Apa sebetulnya “mukjizat”? Mungkin bagi kebanyakan orang kata itu akan membawa pada pengertian sesuatu yang dalam takaran akal sehat adalah “mustahil”. Mujizatlah namanya apabila seorang yang sudah divonis dokter bakal “lewat”, umpamanya, ternyata malah bugar kembali. Persepsi kebanyakan orang tentang “mukjizat” mungkin seperti itu.
Mukjizat adalah sebuah atau serangkaian peristiwa yang “melawan akal sehat”, atau lebih spesifik lagi, mukjizat adalah sebuah peristiwa yang spektakuler yang tak bisa terduga sebelumnya. Seperti kisah para nabi dahulu, laut yang terbelah dua misalnya, sewaktu iring-iringan orang Israel diuber-uber bala tentara Fir’aun.
Ada banyak cara atau trik untuk menilai kualitas pribadi seseorang, apalagi orang tersebut benar-benar berkaitan dengan aktivitas atau kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan secara langsung menerka kualitas seseorang dari bobot prilaku yang terlihat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Orang-orang dengan kualitas tertentu niscaya hanya akan berbuat seenaknya sendiri tanpa memperhatikan sekitarnya atau akibatnya, yang biasanya membuat kita seolah-olah tidak ada disekitarnya.