Bingung dengan tumpukan informasi dalam belantara supercepat di internet?
Kebingungan pada saat mencari sesuatu informasi atau barang di media mesin pencari adakalanya karena tidak mendapatkan apa yang sedang dicari. Mungkin hal itu yang pernah di alami.
Jika itu terjadi, berarti ada tiga kemungkinan. Pertama, soal relevansi. Situs pencari hingga sekarang pun terus berjuang memberikan halaman hasil pencarian yang relevan. Kemungkinan kedua, kurang bisa mencarinya karena situs pencari biasa menampilkan hasil pencarian bukan hanya kata atau frase yang diketikkan, melainkan gabungan keduanya dan ditambah parameter “string”. Kemungkinan ketiga karena memang situs pencari tidak memiliki informasi yang dicari di dalam indeksnya. Mengapa? Sebab, informasi tersebut terkunci dalam bak database, sehingga tidak terjangkau oleh situs pencari. Nah, sumber informasi “tersembunyi” ini yang tidak dapat diakses oleh situs pencari biasa. Itu disebut juga dengan istilah “deep web” atau “invisible web.
Jika saat ini menyimpan uang pada deposito perbankan, perlukah peduli tentang topik ini? he…
Money Illusion, Ilusi uang.
Cerita kurang lebihnya mungkin seperti ini. Uang Rp 300 juta didepositokan di bank dengan bunga 10% pertahun. Berarti bunga bersihnya 8% karena ada pajak 20% atas bunga.
Setelah lima tahun uang sudah beranak pinak menjadi sekitar Rp 440,8 juta. Jika nominal uang dipakai sebagai ukuran, maka uang bertambah banyak hampir satu setengah kali lipat. Permasalahannya: apakah berarti pula telah beruntung satu setengah kali lipat dari lima tahun sebelumnya?
Setiap individu dari kita semua tentunya mempunyai jejak hidup yang senantiasa berbeda satu dengan yang lainnya.
Secara kodrat hal ini memang telah digariskan oleh Tuhan penguasa alam semesta ini. Tatkala kita ada atau sudah tiada akan diingat oleh orang-orang yang mengenali disekitar kita.
Seiring berjalannya kehidupan, bertumbuhnya diri kita dan semakin bertambahnya ilmu yang kita miliki, kini setidaknya kita tahu diri kita yang sebenarnya, walaupun belum sepenuhnya atau seluruhnya kita mengetahuinya. Sudahkah kita mengetahui diri kita yang sesungguhnya?
Ada dua jenis manusia. Pertama, yang membuat kisah pribadinya, dan kedua, yang membuat sejarah.
Tujuan mereka yang membuat kisah pribadi adalah untuk kepuasan dirinya sendiri, sedangkan manusia yang membuat sejarah berusaha untuk melayani seluruh manusia. Perhatian seorang yang membuat kisah pribadi berputar pada diri sendiri. Dia melayang-layang di sekitar wilayah di mana kepentingan dirinya dapat tercukupi. Hatinya penuh dengan kebahagiaan jika dia berhasil meraih sesuatu bagi dirinya, tetapi bila tidak ada sesuatu yang dapat diraihnya, maka tak ada kebahagiaan dalam dirinya.
Jangan terlalu cepat ‘panas’ atau iri terhadap yang kaya dalam hal materi karena beban dan tanggung jawabnya juga berat serta hambatan untuk mengejar harta rohani pun lebih besar ketimbang dari yang hidup sederhana.
Dari seorang novelis Rusia, di zaman kejayaan komunis di sana, pernah menulis sebuah novel dengan judul Bukan hanya dari roti. Judul itu saja telah mengisyaratkan bahwa manusia hidup di dunia ini bukan melulu mengurusi hal-hal duniawi belaka. Bukan mengisi perut saja. Bukan mengumpulkan harta belaka. Bukan memikirkan roti atau nasi saja setiap harinya. Manusia juga membutuhkan makanan rohani. Sebab manusia bukan hanya terdiri dari tubuh dengan ususnya, tetapi juga sebuah kesadaran, sesuatu yang bersifaf rohani.
Ternyata cinta mengalahkan segalanya, hal ini sangat terasa dikala cinta itu datang, dunia ini terasa seakan sangat luas dan milik sendiri saja, tetapi disaat cinta itu pergi, cenderung hati terasa perih bagai disayat-sayat benda tajam. Kemurungan pun biasa menghampiri, merasakan seolah hidup di dunia ini sendiri, mereka semua pergi menjauh seolah tak ada lagi yang perduli. Mungkin itulah cinta disaat tiada.
Selamanya Cinta, ternyata ini lagu membawa makna yang sangat dalam, sampai-sampai dirilis ulang meski dengan penyanyi yang berbeda dari penyanyi yang pernah bikin hit ini lagu.
Jujur saja ini lagu sangat saya sukai, lebih-lebih yang bawain tempo dulu terus terang saja pnyanyi idola saya sendiri, tambah tuh sukanya terhadap lagu itu. Sayang sekarang dah jarang tampil didepan publik (media), paling-paling acara off air kayaknya gak bikin album lagi. Dah sibuk ngurusin junior-junior nya ya kang? atau sibuk dengan elfa’s singer nya. Tidak apalah, sekarang dah ada generasi penerusnya (Rio Febrian). selamat berbahagia aja deh buat kang Yana Julio he….
Kegembiraan, ketenangan batin, perasaan qanaah (merasa cukup) adalah buah dari ibadah yang berkualitas. Di antara kegembiraan yang akan diperoleh adalah bertemu dan berkumpul keluarga dan sahabat karib di kampung halaman.
Puasa telah kita jalani. Saat ini memasuki babak akhir. Ibarat orang mengikuti sebuah permainan, ini adalah babak yang menentukan. Rasulullah SAW pada sepertiga akhir ini, menghabiskan banyak waktu dengan memperbanyak ibadah dan beriktikaf di masjid. Tetapi mungkin sebagian besar dari kita malah memikirkan bagaimana cara menyambut lebaran dengan mempersiapkan pakaian, perabotan rumah tangga, makanan, bahkan kendaraan yang sedikit berbeda dengan hari-hari biasanya.
Hari raya, khususnya lebaran menjadi momen spesial bagi seluruh umat Islam. Tak salah, dalam menyambutnya pun penuh suka cita. Agar momen tersebut berbeda dengan hari-hari lain, maka banyak persiapan yang dilakukan.
Tiap kali dalam mempersiapkan hari kemenangan, setelah satu bulan berpuasa, menyambut hari raya idul fitri selalu ada perbedaan yang dirasakan. Tentunya, hari H ini selalu ditunggu-tunggu dengan perasaan penuh haru.
Tetapi kita selalu saja memiliki kesulitan untuk memahami bahwa bergembira di hari lebaran, sebenarnya bukanlah dengan sesuatu yang bersifat lahiriah. Kegembiraan sejati tidak bergantung pada banyaknya keuangan dan kebutuhan fisik lain yang serba baru, melainkan kegembiraan yang muncul secara alami. Kegembiraan, ketenangan batin, perasaan qanaah (merasa cukup) adalah buah dari ibadah yang berkualitas.