Mengukur penampilan Public Figure ternyata tidak hanya dapat dilihat dari satu sisi saja, misalnya khusus pada apa yang sedang digeluti atau ditekuninyanya. Hal ini bisa kita lihat di berbagai Reality show yang saat ini sangat merebak diberbagai satsiun televisi.
Super Star acara yang di pandu Eko Patrio bersama Ruben Onsu ini merupakan salah satu acara reality show dalam rangka pencarian bakat menyanyi dari bintang-bintang yang telah terjun ke dunia hiburan sebelumnya. Dimana Indosiar mungkin bisa termasuk salah satu stasiun TV yang banyak melahirkan acara reality show, telah menyajikan program baru yaitu ajang pencarian bakat bertajuk Superstar Show. Kelahiran tayangan ini tidak lepas dari sukses yang diraih program sejenis, seperti Mamamia, Star Dut, dan Super Mama Seleb Concert.
Menejelang adanya reality show Mamamia 2, Star Dut 2 dan AFI junior 3, ”Super Star Show” adalah program baru Indosiar yang pada malam tadi memasuki babak grand finalnya.
Acara yang tidak jauh berbeda dengan acara sebelumnya yaitu Super Mama Celeb Concert, tak bisa dipungkiri memang lahirnya sebagai pengembangan dari Super Mama Seleb Concert. Dengan sistem penjuariannya sedikit berbeda dengan Super Mama Celeb Concert. yaitu SMCC ditentukan oleh juri votelock sebanyak 100 orang. Sedangkan Super Star Show jurinya ada di dua kota, masing-masing di Jakarta dan Surabaya pada awalnya, dan terakhir dengan 200 orang juri vote lock.
Bicara bagus tidaknya, menurut saya pribadi mungkin tidak sebagus Super Mama Celeb Concert. Tetapi diluar itu semua, Super Star tetap saja mengundang banyak pemirsa karena acara ini terasa hidup dengan berbagai lawakan2.
Sebenarnya saya kurang begitu suka dengan acara Superstar Indosiar. Mengapa? Menurut saya pribadi mengalami penurunan kualitas kalau dibandingkan Super Mama Seleb Concert. alasannya cukup sederhana;
Diluar adanya sedikit ketidakpuasan tersebut, bagaimana pun acara Super Star tidak kalah pamor dari suksesnya Super Mama Celeb Concert. Hal ini bisa dilihat dari beberapa email yang masuk padahal saya sendiri kurang begitu memperhatikannya. Jujur saja, saya lebih suka acara yang formil dan kalaupun ada bahan candaan setidaknya tetap lebih menonjolkan sisi kontesnya, sebagai contohnya “Mamamia goes 2″ yang di pandu Deni Cagur dengan juri Ahmad Dani, Arzeti Bilbina dan Helmi Yahya.
Dari beberapa babak yang ditonton, kalau bicara kekurangan atau kelebihan pastinya tidak akan ada habisnya, karena pendapat atau opini orang pasti berbeda-beda, sekarang yang terpenting adalah ucapan selamat buat pasangan yang berhasil dan memang benar2 layak jadi juaranya, yakni;
Sekali lagi selamat atas keberhasilannya!!
