KIP's Bandung

Archive for " 2009 "

Agustus merupakan bulan yang banyak menyisakan kenangan selama perjalanan yang telah terlewati, beberapa diantaranya berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Bukan hanya kenangan manis tetapi kenangan sebaliknya pun sering melintasi pikiran secara spontan. mungkin karena itu pula secara reflek beberapa postingan terakhir terkait dengan masalah pembelajaran meskipun jelas-jelas postingan tersebut hanyalah ceritra atau karangan belaka.

Dasarnya kehidupan memang menuntut sebuah pembelajaran dalam mengembangakan kehidupannya itu sendiri. Oleh karena itu, rasanya tidak ada salahnya mengenali teori pemrosesan informasi dalam pembelajaran.

Robert Gagne berpendapat bahwa tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yakni; motivasi, pemahaman, pemerolehan, penyimpanan, ingatan kembali, generalisasi, perlakuan dan umpan balik.

Asumsi yang mendasari teori tersebut adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Dimana perkembangan itu sendiri merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan (input) informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi ini terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Dimana kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sementara kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Dari interaksi kedua kondisi tersebut pada akhirnya mewujudkan suatu bentuk implementasi nyata dari pembelajaran secara real sebagai realisasinya.

Segerombolan anak desa, dengan pakaian merah putih itu akhirnya pulang bersama-sama. Kesenangan yang digambarkannya sungguh tiada tandingannya, padahal kebanyakan dari mereka bersekolah hanya dengan memakai sandal jepit dengan memperlihatkan kondisi kaki yang penuh dengan bekas luka, buluk dengan debu jalanan. Tapi itu tak mengakibatkan kehilangan suka-citanya bersekolah.

Dalam perjalanan pulang ada saja yang membuat mereka bisa berbuat iseng. Melihat sebatang pohon huni, dimana buahnya berberntuk bulat kecil terangkai dalam gagangnya seperti buah anggur yang sedang berbuah lebat ditengah ladang. Warnanya yang sudah mulai matang yaitu merah hingga ada yang kehitaman membuat mereka tergiur untuk memetiknya. Buah huni yang berwarna merah itu, terlebih dengan terkenanya sorotan sinar matahari dapat menaklukan hati Nara dan kawan-kawan untuk meraihnya, berebutlah mereka memanjati pohon huni. Buah yang diambil tidaklah banyak, hanya sebatas untuk mengisi kedua saku celana mereka.

Dasarnya sifat anak-anak, kejadian seperti itu berulang di kemudian hari seakan yang dilakukannya sebuah permainan, padahal mereka tahu bahwa pohon huni tersebut ada yang punya. Orang yang punya adalah orang kampung sebelah. Akhirnya, suatu hari ketangkap basah juga anak-anak itu yang sedang memanjat pohon hendak mememtik buah huni tersebut. Dengan ditakuti sebuah parang spontan anak-anak berlarian. Berlari dengan tak perduli akan sendal jepitnya, hingga ada yang terjatuh dan luka. Tapi hal tersebut pun tidak menjadikan kehilangan tawa, seakan luka-luka kecil dikaki itu sudah tiada artinya saking merasa sudah tidak aneh, tetep saja saling tertawa dalam pelariannya.

Baru menyadari, setahun belakangan ini hampir gak pernah blogwalking dengan teratur kecuali pada satu-dua blog saja yang dihampiri. Semua itu terjadi bukan karena enggan berinteraksi, angkuh ataupun menyombongkan diri, namun ketidak-menenentuan kondisi terkadang membuat keseimbangan kendali goyah begitu saja tanpa terasa. Selama ini hampir setiap saatnya online tidak jauh dari meletakan diri dalam social networking khususnya Plurk dan FaceBook , itu pun hanya dibuat sebagai sarana cuap-cuap yang terkadang tanpa keseriusan, hanya dijadikan tenpat menuangkan berbagai candaan meskipun candaan tersebut terkadang tak terarah, garing dan membosankan :-D

Jika titik kejenuhan itu datang, rasanya ingin sekali jalan-jalan, jalan-jalan kemana saja yang sekiranya bisa membuat diri kembali merasakan ketenangan dan kesegaran pikiran. Ya, mudah-mudahan mulai saat ini bisa kembali jalan-jalan dalam dunia nyata dan juga dunia maya :-D Bagaimana pun sangat disadari betul jalan-jalan memang bisa mendatangkan manfaat.

Mengingat menurunnya semangat blogging yang saya alami, dari apa yang terjadi rasanya ingin sedikit mengulas tentang manfaat blogwalking. Kesadaran akan arti pentingnya blogwalking itu sangat terasa sekali jika dicermatinya dengan seksama terlebih bagi saya yang masih pemula dan gaptek, ditambah menurun drastisnya pengunjung (hampir 90%) akibat server sering down dan koneksi yang super ehmm.., meskipun saya sadar blog ini tidaklah sebagus blog rekan-rekan semua. Kalau dilihat dari komentar atau masukan yang ada saja itu sangat minim sekali, tetapi paling tidak sempat merasakan adanya pengunjung dan tetap bertahan itu pun sudah menjadikan satu kepuasan tersendiri.

22
Jul

Impian Kecil Seorang Anak Desa. Meski seorang anak desa, Nara kecil menggenggam sebuah mimpi yang tidak jauh berbeda dari kebanyakan impian anak-anak kecil lainnya. Seorang anak kecil jika ditanya cita-citanya kelak dewasa pasti jawabannya yang terlontar; “aku ingin menjadi dokter, tentara, insinyur dan lain-lain.” Begitupun dengan Nara, ia berharap dewasa kelak dapat menjadi orang yang memiliki pengetahuan yang luas, mengenyam sekolah setinggi mungkin sehingga berguna bagi sesama. Bayangan untuk menjadi seorang dokter selalu menghantui pikirannya. Karena itulah, meski belum cukup umur untuk bersekolah Nara pun memaksa kepada ibunya. Karena kondisi yang belum mendukung, orang-tua Nara tidak mengijinkan sekolah, selain belum cukup umur keadaan orang tuanya pun belum memungkinkan untuk membeli peralatan sekolahnya.

Berhari-hari Nara terus meminta ijin untuk bersekolah, akhirnya orang-tuanya pun mengabulkannya. Pagi itu, Nara bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Dengan berbekal sebuah tas sekolah bekas saudaranya, yang sudah kumel dan lusuh. Sebelum berangkat sekolah, sudah tersedia sarapan yang telah disediakan ibunya. Menu yang sangat sederhana sekali yakni hanya sepiring nasi goreng yang hanya dibumbui garam, cabe rawit, bawang merah dan sedikit kecap tanpa penyedap rasa. Tetapi menu itu dapat dikatakan cukup untuk ukuran keberadaan di desa kecil yang masih dikatakan jauh dari kemewahan dan masih berada dalam keterbelakangan pengetahuan yang memadai. Selesai sarapan, Nara langsung pamitan kepada ibunya, sementara ayahnya telah lebih dulu berangkat ke ladang.

03
Jul

Naratas, Bicara pada Pena

Related entries: Life, Poetry   Tags:, , ,

Sebuah jejak kecil menapaki alur sempit yang seringkali terasa menghimpit. Sebelum jiwa ini mengajariku, menuntun dan menunjuk kearah rasa penasaran dan keingin-tahuan yang seakan memaksa menelusuri petunjuk hidup yang berliku. Berkata tentang ketulusan cinta, harus bangga pada dirinya, begitu pula kepada orang yang mencintainya. Meski cinta ini laksana benang tipis yang terikat pada dua pasak, tetapi kini telah menjadi sebuah lingkaran keramat yang awalnya adalah akhir dan akhirnya adalah awal, senantiasa mengellilingi setiap makhluk hidup dan perlahan berkelana kemana saja ia berkehendak lantas memeluk siapa saja yang dapat direngkuhnya.

Satu dari sekian saja, ketika diri mengadu kepada tetangga hati, akibat sulit karena duri lalu merintih, saat itulah terberikan sebagian isi hati. Sebelah jiwa besar darinya menuai pujian dan keibaan hati, tetapi sebelahnya teraih sebaliknya, sikap acuh dan semu yang seakan terpaksa terengkuh. Tapi itu bukanlah perihal yang harus dijegal karena cinta ini tak bisa ku jual.

Ketahuilah sang berjiwa besar, janganlah semata-mata kau lihat diri ini dari menjumlah materi dibalik jati diri, karena itu hanyalah sebatas posisi duniawi, dan diri ini pun tak ada arti. Jangan pula berpenglihatan tajam seperti melihat dibalik sela-sela jaring ayakan, aku sangat kepedihan sehingga senantiasa orang-orang memuji aib-aibku yang jelas terbentang lalu menikamnya kebaikan-kebaikan yang membisu itu. Meski begitu, tenang dan senanglah diri ini masih bisa makan nasi meskipun hanya sehari sekali. Jadi tak usah menghindari karena malu untuk berinteraksi. Harapku, tidaklah miskin dan terdakwa, miskin sebagai cadar yang menutupi muka orang-orang sombong dan terdakwa adalah sikap pasrah yang menutupi wajah kesalahan.

“Mood.. ayo konsentrasi dan tetap semangat, kenapa si Momod teh ya?” Apa mungkin perlu dikenali si mood itu (thinking).

Dalam mengerjakan sesuatu, tentunya seseorang dituntut untuk memusatkan segenap perhatiannya pada apa yang sedang dilakukan. Jika tidak, ada kemungkinan akan tersendat-sendat dalam menunaikan tugasnya. Namun, situasi dan kondisi tertentu akan mempengaruhi seseorang sehingga ia bisa senang, sedih. gembira, marah, dan sebagainya, sehingga dari perasaan yang ada tersebut akan mempengaruhi terhadap mood dan konsentrasi. Di sinilah kita dituntut menumbuhkan profesionalisme. :mrgreen:

Secara harafiah, mood bisa diartikan sebagai keadaan jiwa, kecenderungan, tendensi, suasana hati yang akan mempengaruhi sikap seseorang. Mood adalah keadaan atau suasana hati yang terbentuk karena suatu situasi dan kondisi. Situasi dan kondisi yang menyenangkan akan menyebabkan mood yang bahagia, gembira dan senang tentunya. Begitu pula untuk situasi dan kondisi yang lainnya. Karena mood adalah keadaan jiwa, maka harus bisa menguasai kondisi dan situasi dengan cermat, dimana mood berfungsi menjiwai sikon yang ada. Disinilah pentingnya kita untuk dapat mengendalikan dan menguasai mood serta berkonsentrasi.

Konsentrasi dan konsistensi apakah penting?

Page 3 of 7Back12345Next...End

Free Translation Widget

Cigarettespay day loan

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Menguasai Mood dan Konsentrasi
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Menguasai Mood dan Konsentrasi
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us