Hari jum’at kemarin, 12 Juni 2009, kita dapat memiliki alamat facebook (facebook vanity url) sesuai pilihan kita dengan format http://www.facebook.com/username/, sebagai pengganti alamat url pesbuk kita yang dihiasi dengan angka-angka yang sering membuat kita mudah terlupa atau tidak mengingatnya. Seperti halnya dulu, saat merubah alamat friendster, hal ini akan mempermudah kita mengingat alamat url FaceBook yang kita miliki.
Mendapatkan dan mengganti url facebook cukup mudah dilakukan, tinggal cek username yang kita inginkan, masih available atau tidak. Sayangnya username yang hendak kita buat minimal 5 digit, jadinya nick yang biasa saya gunakan tidak bisa dipakai karena hanya terdiri dari empat digit saja
Memilih username baru ini sifatnya opsional (boleh di lakukan atau tidak), hal itu tidak akan mengubah nama yang muncul pada profil kita sebelumnya. Berlaku hanya untuk yang daftar page facebook sebelum tanggal 9 juni 2009 jam 3 siang EDT – Eastern Daylight Time, jelasnya tanggal 10 juni 2009 kalau waktu indonesia.
Apabila account facebook yang kita buat setelah tanggal 10 juni 2009 maka harus menunggu dan berebut dengan user lain mulai tanggal 28 juni 2009, barulah bisa melakukan klime atas username yang diinginkan.
Sehabis maghrib tadi sengaja login hanya sebatas pengen mengecek blog yang sebelumnya sempet gak bisa diakses akibat adanya kelupaan memperpanjang domain. Tapi sekarang alhamdulillah sudah bisa dibuka kembali
Setelah WP-Admin terbuka, tertera informasi bahwa available untuk WP 2.8. Lantas, mencoba upgrade WordPress terbaru itu.
Untuk menghindari ketidaksabaran proses update, ketika melakukan proses tersebut sambil plurking, dan ada beberapa respon dari beberapa Plurker menanyakan perbedaan yang ada dari versi sebelumnya. Boro-boro tahu, prosesnya saja gagal terus akibat koneksi itu. Dan, karena ada juga yang bercanda meminta review-nya, saya comot saja dari postingan lain yang sudah ada
Akhirnya, meski dengan koneksi empot-empotan kelar juga update WP 2.8 ini
Dan ternyata dari segi tampilan pada halaman WP-Admin, memang sepertinya tidak ada perubahahan yang signifikan dibandingkan dengan WordPress 2.7, namun diinformasikan WordPress 2.8 menghadirkan kecepatan dalam penggunaannya dan versi terbaru ini mengatasi 790 bug yang ada. Bawaan lainnya untuk versi ini antara lain updater untuk theme dibuat seperti updater untuk plugin pada versi sebelumnya, yaitu kita dapat melihat direktori themes langsung dan menginstall theme yang kita pilih dengan sekali klik.
Duh ada-ada saja gandrung ya
Yang jelas lagi suka banget sama ini lagu, entah karena syairnya yang real banget menyentuh suasana akhir-akhir ini atau pula dinamikanya lagu yang terasa banget, padahal itu lagu lawas
Kurindu disayangi sepenuh hati
Sedalam cintaku, setulus hatiku
Kuingin memiliki kekasih hati
Tanpa air mata, tanpa kesalahan
*
Bukan cinta yang melukai diriku
dan meninggalkan hidupku lagi
Tolonglah aku dari kehampaan ini
Selamatkan cintaku dari hancurnya hatiku
Hempaskan kesendirian yang tak pernah berakhir
Bebaskan aku dari keadaan ini
Sempurnakan hidupku dari rapuhnya jiwaku
Adakah seseorang yang melepaskanku dari kesepian ini
Melihat munculnya beberapa kasus perjuangan seorang ibu, anak terhadap salah-satu pihak yang berkaitan dengan perlunya profesionalisme selama ini, rasanya ingin menuangkan coretan ini, mudah-mudahan tidak dianggap curahan yang dapat mencemarkan nama baik orang atau pihak lain sehingga memperburuk keadaan yang ada
Kalau ada yang kurang tepat atau salah menuliskan mohon dimaklumi
Coretan ini hanyalah sebatas pembelajaran diri pribadi, semoga bagi yang terkena musibah dapat lebih tawakal dan sabar atas kejadian yang menimpanya, dan bagi rekan-rekan lainnya bisa lebih hati-hati dalam bertindak serta berusaha menunjukan sikap profesional yang layak, amin.
Kata “profesionalisme” menjadi sumber inspiratif untuk postingan kali ini. Profesionalisme sangat berkaitan erat dengan ruang lingkup kehidupan profesional seseorang. Apa yang dikerjakan harus benar-benar menunjukkan keahlian dan keterampilannya berdasarkan pada kejuruan atau spesialisasinya. Dengan demikian, profesi apapun berkaitan dengan kemampuan, keahlian yang dimiliki dan keterampilan yang digeluti.
Tiap profesi mempunyai spesifikasi tersendiri, mempunyai keahlian dalam bidangnya yang menunjang usaha untuk menunjukkan perannya. Maka, sikap profesional itu perlu ditumbuhkan dengan mengenal bagaimana cara menjunjung tinggi sikap tanggung-jawab yang ada sehingga mempunyai standar, baik secara teknis maupun sesuai tuntutan peran profesinya. Dapat menguasai permasalahan dalam ruang-lingkupnya, selalu berusaha meningkatkan kemampuan diri dan bersedia memperbaiki apa yang masih kurang. Dalam hal ini, mau belajar terus, tidak berhenti atau menyerah tetapi selalu aktif mengembangkan kemampuan setiap ada kesempatan.
Saking semangatnya memicu langkah demi menuju suatu perubahan, menjadikan sesaat lupa akan keseimbangan hidup. Dalam kenyataanya sebagai manusia biasa terkadang melepaskan sedikit keluh kesah meskipun tidak seiring dengan janji hati dan pemahaman diri. Untung saja keluh kesah yang terlintas dapat terlindas dengan hasrat yang sesungguhnya, yakni bahagianya hati saat mencari rezeki demi mewujudkan keseimbangan tersebut.
Patut disadari betul memang, sesungguhnya manusia itu adalah makhluk yang tidak bisa luput dari khilaf dan salah. Bisa saja salah-satunya itu berkeluh-kesah dalam kejenuhan akibat dari memfokuskan diri dalam satu aktivitas sehingga melewatkan kesempatan untuk berbuat kebajikan lainnya. Kesalahan yang diperbuat oleh manusia ini bisa menumpuk menjadi dosa yang besar, jika dilakukan terus menerus.
“Sesungguhnya ada dosa yang tidak dapat dibayar kifaratnya dengan shalat, shaum atau haji. Namun hanya dapat dibayar dengan duka cita mencari bekal hidup.” (HR Ath-Thabrani dan Abu Nu’aim, dari Abu Hurairah ra.)
Hal tersebutlah yang menjadi pemicu untuk mengambil seribu langkah kedepan. Mengingat untuk mencegah hal tersebut yakni harus menutupinya dengan kebaikan.
Dua hari terkapar sudah, alhamdulillah mendapat anugrah merasakan nikmatnya hidup sedari itu. Memang tidak dapat dipungkiri ketika itu terjadi, bingung, kikuk dan terasa tak menentu memikirkan apa gerangan yang jadi penyebabnya. Akal sehatlah yang mendukung kekuatan karunia-Nya itu sehingga menyadari semua itu apa adanya. It’s a strange emotion this but there’s still hope in this as long as there’s a breath.
Dari satu kejadian itu mengungkap sebuah hikmah tersendiri. Andai saja salah-satu hal yang harus dilakukan dalam hidup ini adalah senantiasa siap menghadapi semua yang terjadi sekaligus mampu mengapresiasikannya. Kata siap itu tentu saja bukan hanya siap untuk tertawa tetapi juga harus siap menangis. Nasihat bijak bilang, teruskanlah perjuangan hidup dengan mengemban setumpuk asa dan seakan-akan langit adalah batas menggantungkannya.
Teduh sapamu, tulus asamu serta bijak titahmu, bunda. Bibir seorang bunda menasihati sang ananda tercinta, sepahit apapun kenyataan itu, kita boleh saja menangisi apa yang terjadi, tapi itu tidak berarti harus terus menangis selamanya, tetap harus bisa mengontrol diri. Jangan pernah dikuasai oleh perasaan, tapi kuasailah perasaan itu. Belajarlah menghadapi kenyataan, teruskanlah.