Kip's Bandung

14
Jul

Berat Sama di Pikul, Ringan Sama di Jinjing

Published By:   Related entries: Life   Tags:

Berat sama di pikul, ringan sama dijinjing“, pepatah ini sangatlah erat hubungannya dengan saling keterkaitan dan saling ketergantungan. Mengapa demikian? Sangat jelas sekali kalimat tersebut berlaku terhadap manusia yang lebih dari satu orang dimana diisyaratkan pada kata “sama“.

Setiap manusia tentu tidak bisa berdiri tegak tanpa manusia yang lain, dan sebakliknya manusia yang lain pun tidak dapat menjalani kehidupannya tanpa manusia yang lainnya lagi. Jadi satu dengan yang lainnya saling terkait dan sangat menentukan hubungan diantaranya dalam menjalani kehidupan secara sadar .

Namun demikian, pepatah diatas mungkin bisa berjalan lancar jika diantara manusia yang saling berhubungan tersebut memiliki visi yang sama. Kalau saja tidak ada kesamaan visi yang sama, tidak sedikit orang-orang yang kehilangan arah akibat dari ketidak-pedulian sesamanya atau yang ada disekitarnya.

Sebagai contoh dari implementasi kalimat diatas harus memiliki visi yang sama yaitu salah satunya dalam berumah-tangga. Seorang laki-laki dan seorang perempuan melakukan suatu ikatan pernikahan karena adanya mimpi atau keinginan dan tujuan yang sama yaitu membangun sebuah rumah tangga yang diidamkannya. Jika diantara keduanya memiliki visi yang sama untuk membangun keluarga yang harmonis dengan memiliki anak, rumah dan kehidupan yang layak, maka sebagai realisasinya banyak sekali yang mereka wujudkan, paling tidak salah satu kebanggaan dan kebahagian hidup mereka dapatkan.

Kalau dicontohkan pada suatu perusahaan, hal tersebut dapat di lihat dengan banyaknya corporate yang kokoh berdiri, entah itu dibangun oleh dua orang atau lebih, yang jelas survive mereka sangat dipengarihi oleh visi yang sama.

Jika mau bicara lebih jauh, mungkin berkaitan dengan masalah sebuah Negara. Setiap Negara tentu saja tak bisa berdiri tegak tanpa rakyat. Sebaliknya rakyat tanpa negara bukan apa-apa. Negara yang kuat adalah yang disokong oleh segenap rakyatnya. Adapun rakyat itu bertingkat-tingkat, sejak dari golongan atas (elit) sampai pada tingkat strata rendah (arus bawah) satu sama lain saling terintegrasi. Bak kata pepatah tersebut “berat sama dijinjing, ringan sarna dipikul.”

Di antara sekian banyak rakyat itu terdiri dari berbagai lapisan misalnya ada yang dari lapisan ulama, militer, pegawai, pelajar dan seterusnya. Namun, berbagai macam golongan itu masing-masing punya tugas dan kewajiban sebagairnana yang dipikul-bebankan Allah SWT, menurut kedudukannya masing-masing.

Wajar saja bila ada suatu negara dibimbing oleh agama (dipengaruhi mayoritas sebagai realitas sosial suatu negara). Sedangkan agama itu sendiri sudah tentu tidak akan kokoh bergerak tanpa adanya negara. Dan begitulah seterusnya di dalam suatu negara tidak akan kuat bila tak ada militer. Militer berfungsi mempertahankan suatu negara dari segala ancaman dalam maupun luar serta memberikan rasa aman kepada rakyat.

Nah, jika pada satu golongan tidak memiliki visi yang sama, apa jadinya? Banyak sekali contoh nyata yang didapatkan seseorang akibat dari adanya perlakuan orang lain yang sebenarnya berada pada level yang sama tetapi tidak memiliki visi yang sama, yang sebenarnya pun tidak seharusnya terjadi. Misalnya saling menjatuhkan rekan kerja dengan cara yang tidak sehat, padahal tahu persis diantara mereka semua seharusnya memiliki visi yang sama untuk membantu memajukan persusahaan dan sudah barang tentu untuk kesuksesan dan kemajuan dirinya masing-masing. Sementara kalimat “untuk kesuksesan dan kemajuan dirinya masing-masing” yang harus diperjelas, dengan kata lain harus adanya visi yang sama secara universal dalam kehidupan yaitu memegang teguh keyakinan dalam beragama (dalam hal ini sangat yakin tidak ada satu agama manapun yang memperbolehkan berbuat sesuatu yang nantinya merugikan orang lain) sehingga tidak melakukan tindakan yang sangat merugikan bagi kehidupan orang disekitarnya.

Jadi, untuk memakmurkan suatu keluarga, golongan, negara serta agama harus mempunyai tujuan hidup yang sama, saling menyukseskan, memajukan, dan membangun demi kemaslahatan bersama.

Related Post :

facebook share
One Response to “Berat Sama di Pikul, Ringan Sama di Jinjing”
abah Said:

Leave a Reply

2+7=


Free Translation Widget

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Berat Sama di Pikul, Ringan Sama di Jinjing
[spoilergroup] [spoiler intro="A"] Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Berat Sama di Pikul, Ringan Sama di Jinjing
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Berbalas Pantun

Berat Sama di Pikul, Ringan Sama di Jinjing
Ibarat makan sudah menjadi kebutuhan baku sehari-hari, beberapa jam disetiap harinya past...

Links

Subscribe Us