“Ngunjukeun rasa nu teu merenah atawa kabagjaan ka nu lian, sakapeung asa berat ngedalkeunnana. Rasa bagja atawa kabungah mun dibeja-beja kanu sejen sieun disangka adigung-adiguna. Tapi lain hal na jeung hate nu teu merenah, boh akibat paningkah deungeun-deungeun atawa paripolah sorangan. Cag ah… tong nyarioskeun masalah hate ka nu lain, mendingan nyaritakeun hal nu aya pakuat-kait jeung kaayaan jaman ayeuna, hampura mun seueur nu teu ngartos ku ieu babasan jeung paribasa he…”
Unjuk rasa! Sempat beberapa waktu yang lalu melihat berita di televisi mengenai unjuk rasa, ada yang melemparkan batu dan benda lainnya untuk merusak bangunan dll. Rasanya jadi ingin mengulas juga walaupun hamya sebatas pendapat pribadi yang awam.
Ngomongin soal unjuk rasa yang tidak bisa dipungkiri terjadi secara rutin di setiap adanya suatu perubahan kondisi. Unjuk rasa itu sendiri sebenarnya di zaman para khalifah sudah pernah ada. Suara sahabat atas mengatasi di tengah forum, dalam mengemukakan pendapat mereka masing-masing. Salah satu contoh: lihatlah bagaimana kepada khalifah yang baru dipilih pun seorang anggota masyarakat berjanji akan ‘meluruskan’ sang pemimpin mereka dengan pedang, seraya ia menghunusnya. Ia melaksanakan unjuk rasa seperti itu tanpa disertai rasa takut dan kuatir. Oleh karena saran dan gagasan yang disampaikan memang tulus dan ikhlas. Pendapat yang keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam demi perbaikan bersama. Sebuah unjuk rasa yang konstruktif. Adalah Nabi SAW sendiri yang mendidik ummatnya soal kebebasan berpendapat dan bersuara namun dalam batas-batas etika Islam yang diajarkannya.
Sebenarnya saya susah banget untuk meng-upload PC-MAV 1.5 Release yang terdapat pada Majalah PC Media 08/2008 kali ini, bukan seperti yang lain yaitu masalah kesibukan pekerjaan yang menjadi penyebab mengapa telat meng-upload dan memberikan link-nya melalui blog, melainkan keterbatasan akses internet yang menjadi kendala utamanya, lelet bgt….
Download Antivirus, PC-MAV 1.5 Release disini : Ziddu
Bagi yang sempat menanyakan antivirus PC-MAV 1.5 release, maaf baru hari ini realisasinya. Silahkan download kalau belum memilikinya. Meskipun terlambat, mudah-mudahan masih ada manfaatnya.
Seorang non muslim, suatu hari menyaksikan diluar pagar, sebuah pesta rohani MTQ di arena terbuka. Sebelumnya, ia tak percaya lantunan ayat-ayat yang dibawakan para vokalis (Qori’) itu tanpa dibantu instrumen musik. Barulah lelaki itu merasa pasti, setelah ia melihat sendiri, betapa Al-Qur’an itu dilantunkan pembacanya dengan suara merdu. Terasa lebih nikmat ketimbang sebuah lagu, katanya. Mungkin ia belum tahu bahwa Rasul sendiri pernah menganjurkan ummatnya agar “yataqhanna bil Qur’an” (melantunkan dengan tartil dan suara indah, tatkala membaca Al-Qur’an).
Inilah mu’jizat Al-Qur’an. Tidak ada kitab suci agama-agama yang begitu sering banyak disenandungkan seperti Bacaan Mulia ini. Sekaligus, tiada pula kitab suci yang begitu banyak dihafal seperti kitabullah tersebut. Oleh sebab itu jangan heran bila ada pengakuan jujur dari seorang cendekiawan Barat terhadap kitab suci ini. Bak dikatakan oleh Herry Gaylord Dorm, bahwa Al-Qur’an adalah benar-benar firman yang didiktekan Gibrail alias Malaikat Jibril (atas Muhammad SAW), sempurna setiap hurufnya. Ia merupakan suatu mu’jizat yang tetap aktual, hingga kini untuk membuktikan kebenarannya dan kebenaran Nabi Muhammad SAW.
Dibalik mega biru
Tersimpan mimpi2ku
Tak ada orang lain yang tahu
Hanya bumi yang terbang tinggi
Yang dapat melihat
Rahasia mimpi yang tersembunyi
Disini aku melangkah
Meniti usia remajaku
Menanti saat musim berbunga
Biarkanlah
Biarkan disana
Mimpi2 indah
Yang belum saatnya untukku
Suatu saat
Pasti kunikmati
Biarkanlah
Ku merenda cita2
“Berat sama di pikul, ringan sama dijinjing“, pepatah ini sangatlah erat hubungannya dengan saling keterkaitan dan saling ketergantungan. Mengapa demikian? Sangat jelas sekali kalimat tersebut berlaku terhadap manusia yang lebih dari satu orang dimana diisyaratkan pada kata “sama“.
Setiap manusia tentu tidak bisa berdiri tegak tanpa manusia yang lain, dan sebakliknya manusia yang lain pun tidak dapat menjalani kehidupannya tanpa manusia yang lainnya lagi. Jadi satu dengan yang lainnya saling terkait dan sangat menentukan hubungan diantaranya dalam menjalani kehidupan secara sadar .
Namun demikian, pepatah diatas mungkin bisa berjalan lancar jika diantara manusia yang saling berhubungan tersebut memiliki visi yang sama. Kalau saja tidak ada kesamaan visi yang sama, tidak sedikit orang-orang yang kehilangan arah akibat dari ketidak-pedulian sesamanya atau yang ada disekitarnya.
Sebagai contoh dari implementasi kalimat diatas harus memiliki visi yang sama yaitu salah satunya dalam berumah-tangga. Seorang laki-laki dan seorang perempuan melakukan suatu ikatan pernikahan karena adanya mimpi atau keinginan dan tujuan yang sama yaitu membangun sebuah rumah tangga yang diidamkannya. Jika diantara keduanya memiliki visi yang sama untuk membangun keluarga yang harmonis dengan memiliki anak, rumah dan kehidupan yang layak, maka sebagai realisasinya banyak sekali yang mereka wujudkan, paling tidak salah satu kebanggaan dan kebahagian hidup mereka dapatkan.