Kebanggan dari setiap penduduk suatu bangsa akan terasa dikala dapat mempersembahkan sesuatu untuk bangsanya. Berkenaan dengan kemerdekaan, kita beruntung tidak perlu berjuang untuk merebut kemerdekaan tersebut, kita hanya bertugas mempertahankannya. Karena perjuangan saat ini hanyalah terfokus pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran secara berkeadilan. Fakta tujuan tersebut nyata dan relevan terhadap kesejahteraan yang ada, yakni untuk bisa dilakukan memerangi kemiskinan dan pengangguran. Bagaimanapun, alasan karena kemiskinan, pengangguran dan proses pencapaian kesejahteraan atau kemakmuran yang berkeadilan adalah mata rantai yang tidak bisa dipisahkan.
Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi untuk mengabaikan perjuangan ini. Sebab esensinya adalah untuk meningkatkan derajat hidup dan kehidupan rakyatnya, yang juga harus didukung oleh perjuangan untuk bisa menciptakan kondisi stabilitas dalam semua aspek. Fakta menunjukan bahwa jaminan stabilitas akan memberikan kepastian untuk terus berkarya. Oleh karena itu perlu diakui bahwa identifikasi tentang kemerdekaan selalu terkait dengan proses pembangunan.
Lepas dari itu semua, yang jelas sebuah kemerdekaan telah kita raih. Meski kedua proklamator telah meninggalkan kita namun cita-citanya tetap menjadi tantangan untuk dicapai. Oleh karena itu sangatlah beralasan jika kemudian publik mengartikan kemerdekaan sebagai suatu proses pembangunan. Makna kemerdekaan pun tidaklah hanya bersifat individual tetapi merupakan cerminan kondisi bangsa yang terdiri dari berbagai komponen serta merupakan awal terwujudnya mimpi membangun bersama NKRI untuk kesejahteraan rakyat. Menjaga keamanan seluruh warga dalam lindungan sistem hukum yang adil dan kokoh. Hal ini sangat memerlukan keinsyafan massal tentang pentingnya kesadaran bersama dalam mengelola seluruh potensi bangsa.
Dalam hitungan hari saja Insya Allah kita akan menghadapi bulan ramadhan atau bulan puasa. Mudah-mudahan kita semua gembira menyambutnya, segembira ketika kita waktu kecil menghadapi datangnya hari lebaran. Mmm… asyiiikk!
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Puasalah, engkau niscaya sehat! “. Sabda tersebut beliau ucapkan lebih 14 abad silam. Dunia kedokteran kemudian membuktikan bahwa puasa tidak saja secara mental bisa menajamkan fungsi inderawi dan mengendorkan tekanan jiwa serta melatih orang menahan hawa nafsu dari segala angkara murka. Melainkan sekaligus juga secara fisik dapat menurunkan tekanan darah dan kadar lemak.
Dr. Allan Cotto dalam bukunya “Why Fast” mengakui manfaat puasa bagi seseorang. Bahkan rekannya dari Moskow, Dr. Yuri Nikolayev menulis bahwa puasa membuat seseorang tetap awet muda secara fisik dan mental. Tak heran bila seorang dokter di Mesir seperti dikutip Jurnal Kedokteran Bulanan Tabibuka al-Khas (Edisi Cairo) menyalin sebuah penelitian bahwa orang yang berpuasa lebih panjang usianya ketimbang orang yang tak berpuasa. Itu pula yang diingatkan Allah. ” …. Dan melakukan puasa lebih baik bagimu, jika kamu tahu.” (QS: 2:184).
Google desktop yang merupakan freeware dari Google yang sangat bermanfaat sekali. Pada dasarnya memiliki fungsi yang sama dengan Search Engine Google tetapi yang diindeks adalah file-file dalam komputer kita (termasuk email). Bermanfaat untuk mencari kata yang nyelip dalam file yang tidak kita ketahui.
Untuk kebutuhan hacking akan Google Desktop ini, dapat dengan mudah mendownloadnya pada situs http://desktop.google.com/. Sesudah Google Desktop diinstall dan diindex di dalam harddisk, secara kontinyu index tersebut akan di update . Secara default, posisi index berada di drive C:\. Tetapi, bisa diubah semua index tersebut dengan menyimpan di drive yang lain termasuk di di dalam jaringan serta meletakkan di dalam folder khusus, URL, domain dan tipe file. Dan kita juga bisa mengaktifkan dan menonaktifkan index tersebut.
Beberapa langkah untuk pengelolaan index Google Desktop, diantaranya:
Bicara soal kesederhanaan hidup memang tidak semua orang mampu melakukannya, disisi lain mungkin terdapat banyak orang yang memiliki itikad yang kuat untuk itu, namun belum mempunyai kesempatan atas segala sesuatu yang menjadi faktor pendukungnya. Itu mah saya atuh euy heu…
Mengapa dikatakan belum mempunyai kesempatan? Jawabannya sangat sederhana sekali yakni belum dapat menyetarakan hidup yang layak dengan semestinya. Karena yang dialami, hidup dalam keterbatasan yang benar2 tidak enak dan sangat jarang pula orang yang dapat menikmatinya.
Ingin menjadi seorang yang dapat hidup dalam kesederhanaan, itikad dan kebiasaan hidup seperti itulah yang harus dijunjung tinggi, tetapi tentunya tidak meninggalkan usaha untuk meningkatkan kehidupan yang layak pula. Karena adanya perubahan zaman yang terus tanpa henti sangat memungkinkan akan mengalami perubahan dalam kehidupan nyata, sudah dipastikan akan mengalami hal-hal yang baru dimana akan termasuk didalamnya hal-hal yang mungkin tidak diinginkan. Jika hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi, apa jadinya? Tentu sangatlah berat, karena solusinya belum tentu akan didapatkan dengan mudah. Intinya, sederhanalah dalam hidup dengan memperhatikan kemungkinan hal-hal yang akan terjadi di sisa waktu yang masih dihadapi.
Mencerca dan Mencela tidak jauh berbeda dengan unjuk rasa, mungkin merupakan bagian dari unjuk rasa juga, namun mencela atau mencerca biasanya ditunjukan atas rasa yang tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi pada orang atau golongan lain. Hal ini merupakan kebalikan dari unjuk rasa akibat dari adanya kondisi yang terjadi pada diri sendiri.
Pada dasarnya unjuk rasa karena berdasarkan pada kondisi yang dialami diri sendiri atau golongan pun patut dipertimbakan sebelumnya untuk melakukannya, apalagi mencela atau mencerca. Mencerca dan mencela merupakan perbuatan yang tidak layak dilakukan karena jelas perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang tidak terpuji, tapi mengapa orang masih suka ya?
Kebiasaan buruk tersebut agaknya meningkat belakangan ini baik di dalam pertemuan umum maupun melalui media massa, dan jadi semacam pekerjaan rutin insan yang tipis iman. Simaklah omongan sebagian orang bila lepas kesibukan, selalu mengumpat dan mencerca orang lain. Bak kata pepatah “kuman di sebrang lautan kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata sendiri tak ketahuan”.