<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Adventure</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/kategori/adventure/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 01:20:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Mencatat Jejak di Kaki Bukit</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/mencatat-jejak-di-kaki-bukit.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/mencatat-jejak-di-kaki-bukit.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 00:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Jejak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/mencatat-jejak-di-kaki-bukit.html</guid>
		<description><![CDATA[Catatan kecil dari sebuah perjalanan. Sebagai seorang yang tidak asing dengan kehidupan desa menjadikan suatu kepuasan tersendiri setiap kali berkunjung ke pedesaan. Sayangnya waktu dan keadaan serta rutinitas sehari-hari terasa memperkecil kegiatan bertandang ke desa. Pagi buta disuatu hari melintasi sebuah desa setelah menempuh perjalanan selama hampir 9 jam. Setelah mampir dan menyerahkan diri dimasjid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/03/kips-7310-1.jpg" alt="kips-7310" hspace="10" width="150" height="120" align="left" />Catatan kecil dari sebuah perjalanan. Sebagai seorang yang tidak asing dengan kehidupan desa menjadikan suatu kepuasan tersendiri setiap kali berkunjung ke pedesaan. Sayangnya waktu dan keadaan serta rutinitas sehari-hari terasa memperkecil kegiatan bertandang ke desa.</p>
<p>Pagi buta disuatu hari melintasi sebuah desa setelah menempuh perjalanan selama hampir 9 jam. Setelah mampir dan menyerahkan diri dimasjid terdekat, tidak lupa mendebukan sebatang 234 sebelum melanjutkan perjalanan yang konon katanya tinggal sebentar lagi sampai.  Detik-detik terakhir sebelum sampai ditujuan tanpa sengaja dua bola mata ini menangkap bayangan layaknya orang yang sedang memanjat pohon. Dengan jarak yang tidak terlalu jauh, kejadian serupa terulang, bukan rasa takut yang ada melainkan rasa penasaran apakah gerangan sebenarnya. Jelas gak takutlah, orang dimobil dan kacanya tertutup serta banyakan pula <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Begitu sang raja siang mulai menyusup semak belukar dan deretan rindangnya pepohonan terjawablah pertanyaan yang ada, ternyata ditemui beberapa penduduk desa <em>sing terekel</em> (memanjat pohon) kelapa dengan cepatnya. Munculah pertanyaan kedua, kok manjat kelapa pagi-pagi amat? Disimpan dulu dalam hati, kelak siang bisa cari bukti. Akhirnya, cukup dengan beberapa menit saja akhirnya sampai juga ketempat yang dituju bersamaan dengan nampaknya sang raja siang yang sudah tidak malu-malu lagi bersinar. Lega rasanya <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/yupi.gif' alt='(yahoo)' class='wp-smiley' /> setelah dipertengahan perjalanan dihiasi intrumen &#8220;U Ooo&#8221; beberapa teman dan bunyi kresek yang ibarat acapela. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/haha.gif' alt='(haha)' class='wp-smiley' /> <span id="more-2821"></span></p>
<p>Begitu turun dari mobil nampak berderet pasang bola mata, disertai senyum dan sambutan hangatnya dengan tidak terpaksa tentu saja berjabat tangan dengan mereka serta ucap salam pun tersampaikan. Kayak kedatangan tamu agung disambut <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/w00t.gif' alt='(woot)' class='wp-smiley' /> tapi yang terjadi nyatanya seperti itu. Penduduk desa tersebut memang ramah-tamah, baik hati dan tidak sombong. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Singkat cerita (padahal sudah panjang lebar) <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> siangnya teringat pada pertanyaan kedua diperjalanan tadi, lantas berkeliling mencari warung sekedar ingin membeli 234. Dan  setelah ditemukan satu-satunya warung yang ada menyempatkan diri berbincang-bincang dengan si mpunya warung. Akhirnya pertanyaan kedua pun terjawab juga yakni, aktivitas yang dilakukan pagi hari itu sudah menjadi aktivitas harian penduduk setempat. Dilakukan pagi-pagi itu katanya merupakan babak pertama dimana siangnya kembali melakukan aktivitas yang sama, mengambil nira kelapa.</p>
<p>Dari situlah tercermin adanya profil masyarakat dan perilaku sehari-hari mayoritas penduduk desa tersebut mempunyai pekerjaan yang hampir semuanya sama, yaitu sebagai pembuat gula kelapa, dan beternak sebagai sampinganya. Ada satu hal yang salut dan memang layak untuk angkat topi, keramah-tamahanya dimana setiap ketemu orang, mereka itu tak segan untuk sekedar meberi senyum dan tegur sapa bahkan seorang kakek pun rela mengantar untuk mengenalkan daerahnya, mengantar jalan-jalan ke sungai terdekat. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/03/kips-70310.jpg" alt="kips-70310" hspace="10" width="650" height="520" /></p>
<p>Meskipun hidup ditengah-tengah alam bebas dan terletak diatas pegunungan, sayangnya kehidupan masyarakat di desa tersebut masih terdapat keprihatinan. Masih banyak anak-anak yang hanya mengenyam pendidikan SD. Disisi lain kurangnya menjaga kebersihan dan kesehatan, salah-satunya tergambar dari cara pengadaan dan penggunaan air sumur dimana tinggi sumur hanya dibuat kurang dari 50 cm dari permukaan tanah (tanpa penutup) yang berlaku sebagai jamban umum yang terbuka. Karena terbuka itulah memungkinkan banyak kotoran dan hewan yang masuk. Selain cepat masuknya kotoran hal tersebut juga sangat membahayakan, terbukti dengan terperosoknya anak kecil kedalam sumur yang nyata terjadi pada saat berada ditempat kejadian. Terdapat beberapa rumah berdampingan dengan kandang kambing dimana kebersihanya tidak terawat dengan baik <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga generasi penerusnya semakin memperluas wawasan dan pengetahuanya sehingga dapat menjaga alaminya suasana yang sejuk serta dapat membenahinya dengan lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/mencatat-jejak-di-kaki-bukit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setahun Sudah Berlalu, Kunjunganku ke Kawah Putih</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/setahun-sudah-berlalu-kunjunganku-ke-kawah-putih.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/setahun-sudah-berlalu-kunjunganku-ke-kawah-putih.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 03:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Ciwidey]]></category>
		<category><![CDATA[Kawah]]></category>
		<category><![CDATA[Putih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/setahun-sudah-berlalu-kunjunganku-ke-kawah-putih.html</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang Bandung ternyata tidak dapat sesering mungkin mengunjungi tempat-tempat wisata lokal untuk relaksasi. Bukannya tidak tertarik dengan hal ini, tetapi keadaanlah yang kurang mendukung untuk semua itu. Maklumlah pengacara (pengangguran banyak acara) he&#8230; Sedikit berkaitan dengan tittle ni blog, rasanya cukup relevan jika memuat sedikit deskripsi mengenai sarana dan tempat-tempat di Bandung misalnya beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang Bandung ternyata tidak dapat sesering mungkin mengunjungi tempat-tempat wisata lokal untuk relaksasi. Bukannya tidak tertarik dengan hal ini, tetapi keadaanlah yang kurang mendukung untuk semua itu. Maklumlah pengacara (pengangguran banyak acara) he&#8230;</p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/kawah_putih.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2551" title="kawah_putih" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/kawah_putih-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a> <a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/curug_omas.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2552" title="curug_omas" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/curug_omas-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a> <a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/situ_patengan.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2553" title="situ_patengan" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/situ_patengan-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Sedikit berkaitan dengan <em>tittle</em> ni blog, rasanya cukup relevan jika memuat sedikit deskripsi mengenai sarana dan tempat-tempat di Bandung misalnya beberapa tempat wisata seperti Kawah Putih yang ada di Ciwidey ini, atau Situ Patengan, dan lain-lain yang sekiranya diperlukan orang banyak, terutama buat yang berada diluar Kota Bandung. Sayangnya waktu benar-benar belum menginjinkan.</p>
<p>Meskipun telah diuraikan pada website resmi dan yang lainnya, rasanya tidak ada salahnya juga menampilkan disini sedikit uraian tentang hal tersebut. Hitung-hitung menambah wacana untuk para pembaca intern blog ini. Mudah-mudahan diwaktu mendatang bisa melengkapi blog ini.</p>
<p><span id="more-850"></span></p>
<p>Sekarang saya ulas salah satu saja yang pernah dikunjingi tahun lalu, yaitu Kawah Putih.</p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/kawah_putih_3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2554" title="kawah_putih_3" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/kawah_putih_3.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/kawah_putih_4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2555" title="kawah_putih_4" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/kawah_putih_4.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/kawah_putih_5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2556" title="kawah_putih_5" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/kawah_putih_5.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/kawah_putih_1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2557" title="kawah_putih_1" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/07/kawah_putih_1.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a></p>
<p>Kunjungan terakhir ke Kawah Putih (Bandung Selatan &#8211; Ciwidey), Gunung Patuha pada tahun 2007 tepatnya bulan Agustus 2007, dengan tinggal menghitung hari saja genap setahun artinya. Tempat yang berada kurang lebih 2300 Meter diatas permukaan laut, sebelah selatan kota Bandung, menyimpan suatu misteri dimasa lampau. Masyarakat menganggap Gunung Patuha merupakan kawasan yang angker, mereka menganggap puncak Gunung Patuha dahulu merupakan tempat pertemuan para leluhur Bandung Selatan. Tetapi, misteri yang sudah menjadi turun-temurun itu mulai punah setelah terungkap oleh seorang ilmuwan Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghun, yang juga seorang pengusaha perkebunan Belanda yang mencintai kelestarian alam pada tahun 1837. Kondisi lembah Gunung Patuha pada waktu itu masih berupa hutan lebat, dipenuhi pohon-pohon kayu jenis lokal, seperti rasamala, saninten, huru, samida, dan lain sebagainya.</p>
<p>Karena rasa penasaran dan ketidakpercayaannya, Junghun terus menembus lebatnya hutan Gunung Patuha. Dan akhirnya dia menemukan suatu danau kawah yang terlihat sangat eksotik, dan sangat indah. Meski sudah ditemukan pada 1837, tapi kawasan ini baru menjadi objek wisata pada 1987 setelah dikembangkan oleh PT Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten.</p>
<p>Setelah memasuki area kawah putih, bukan rasa takut yang akan di alami, tetapi pasti akan terpaku dan terpana begitu melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana menakjubkannya genangan air yang berwarna putih disertai asap yang mengepul diatasnya. Warna air di danau kawah putih tidak selalu berwarna putih, warna putih kawah merupakan warna yang paling ditemui saat berkunjung, terkadang air berwarna hijau apel dan kebiru-biruan, bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu.</p>
<p>Yang kurang menyenangkan di kawasan ini adalah bau belerang yang bagi sebagian orang bisa menyebabkan batuk-batuk karena mencium baunya, bahkan tidak jauh dari kawasan wisata kawah putih terdapat goa buatan sedalam 5 meter yang katanya dulu pernah dijadikan sebagai tambang belerang. Bila anda melewati goa tersebut anda pasti akan mencium bau belerang yang sangat menyengat. Karena kandungan belerang yang sangat tinggi itulah, pada jaman dulu sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining Kawah Putih.</p>
<p>Kawah putih terjadi akibat letusan Gunung Patuha yang terjadi sekitar abad ke 10 s/d abad ke 12. Selain kawah putih juga terdapat kawah lain yang dikenal dengan nama Kawah Saat.<br />
Disana terdapat kios-kios yang menjual aneka cinderamata yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. Selain itu, juga banyak pedagang yang menjual buah khas Ciwidey, yaitu Strawberry.</p>
<p>Sangat disayangkan bila berwisata ke Ciwidey tidak singgah ke Kawah Putih, tentunya akan melewatkan tempat yang memberikan nuansa alam yang sangat menakjubkan. Terutama pada hari libur, disana akan melihat banyaknya orang yang berkunjung ke kawasan wisata ini untuk menikmati betapa indahnya lokasi tersebut. Keindahan yang ditampakkan akan membuat terus mengingatnya hingga beberapa waktu.</p>
<p>Cara Mencapai Kawasan Wisata Kawah Putih yang terletak kurang lebih 46 km dari kota Bandung bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Bila menggunakan kendaraan umum pun tidak perlu khawatir, disana terdapat angkutan yang bisa mengantar sampai ke area wisata Kawah Putih. Atau juga bisa berkonvoi dengan menggunakan sepeda motor bersama teman-teman.</p>
<p>Tertarik menjelajahi kota Bandung? kunjungi website berikut:</p>
<ul>
<li>
<div><a href="http://www.bandungtotal.com/">http://www.bandungtotal.com/</a></div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.bandungtourism.com/">http://www.bandungtourism.com/</a></div>
</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/setahun-sudah-berlalu-kunjunganku-ke-kawah-putih.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjelajahan Pertama Di Awal Tahun</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/penjelajahan-pertama-di-awal-tahun.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/penjelajahan-pertama-di-awal-tahun.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 15:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>
		<category><![CDATA[Penjelajahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/penjelajahan-pertama-di-awal-tahun.html</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#60;</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Di Semak belukar" href="http://kipsaint.com/"></a><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/01/Photo-0238.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2252" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Photo-0238" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/01/Photo-0238-150x144.jpg" alt="" width="150" height="144" /></a>Bulan Desember 2007 yang lalu adalah bulan yang paling sibuk dan melelahkan, karena menangani beberapa hal yang tidak bisa ditunda-tunda. Memberi training kepada karyawan sekaligus menghadiri pertemuan dalam rangka membuat <em>Memorandum Of Understanding</em> (MOU) baru untuk tahun ini (2008).</p>
<p>Menyelesaikan segala pekerjaan yang sempet tertunda tiap akhir tahun, merupakan jadwal rutin tahunan terkadang perlu diselesaikan dari waktu mulai pagi sampai siang, disambung lagi sehabis maghrib sampai malam.</p>
<p><span id="more-279"></span></p>
<p>Disisi lain dituntut menyelesaikan tugas2 belajar yang masih tertunda, apalagi jika seandainya ada suatu kondisi bahwa hari itu terakhir harus diselesaikan, tambah pusing deh&#8230;</p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/01/Photo-0236.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2253" title="Photo-0236" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/01/Photo-0236-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/01/Photo-0230.jpg"> <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2254" title="Photo-0230" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/01/Photo-0230-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Penuh dengan permasalahan pekerjaan bulanan dan tahunan mengenai penelusuran data dalam rangka pencarian keakuratannya yang harus deselesaikan pula. Ditambah kedatangan tamu dari luar kota tak bisa dibendung (masih dalam kaitannya dengan dunia pekerjaan), itu membuat kelelahan yang luar biasa. Duh capenya bgt&#8230;&#8230;</p>
<p><a title="Di Semak belukar" href="http://kipsaint.com/"></a>Tiba saatnya tanggal satu januari 2000delapan, tiada lain yaitu hari selasa yang tentunya bertepatan dengan hari libur nasional (tahun baru). Sebenarnya ga ada rencana kemana-mana akibat kecapaian, dan juga tidak mempunyai tujuan, mau main-main kemana? he&#8230; paling-paling mencari tempat makan yang enak. kalau gak ada teman rasanya untuk berangkat saja males bgt. Rencana awal tiduran saja sambil sesekali <em>online</em> .</p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/01/Photo-0235.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2255" title="Photo-0235" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/01/Photo-0235-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a> <a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/01/Photo-0234.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2256" title="Photo-0234" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/01/Photo-0234-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Begitu kedatangan temen, rencana tiduran teh batal, karena mereka mengajak jalan menyusuri daerah bandung pinggiran he&#8230; Menyusuri semak-semak yang masih tersisa dan sederet pesawahan dengan kocoran air yang masih bening tanpa pencemaran limbah industri. Bisa mandi dipancuran tuh&#8230; airnya dingin banget, cuma takut diintipin yang lewat, karena tempat mandinya ga tertutup rapat.</p>
<p>Lumayan bisa ngilangin sedikit penat penjelajahan pertama di tahun 2008 ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/penjelajahan-pertama-di-awal-tahun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tersesat Di Negeri Strawbery</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/tersesat-di-negeri-strawbery.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/tersesat-di-negeri-strawbery.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 06:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Strawbery]]></category>
		<category><![CDATA[Tersesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/tersesat-di-negeri-strawbery.html</guid>
		<description><![CDATA[Lelah, lemah, lesu itu mah adanya gejala suatu penyakit… Kalau rasa penat akibat kecapaian menghadapi musuh keseharian dalam beraktivitas itu akan selalu ada pada setiap orang. Tentunya dengan klasifikasi musuh seperti apa? atau tingkat prosentasinya ada ditingkat mana? yang sudah pasti dalam keadaan yang berbeda. Mampir sejenak di negara sebelah heu…Adanya musuh dalam beraktivitas atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2007/08/Strawbery-1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2167" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Strawbery 1" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2007/08/Strawbery-1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><span style="color: black;">Lelah, lemah, lesu itu mah adanya gejala suatu penyakit… Kalau rasa penat akibat kecapaian menghadapi musuh keseharian dalam beraktivitas itu akan selalu ada pada setiap orang. Tentunya dengan klasifikasi musuh seperti apa? atau tingkat prosentasinya ada ditingkat mana? yang sudah pasti dalam keadaan yang berbeda.</span></p>
<p><span style="color: black;">Mampir sejenak di negara sebelah heu…Adanya musuh dalam beraktivitas atau mungkin lebih tepat lawan bukanlah musuh itu merupakan suatu kenyataan hidup, dimana hal ini dapat mengukur diri sampai dimana posisi diri kita berada, yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk dapat menjajaki langkah berikutnya.</span></p>
<p><span id="more-28"></span></p>
<p><span style="color: black;">Sibuknya aktivitas keseharian tidak bisa dielak lagi, ini sudah menjadi kodrat bagi insan di dunia meski dengan kadar kesibukan yang berbeda. Menyikapi hal ini, terlintas dalam pikirin begitu pentingnya untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi tingkat kejenuhan sebagai salah satu musuh kita dalam hidup. Dimana didalamnya terdapat unsur-unsur sumber daya manusia baik itu berupa keluarga, tetangga, teman kerja atau pun teman sepermainan.</span></p>
<p><span style="color: black;">Ada beberapa hal yang dapat saya cerna sebagai lawan hidup saya jika melihat kebelakang, diantaranya : orang-orang yang berinteraksi dengan saya, baik secara langsung ataupun tidak, dimana dari setiap orang mengatas-namakan golongan atau kelas yang berbeda entah itu sebagai keluarga misalnya sebagai adik, kakak, orang tua atau anak. Sebagai atasan di dunia pekerjaan atau sebaliknya, Sebagai teman dikehidupan sehari-hari.</span></p>
<p><span style="color: black;">Dari unsur-unsur diatas pun masih bisa lebih jauh lagi terbagi-bagi. Dapat diambil contoh misalnya : ada teman yang mengakui bahwa dirinya berada dalam golongan keluarga berada, golongan orang-orang cerdas, golongan orang-orang yang berhasil dalam karir dan lain-lain.</span></p>
<p><span style="color: black;">Yang jadi permasalahan, dari setiap orang yang berbeda golongan tersebut tidak semuanya bisa menerima kita sebagaimana-mestinya lawan untuk berinteraksi (mungkin lebih tepatnya tidak bisa diakui untuk menjadi temannya atau sama sekali tidak dihargai). Mereka keukeuh mengatas-namakan dirinya sebagai orang yang berada dalam golongan yang berbeda.</span></p>
<p><span style="color: black;">Sejujurnya, saya sangat bersyukur kepada Sang Maha Pencipta alam semesta, karena telah menghadirkan berbagai ragam, golongan, klasifikasi atau sejenisnya yang berbeda-beda, tanpa mereka yang berbeda-beda tersebut tentunya sangatlah sulit menyadari bahwa saya ini berada dalam posisi mana? harus berbuat seperti apa? dan siapa saja yang layak dan dapat menerima saya sebagai lawan berinteraksi, dan lain sebagainya. Meski tidaklah dapat dipungkiri kerap kali hati kesal, kecewa terhadap orang yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.</span></p>
<p><span style="color: black;">Dari kepenatan menghadapi lawan-lawan hidup inilah saya mengikuti ajakan beberapa lawan yang ada untuk bisa mengikuti sebuah perjalanan, dan akhirnya tersesat di negeri strawbery deh….</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/tersesat-di-negeri-strawbery.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

