Demi asa tersisa, mengacuhkan segala situasi yang ada, mencoba menunjukan bahwa betapa besar hasrat untuk dapat meraih kebebasan finansial. Dari gambar yang ada, kasihan banget ya, cuma serebu perak lebih dikit tuh, kalaupun ada yang sudi menambahkan, gak malu kok, dengan senang hati silahkan he….
Mencoba mengupas masalah finansial rasanya cukup perlu, ini hanya sekedar mengingatkan pada diri sendiri saja, dengan harapan menjadi motivasi untuk dapat memahami dan me-managemasalah finacial dengan baik. Syukur-syukur dapat bermakna bagi yang sudi membacanya he…
Saya rasa dalam hidup ini bukanlah hal yang ganjil jika semua dari kita ingin kaya, apalagi jika di pandang dari sudut umum realitas kehidupan yang berjalan. Dengan cakupan global yang tidak memandang segi kelas pada masyarakat, baik yang memahami detail mengenai makna kaya yang sebenarnya ataupun bagi yang belum memahaminya dimana mengidentikan makna kaya itu hanya pada harta benda belaka. Bagi yang berwawasan luas pemahamannya mungkin sudah diluar kepala. Disini hanya mencoba menuangkan sedikit gambaran yang tersirat dalam benak (persepsi atau asumsi yang tidak pasti) mengenai apa bedanya kaya (rich) dan makmur (wealthy )?
Menangani data-data produk yang dijual sangatlah diperlukan penanganan yang teliti, khususnya dalam perhitungan sehingga mendekati kearah akuratnya data-data yang diperlukan.
Untuk mengatasi hal ini memang sudah banyak sekali program-program (software) yang dapat digunakan. Jika saja software yang kita perlukan ternyata belum kita miliki tentunya kita akan melakukannya secara manual. Sementara pengelolaan data secara manual terkadang sering kali tidak memuaskan yang timbul akibat dari kurang ketelitian, atau salah ketik dan sebagainya.
Yang saya tulis ini salah satu langkah sederhana yang mungkin bisa mengatasi keakuratan data perhitungan produk yang dikelola, yaitu dengan menggunakan Microsoft Excel.
Diantara kita mungkin ada yang mempunyai kecenderungan menyugesti diri sendiri. Menakuti sesuatu yang tidak diharapkan datang tiba-tiba, terungkap pada sebuah kenyataan yang sebenarnya belum tentu akan terjadi.
Sebagai sebuah contoh kecil saja, misalnya ada dua orang yang bersahabat (Toto dan Tata). Mereka bersahabat kental, bahkan bisa dianggap bersaudara karena tinggalnya pun serumah, tidur, makan, main kerap kali dilakukan bersama-sama, bahkan soal urusan mencari pasangan hidup pun tak terkecuali dilakukannya bersama dengan saling bertukar pikiran. Kekerabatan hal semacam ini yang menumbuhkan sugesti pada diri keduanya, bahwasannya dialah (sahabatnya) orang yang bisa dipercaya. Semuanya terjadi dan tumbuh akibat adanya saling mengisi keseharian (saling tolong-menolong) diantara keduanya, dan berlangsung dalam kurun waktu yang lumayan lama (bertahun-tahun).
Langkah demi langkah di awal tahun ini telah kita lalui, semoga kita semua mempunyai semangat baru, sehingga dapat memperbaiki ketinggalan-ketinggalan kita sebelumnya. Hal-hal yang belum tercapai di tahun sebelumnya selayaknyalah kita perjuangan di tahun yang mulai berjalan ini.
Sungguh tak terasa hidup ini telah ditempuh bertahun-tahun, hal ini berarti menandakan kita masih dapat menikmatinya. Meskipun terjalnya jalan yang harus dilalui, pastinya tidak dijadikan penyebab hidup ini harus berhenti. Misalnya saja dalam dunia pekerjaan atau usaha, pernah merasakan puasnya hasil yang diinginkan dan tentunya pernah pula menemukan batu-batu sandungan.
Khusus berkaitan pada dunia usaha, mengingat semakin banyaknya berbagai hal yang dapat mempengaruhinya, lantas perlukah arti pentingnya enterprenership itu ada pada diri kita?
Masih seputar optimisme, lagi senang-senangnya mengupas dan mempelajari hal-hal seputar optimisme karena saya yakin sangat berkaitan erat dengan banyak hal didunia nyata ini yang senantiasa menjadi salah satu motivasi dalam pencapaian beragam impian hidup.
Menjadi optimisme itu perlu belajar (learning). Karena learning adalah memperbaiki diri atau mengubah diri melalui serangkaian praktek yang kita lakukan. Artinya, jika kita ingin menjadi orang yang optimis, maka yang perlu kita lakukan adalah mengubah diri. untuk mengubah diri ini, syarat-syarat yang harus perlu dipenuhi adalah mengubah isi pikiran, mengubah tindakan, mengubah kebiasaan, dan mengubah karakter, mengubah pandangan.
Diantaranya salah satu cara untuk mengubah itu semua adalah masuk dalam lingkungan orang-orang yang punya berpandangan positif atau bisa menerima masukan-masukan positif, membaca buku yang bisa mencerahkan diri kita, melakukan berbagai hal yang bisa mengubah pemahaman kita.