Sebenarnya saya susah banget untuk meng-upload PC-MAV 1.5 Release yang terdapat pada Majalah PC Media 08/2008 kali ini, bukan seperti yang lain yaitu masalah kesibukan pekerjaan yang menjadi penyebab mengapa telat meng-upload dan memberikan link-nya melalui blog, melainkan keterbatasan akses internet yang menjadi kendala utamanya, lelet bgt….
Download Antivirus, PC-MAV 1.5 Release disini : Ziddu
Bagi yang sempat menanyakan antivirus PC-MAV 1.5 release, maaf baru hari ini realisasinya. Silahkan download kalau belum memilikinya. Meskipun terlambat, mudah-mudahan masih ada manfaatnya.
Seorang non muslim, suatu hari menyaksikan diluar pagar, sebuah pesta rohani MTQ di arena terbuka. Sebelumnya, ia tak percaya lantunan ayat-ayat yang dibawakan para vokalis (Qori’) itu tanpa dibantu instrumen musik. Barulah lelaki itu merasa pasti, setelah ia melihat sendiri, betapa Al-Qur’an itu dilantunkan pembacanya dengan suara merdu. Terasa lebih nikmat ketimbang sebuah lagu, katanya. Mungkin ia belum tahu bahwa Rasul sendiri pernah menganjurkan ummatnya agar “yataqhanna bil Qur’an” (melantunkan dengan tartil dan suara indah, tatkala membaca Al-Qur’an).
Inilah mu’jizat Al-Qur’an. Tidak ada kitab suci agama-agama yang begitu sering banyak disenandungkan seperti Bacaan Mulia ini. Sekaligus, tiada pula kitab suci yang begitu banyak dihafal seperti kitabullah tersebut. Oleh sebab itu jangan heran bila ada pengakuan jujur dari seorang cendekiawan Barat terhadap kitab suci ini. Bak dikatakan oleh Herry Gaylord Dorm, bahwa Al-Qur’an adalah benar-benar firman yang didiktekan Gibrail alias Malaikat Jibril (atas Muhammad SAW), sempurna setiap hurufnya. Ia merupakan suatu mu’jizat yang tetap aktual, hingga kini untuk membuktikan kebenarannya dan kebenaran Nabi Muhammad SAW.
Dibalik mega biru
Tersimpan mimpi2ku
Tak ada orang lain yang tahu
Hanya bumi yang terbang tinggi
Yang dapat melihat
Rahasia mimpi yang tersembunyi
Disini aku melangkah
Meniti usia remajaku
Menanti saat musim berbunga
Biarkanlah
Biarkan disana
Mimpi2 indah
Yang belum saatnya untukku
Suatu saat
Pasti kunikmati
Biarkanlah
Ku merenda cita2
“Berat sama di pikul, ringan sama dijinjing“, pepatah ini sangatlah erat hubungannya dengan saling keterkaitan dan saling ketergantungan. Mengapa demikian? Sangat jelas sekali kalimat tersebut berlaku terhadap manusia yang lebih dari satu orang dimana diisyaratkan pada kata “sama“.
Setiap manusia tentu tidak bisa berdiri tegak tanpa manusia yang lain, dan sebakliknya manusia yang lain pun tidak dapat menjalani kehidupannya tanpa manusia yang lainnya lagi. Jadi satu dengan yang lainnya saling terkait dan sangat menentukan hubungan diantaranya dalam menjalani kehidupan secara sadar .
Namun demikian, pepatah diatas mungkin bisa berjalan lancar jika diantara manusia yang saling berhubungan tersebut memiliki visi yang sama. Kalau saja tidak ada kesamaan visi yang sama, tidak sedikit orang-orang yang kehilangan arah akibat dari ketidak-pedulian sesamanya atau yang ada disekitarnya.
Sebagai contoh dari implementasi kalimat diatas harus memiliki visi yang sama yaitu salah satunya dalam berumah-tangga. Seorang laki-laki dan seorang perempuan melakukan suatu ikatan pernikahan karena adanya mimpi atau keinginan dan tujuan yang sama yaitu membangun sebuah rumah tangga yang diidamkannya. Jika diantara keduanya memiliki visi yang sama untuk membangun keluarga yang harmonis dengan memiliki anak, rumah dan kehidupan yang layak, maka sebagai realisasinya banyak sekali yang mereka wujudkan, paling tidak salah satu kebanggaan dan kebahagian hidup mereka dapatkan.
To get a successfulness is not easy, must hard struggle to reach it. And, though that successfulness level relative differs hung seen from the view of each, at least I anxious for become one of they that have successfulness. In consequence, try learn to comprehend any step that must gone through from others experience those and of course assessed has got successfulness at they scope. Below are some step guide to attain Success in Life. This principle is applicable to any aspect of Life. These are very simple steps, which we all know, yet we tend to forget.
Inilah rasanya hidup, dan entah bagaimana jika kita telah tiada atau mati? Sebagai insan yang berkeinginan menjadi muslim yang baik tentu harus menyadari makna hidup dan mati itu semata untuk diuji Allah. Sebagaimana firman-Nya, bahwa Tuhan menciptakan mati dan hidup untuk menguji manusia, “Siapa-siapa di antara kalian yang baik amalnya!” Ayyukum ahsanu ‘amala (Q.S. 67:2).
Insan yang tidak punya orientasi dalam hidup menilai kehidupan ini hanya untuk hidup, oleh karena itu harus dinikmati sepuas-puasnya selama hayat di kandung badan. Mereka menganggap kematian itu tak lebih ibarat sebuah mesin yang rusak. Bagi Islam, hidup bukanlah sekadar bernafas. Ada segolongan insan yang meskipun jasadnya mati, tetapi Al-Qur’an menamakannya sebagai “orang-orang hidup dan memperoleh rizki” (QS. 3:169). Sebaliknya ada yang nyatanya hidup namun dianggap sebagai “orang yang mati” (QS. 35:22).
Makna hidup dalam perspektif Islam adalah mereka yang bisa menyeimbangkan antara kesenangan duniawinya dan menyiapkan bekal ukhrowinya berdasarkan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Bukankah do’a yang selalu kita mohon ke hadirat-Nya selalu “Rabbana aatina fi al-dunya hasanah, wa fi al-akhirah hasanah” (Tuhan! Karuniakanlah (kami) di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan … !).