Kabar dari minggu pagi, tergopoh-gopoh dan “hus-hos bari jeung hah heh hoh” nafas terengah-engah kecapaian. Itulah sebuah pertanda tidak mengindahkanya sebuah pepatah “penyesalan tanpa upaya memperbaiki diri adalah awal bagi penyesalan selanjutnya.” Maklum sudah cukup lama tidak menggerakan anggota badan dengan cap olah-raga.
Diawali keinginan jalan-jalan pagi sambil menghirup udara segar dan sekedar mencari makanan, seorang ibu dan seorang bapak paruh baya ditempat menumpang hidup mengajak seketika jalan dengan rute lumayan cukup jauh, rasanya menantang sekali dan bakal menyenangkan. Dalam hati yakin sekali bahwa rute yang akan ditempuh itu tidaklah akan sama dengan yang disebutkan diawal mengingat yang ngajak itu orang tua. Saya kan masih muda masa kalah sama orang tua dalam hati. Tapi ternyata rute yang ditempuh benar, jauh juga sampai kedua kaki terasa pegel dan panas.
Sedikit takjub sekaligus kaget dan malu melihat kedua-orang tua berjalan dengan cepatnya, istilah Bahasa Sundanya “norolong” jauh meninggalkan saya. Belum sampai ditujuan kebetulan melihat pedagang Surabi dan kue-kuenya yang masih hangat, langsung saja menyerbu kue serabi itu sekalian istirahat sekedar mencari alasan panasnya kedua telapak kaki.
Sampai diujung target, tersaji hidangan yang menggiurkan, mantap!
Setelah istirahat sejenak kami pun menyantapnya sambil “ngadu bako” (ngobrol ngaler-ngidul alias ngalor-ngidul dll) dan terjabarlah sudah alasan mengapa saya merasa kalah dari kedua orang tua tadi, rajin dan rutin berolah-raga intinya.
Ketika muda sampai saat ini katanya masih dibiasakan untuk menyempatkan diri berolah-raga secara teratur walaupun hanya sekedar jalan kaki sebentar. Bahkan ketika waktu muda dulu dan masih banyaknya kegiatan lomba gerak jalan kerap diikutinya, sampai rute Bogor-Jakarta, Sumedang-Bandung pun pernah diikutinya. Bahkan dalam grupnya “Fajar Pahlawan Klub 5″ pernah menjadi juara umum dalam lomba gerak jalan yang diselenggarakan PWI Jabar, dan berhasil meraih Tropy bergilir dalam lomba gerak jalan memperingati HPN III dan HUT PWI ke 41 tersebut. Selain meraih tropy bergilir tersebut juga meraih tropy tetap ketua DPRD Provinsi Jabar. Coba lihat photo-photonya, sedikit menggelitik melihat seragam yang dikenakanya, seperti seragam barisan anggota marching band.
Manfaat jalan kaki meski 30 menit sehari saja mungkin tak terbayang sebelumnya, karena berjuta orang lebih (termasuk saya) bisa jadi tidak mempunyai bayangan bahwa ada suatu kemungkinan akan menjadi korban serangan suatu penyakit yang dapat merenggut kesehatan anggota badan (raga), bahkan nyawa. Tidak sedikit yang hanya berpangku tangan dan hanya mengangkat bahu serta menggelengkan kepala ketika diajak berolah-raga, semua itu dikarenakan gejala-gejala penyakit yang akan menyerang memang sering tidak terlihat. Sebut saja salah-satunya diabetes, sebuah penyakit yang diperkirakan separuh diantaranya diderita kaum laki-laki. Bahaya euy
Konon katanya, penyakit tersebut tidak berhubungan dengan kebanyakan makan gula. Seseorang yang didiagnosis menderita diabetes ketika tubuhnya tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak menggunakan insulin yang ada dengan benar. Dimana insulin merupakan hormon yang dikeluarkan oleh pankreas dan diperlukan untuk mengubah makanan menjadi energi. Sementara keterkaitanya dengan gula tiada lain sebagian besar yang kita makan untuk dijadikan energi diuraikan menjadi sejenis gula yang disebut glukosa, yakni bahan bakar yang dibagikan kepada setiap sel tubuh. Tetapi, bagaimana pun penderita diabetes harus membatasi asupan gula, karena dapat membuat kadar gula darah melonjak lebih tinggi. Dan kaitanya dengan penyakit tersebut, bagi orang yang berisiko terkena penyakit diabetes dengan cukup rajin berjalan kaki santai selama 30 menit sehari ternyata menjadi salah satu terapinya dan juga dapat menjadi kiat untuk mencegah kemungkinan seseorang terserang penyakit tersebut.
Rajin pangkal sehat tentunya harus diakui dalam hal ini. Gampang banget untuk dilakukan tapi memang prakteknya terkadang terlupakan banyak orang termasuk saya pribadi. Bukan hanya lupa tapi rasa malas kerap merajai terlebih sehabis ngalong. Kemarin saja pulangnya diantar dengan roda empat.
Yuk, semangat berolah raga.
indra Reply:
April 15th, 2010 at 11:02
[Reply]