KIP's Bandung

02
Sep

Diantara Malam dan Pagi

Published By:   Related entries: Life, Poetry   Tags: , , ,

Memang bukan kali ini saja aku disini. Kemarin, sekarang atau mungkin esok hari nanti. Bersaksi atas asa dan asap tengah malam yang lebur teraduk dalam pekat kerumunan gelapnya corak warna suasana. Dimana, diantara malam dan pagi diamlah hati karena ruang tak lagi dapat mendengar, dan penglihatan pun terasa samar. Berkuasalah sunyi, seakan seruan hantu-hantu malam tak lagi memberi perhatian dengan bisikan rahasianya yang memang tak dapat menghentikan kegelapan dihadapan semua mimpi-mimpi. Tapi lain untuk kali ini, diamlah hati sampai fajar tiba dengan sopan menunggu pagi berharap pasti akan datang menemui, dan terus tak henti mencoba membaca diri seraya menunggu asa mencintai cahaya dan berharap kan dicintai oleh cahaya.

Sebuah asa bertangkupkan kesunyian, lengang dari hiruk-pikuk kekuasaan, kemilau harta ataupun pikatan kehormatan. Suasana itulah yang mungkin serentak dirayakan. Dan dengan gelisah yang kian mencekam, hati ini terus bertanya dan selalu berpengharapan atas gerangan kebanggaan itu. Dimana hati telah berjanji mendatangi kesucian jiwa yang diberkahi dengan keagungan. Hendak melangkahkan kembali dengan pikiran yang diselubungi berjuta tanda-tanya akan bayangan yang kan dijumpai.

Harus diakui dengan pasti, berjuta hati menggantungkan harapan disaat yang sama, menunjukan dimana tidak sedikit diantara suasana hati adalah penunjukan atas pilihan sendiri. Mencoba menguak diri yang silau dan masih menggenggam sebuah hati yang sendiri serta rindu akan berkah-Nya dengan segala rahasia-Nya. Merujuk hati bicara, semakin dalam rebahan diri semakin mampulah rasa jelmaan bahagia. Dan diluar jiwa yang meleleh lantaran cinta, nampaklah jiwa yang lain. Laksana kabut yang rindu untuk beralih rupa menjadi tetes-tetes air mata.

Memang bukan untuk kali ini saja saatnya berserah diri, harus menoleh kedalam hati niscaya ditemukan satu-satunya yang pernah memberikan kesedihan dan juga kesenangan, tiada lain adalah hati itu sendiri. Bersama-sama, kedua hal terberikan itu datang, apabila yang satu duduk sendirian dimeja makan, mungkin yang lainnya sedang terlelap diatas ranjang.

Tanpa terasa lembaran-lembaran hitam pun menghilang lenyap dari keberadaanya. Saatnya pergi seakan meninggalkan janji, janji untuk kembali. Semuanya kubiarkan tanpa berkaca-kaca walaupun sesekali yang terjadi sesungguhnya terbalik. Tapi semua itu takkan berarti bila memang harus terjadi, karena hidup bukan sampai disini, waktu terus berjalan. Yakinlah hati ada bahagia yang akan dirasa selepas dini hari. Tersenyumlah, mengingat cinta masih ada dan memang selalu ada. Dan tersenyumlah, sarapan pasti menjalani asa kali ini yang datang hanya setahun sekali.

Related Post :

    17 Responses to “Diantara Malam dan Pagi”
    lany Said:

    berkah ramadhan,,,,,
    c akang janten anak kahlili gibran :mrgreen:

    [Reply]

    indra Reply:

    (cozy) Lagi belajar menjadi penerusnya nih (LOL)

    [Reply]


    dhodie Said:

    Sip.. keren themes barunya.

    Ramadhan memang seperti kumpulan hari untuk bermuhasabah, merenung akan perjalanan hidup kita selama ini. Thanks for reminding me this :-)

    [Reply]

    indra Reply:

    Themes-na asal wae ieu mah (LOL)

    [Reply]


    mantep kang…. dalem banget uy postingannya….

    [Reply]

    indra Reply:

    Haha… bisaa ajaa *ala tawa sutra* (LOL)

    [Reply]


    diantara siang dan malam (baik sore maupun pagi) memang terdapat berbagai kemuliaan , shalat shubuh dan ashar pun memiliki keutamaan tersendiri …

    [Reply]

    indra Reply:

    Yap, bener bgt semua waktu memiliki berbagai kemuliaan tersendiri, maksud tulisan diatas hanya menggambarkan suasananya saja. Terima kasih dah melengkapi untuk hal lainnya.

    [Reply]


    morishige Said:

    ini ulangtahun atau apa, kang? “setahun sekali”?

    btw saya juga penunggu pagi. malam memang menyisakan sedikit ruang bagi pribadi-pribadi yang membutuhkannya. terserah mau digunakan untuk apa.. :mrgreen:

    [Reply]

    indra Reply:

    Haha… Mantap jg tebakannya (ultah -> ramadhan), tulisan ini dibuat setelah postingan terakhir bertepatan dengan ultah, gaya bgt ya ultah *nutup muka* Berhubung draft-nya baru di publish beberapa hari yg lalu sekalian aja ditujukan untuk suasana sahur ramadhan :mrgreen:

    [Reply]


    Top Abisss :P

    [Reply]

    indra Reply:

    Terima kasih dah mampir :-D

    [Reply]


    _ta Said:

    hummm…
    jdi inget sahur semalem yang cuma pke kopi+mie instan
    tsaahhh…. 8)

    [Reply]

    indra Reply:

    Sama kok, cuma gak begitu suka mie instan :-D

    [Reply]


    KangBoed Said:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fulllllllllllllllllllllllllllllll

    [Reply]


    KangBoed Said:

    hehehehe.. mas bandungnya dimana neeeeh.. kita di KIRCON

    [Reply]

    indra Reply:

    Hehe… KangBoed bisa aja euy, pokoke untuk sahabatku terchayaaank I Love U fullll juga deh. Tercatat di kartu penduduk masih Babakan Surabaya, skrg lagi di Surapati nih.

    [Reply]


    Leave a Reply

    3+7=


    Free Translation Widget
    Personalcashadvance.com | get cash loans

    Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

    Diantara Malam dan Pagi
    [spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

    Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

    Diantara Malam dan Pagi
    Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

    Links

    Subscribe Us