Pagi menjelang terbangun sudah dari peraduan. Meski belum waktunya membuka jendela yang terselip dalam ruang kamar, begitu pula belum saatnya menyingkap gorden yang menghalangi pemandangan, Nara terbangun lalu menuju pintu dan pergi ke arah dapur. Secangkir kopi hangat sengaja diseduhnya sekedar teman menghadang kesenyapan.
Sungguh nikmatnya pagi yang cerah manakala didengarnya burung-burung bernyanyi. Berjalan satu-dua langkah kakinya menuju halaman dan disentuh sejuknya embun pagi seraya berkata “Ya Allah, terima kasih atas nikmat ini yang tiada terkira.” Ceria akan cerahnya pagi, gembira dengan rencananya yang dihadapi, membuat Nara memiliki semangat untuk melintasi sebuah telaga bersama teman-teman dihari itu. Begitu sang raja siang menampakan sorot matanya, bergegaslah menuju tempat berkumpulnya teman-teman yang sudah berjanji untuk pergi bersama. Lantas, beberapa roda berputar mengantarkan mereka ke sebuah telaga dengan melewati perbukitan kecil yang masih hijau nan sejuk menuju sebuah situ yang terletak diantara bukit-bukit yang berdampingan.
Saking sukanya sama ini tanaman, yang menjadi salah satu jenis bahan makanan kampung jadi tergelitik untuk mencari tahu keberadaan dan khasiatnya, barangkali ini berdasar pada saya sendiri yang terlahir sebagai orang kampung.
Mengenal keanekaragaman hayati rasanya ada baiknya. Dimana, dari beribu-ribu jenis tumbuhan yang hidup secara alami di gugusan kepulauan nan subur ini banyak tumbuhan berguna tumbuh dan berkembang, salah-satunya jenis tumbuhan yang ada yaitu Cajanus Cajan. Jenis kacang ini di Sunda lebih dikenal sebagai kacang Hiris, sedang di beberapa daerah memiliki nama yang berbeda. Di Jawa dikenal dengan kacang Gude atau kacang Kayu sedang di Bali disebut dengan Kekace. Di Sunda mungkin kita mengenal adanya Rujak Hiris atau Pencok hiris yang sebelumnya sempet disinggung digubuk sebelah.
Sebagai makanan rakyat, tumbuhan ini di Indonesia tidak begitu populer dan belum banyak dimanfaatkan sebagai sumber pangan layaknya jenis kacang-kacangan lainnya seperti kacang kedelai, kacang tanah kacang merah dan sebagainya. Sementara, jika dilihat dari kandungan nutrisinya, konon biji kacang hiris ini merupakan sumber pangan yang potensial. Biji kacang ini mengandung sumber protein, karbohidrat, lemak serta vitamin A dan vitamin C.
Cukup lama tak menjumpai kawan-kawan menjadi kangen seketika, semoga tulisan ini menjadi pertanda bahwa diri ini masih merasakan betapa berharganya kehadiran kalian semua. Jauh dari lubuk hati yang dalam, aku masih ingin menyampaikan sapaan hangat meski hanya ditemani secangkir kopi hangat
Andai kalian tahu, aku masih ingin tersenyum seperti waktu-waktu sebelumnya meski dunia begini adanya. Bukan hendak mentertawakan kepedihan dan kesedihan sebagian penghuni negeri ini yang banyak diantara kita mengalami duka, tapi tersenyum pertanda semangat itu kembali terbuka, tumbuh dan mengembang selayaknya. Dan kini, kutemukan sudah! Sebuah titik yang dihadapi bak pertanda untuk berhenti namun dilain sisi berwujud isyarat yang memerlukan uraian. Dari tekanan itulah terlahir sudah nama dan batasannya, jika dipandang dari satu sisi yang berlawanan tersebut pulalah kebalikanya. Begitulah kira-kira dengan diri ini, ibarat salju karena membeku dan berbaur lalu terkubur karena melebur. Setelah tertidur sesaat, masih meiliki impian hebat tiada lain mencairkan suasana penat, membekukan hasrat sesat, mendidihkan semangat dan apa saja yang ada dalam niat seharusnya terbuat.
Suara hati tertuliskan dalam sunyi, kala gemerciknya hujan yang tak kunjung henti tanpa disadari nyanyian hati teralunkan meski dengan lirih. Jadi “ngahariring euy” padahal tidak sedang meraih kebahagiaan yang terasa istimewa dan tidak juga menghadapi kesedihan yang menjelma, intinya sedang biasa-biasa saja
Saat bernyanyi kecil itulah teringat jaman baheula ketika muda dulu pernah diajak teman pergi ke karaoke, dan sepulangnya teman itu menyarankan jika suatu saat menghadapi kejenuhan, ada baiknya pergi ke karaoke sekedar untuk menghilangkan sedikit penat dengan bernyanyi. Lalu, teringat pula ceritra seorang teman lainya, jika menghadapi suntuknya suasana karena hadirnya permasalahan dia sering mencari ruangan kedap suara, lantas berteriak dan bernyanyi sekencang-kencangnya. Tak cukup hanya itu, aliran musik yang dibawakanya pun aliran keras sehingga “brang breng brong” gaduhnya instrument pun menjelma. Dan, setelah itu konon katanya dapat sedikit menenangkan hatinya. Pernahkah merasakan hal yang sama? Meski tanpa disadari, rasanya semua orang pernah menjadikan nyanyian sebagai kiasan kondisi hidup yang sedang dihadapi. Betul kan?
Sebuah pengharapan! Dari penglihatan terbersit asa, dari pendengaran terwujud keinginan dan dari pembicaraan tersampaikan kehendak, tiada lain sebuah pengharapan. Berharap ma’af atas segala khilaf yang telah diperbuat.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Lebaran! Live is go on, Everything reborn But All of the sin & Regret still inside me, And I don’t wanna say Nothing but “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum”. Minal ‘Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
Disela-sela kesenggangan waktu yang ada, ternyata mengasyikan juga mendengarkan lantunan-lantunan syair religi. Setiap menjelang ramadhan tiba, biasanya beberapa penembang tanah air mengeluarkan single atau album yang bertemakan religi, sebut saja Novia Kolopaking, Rita Effendi, GIGI, dan banyak lagi yang lainya. Selain itu, rasanya tidak bisa dipungkiri keberadaan melegendanya syair-syair yang pernah dilantunkan Bimbo dan juga begitu kuatnya pesan yang terkandung dalam syair Tombo Ati dari Opick. Nah, kali ini hadir “Dhuha” dalam syair yang tertata apik dan merdu dari lantunan Alul.
Kata do’a, tunduk, sujud dan bersila serta rizki dan rahmat, menjadi sumber inspiratif terhadap hadirnya beberapa bait postingan ini. Dalam suasana berlomba-lomba memperbanyak amalan yang sebenarnya tidak hanya berlaku saat ini belaka “bulan ramadhan” melainkan berlaku di setiap waktu dimana kita masih diizinkan bernafas, salah satu amalan tersebut adalah shalat (termasuk didalamnya ibadah shalat sunnah dhuha). Dengan melakukan shalat tersebut senantiasa dari kita semua berharap ridho-Nya dan juga berharap tidak terlepas dari makna yang tersirat dalam postingan sebelumnya. Selain itu dapat menjadi salah satu upaya dalam membuka pintu rizki.