Dari AFI 1, AFI 2, AFI 3, 2005 dan 2006 tidak terlihat perubahan yang cukup berarti, dari serangkaian acara AFI tersebut yang merupakan hasil didikan dari para seniornya hampir tidak ada yang muncul sebagai penyanyi yang memiliki album sendiri saat ini. Lain hal nya dengan reality show yang lain yang sejenis, dari beberapa pesertanya dapat terlihat walaupun hanya beberapa saja yang muncul. Dan, karena merupakan kategori kontes bernyanyi maka yang munculpun tentunya mereka dapat mengeluarkan album sendiri (group) sebagai pembuktian bahwa mereka memang layak terjun ke dunia yang dituju.
Dari AFI 1, adanya rasa iba yang cukup tinggi terjadi, sehingga masyarakatpun terbius omongan-omongan yang kurang bertanggung-jawab mesti mereka itu sebagai juri sekalipun, sehingga jelas-jelas kurang membidik mana yang benar-benar tepat dan layak menjadi sang pemenang sehingga nantinya benar-benar bisa berumur panjang menjalani kiprahnya di dunia musik.
Dari acara yang pernah saya perhatikan, mungkin hanya AFI 2 dan 2005 saja yang sedikit memuaskan jika melihat kualitas peserta. Tetapi lagi-lagi terjadi hal-hal yang kurang pantas terjadi di AFI 2005, diantaranya :
Membahas acara yang telah berlalu mungkin kurang tepat, tetapi jika ada lagi acara seperti ini belajarlah dari yang lalu-lalu sehingga akan lebih tepat sasaran. Untuk saat ini kita bisa melihat kelanjutannya.
Lepas dari televisi yang melambungkan namanya itu, Tika dan Tiwi kemudian bergabung menjadi duo T2. Dan kemudian mereka berdua merilis album yang diberi titel ’OK’. Apa istimewanya?
Dengan musik yang tidak ribet, mereka memilih pop sebagai pijakannya. Pilihan yang standar dan wajar kalau pingin mudah diterima pasar.
Single pertamanya ’OK’ dibuat oleh Dewiq, seorang komposer yang sedang laris manis sebagai pencipta lagu. Karakter suara T2 yang ngepop dan rada manja, tidak terlalu sulit untuk dikenal pasar. Diluar itu ada nama Badai Kerispatih dan Dodhy Kangen Band. T2 juga mengemas dua lagu lawas ’Surat Cinta’ dan ’Tua-Tua Keladi’ ciptaan Oddie Agam dan Teddy Sujaya.
Meski belum tampak fenomenal seperti RATU, tapi hal ini mungkin merupakan pelopor realisasi dari jebolan AFI. Semoga yang pernah dielu-elukan sang juri pun berpikir untuk dapat mengikuti jejak yang ada demi memajukan musik tanah air tercinta.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.