Seluruh alam semesta ini beserta isinya tiada lain adalah ciptaan Allah SWT. Manusia dan hewan merupakan bagian yang ada didalamnya, dimana satu dengan yang lainnya mempunyai keterkaitan. Sebagai contoh, hampir semua kemajuan atau perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dijangkau manusia selama ini merupakan kontribusi makhluk hewani belaka. Makhluk Tuhan yang bernama binatang yang acapkali kita pandang hina itu temyata mempunyai keistimewaan-keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh manusia.
Banyak hal dari kontribusi hewan menjadi nilai tambah bagi peradaban manusia, tentunya kontribusi dengan implementasi yang positif. Misalnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan cangkokan dan hasil tiruan dari hewan yang berada bumi ini. Seperti pada masa sebelum diketemukannya kapal terbang, manusia telah mengangan-angankan dirinya terbang melayang serta menukik bak burung-burung dan unggas yang seringkali kita jumpai diangkasa dan singgah didahan-dahan. Maka dengan kelebihan ‘akal’, impian anak manusia itu secara bertahap-tahap merealisasikannya dengan melewati berbagai percobaan “terbang” terlebih dahulu.
Selain itu, mungkin kita pernah menyaksikan seekor kelelawar terjebak dalam suatu ruangan tertutup yang terang benderang oleh cahaya. Mengapa ketika ia melayang dibawah atap ruangan tersebut tidak terbentur dengan benda-benda di hadapannya? Padahal telah kita ketahui bahwa hewan jenis kelelawar ini tidak melihat disiang bolong lantaran peka cahaya alias “buta cahaya”. Hal tersebut terjadi karena seekor kelelawar memiliki semacam indera yang sepanjang riset para cendekiawan menyatakan tak pemah dipunnyai makhluk lain kecuali si kelelawar yang “aneh” tersebut sehingga ketika menghadapi kejadian diatas dapat menyebkannya ia terhindar dari berbagai aral yang melintang dihadapannya itu.
Manusia, yang sekali lagi sudah diperlengkapi. “akal budi” oleh Allah SWT tidak menyia-nyiakan kesempatan baik itu sebagai bahan penyelidikannya. Dari hasil jerih payah tersebut, maka terwujudlah sebagaimana yang kita kenal dengan nama “Radar” yang banyak menolong orang di medan pertempuran dan lain-sebagainya.
Kemudian sebagai makhluk hewan yang kecil lainnya seperti serangga yang banyak dibenci oleh manusia karena kerapkali mengundang kerugian fatal. Maka pada hakikatnya tidaklah selalu demikian, Justru Si kecil mungil tersebut mempunyai andil besar dalam menghilhami para sarjana teknologi dalam penciptaan walky talky yang tersohor itu. Dalam tubuh serangga yang amat kecil itu temyata tersimpan indera yang berfungsi sebagai antena. Menurut penyelidikan para sarjana dan ahli ilmu binatang ternyata indera “aneh” itu berguna untuk “komunikasi” sesama mereka. Karena dalam tubuh serangga ada tersimpan semacam alat pemancar dan penerima sebagai walky talky yang telah kita kenal saat ini.
Tak sebatas yang tersebut diatas saja, pada dasarnya kita sudah mengetahui betapa banyak dan besarnya sumbangan dan kontribusi makhluk hewan yang tak jarang kita pandang hina dan remeh itu terhadap peradaban umat manusia. Meskipun demikian, tidak jarang manusia mencomot nama hewan yang dikonotasikan terhadap kondisi atau prilaku manusia dengan hal yang negatif atau sesuatu hal yang merugikan. Sebut saja; Kambing hitam, Raja Singa dan lain-sebagainya. Sampai-sampai jenis binatang pun dijadikan cap dalam melakukan uji coba yang dilakukan manusia, “Kelinci percobaan”. Lantas, disisi lain tentang adanya budaya memberanikan diri berbugil-ria (telanjang) dimuka umum untuk dipertontonkan termasuk sebagai kontribusi binatang yang mempengaruhi peradaban manusia? Untuk dapat menjawab keberdaannya, rasanya patut dipertanyakan dimanakah “akal budi” pemberian Allah SWT yang telah menjadi anugrah yang luar biasa bagi umat manusia.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Memang semakin kesana, “akal budi” manusia semakin memburuk… yuk mari introspeksi, berkaca diri… jangan sampai jadi orang yang terpuruk
[Reply]
indra Reply:
October 26th, 2009 at 17:07
Sanaos nyepam oge
Memang leres bebenah mah kedah ti salira masing2 heula, yuk semangat
[Reply]