Melengkapi cerita ngeblog kali ini, mencoba membuat postingan perihal lama yang baru sempat dituangkan disini yakni berkaitan dengan mengurangi penggunaan plugin.
Disadari atau pun tidak, dari sekian banyaknya plugin yang disediakan wordpress sering membuat keenakan tersendiri. Keberadaan itulah yang kerap membuat tidak menyadari sisi lainnya yang ditimbulkan dari penggunaan plugin-plugin tersebut. Pada dasarnya penggunaan plugin yang terlalu banyak itu tidak baik karena akan mempengaruhi kecepatan loading sebuah blog dan menambah beban server tentunya. Oleh karena itu, saya mencoba mengurangi beberapa plugin yang sebelumnya saya gunakan. Sekarang blog ini hanya menggunakan beberapa plugin saja yang dirasakan masih perlu untuk dimanfaatkan.
Selain tentang spoiler yang sempat dituangkan, pada postingan kali ini mencoba memuat tentang related post atau artikel berkaitan. Dan, terdapat beberapa plugin lainnya yang dipensiunkan juga namun tidak dituangkan disini sekarang “lumayan buat postingan diwaktu mendatang ketika kondisinya seperti sekarang belum menemukan ide fresh yang masih belum ditemukan”.
Related post atau artikel berkaitan keberadaannya cukup bermanfaat untuk meningkatkan visits and page views, time onsite bagi sebuah web/blog. Hal tersebut menjadi penilaian tersendiri dari sisi SEO. Oleh karena itu, langkah kecil ini berharap memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan Alexa rank yang akhir-akhir ini mengalami penurunan yang lumayan drastis bagi blog ini. *ngarep*
Turun sih wajar, kan jarang update.
Fungsi related post ini bisa diterapkan manual tanpa plugin.
Related Post by Category:
<h3>Artikel Terkait :</h3>
<?php $this_post = $post;$category = get_the_category(); $category = $category[0]; $category = $category->cat_ID;$posts = get_posts(‘numberposts=11&offset=0&orderby=rand&order=DESC&category=’.$category);$count = 0;foreach ( $posts as $post ) {if ( $post->ID == $this_post->ID || $count == 5) {unset($posts[$count]);}else{$count ++;}}?>
<?php if ( $posts ) : ?><div><ol>
<?php foreach ( $posts as $post ) : ?>
<li><a href=”<?php the_permalink() ?>” target=”_blank”><?php if ( get_the_title() ){ the_title(); } else { echo “Tidak ada artikel terkait”; } ?></a></li><?php endforeach // $posts as $post ?></ol></div><?php endif // $posts ?>
<?php $post = $this_post;unset($this_post);?>
Related Post by Tag:
<h3>Related Post : </h3>
<ul><?php
$tags = wp_get_post_tags($post->ID);
if ($tags) {
$first_tag = $tags[0]->term_id;
$args=array(
‘tag__in’ => array($first_tag),
‘post__not_in’ => array($post->ID),
‘showposts’=>5,
‘caller_get_posts’=>1 );
$my_query = new WP_Query($args);
if( $my_query->have_posts() ) {
while ($my_query->have_posts()) : $my_query->the_post(); ?>
<li><a href=”<?php the_permalink() ?>” rel=”bookmark”>
<?php the_title(); ?></a></li><?php endwhile; }}
else { ?>
<h2>No related posts found!</h2>
<?php }
$post = $backup;
wp_reset_query();
?></ul>
Lalu copy paste salah satu kode related post terpilih, tempatkan dibawah kode yang tersebut pada nomor 2. Jangan lupa perhatikan kode pembagi divisi pada thema yang digunakan agar tampilannya bisa disesuaikan dengan rapih. Sesuaikan juga jumlah artikel yang ingin ditampilkan. Seperti pada script pertama (count ==5) dan pada script kedua (showposts’=>5), angka 5 tersebut menunjukan jumlah artikel berkaitan yang akan ditampilkan. Simpan perubahan tersebut dan selesai!
Semoga masih terselip makna dari postingan sederhana ini. Wallahu’alam bishawab.

kips Reply:
March 16th, 2012 at 07:06
Hehe.. sama kok, masih belajar nih
Salam hangat selalu!
[Reply]