Kip's Bandung

21
May

Berbalas Pantun

Published By:   Related entries: Cultural, Education   Tags: ,

Kips Ibarat makan sudah menjadi kebutuhan baku sehari-hari, beberapa jam disetiap harinya pasti nyempetin menengok inet. Padahal tak jarang cuma sekedar ngobrol atau sekedar berkelakar saja. Buktinya sudah beberapa kesempatan iseng nimbrung berbalas pantun disebuah social networking. Dari hal itulah terbersit hasrat hati menuliskan tentang pantun, lumayan buat pengingat-ngingat sastra lama yang terkadang sering dilakukan tapi tidak paham keberadaan sebenarnya pantun terdahulu. (blush)

Mengenal sebelum berbalas pantun. Pantun dikenal sebagai salah-satu jenis puisi lama yang merupakan sastra lisan dan telah terkenal dibumi nusantara sejak jaman dulu. Disebut satra lisan karena dahulu merupakan seni sastra yang diucapkan secara langsung atau lisan. Namun kenyataan sekarang selain secara langsung dilisankan, pantun juga sering dijumpai dalam bentuk tulisan. Untuk nama atau istilah pantun itu sendiri disetiap daerah berbeda-beda. Kalau di Sumatra masih dikenal dengan sebutan pantun, untuk di Jawa dikenal dengan Parikan, sementara di Sunda dikenal dengan Paparikan. Meskipun berbeda nama, maksud dan fungsinya sama yaitu biasa digunakan untuk saling menghibur, saling sindir-menyindir, mengungkapkan perasaan hati, menasehati, dll.

Mengenal komponen pantun! Bentuk pantun selalu sama, yaitu terdiri dari dua bagian yaitu sampiran dan isi. Jumlah keseluruhan sampiran dan isi biasanya terdiri dari empat baris kalimat, baris pertama dan kedua disebut sampiran, sementara baris ketiga dan keempat adalah isi (pesan yang hendak disampaikan). Adapun sampiran itu sendiri berfungsi untuk membuat irama pantun. Kalimat pertama memberi irama untuk kalimat ketiga, kalimat kedua memberi irama untukkalimatkeempat.

Dalam berpantun sekarang ada juga yang terdiri dari dua bari saja, dimana baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalahisinya.

Aturan membuat pantun! Ciri utama dari pantun adalah berpola A-B-A-B pada setiap ujung kalimat. Namun ada juga yang menggunakan pola A-A-A-A. Sebagai, contoh:

Berakit-rakit ke hulu –> u(A)
Berenang renang ke tepian –> n(B)
Bersakit sakit dahulu –> u(A)
Bersenang senang kemudian –> n(B)

Mencoba membuat pantun! Untuk memudahkan membuat pantun, yang pertama-kali dibuat adalah isinya, yaitu baris ketiga dan keempat. Setelah isi yang hendak disampaikan dibuat, baru pembuatan sampirannya pada baris pertama dan kedua. Jadi tidak perlu urut dalam pembuatannya. Hal itulah yang membedakan dengan cara penulisan karya sastra lainnya seperti puisi atau prosa, karena membuat pantun justru lebih terasa mudah dimulai dari bawah dulu yang berupa isi.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk memudahkan dalam membuat pantun yaitu mencari kata atau suku-kata diakhir kalimat pantun yang akan dibuat. Hal tersebut akan memudahkan untuk membuat pantun agar bisa saling berhubungan diantara bagiannya. Misalnya antara baris satu dengan baris kedua dalam sampiran diusahakan saling berhubungan kalimatnya sehingga pantun akan terlihat lebih bagus dan menarik. Begitu juga untuk isinya, baris ketiga berhubungan dengan baris keempat.

Selain hal diatas ada juga yang harus diperhatikan yaitu jumlah suku-katanya yang akan dipakai. Diusahakan sama antara baris pertama, kedua, ketiga dan keempat. Tapi, ciri tersebut sekarang sering diabaikan dalam berpantun, dan dalam kenyataannya hal tersebut menandakan bahwa sebenarnya tidaklah mudah membuat pantun yang bagus karena memerlukan pemikiran.

Jika ingin membuat pantun, tentukan terlebih dahulu baris isi pantunnya. Misalnya:

Saya berpantun masih belajar,
Maafkan jika memang kurang bagus.

Setelah isinya ada tinggal menambahkan sampirannya yang bisa diambil dari peristiwa sehari-hari. Misalnya:

Sopan santun tanda terpelajar,
Maka tak jarang berbahasa halus.

Pantun jadinya seperti ini:

Sopan santun tanda terpelajar,
Maka tak jarang berbahasa halus,
Saya berpantun masih belajar,
Maafkan jika memang kurang bagus.

Kumpulan pantun dapat dikelompokan jenisnya, misalnya ada pantun anak-anak, pantun nasihat, pantun percintaan, pantun religi dll.

Contoh pantun anak-anak.

Tomat itu buat bumbu,
Tidaklah enak dimakan mentah,
Hormat selalu pada ibu,
Jika disuruh jangan membantah.

Contoh pantun nasihat.

Enak bener tinggal di Batujajar,
Segar udaranya, indah dan permai,
Anak sekolah rajinlah belajar,
Agar cita-citanya kelak tercapai.

Contoh pantun percintaan.

Rasanya kesal kalau menunggu,
Sampai tak sadar habis cemilan diplastik,
Asyiknya jikalau malam minggu,
Bertemu kekasih yang baik juga cantik.

Contoh pantun religi.

Gunakanlah jurus sakti berpencak silat,
Hingga membuat lawan lemas lunglai,
Lakukan terus berdoa dan juga shalat,
Menjaga hati selalu tenang & damai.

Nah, sekarang balik ke cerita awal, postingan ini terinspirasi dari iseng berpantun bersama kerabat di social networking. Berbalas pantun! Inilah contohnya:

Belajar menyulam hasilnya rapi,
Diterusin merenda disuguhi bakwan,
Benar-benar malam ini terasa sepi,
Pada kemana ya kawan-kawan.

Kalah itu lawannya menang,
Keduanya adalah hasil tempur,
Mungkin lagi bersenang-senang,
Saatnya menikmati hari libur.

Niat pagi hari sarapan bubur,
Supaya siang tidaklah lapar,
Enaknya yang pada berlibur,
Saya harus berkutat belajar.

Rujak petis pakai kedondong,
Untuk dibawa bekal mendaki,
Kalo gitu mah sama aja dong,
Saya duduk disini cari rejeki.

Ke Ciledug jual abu gosok,
Kerja keras biar dapet fulus,
Jedag-jedug mikirin besok,
Semoga saja saya bisa lulus.

Disebelah ada kebun pepaya,
Sebelahnya lagi tempat gerabah,
Yakinlah dan tetap berupaya,
Insya Allah munajatnya terijabah.

Bulan bangkit di langit kelam,
Cahayanya redup serasa gulita,
Hari berganti ditengah malam,
Saatnya menutup sepasang mata.

Lelah sudah habis memahat,
Dari kemarin harus lembur,
Sudah saatnya kini istirahat,
Ayo cepetan pada tidur.

Kumat lagi kelakuannya,
Sering manyun semakin jadi,
Selamat pagi semuanya,
Yang baru bangun ayo mandi.

Tersenyum manis pasti tak akan rugi,
Apalagi paginya sudah menggosok gigi,
Embun menetes pertanda sudah pagi,
Sudah saatnya untuk beraktivitas lagi.

Asyik juga ternyata berbalas pantun itu. Dan saya yakin, kerabat lainnya pasti suka atau pernah berpantun meski hanya sesekali. Mungkin dalam bentuk candaan, sms, kartu ucapan dll. Barangkali ada kerabat yang mau menambahkan atau melengkapi pantun disini, atau mau berbalas pantun? Mangga! :D

Related Post :

    47 Responses to “Berbalas Pantun”
    susisetya Said:

    Jadi teringat pelajaran bahasa Indonesia jaman SMP dulu, waktu dikasih tugas bikin pantun aku nyontek dari sinetron sengsara membawa nikmat (gak kreatif yach… :)), tapi kangen juga dengan sinetron sinetron jaman dulu seperti siti nurbaya Kasih tak sampai, dan sejenisnya….

    [Reply]

    kips Reply:

    Minum teh sembil makan lotek
    Ladanya lotek bukanlah pakai saos
    Har, teteh kapungkur nyontek
    Nyontek sakali-kali mah teu sawios
    :-D

    [Reply]

    iwanngomik Reply:

    Bermain air badan basah
    Dua tambah dua empat
    Membuat pantun emang susah
    Menyinggung orang kena damprat

    [Reply]

    iwanngomik Reply:

    Buah pepaya buah gedang
    Buahnya sama namanya beda
    Semalam suntuk berdua an bergadang
    Besoknya sidia berbadan dua

    [Reply]

    iwanngomik Reply:

    Ass. Saya mohon beribu maaf telah mengotori dinding ini. Saya akui kesalahan saya tidak mohon izin terlebih dahulu untuk ikut mencoba berpantun di sini. Kalau tidak berkenan, silakan meremove semua “pantun” saya. Sekali lagi mohon maaf.. wass.,Pengamen pantun..

    [Reply]


    jadi keingetan jaman dulu SD sering dapat tugas nyari berbalas pantun seperti diatas… dengan pakem AB AB agar pas akhirnya

    [Reply]

    kips Reply:

    Hehe.. iya bener, inget pas sekolah dulu jadi iseng berpantun :-D

    [Reply]

    iwanngomik Reply:

    Lain dulu lain sekarang
    Jaman sekarang mingkin parah
    Muka keringatan kalo mengarang
    Takutnya ngeliat guru marah. ..

    Hahaha

    [Reply]


    kania Said:

    susah nemu pakaian bagus dari katun
    jauh2 dicari adanya di tasik
    wah aku ga bisa berbalas pantun
    setiap kucoba hasilnya jadi ga asyik

    [Reply]

    kips Reply:

    Sangat lelah panen markisa
    Kebunnya luas ada di Pondok Kopi
    Hoalah, ngakunya tidak bisa
    Pantunnya bagus jadi angkat topi
    (worship)

    [Reply]

    iwanngomik Reply:

    Si pelanduk mencuri buah mentimun
    Mentimun segar dibuat acar
    Asyik berpantun daripada melamun
    Berpantun sambil mencari pacar

    [Reply]


    aming Said:

    jago juga bikin pantun nya,
    jadi inget waktu sekolah dulu..

    [Reply]

    kips Reply:

    Beli jahe sampai ke Dago
    Tuk pelengkap bumbu di dapur
    Hehe, saya belumlah jago
    Iseng aja daripada ngelantur
    (blush)

    [Reply]


    alamendah Said:

    Saya termasuk yang harus angkat tangan kalau harus berbalas pantun a.k.a membuat pantun dadakan.

    >>>Nitip pesan buat semua:
    Saya ada tantangan buat para blogger Indonesia, ki. Yang siap bisa langsung ceck TKP di blog saya.

    [Reply]


    alamendah Said:

    komen saya kok hilang. Keknya tadi urlnya kepanjangan sehingga masuk spam, ya?. Sorry

    [Reply]

    kips Reply:

    Terbentang jarak nan jauh dilirik
    Deretan gunung terlihat indah
    Tantangan yang sangat menarik
    Buat coretan yang tidak mudah
    (blush)

    [Reply]


    cimul Said:

    jadi keinget pas jaman2 putih-merah dulu… tugas Bahasa Indonesia disuruh bikin pantun… (blush)

    [Reply]

    kips Reply:

    Tuliskan atuh contohnya disini :-D

    [Reply]

    iwanngomik Reply:

    Putihmerah dahulu dijadikan umbul2
    Rambut lelaki suka dijambul
    Geli ngeliat orang gembul
    Makan banyak tp suka ngedul

    [Reply]


    jiaahhhh,..gak pandai berpantun je :D

    [Reply]

    kips Reply:

    Sama kok, cuma iseng belajar aja.
    Sok atuh dicoba :-D Btw, makasih banyak ya dah menyempatkan mampir (worship)

    [Reply]


    Vulkanis Said:

    Kudu bener-bener kalo bikin pantun teh nya ?

    [Reply]

    kips Reply:

    Hehe… mungkin gak selalu begitu mas.
    Yang perlu pemikiran itu jika memang benar-benar menghendaki pantun yang bagus biar lebih menarik :-D

    [Reply]


    mas bro tukar link ma ane.. bisa gk???

    [Reply]

    kips Reply:

    Boleh mas, sering-sering saling silaturahmi ya :mrgreen:

    [Reply]


    budies Said:

    Indonesia tanah air beta
    pusaka abadi nan jaya
    telah berkunjung di blog saya
    terima kasih ya
    wis gak sambung blas

    [Reply]

    kips Reply:

    Tugas satpam itu berjaga
    Ngawasi gerak-gerik sindikat
    Tidak apalah begitu juga
    Masih ada tali buat pengikat *sbg penyambung* :-D

    [Reply]


    the_arul Said:

    Aku suka pantun, aku suka nge blog.

    Ayo ngepantun sambil nge-blog

    [Reply]

    kips Reply:

    Jalan dituntun karena takut jeblog
    Ada yg berpantun sambil ngeblog :-D

    [Reply]

    Henri pelawak Simarmata Reply:

    gondang toba
    gondang batak
    sotung mallapak.,.
    :-P
    maaf ya mas
    bisa b’pantun cuman
    pakai bahasa batak

    [Reply]


    ICHA Said:

    AJARIN BIKIN PANTUN DONK???!!!!!!

    [Reply]

    kips Reply:

    Hehe.. kan diatas sudah diulas mengenai bikin pantun itu, silahkan dicoba atuh :-D

    [Reply]


    SILFARA AKSELERASI Said:

    KA’BIKININ PANTUN BERBALAS SMP DONK.
    LAGI PERLU NICH.AQ KAN KLS AKSELERASI JADI DISURUH BUAT PANTUN.
    BANTUIN DONK KA’UDH ADA SICH TAPI KURANG PERCAYA DIRI.

    [Reply]

    kips Reply:

    Kaki terasa sakit tadi terjatuh
    Gara-gara lari ketakutan ada yang ngejar
    Si adek mesti bikin sendiri atuh
    Kalau dibikinkan sama saja tidak belajar

    Semangat ya :-D

    [Reply]


    Tambahan Mas
    Setiap baris pantun terdiri dari 4-6 kata
    terdiri dari 8-12 suku kata
    jika hanya terdapat 2 baris (1 sampiran 1 isi) itu dinamakan”Karmina” (pantun singkat)

    [Reply]


    Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.

    Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata. Seringkali bercampur dengan bahasa-bahasa lain. Berikut contoh pantun (sebetulnya adalah karmina) dari kalangan pemuda:

    Mawar merah tumbuh di dinding
    Jangan marah, just kidding

    Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

    [Reply]

    kips Reply:

    Terima kasih banyak telah melengkapi (worship)

    [Reply]


    Noer Said:

    Jaman sekarang jarang ya orang dalam berkomunikasi biasa menggunakan pantun…
    Mantaf infonya sobat, sukses selalu ya…

    [Reply]


    ibnu Said:

    “kips” itu pake font apa ya gan ? download dimana font nya?

    [Reply]

    kips Reply:

    Tulisan yang dimana ya gan? :-D

    [Reply]


    jalan-jalan ke kota paris
    nampak rumah berbaris-baris
    abang rala tersusuk keris
    hanya untuk dapat adik yang manis

    [Reply]


    budies Said:

    wah sedikit yang masih melestarikan pantun sebagai bagian dari khasanah kebudayaan bahasa melayu/indonesia.. semoga makin banyak pecinta budaya

    [Reply]


    jasa seo Said:

    enak yah kalau sudah pantun mah bisa bales balesan.

    [Reply]


    arya pangestu Said:

    Iya mas tingal baless balesan

    [Reply]


    Alangkah manis buah manggis
    Buah apa enak ditumis
    Badan merinding muka meringis
    Begitulah dicium dido berkumis

    [Reply]


    Anak kecil suka rewel.
    Gatallah getah umbi keladi
    Makin tua makin bawel
    Makin tua korupsi men-jadi2

    [Reply]


    Shev Said:

    nambah pengetahuan tentang pantun nih…

    [Reply]


    Leave a Reply

    2+9=


    Free Translation Widget

    Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

    Berbalas Pantun
    [spoilergroup] [spoiler intro="A"] Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

    Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

    Berbalas Pantun
    Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

    Berbalas Pantun

    Berbalas Pantun
    Ibarat makan sudah menjadi kebutuhan baku sehari-hari, beberapa jam disetiap harinya past...

    Links

    Subscribe Us