="http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku-3.html" target="_blank">dunia pekerjaan</a> nantinya.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hargai Ilmu Meskipun Tak Datang Dari Sebuah Buku</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 01:33:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku.html</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dalam lingkungan hidup sehari-hari&#8221; Banyak sekali terjadi dikehidupan sehari-hari kita, sering lupa akan hakikat diri sendiri. Kearifan dalam berpikir terkadang tidak mencerminkan tindakan membanggakan ilmu yang telah menempel di otak kita, padahal secara langsung ataupun tidak langsung otak kita dijejali dengan berbagai pengetahuan setiap harinya, termasuk yang datangnya bukan dari sebuah buku. Biasanya ilmu tersebut [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Dalam lingkungan hidup sehari-hari&#8221;</p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Buku3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2502" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Buku3" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Buku3.jpg" alt="" width="150" height="123" /></a>Banyak sekali terjadi dikehidupan sehari-hari kita, sering lupa akan hakikat diri sendiri. Kearifan dalam berpikir terkadang tidak mencerminkan tindakan membanggakan ilmu yang telah menempel di otak kita, padahal secara langsung ataupun tidak langsung otak kita dijejali dengan berbagai pengetahuan setiap harinya, termasuk yang datangnya bukan dari sebuah buku. Biasanya ilmu tersebut implementasinya punah kaitannya dengan lingkungan yang telah memunculkannya, manakala tak ada lagi rasa pengakuan bangga akan ilmu yang telah didapat (atau mungkin merasa gue ini pintar, bisa sendiri lho&#8230;).</p>
<p>Jadi teringat beberapa hari yang lalu, saya kedatangan teman lama. Dia mengingatkan saya akan beberapa tahun yang lalu, saya mengajak beberapa teman (tetangga) ke sebuah mall. Kejadian lucu pun terjadi ketika itu, mereka tidak berani masuk dan rasanya badan mereka semua jadi bergetar gak karuan (bilangnya sih karena belum pernah sama sekali masuk Swalayan). Padahal semua dari mereka itu bukan berasal dari kampung, gmn tuh&#8230; Yang jelas sekarang beberapa dari mereka sudah tidak takut lagi bahkan yang bekerja pun ada.</p>
<p><span id="more-490"></span></p>
<p>Contoh lainnya, ada yang takut warnet, sama halnya dengan contoh tadi, ketika diajak masuk tidak berani dan akhirnya berdiam diri di luar area. Tapi sekarang keberanian itu datang, sampai2 punya blog segala, hebat euy&#8230;.. Terus ada yang sama sekali gak bisa bikin email, tapi sekarang email dia berjubel, keren gak tuh&#8230;&#8230;</p>
<p>Intinya adalah mungkin semua yang terjadi sekarang merupakan sebuah contoh dari implementasi ilmu yg didapat secara tidak langsung yang bukan dari sebuah buku.</p>
<p>Kesimpulan dari perbincangan kami adalah tidak semua orang menyadari, bahwa secara tidak langsung setiap harinya kita menimba ilmu dan belajar dari pengetahuan-pengetahuan orang lain. Apa iya? Jawabannya ada dalam hati sendiri, barangkali dapat di renungkan dengan seksama.</p>
<p>Jangan sampai seperti kata teman saya yang datang, Dia bilang, ada diantara mereka (teman-teman lama kami sekitar 5 tahun yang lalu) jangankan untuk berinteraksi berbagi ilmu lagi, dia seakan-akan dapat ilmu tidak ada kaitannya dengan lingkungan kami dahulu (terlihat menganggap semua pengetahuan yang diperolehnya dari lingkungannya sendiri saat ini). Gak patut ditiru lah, mudah-mudahan saya tidak seperti itu. Dan untung juga teman2 saya sekarang tidak ada yang sepeti itu. Wallahualam.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/hargai-ilmu-meskipun-tak-datang-dari-sebuah-buku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
