Suatu hari dua orang kaya (X dan Y) duduk di sebuah cafe, sambil ngobrol dan menggosipkan para sopirnya.
Orang kaya X, “Hey, elo tahu nggak, sopir gue ini blo’onnya setengah mati! Elo nggak percaya? Nih lihat!!!.” Dia lalu memanggil sopirnya si Ucok, “Ucok, ini seratus ribu, pergi ke toko mobil gih, belikan gue Mercedez.” Ucok menjawab dengan sopan, “Yes Sir! Right Away.” Ucok pun langsung cabut ke toko mobil.
Orang kaya X itu terus bilang ke temannya, “Nah, apa gue kata… dia bener-bener blo’on.”
Orang Kaya Y, “Ha…. ha… , itu sih belon seberapa, elo mau lihat yang namanya stupid? Terus si orang kaya Y memanggil sopirnya si Adim, “Adim, pulang dulu ke rumah, lihatin apa saya ada di rumah atau nggak!.”
Adim, “Yes Sir!! Right Away!!” Dia langsung cabut ke rumah tuannya.
Natural food, besides to be consumed as requirement of stomach, there are some foods having function as drug. One of them is lalapan, some lalapan has influence to eye health, skin health, and others.
Likely has anaemia disease usually makes the patient must cast aside special budget to buy supplement of blood adder. In a book, I read that consuming alfalfa regularly can assist overcomes anaemia. Where, Alfalfa can be figured in in every dish menu, like salad, rujak, until lalapan.
According to the expert, Alfalfa (Medicago sativa) be sprout from Europe and America, rich with nutrient, among others ferrum and vitamin C. The matters is very useful to assist overcomes anaemia. But precautions, avoids consumes alfalfa redundantly, especially the seed of Alfalfa.
In other hand, need to be searched cause of anaemia that is actually. That way, can be done therapy to heal it, and not merely eliminating its the symptom.
Adi yang duduk di bangku SD minta izin kepada ayahnya untuk pergi ke sekolah. “Pak, Adi ke sekolah dulu ya?” kata Adi. “Iya, berangkat sana! Jangan ada yang lupa! Eh, celana kamu mana? Kenapa nggak dipakai?” tanya bapaknya. “Oh iya, saya lupa pakai ceIana … ” kata Adi. “Dasar pelupa!” kata bapaknya marah-marah.
Keesokan harinya Adi hendak berangkat ke sekolah, seperti biasa ia minta izin. “Pak, Adi berangkat ke sekolah ya. Hari ini sudah tidak ada lagi yang ketinggalan,” kata Adi. “Yakin? Lalu buku gambarmu mana?” kata bapaknya mengingatkan. “Oh iya, saya lupa Pak!” kata Adi. “Kamu ini masih kecil sudah pikun, bagaimana kalau tua nanti?” kata bapaknya sewot.
Keesokan harinya Adi minta izin lagi pada bapaknya. “Pak, hari ini Adi akan berangkat ke sekolah dan semuanya sudah komplit. Seragam sekolah, tas, sepatu, buku gambar dan penggaris semuanya, sudah ok Pak …” tidak ada yang lupa Iagi… kata Adi dengan nada yakin dan penuh percaya diri. Tiba-tiba “Flakk!!!” pantat Adi dipukul oleh bapaknya. “Dasar pelupa! Ini hari Minggu tahu!”
Sangkuriang, famous tales from West Java, Indonesia.
Hundreds of years ago, the Galuh kingdom in west java, was ruled by a king of great wisdom namely Prabu Sungging Perbangkara. Not only was he famous for his wisdom but also for his love of hunting. Once a month, along with some of his guards he explored the hunting grounds all over the kingdom from prairies, forests, hills, mountains, valleys to steep slopes!
One day when the king was going hunting, suddenly nature called. A toilet was certainly unavailable in such a place. So he found himself bushes where a coconut laid under unnoticed and accidentally peed on the coconut. As a result, his urine got mixed with the coconut milk.
As soon as The king and his guards had left for the palace, a wild pig came to the bushes. It may have looked like most wild pigs, but it was actually Celeng Wayung Yang, a sow which was said to be the reincarnation of a goddess, she was so thirsty so her eyes soon laid on the coconut. What a coincidence! without thinking any further, she drank up all the coconut milk.
Melakukan sebuah proses tentunya ada awal dan akhirnya. Seperti kehidupan ada kelahiran yang tentunya diakhiri dengan kematian, dsb.
Baru saja saya mengakhiri sebuah babak atau mungkin kalau dalam sebuah film dikatakan sebagai sebuah episode, dimana ada bagian dari kehidupan yang di jalani ternyata menemukan batas waktu yang menjadi titik akhir dari proses tersebut. Kalau saja dikaji dengan seksama, berhentinya sebuah proses tersebut disebabkan adanya kehadiaran sebuah niat, tentunya niat yang baru dengan suatu harapan dapat membawa kearah suatu perubahan.
Seandainya niat tersebut berkaitan dengan materi, mungkin sesuai dengan sebuah pepatah, “emas tidak senantiasa turun dari langit”. Pepatah ini sering didengar dalam filosofi menjemput rezeki. Filosofi tersebut mengajarkan kepada kita untuk senantiasa melakukan usaha atau tindakan nyata. Melayakkan diri menyambut esok hari, tidak bisa hanya dengan berpangku tangan dan berdoa saja dengan harapan semoga perubahan akan terjadi.